
Della bergegas membuka gerbang rumah,dia kaget melihat seorang gadis yang pingsan di depannya.
"Alfi, kamu kenapa dek!!" kaget wanita itu saat melihat sosok gadis itu yang sudah tak sadarkan diri.
untung tubuh Alfi kecil, jadi Della bisa meminta bantuan tetangga samping rumahnya untuk membantu membawa gadis itu masuk.
gadis itu demam dan tampak begitu kurus, ya Alfi ini sering berkeliaran di seluruh desa untuk meminta pekerjaan.
Della sebenarnya beberapa kali menawarinya bekerja di tempatnya, tapi Alfi tak mau.
tapi yang membuatnya tak habis pikir, kenapa gadis ini datang saat hujan besar.
padahal sudah seminggu ini dia tak melihat sosok Alfi, karena dia ingin memperkerjakan gadis ini di rumahnya karena kondisi mbok Sarni sudah tak bisa membantunya.
"kamu ini kemana, kok sekarang tiba-tiba datang kesini dengan kondisi demam begini," gumam Della.
Hardi menemukan ponsel yang jatuh dari gadis itu tadi di teras, ya bocah itu intu ingin mengambil mainannya.
tapi dia melihat benda jadul itu, "mama ini," kata Hardi.
"loh ini kan ponsel yang mama berikan pada mbak Alfi, sayang tolong jaga mbak ini sebentar ya, mama mau coba menghidupkan ponsel ini dulu," kata Della yang mencari charger ponsel yang sama.
setelah itu, dia melihat putri kecilnya yang sudah di beri nama Devinamira Putri Hartono.
dan bayi mungil itu di beri panggilan Vina, dan itu adalah nama pilihannya dan beruntungnya suaminya itu menyetujuinya.
"pergi, maafkan aku..." suara itu mengejutkan Della yang masih di dalam kamarnya.
"ada epa Alfi," tanya Della yang keluar dan melihat gadis itu ketakutan.
bahkan Hardi juga tampak terkejut melihat reaksi dari gadis itu, "tenang Alfi, mbak di sini, kamu ini sebenarnya kenapa, kok Hujan-hujanan kesini," tanya Della.
"itu mbak, aku melihat semua yang terjadi, aku melihat siapa yang membunuh mbak Wulan, tapi aku takut untuk bicara karena dia itu...." tangis Alfi.
"apa.... siapa dek,katakan dan jangan takut, mbak akan melindungi mu," kata Della.
Alfi pun mulai menceritakan apa yang terjadi malam itu, sebenarnya apa yang terjadi.
__ADS_1
malam hari itu, Alfi yang memang baru selesai bekerja di rumah salah satu tetangga Wulan.
dia memilih pulang jalan kaki karena sepeda onthel miliknya rusak, dia juga memilih melewati barongan milik warga.
saat itu dia melihat ada kluweh yang sudah matang,jadi dia duduk dan mencari ponge isi dari kluweh.
saat sedang mencari buah itu, dia melihat ada sebuah tossa yang berhenti tak jauh dari tempatnya.
dia sempat melihat sosok pria yang membawa kendaraan itu, dia bergegas karena ingin ikut nebeng lumayan.
"aduh masih banyak lagi,sudah ah aku bawa semuanya saja, karena aku tak mau ketinggalan mas Hadi," kata Alfi yang merasa senang bisa mendapatkan tumpangan.
tapi saat dia bersiap untuk pergi dan izin,dia langsung berjongkok karena melihat pria itu sedang mengendong Wulan yang sudah tak sadarkan diri.
"apa yang terjadi,kenapa dia menutupi tubuh mbak Wulan seperti itu, dan bukankah dia tau jika mbak Wulan mau menikah," batin dari Alfi yang melihat itu.
dia pun langsung keluar saat motor roda tiga itu pergi dengan santai tanpa ada yang mencurigakan.
"aku harus apa, aku tak tau harus apa!!" kesal dari Alfi.
dia pun ingin pulang dan tak perduli, tapi hati kecilnya membawanya berlari mengikuti motor itu pergi.
dia sampai di samping tempat dimana Wulan di lecehkan, suara itu tak seberapa terdengar karena tersamar dengan suara diesel yang sedang berbunyi sangat kencang.
dia mengeluarkan kamera ponselnya, dan memfoto dan sempat merekam dari sebuah lubang yang ada di dinding saung itu.
karena kurangnya penerangan, dia tak begitu jelas bisa melihat pria itu, tapi wajah pria itu tampak jelas saat ingin kembali melecehkan Wulan.
dan setelah itu, dia lari secepat yang dia bisa, karena dia telah menyaksikan apa yang tak seharusnya.
Della terdiam mendengar itu, beruntung dia tadi sempat merekam pengakuan dari Alfi.
akhirnya dia berlari ke depan dan menyalakan ponselnya, dan betapa terkejutnya Della.
ternyata foto dan video yang di maksud oleh Alfi ada beberapa. dia pun mengirimkan video ke ponselnya agar memiliki cadangan.
"sudah tenang saja, aku akan membantu mu ya, dan jangan pernah bilang pada siapapun," kata Della.
__ADS_1
Alfi mengangguk dan merasa aman di rumah itu, "baiklah sekarang kamu bisa bekerja di sini, dan untuk sementara waktu, kamu bisa tinggal di sini untuk keamanan. dan kamu bisa membantuku untuk menjaga Hardi dan Vina," kata Della.
"iya mbak terima kasih, setelah kedua orang tua ku meninggal dunia,hanya mbak yang baik pada ku," kata Alfi dengan suara terisak.
"karena aku sudah menganggap mu seperti adik ku sendiri," jawab Della.
pak Hartono masih bersama dengan semua orang di rumah Abdi, karena ini adalah hari terakhir pengajian.
tampak Abdi masih termenung, ya karena tak ada satu pun orang yang bisa membuka kebenarannya.
"jadi polisi tak memiliki petunjuk apapun?"
"benar juragan, polisi sangat kesulitan menemukan bukti yang menjadi titik terang, entah apa yang harus aku lakukan sekarang," terang Abdi.
"berdoa saja ya, aku yakin Tuhan pasti akan memberikan jalannya untuk mu menemukan kebenaran yang akan membawa mu pada orang yang menyakiti kalian," kata Jalu yang juga berharap hal baik untuk temannya itu.
tiba-tiba para kepolisian datang membawa surat penangkapan, dan penggeledehan.
"maaf apa di sini ada pak Hadi Sucipto," tanya polisi itu
"iya pak itu saya," kata Jalu yang kaget melihat polisi yang datang mencarinya.
"anda di tangkap, karena telah di curigai telah menjadi pelaku pembunuhan dan pemerkosa terhadap korban Wulandari," kata polisi menunjukkan surat penangkapan.
"bapak ini nglandur ya, bagaimana bisa!! tidak ada bukti," bantah Jalu.
"anda bisa menjelaskan semuanya di kantor, karena sudah ada satu saksi mata yang melihat anda menculik dan melecehkan saudari Wulan di gubuk sawah, dan di rumah anda juga di temukan beberapa barang korban, orang tua anda sudah kooperatif dengan kami," kata polisi yang langsung meringkus Jalu.
"apa ini tak bohong pak!!" tanya Abdi masih tak percaya karena jalu dan Eko ini sudah dia anggap sebagai saudaranya.
"ini benar, kalau begitu kami permisi mari..." kata polisi itu langsung membawa sosok jalu ke arah mobil polisi.
tanpa terduga abdi merangsek para polisi itu dan menendang Jalu hingga terpental,pak Hartono memberikan kode pada polisi.
abdi menghajar Jalu, setelah cukup babak belur, akhirnya abdi bisa di tahan oleh pak Hartono.
"aku akan membunuh mu!!! beraninya kamu membunuh dan melecehkan calon istriku, apa ini balasan yang kau berikan dari semua kebaikan yang sudah aku berikan!!" teriak Abdi tak bisa percaya dengan semuanya.
__ADS_1
tanpa bicara, Jalu langsung di bawa masuk kedalam mobil, sedang Abdi benar-benar hancur.
"brengsek!!" teriaknya yang begitu frustasi.