
pak Hartono sudah mulai bisa beraktifitas seperti biasa, dia juga sudah mulai ke gudang lagi.
dan yang Aling menakjubkan Hardi sekarang juga sibuk membantu dirinya.
di sisi lain, ada Abdi yang sedang bimbang, pasalnya dia tak berani mengajak Alfi menikah meski dia tau ibunya juga menyukai gadis itu.
seperti sore ini, Alfi sedang berada di rumah Abdi karena tadi siang ibu pria itu meminta dirinya datang.
"Alfi kamu sudah punya pacar?" tanya Abdi penasaran.
"memang kenapa mas, kok tumben sekali bertanya begitu?"
"tidak, aku hanya penasaran saja, apa aku keterlaluan ya bertanya hal pribadi seperti itu?"
"tidak kok,Alfi belum punya pacar, karena ibu sudah menandai Alfi untuk menjadi menantu ku, tapi sayang putra ku tak berguna," kata ibu abdi yang membuat abdi malu.
"ibu ... habis aku takut dia tak akan mau menikah dengan pria seperti ku yang tak tampan ini," kata Abdi yang sadar diri.
"sebenarnya satu-satunya pria yang bisa membuat saya nyaman cuma mas Abdi, itulah Kenapa saya selalu bisa berbicara panjang dengan mas Abdi, karena mas abdi ini salah satu orang yang tak memperlakukan saya buruk," kata Alfi.
"jadi sekarang semua sudah bisa di terima, jadi kalian mau menikah?" tanya ibu Abdi pada dua orang itu.
"maukah kamu menikah dengan ku?"
"aku mau, tapi apa mas tak akan malu menikah dengan wanita seperti diriku?"
"tentu tidak, dan kita lakukan pertunangan dengan bantuan Bu juragan yang akan jadi keluarga mu,"
"tentu saja," jawab Alfi yang membuat ibu abdi bahagia.
lima tahun bukan waktu yang sebentar untuk melihat bagaimana sikap dan sifat dari gadis itu.
akhirnya Abdi menelpon Della yang kebetulan sedang membantu suaminya merekap beberapa pesanan untuk beberapa hari kedepan.
"iya cak Abdi ada apa? tumben di jam segini menelpon ku, dan tolong antar adik ku Alfi ke rumah dengan selamat ya," kata Della.
"Bu juragan, saya mau izin untuk menikahi Alfi, saya sudah bertanya pada Alfi dia mau, boleh kan?"
"tentu boleh, tapi maharnya tidak murah," saut pak Hartono.
__ADS_1
"apapun itu maharnya saya setuju juragan," kata Abdi yang membuat pak Hartono tertawa.
"kamu harus mencintainya, menyayanginya dan membuatnya bahagia," kata pria itu.
"pasti juragan, tapi saya ingin melakukan lamaran terus pernikahan secara sederhana, bolehkah anda selalu keluarga Alfi membantu kami,"
"tentu saja mau, tapi bukan acara pernikahan yang sederhana, sudah nanti aku akan mengaturnya," kata Della.
benar saja, lusa acara lamaran, dan Alfi tak menyangka jika lamaran akan di adakan di rumahnya sendiri.
semua benar-benar di urus oleh Della mulai dari kue dan yang lainnya.
rombongan dari Abdi datang, dan kaget saat ternyata acara lamaran saja di buat semeriah ini.
"akhirnya om abdi menikah!!" kata Hardi yang membuat semua orang tertawa.
ya abdi perlahan melupakan kejadian buruk masa lalunya, sedang di sisi lain ada Alfi yang juga tak menyangka akan bertemu pria yang bisa menerima dirinya.
"jadi saya harap pernikahan tidak perlu lama-lama lagi ya, takutnya nanti akan ada yang ganggu," kata Della.
"setuju dengan Bu juragan, saya sudah mencari hati baik untuk pernikahan, yaitu dua Minggu lagi jika setuju, dan pernikahan akan di laksanakan di rumah saya," Kata ibu abdi.
akhirnya Persiapan dilakukan dengan waktu singkat, ya karna mereka tak punya banyak waktu lagi.
Della juga meminta beberapa orang kelurahan segera mengurus semua surat-surat yang di butuhkan oleh Alfi dan Abdi untuk menikah.
🍁🍁🍁🍁🍁
tak terasa hari ini adalah pernikahan dari Abdi dan Alfi, keduanya sudah siap mengikat janji suci bersama.
tampak Della dan pak Hartono cukup sibuk membereskan semuanya.
akhirnya acara pernikahan pun berjalan lancar dan semua tamu berdatangan ke acara itu.
tampak ibu abdi begitu bahagia karena akhirnya putranya itu menikah juga setelah semua yang terjadi.
tak hanya itu setelah acara pernikahan, abdi dan Alfi merasa cukup lelah dan akhirnya malah ketiduran.
keesokan harinya, Alfi sudah bersiap untuk membuatkan sarapan untuk mertua dan suaminya.
__ADS_1
"kamu sudah bangun nduk?"
"iya Bu, saya mau bikin nasi goreng karena nasinya masih banyak," kata Alfi yang menunjukkan masakannya.
"emm... aromanya sedap sekali, aduh enaknya sekarang punya mantu, kamu tau ibu itu dulu sering sekali iri dengan teman-teman ibu, karena mereka punya menantu yang bisa di bicarakan, sekarang ibu juga sudah punya," kata ibu Abdi dengan senang.
"ibu ini punya mantu karena ingin pamer atau bagaimana kok niatnya beda," kata Abdi yang baru bangun.
"ya bukan seperti itu, ibu kan juga ingin loh punya cucu dan bisa main dengan mereka,apa gak boleh?"
"boleh kok Bu," kata Abdi yang tak bisa melawan ucapan ibunya.
"sudah mas, ibu sekarang ayo saran dan ini sambalnya siapa tau kurang pedes," kata Alfi yang menaruh dua piring nasi goreng di meja.
dia duduk bareng dan memilih untuk makan sedikit saja karena dia sendiri tak terbiasa.
setelah itu, ibu Abdi ini pamit untuk ke rumah rumah saudaranya, jadilah tinggal Alfi dan Abdi saja di rumah.
"kenapa mas melihat ku seperti itu?"
"aku hanya ingin mengajak mu untuk melakukan sesuatu, apa kamu mau sayang, habis ya si Otong udah protes nih," kata abdi yang membuat Alfi tersenyum
keduanya pun masuk kedalam kamar dan Abdi memeluk Alfi dengan erat.
kemudian keduanya berciuman dengan mesra, dan setelah itu Abdi memberikan sentuhan yang membuat basah istrinya.
akhirnya pagi itu mereka berdua akhirnya belah duren, dan Abdi tak menyangka akan mendapatkan gadis perawan cantik sebagai istrinya.
padahal dulu jika dia menikah dengan mantan kekasihnya, dia pasti tak akan mendapatkan hal ini.
abdi bahkan melakukannya hingga beberapa kali, dan setelah itu dia ke dapur untuk membuat sesuatu.
sedang Alfi sudah tergeletak tak berdaya karena ulah suaminya, tapi Abdi datang membawa camilan dadar mie dan teh panas.
"makan dulu sayang, kamu pasti lapar lagi, ini aku buatin spesial untuk mu,"
melihat suaminya itu membuat Alfi ingin tertawa, tapi keberuntungan dirinyalah yang bisa memberikan suami seperti Abdi
"aku mencintaimu mas," kata Alfi yang memeluk abdi
__ADS_1
"aku juga sangat mencintai mu,"