Aku Juga Bisa, Balas Dendam

Aku Juga Bisa, Balas Dendam
mengemis 2


__ADS_3

pak Hartono sampai di tempat hajatan itu di adakan, dia tak langsung masuk dan memilih menikmati rokok dulu.


dan tiba-tiba ada sosok anak buahnya yang juga datang,"halo juragan, ku kira bakalan ajak Bu juragan nih, tapi kok sendirian?"


"oh istriku sedang sibuk jaga putranya di rumah, dan aku putuskan berangkat sendiri," jawab pak Hartono.


"owh begitu, ya sudah ayo masuk, karena yang lain sepertinya sudah ada di dalam," jawab Abdi.


pak Hartono pun bangkit dan menginjak rokoknya, dan dia pun berjalan masuk kedalam tempat pesta itu.


terlihat semua orang yang di kenal sudah ada di sana, pak Hartono pun tersenyum dan menyapa semua orang.


tanpa di duga, dua orang wanita langsung datang mendekati pria itu, "apa kabar juragan,kok sendirian saja,butuh teman ngobrol gak?" tanya wanita itu


"memang kamu kira mereka apa? batu hingga menganggap tak punya teman ngobrol," ketus pak Hartono.


wanita itu pun merasa malu, tapi ini kesempatannya karena dia tau jika pak Hartono sudah menduda.


Abdi tak menyangka jika juragan yang dia ikuti bertahun-tahun ini masih jadi incaran semua wanita meski sudah berusia matang.


"aduh mbak anda jika mengira pak Hartono masih duda itu salah, orang di rumah sudah ada nyonya Hartono yang semlohe menunggu, mbak mah gak ada apa-apanya," kata Abdi yang membuat wanita dan semua orang kaget.


"masak sih, seharusnya kalau sudah punya istri di ajak dong," kata pemilik hajatan yang penasaran dengan istri dari rekan kerjanya itu.


"seharusnya tadi istri dan putra ku ikut, tapi karena putra ku ketiduran jadi istri ku memilih menunggui putra kami di rumah," kata pak Hartono santai dan menikmati pisang yang di sediakan di meja.


"apa? bahkan kalian sudah punya anak, wah gila sih..."kata para tamu itu.


tapi wanita itu tak yakin, "alah paling-paling itu tipuan kan,aku tak yakin dengan ucapan juragan Hartono, masak iya bisa punya anak di usia ini," kata wanita itu yang tau cerita dari Bu Hartini jika suaminya dulu itu lemah.


"terserah kalian mau percaya atau tidak, lagi pula kami sedang fokus membuat adik untuk putra ku," kata pak Hartono yang di sambut Abdi tawa keras.


"aku sih juga,mana tahan punya istri muda dan masih kress begitu, bisa-bisa gas terus ya juragan," kata Abdi.


"mata mu Cok,"


dia pun tersenyum singkat, dsn kini Abdi memilih menyumbang satu lagi, tanpa di duga pak Hartono bangkit dan langsung naik ke atas panggung juga.


dan tak lupa untuk memberikan saweran, dan yang membuat heran adalah pria itu yang biasanya suka berjoget dengan biduan.


kali ini hanya diam memberikan uang dan kemudian turun,dan setelah itu dia segera pamit pulang karena tak tahan dengan para wanita yang ingin mendekatinya.


ya dia memang orang yang di kenal dermawan, itulah kenapa para gadis mau saja jika di jadikan selingkuhan toh mereka bisa hidup nyaman dengan uang pemberian pak Hartono.


sedang di rumah, Della sedang menonton tv di ruang depan, dan terlihat mulai gerimis, dia pun bangkit dan merasa kasihan jika suaminya itu harus basah.


saat melihat sorot lampu motor, dia pun segera lari membuka gerbang rumah dan membiarkan suaminya itu masuk.

__ADS_1


"mas basah?" tanya Della yang melihat gerimis itu cukup deras.


"tidak sayang,masih gerimis, tapi ya dingin deh, aku mah sekarang butuh kehangatan," kata pak Hartono yang sedang melepaskan helmnya.


"apa mas ini, gak pernah puas ya, kenapa mengatakan itu sih, dasar pria tua mesum," kata Della masuk kedalam rumah setelah mengunci gerbang rumah.


"kamu ini bagaimana,kan mas berkata benar sayang, jangan begitu dong, mas ini bener-bener membutuhkan mu sayang," kata pak Hartono yang mengikuti istrinya yang masuk kedalam rumah, dan kemudian mengunci rumahnya dengan rapat.


keesokan harinya, mbok Sarni datang cukup pagi, dan langsung masuk lewat pintu belakang.


dan wanita itu melihat sosok Della yang sedang memasak, "mbak Della sedang memasak apa?"


"eh mbok sudah datang, saya cuma buat urap-urap daun kenikir dan kecambah, tapi masih bingung mau masak lauk pendampingnya," jawab Della yang sedang memilah daun bunga kenikir yang masih muda.


"kenapa tidak membuat sate daging bumbu rujak saja mbak, itu kan resep andalan mbak Della,"


"aduh aku sedang tak ingin makan itu mbok, sepertinya aku harus ke tukang sayur di depan deh, mau beli pindang tongkol dulu terus di bumbu Bali merah sepertinya enak," kata Della


"itu juga boleh, ya sudah biar mbok lanjutkan ini ya mbak," jawab wanita itu yang di angguki Della.


wanita itu pun langsung berangkat ke tempat penjual sayur yang di maksud dan membeli semua bahan yang dia butuhkan.


di perjalanan, dia tak berpikir apapun toh di perumahan itu tak ada yang mengenalnya.


dan di tambah berita tentangnya juga sudah lama, jadi tak mungkin ada yang masih mengingatnya.


bahkan dia membeli beberapa bahan untuk memasak besok, dan beberapa ibu-ibu yang juga sedang berbelanja juga terus melihat ke arah Della.


"maaf sebelumnya,tapi ada ya Bu,kok melihat saya seperti itu, apa ada yang aneh dengan muka saya?" tanya Della pada ibu-ibu itu.


"eh tidak mbak,saya hanya bingung kok tidak pernah melihat mbak ya selama ini, orang baru ya di perumahan?" tanya ibu berbadan cukup besar itu


"iya Bu, saya baru tinggal bersama suami saya setelah pulang dari luar negri, nama suami saya pak Hartono," jawab Della dengan senyum ramah.


"ibu Hartono, ya Tuhan tak ku sangka istri pak Hartono ini mbak yang masih muda begini, pantas saja pak Hartono masih kelihatan awet muda, orang vitaminnya aja begini," kata Bu RT di perumahan itu.


"iya Bu, bukankah seharusnya tetap harus begitu, meski sudah punya suami dan anak, seharusnya kita harus tetap menjaga penampilan,jika tidak, takutnya di ambil sana pelakor di luaran sana yang sekarang makin tak tau malu," kata Della.


"mbak benar, nanti kalau mau bisa ikut senam di balai warga mbak, jam tiga sore, lumayan buat ngencengin tubuh biar bisa goyang dan menghisap," kata Bu RT yang di sambut gelak tawa.


Della pun mengiyakan dan nanti akan izin pada suaminya dulu, setelah itu dia pun pamit karena harus memasak.


saat mengendarai motor jenis Yam*ha Aerok, tak sengaja dia di salip oleh motor CB lama yang di ketahui itu motor milik Abdi.


"kenapa lagi tuh bocah tua, sepertinya dia lupa jika ada pekerjaan," kata Della tersenyum.


dia pun santai saja mengendarai motor milik suaminya, dan saat dia sudah turun dari motor dan mengambil semua belanjaan.

__ADS_1


dia kaget saat melewati ruang tamu, "sayang tolong buatkan dua minuman ya," kata pak Hartono tampak dingin


"iya mas," jawab Della menoleh ke arah suaminya.


dan pandangan matanya membeku, bagaimana tidak dia melihat sosok ayah yang begitu kejam.


kini sedang duduk bersama dengan suami dan orang kepercayaan suaminya, dan ada beberapa berkas berwarna hijau di meja.


"sudah mau bangkrut karena membela putra mu pak Dirman, hah... seharusnya kamu buang saja putra tak berguna mu itu, yang bahkan hampir menjual diriku pada preman yang dia hutangi, untunglah aku bisa melawan setidaknya membuat mereka lari karena takut aku bunuh," kata Della yang mengejutkan semua orang.


"apa maksud mu sayang,"


"kenapa tanya padaku mas, jika kamu ingin tau tanya padanya, pasti dia tau karena putranya itu selalu jujur pada ayahnya," kata Della yang langsung masuk kedalam rumah.


pak darmon tak menyukai ini, kenapa Della malah memilih pak Hartono sebagai suaminya, padahal dia itu mantan menantunya.


"jadi itu kenapa abdi yang meminta ku untuk menandatangani surat pernyataan wali, ternyata kalian menikah dan dengan bodoh sekarang aku harus mengemis pada suami wanita yang tak berguna dan seorang pembunuh," kata pak dirman dengan sombong


"dirman jaga bicaramu!! dia bukan pembunuh dia hanya membela dirinya, kadang aku heran kenapa kamu begitu sayang pada anak haram istrimu di banding anak kandung mu sendiri!!" bentak pak Hartono yang membuat pak Hartono kaget.


"apa maksud perkataan mu Hartono!!" marah pak dirman tak terima putri pertamanya di hina.


"ayolah semua orang juga tau,siapa istri mu dan Hartini dulu, dan kamu kira hanya kamu pria yang menidurinya hingga hamil, tentu saja tidak hampir semua orang di tongkrongan pernah mencicipi istri mu dulu, dan aku saja yang terus menolak karena dia itu sampah," kata pak Hartono.


"Hartono jaga bicara mu!!" marah pak dirman.


mendengar keributan itu, Della keluar dan membela suaminya dengan mendorong tubuh ayah kandungnya.


"jangan berani menyentuh suamiku, jangan membuat ku lupa jika anda itu orang yang membuat ku hadir di dunia ini," marah Della yang kini memeluk tubuh pak Hartono dengan tatapan tajam ke arah pak dirman.


"kenapa kamu buta, apa kamu tak bisa melihat bagaimana wajah Della dan putra ketiga mu yang mirip,sedang putri pertama mu mirip dengan Hasan,apa kamu yakin dia itu putrimu,dan lagi Warak mu dan Della itu sama," jata pak Hartono.


"sudah pak dirman,ingat tujuan anda kesini untuk apa, dan jangan membuat keributan lagi karena saya tak akan segan-segan juga," kata Abdi yang menahan pak dirman


"cak abdi bawa dia pergi, dan biar nanti aku dan suamiku datang ke rumah dengan membawa uang yang dia butuhkan, karena aku harus menelpon pihak bank untuk mencairkan uang sebanyak itu," jata Della.


"aku tak butuh bantuan mu," kata pak dirman yang sedikit malu bercampur marah.


"kalau begitu biarkan putra mu itu membusuk di penjara, jadi jangan tunjukkan kesombongan mu jika ingin putra mu itu keluar," ketus Della yang berusaha untuk terlihat tegas di depan ayahnya yang tak akan pernah menunjukkan kasih sayang untuknya.


pak Hartono tau jika istrinya itu, sedang dalam kondisi yang tak baik,tapi dia hanya bisa memberikan kekuatan.


karena dia tau jika istrinya itu bisa menyelesaikan semuanya dengan baik.


pak dirman dan Abdi pun pamit pulang, pria tua itu tak menyangka akan melihat putrinya akan memilih temannya sebagai suami.


padahal dia menganggap Della itu anak yang sulit dan pemberontak, tapi kenapa bisa temannya yang sangat keras kepala begitu melindungi Della, apa dia yang keliru menilai putrinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2