Aku Juga Bisa, Balas Dendam

Aku Juga Bisa, Balas Dendam
wah ini kabar baik


__ADS_3

pak Hartono tak menyangka akan memiliki anak lagi di usianya, ternyata dokter mengatakan hal yang benar.


karena pria tak akan terpengaruh oleh usia, jadi akan tetap subur meski berusia berapapun.


karena itu dia menjaga gata hidup sehat, dan sekarang ini buktinya, "apa mas tak senang dengan berita ini?" tanya Della yang tampak kaget.


"tentu saja aku bahagia, aku tak menyangka jika di usiaku ini aku akan menjadi ayah dari anak balita, tapi terima kasih sayang," kata pak Hartono yang memeluk Della.


di tempat lain, Rike sudah mulai bisa bangkit dan sedikit bergerak meski tak bisa terlalu lama.


karena rasa sakit yang dia rasakan sangat menyiksa, awalnya dia tak bisa terima saat tau jika pak Hartono ayahnya menyetujui operasi pengangkatan rahim.


tapi perlahan dia sadar itu di lakukan oleh ayahnya karena merasa sedih atas kondisinya.


"sudah mbak, jangan sedih lagi ini terjadi karena ayah ingin melihat mbak bisa hidup dengan baik, dan sekarang mbak harus fokus membesarkan kedua anak mu,"


"iya Rina, kamu benar karena aku selama ini merasa bodoh karena bisa tertipu dengan pria bajingan itu,"kata Rike yang sudah mulai tegar menghadapi semuanya.


Della sedang tidur bersama putranya, sedang pak Hartono menikmati rokok di ruang tv.


dia tak menyesali perbuatannya, tapi kini dia benar-benar bahagia akan memiliki anaknya.


di tambah Hardi ini begitu mirip dengannya,wajah hingga semua yang ada di putranya itu.


dia memilih menghubungi pengacara Hans untuk mempercepat semuanya, karena dia tak bisa menundanya lagi


bukan karena apa, dia harus tau siapa anak kandungnya,karena dia harus membagi semuanya dengan rata.


karena dua anaknya juga tak boleh tersingkirkan, meski keduanya lahir dari pernikahan dengan Della.


"besok saya ada waktu pak, dan kita bisa bertemu untuk membicarakan semuanya,"

__ADS_1


"baiklah,dan dari waktu yang kamu minta, harusnya semua hasil tes DNA itu juga harusnya sudah bisa diketahui segalanya," kata pak Hartono.


"tentu pak, karena hasilnya sudah ada di tangan saya,sesuai dengan janji saya," kata pengacara Hans.


"baiklah,besok kita bertemu di kantor mu pukul sepuluh siang," jawab pak Hartono.


dia bangkit dan melihat Della dan Hardi yang sudah terlelap tidur, "aku akan melindungi hak kalian, karena aku tak percaya dengan mantan istrimu yang doyan selingkuh itu," kata pak Hartono


dia sengaja meminta sampel darah dari ketiga putrinya itu, dan dengan alasan untuk kesembuhan Rike dia mendapatkannya dengan mudah.


keesokan harinya, Della bangun dan merasa jika begitu ingin makan nasi tim ayam kecap.


akhirnya dia pun membuatnya, beruntung semua bahannya ada di dapur.


pak Hartono bangun dan memeluk istrinya itu, "ada apa mas, kenapa ikut manja juga," kata Della tersenyum melihat tingkah suaminya itu.


"kenapa sih,padahal aku ingin memeluk mu erat, tapi kamu terus mengomel, lagi pula aku juga ingin manja-manja dengan mu," kata pria itu tanpa malu.


mendengar itu membuat Della tertawa geli,"baiklah mas,sekarang mas mau apa, aku sedang membuat nasi tim, ya karena tiba-tiba aku makan itu,"


"baiklah, aku akan buatkan untuk mu mas," kata Della yang tersenyum.


dan dengan cekatan, dia pun sudah membuat camilan permintaan suaminya itu.


dan saat menaruh di meja ruang tv, dia kaget melihat Hardi yang sudah mandi.


"aduh siapa yang pakaikan bedak, kenapa muka mu kayak di tepungin gitu se le," kata Della tersenyum melihat putranya itu.


"habis pempers nya penuh, jadi aku mandikan, dan karena dia gak mau diam jadilah mukanya kayak donat lima ratusan yang di tepungin," kata pak Hartono yang membuat Della tersenyum.


"baiklah ayah, sekarang itu camilannya dan nasinya juga sudah matang,kita makan bersama yuk," kata Della yang di setujui oleh pak Hartono.

__ADS_1


ketiganya pun makan bersama, dan Della juga makan sambil menyuapi putranya itu.


"sayang, siang ini aku harus ke kota, apa kamu ingin titip sesuatu?" tanya pak Hartono.


"tidak usah mas, kamu harus pulang dengan selamat itu yang terpenting," jawab Della.


"tentu sayang, tenang saja aku tak berangkat sendiri,aku mengajak Eko dan Jalu, untuk bergantian saat menyetir mobil," kata pak Hartono


"baiklah sayang," jawab Della yang tak mungkin menghadang suaminya untuk bekerja


jadi dari pada bosan, dua ingin mengajak putranya juga berkeliling kota.


ya meski hanya bermain di taman kota, tapi itu akan membuat Hardi bisa bertemu dengan teman seusianya mungkin.


tapi ternyata saat dia ingin pergi, ternyata di perumahannya ada taman posyandu, jadi dia mengurungkan niatnya.


dan memilih untuk datang ke tempat itu, dan terlihat Hardi begitu ruang bermain dengan semua anak-anak lain.


sedang Della duduk bersama para ibu di luar ruang serbaguna yang di gunakan saat ini.


"jadi ada apa, sepertinya ada berita penting," kata Bu Winda.


"biasanya, berita janda Baru di tinggal mati, kemarin keceplosan, Katanya sudah punya kekasih dari dua tahun lalu," kata Bu Anita.


"lah situ baru tau, berita itu sudah lama kali Bu, gak usah kaget, tapi ngomong-ngomong itu Bu Della kok diam saja,"


"ah iya Bu maaf,saya kan gak seberapa kenal dengan baik warga di perumahan,maaf jarang ikut kumpul karena Hardi ini sering ketiduran saat ada rapat," kata Della


"ya gak papa, tapi sebagai hukumannya harus traktir kira semua makan bakso boleh dong,masak istri juragan kaya di desa dan perumahan pelit sih," kata Bu Yanik.


"hus... kamu ini selalu loh Bu, gak usah di dengerin mbak Della," kata Bu Winda.

__ADS_1


"tidak masalah Bu,nanti pilih saja tempatnya, saya bayarin tenang saja," jawab Della yang mengerti jika wanita yang memintanya itu adalah orang yang terkenal kaya juga.


tapi wanita itu tak suka suaminya yang bekerja sebagai anggota DPR di saingi kekayaannya dengan pak Hartono yang menurutnya cuma berpendidikan rendah.


__ADS_2