Aku Juga Bisa, Balas Dendam

Aku Juga Bisa, Balas Dendam
keluarga bahagia


__ADS_3

Della berjalan mengandeng putranya, begitupun pak Hartono, mereka terlihat terus tertawa selama menuju ke pedagang sayur di gapura perumahan.


beberapa orang juga menyapa Mereka, Della tak menyangka jika keluarganya bisa seperti ini tertawa dan bersama.


padahal dia ingat jika dia tak terlalu peduli jika psk Hartono tak mau menerimanya,karena dia yakin jika masih bisa hidup berdua dengan Putranya.


tapi Tuhan berbaik hati untuk dirinya, bahkan mereka berbahagia satu dengan yang lain.


"kamu kenapa diam begitu? apa ada yang kamu rasakan?"


"tidak mas, aku baik-baik saja, jadi nanti mau masak apa?"


"entahlah, Hardi mau makan apa?" tanya pak Hartono yang memang tak kepikiran mau makan apa.


terlebih seharian ini mereka pasti akan di rumah saja, "udang..." jawab Hardi dengan semangat.


"baiklah nanti kita makan udang ya nak, sekarang kita ke depan dulu ya," kata Della.


akhirnya mereka sampai di tempat pedagang sayur, Hardi dan pak Hartono sedang asik bermain di taman saat Della belanja.


di rumah Rike, dia ingin pergi ke rumah ayahnya untuk meminta haknya sebagai anak.


karena dia terlanjur kecewa dengan pak Hartono yang tak memperhatikan dirinya.


"sekarang kita lihat, apa istri baru mu itu masih mau dengan mu saat hartamu harus di bagi," kata Rike yang sudah siap.


dia pun pergi dengan di antar Kipli, orang kepercayaan Sueb, jadi dia juga orang yang paling di percaya Rike.


"neng kita sarapan dulu ya, masih pagi juga, takutnya juragan Hartono belum bangun, jadi nanti neng dapat masalah kalau ketemu Bu Della," kata Kipli dengan suara cukup keras.


"ya kamu benar, cari warung nasi Goh, kebetulan aku juga belum sarapan, lagi pula anak-anak ku juga Rina,"


"siap neng Rike," jawab Kipli yang langsung memutar motornya ke sebuah warung.


setelah wanita itu turun dan berjalan ke warung, Kipli langsung mengirimkan pesan pada pak Hartono.

__ADS_1


dan sepertinya sekarang sudah tak bisa di sembunyikan lagi, toh Rike dan Riya juga sudah dewasa.


jadi psk Hartono nanti akan menunjukkan bahwa mereka memang bukan putrinya, dan tak berhak atas semua harta yang dia miliki.


dia tidak ingin Riya dan Rike mengusik istri dan putranya yang saat ini sudah bahagia.


"jadi ayah mau ikut makan udang goreng atau ayam,"


"sama kan saja sayang, tapi nanti buat sambal yang pedas ya," terang pak Hartono yang duduk sambil mengawasi Hardi main.


Della masuk untuk mulai memasak,ternyata benar tak lama ada motor yang datang.


Rike pun menatap ayahnya dengan tatapan marah, pak Hartono pun menarik Hardi agar mau masuk.


"Hardi bilang mama ya, jika ada tamu," kata pak Hartono


"iya yah," jawab bocah itu langsung pergi kedalam rumah.


"mau apa datang ke sini Rike, bukankah sebagai wanita yang baru di tinggalkan suamimu, kamu tak boleh kelayapan," kata pak Hartono dengan santai.


"sepertinya kamu tak akan dapat apapun, karena yang sebenarnya adalah kamu bukan-"


"mas tunggu dulu, ajak masuk kita bicara di dalam rumah tak baik jika disini,"


"aku tak ingin masuk kedalam rumah sial mu itu, jadi tak usah berlama-lama lagi, cepat berikan aku hak ku dan setelah itu kita tak punya hubungan lagi," kata Rike yang tak bisa menoleransi apa yang di perbuat oleh ayahnya.


"kenapa kamu berani meminta hak mu padaku, bukankah sudah aku bilang tanya pada ibu mu dulu,"


"apa ayah bercanda, dia sudah mati, lagi pula aku lahir saat kalian sudah menikah,"


"kamu tak tau aku bekerja di luar kota dulu sebelum adanya Rina, jadi kamu yakin jika aku ayah kalian, dan dari pada kita berputar-putar tak jelas, lihat ini bukti tes DNA, aku sudah tak mau berurusan dengan kalian lagi, dan berhenti menganggu keluarga ku," kata pak Hartono yang memberikan fotocopy dokumen itu.


Rike yang membaca pun terkejut, pasalnya bagaimana bisa, dia bukan anak dari pak Hartono.


dia makin tak percaya ternyata roya juga bukan,berarti ibu mereka ini yang memang wanita tak setia.

__ADS_1


"sekarang pulang, dan katakan pada Riya juga, maaf mulai besok aku dkan memutus semua bantuan ku,karena aku yakin kalian sudah dewasa dan bisa mencari uang sendiri," kata pak Hartono.


Rike pun tak bisa berpikir jernih,dia melihat sosok pak Hartono yang kini sudah bahagia, tapi dia hancur.


"semua ini karena Della!!" teriak Rike yang mengambil sebuah batu bata dan ingin memukulkan pada wanita itu.


tanpa dia duga, puluhan kelereng menggelinding membuatnya terjatuh, karena kakinya menginjak benda itu, dengan kepala terlebih dahulu menghantam jalan paving blok.


ternyata itu adalah Hardi yang melemparkan kelereng mainannya dengan sengaja.


Rike pun merasa kesakitan, dan Hardi berdiri di depan Della, "elgi Olang jahat,"


pak Hartono tak menyangka putranya itu sudah mengerti bagaimana cara melindungi ibunya.


Rike yang kesakitan dan malu memutuskan untuk pulang, sesampainya di rumah dia mencari adiknya Rina.


karena di rumah sedang ada pengajian, jadi Rina sedang bersama ibu-ibu menyiapkan bahan untuk membuat lodeh untuk acara malam nanti.


"Rina!! kamu sudah tau kan jika aku dan mbak Riya bukan anak ayah!!" teriak Rike yang terlanjur marah.


"apa yang kamu katakan Rike, kamu gila, kenapa kita bukan anak ayah!!" marah Riya yang merasa jika adiknya ini sedikit sinting karena kematian suaminya.


"mbak yang gila, aku baru tau saat aku datang mau minta bagian ku pada ayah, jadi dia menunjukkan bukti ini yang di keluarkan oleh dua rumah sakit, kita itu bukan anak ayah," kata Rike.


plak..


"kamu kenapa begitu mata duitan, kamu tak bisa menyadarinya saat kita dan saudara yang lain tidak memiliki kemiripan sedikit pun, bahkan dengan ayah," kata Riya yang sadar saat pak Hartono terluka karena kecelakaan.


"apa maksudnya mbak,"


"kita bertiga tidak ada yang memiliki golongan darah sama dengan ayah, dan aku sudah tau saat kecil karena ibu sering menemui kekasih gelapnya,"kata Riya.


"jadi mbak sudah tau dari lama, tapi siapa?"


"ternyata selama ini ibu kalian menutupinya ya, maafkan mbok ya nduk, kalian ini memang lahir dari satu ibu, tapi di tahun-tahun pertama pernikahan orang tua kalian,ayah kalian bekerja di perkebunan sawit,karena kesulitan ibu kalian tidak mau ikut,dan di saat itulah ayah kalian pulang seminggu setelah itu ibu kalian hamil roya dan kemudian Rike, baru setelah sukses, dia menetap di desa melanjutkan usaha warisan kakek dan pamannya,baru kemudia Rina ada," jawab seorang wanita sepuh yang dulu ikut keluarga pak Hartono.

__ADS_1


ya dia adalah pelayan yang mengasuh Riya dan Rike karena keduanya dulu begitu kecil dan seperti gadis terlantar karena ibu mereka yang suka berpergian.


__ADS_2