Aku Juga Bisa, Balas Dendam

Aku Juga Bisa, Balas Dendam
Hama penganggu


__ADS_3

pagi ini Della sedang bersama dengan suami dan putranya, untuk mengikuti acara jalan sehat yang di adakan oleh warga desa.


"ayah yakin mau gendong Hardi, biarkan dia jalan atau naik sepeda saja, ayah bisa kelelahan nanti," tegur Della yang melihat suaminya itu masih mengendong Putranya di punggung.


"baiklah, turun ya nak, mama mu sudah mulai mengomel," kata pak Hartono yang menurunkan putranya.


"endong..." kata bocah itu yang tak ingin turun, karena di sekitarnya banyak orang.


"Hardi naik sepeda saja ya, kalau tidak mau mama tak mau ah buatkan susu lagi," kata Della yang pura-pura pergi.


"mama.."


bocah itu pun naik ke sepeda roda tiga miliknya dan langsung di dorong oleh Della untuk bergabung dengan Rina dan dengan warga desa.


sedang pak Hartono menjadi orang penting yang akan melepas jalan sehat bersama pak lurah.


Eko, Abdi dan Jalu juga di suruh ikut untuk menjaga della, karena pak Hartono takut jika nanti Bu Hartini melakukan hal gila.


"aduh aku harus panggil adik kan, tapi ini om anak-anak kan, jadi Dimas dan Sahara, panggil om Hardi ya," kata Rina yang tertawa.


"tapi bunda, ini gak lucu tau, masak iya om ku sekecil ini, memang om sudah bisa kasih uang saku," kata Sahara.


tanpa di duga,Hardi mengeluarkan uang lima ribu dari saku miliknya dan memberikannya pada gadis yang berusia tujuh tahun itu


"eli es," kata bocah kecil itu.


melihat itu Della dan Rina tertawa, karena Hardi seperti mengerti ucapan para orang dewasa di sekitarnya.


"terus om kecil, Dimas gak di kasih?" tanya bocah berusia sepuluh tahun itu.


dengan tangan mungilnya bocah itu kembali menarik uang Lina ribu dari kantong celana pendeknya.


"es..."


"ya semua bisa pilek kalau di suruh beli es, ya sudah ayo kita mulai jalan yuk," kata Della tersenyum.


"siap,biar om kecil bersama kami," kata Sagara dan Dimas dengan semangat.


karena mereka langsung menyukai Hardi yang memang memiliki pipi tembem dan kulit bersih seperti Della, tapi punya wajah versi imut dari kakek mereka.


sedang Syam berdiri dan berjalan bersama mertuanya, ya pak Hartono sudah mulai mempercayai menantunya itu.


dia memberikan Syam kesempatan meski pernah melakukan kesalahan tapi sekarang pria itu sudah berubah.


Della terus berbincang dengan Rina, dan tetap mengawasi putranya yang terlihat begitu senang berjalan bersama kedua keponakannya.

__ADS_1


mereka melewati rumah lama yang sekarang hanya tinggal rumah Rike, Rina dan Riya karena dua rumah lainnya sudah di bongkar dan di bangun ulang.


sedang di dalam sebuah rumah,seorang wanita merasakan hal yang begitu menyakitkan.


pasalnya dia merasakan jika perut bagian bawahnya sangat sakit, dan saat dia ke kamar mandi.


dia kaget melihat ada darah berbau busuk, "sebenarnya aku ini kenapa, setelah kemarin keputihan ku berbau dan berwarna hijau," gumamnya.


dia tak habis pikir lagi, karena dari semalam Sueb tak pulang setelah dia beri uang.


"dasar pria sialan ini, pasti sedang mencari mangsa di luaran sana, lebih baik aku ke dokter untuk memeriksakan diri ku dulu,"gumamnya yang sudah tak tahan lagi.


baru juga berjalan beberapa langkah, tubuhnya terasa begitu lemas, tapi dia tak menyerah untuk meraih ponselnya.


saat dia ingin keluar, dia kaget dan merasa takut dengan sinar matahari.


akhirnya dia kembali masuk ke dalam rumah dan memakai baju yang sangat rapat dan berjalan tertatih-tatih


dia pun naik ojek yang sudah dia pesan, dan ternyata perjalanan cukup sulit karena ada para warga yang sedang jalan sehat.


"pak tolong terobos, karena saya harus ke rumah sakit," kata Bu Hartini yang merasa tak sanggup lagi.


mendengar itu, pengemudi ojek itu pun langsung menancap gas motornya, Sahara yang sedang bercanda dengan Hardi tak sadar ada motor yang melaju cepat ke arahnya.


"maaf non, ibu ini sakit dan harus ke rumah sakit," kata pengemudi itu ketakutan karena Eko, Jalu dan Abdi langsung memasang badan menghadang pengemudi itu.


"lepaskan, dan tolong berikan jalan," kata Della yang tak berperasaan hingga membuat orang sakit jadi mati.


sedang di panggung, ada pak lurah, pak Hartono dan Syam serta beberapa pamong desa lainnya.


ya mereka tak ada yang ikut jalan dan memilih menunggu di sana,karena sambil mengawasi semua door prize yang di siapkan.


tanpa terduga, rombongan orkes dangdut yang sudah di panggil pun datang dengan empat artis yang begitu seksi dan berpakaian minim.


salah satu artis langsung memeluk pak Hartono yang sedang duduk santainya dari belakang.


"bos juragan,kenapa tak pernah menghubungi aku lagi sih,apa lupa dengan Devina, padahal dulu janji mau mengajak ku jalan-jalan loh," kata wanita itu yang membuat pak Hartono kaget.


"jaga sikap mu!"marah pria itu.


"aduh sekarang sombong nih, ya sudah kalau begitu aku siap-siap saja,karena aku yakin bos juragan nanti juga pasti mendekatiku," kata wanita itu yang memberikan kode pada salah satu pamong desa yang mengerti kodenya.


ya mereka lupa jika istri dari pak Hartono yang sekarang bukan wanita biasa.


akhirnya para peserta pun sudah berdatangan ke arah balai desa,begitu juga dengan Della dan keluarganya.

__ADS_1


Syam memberikan banyak kupon yang sudah di robek, dan kini tugas kedua anaknya untuk mengawasi semuanya.


tapi sebelum acara pembagian hadiah,ada hiburan rakyat dangdutan dulu.


bahkan para pria muda telihat menikmati lagi dengan bergoyang di depan panggung besar itu.


Della benar-benar tak sanggup jika harus mengendong putranya, karena kondisinya sendiri saat ini sedang hamil muda.


pak Hartono mendekati istrinya dan memberikan air minum dan camilan,terlihat Hardi memilih santai tidur di pangkuan Rina sambil minum susu.


"itu kenapa kok sudah nempel banget sama mbaknya sih," kata pak Hartono menggoda putranya itu.


"entahlah, sepertinya dia alergi dengan mamanya yang sedang hamil muda," jawab Rina membuat pak Hartono tersenyum.


ya karena della yang tampak lelah, "gila jalan kakinya jauh banget, keki ku capek," jawab Della.


"aduh kasian banget sih,mau di pijitin sayang?" tanya pak Hartono.


"tidak usah sekarang, nanti saja di rumah, tapi pijat biasa saja tak usah plus-plus," kata Della yang membuat pria itu tersenyum.


saat kebersamaan itu sedang terjalin, tiba-tiba sebuah panggilan mengubah aura wajah dari Della seketika.


"untuk lagi kedua,saya undang juragan Hartono untuk menyumbangkan satu lagu, bersama penyanyi top kota ini, Devina Maharani," kata MC itu.


pak Hartono pun di tarik oleh salah satu pamong desa, dan tentu saja pria tau jika ini akan jadi masalah di rumah.


"maaf saya tak bis suaranya sedang serak," kata pak Hartono.


"kok gitu sih juragan," kata pamong desa itu yang langsung dapat pukulan di kepalanya oleh pak lurah.


"ndok kamu duduk dulu,karena saya kaget suara mas Hartono, bagaimana kalau duet dengan istri, Monggo Bu juragan naik untuk menemani bapak," kata pak lurah yang membuat semua orang bersorak.


Della pun melepaskan jaket dan topi yang dari tadi dia gunakan, otomatis wanita cantik itu membuat semua orang terpesona.


bagaimana tidak tubuh sempurna dengan rambut panjang dan kulit bersih, bagian Della bisa di bilang memiliki bentuk tubuh yang jauh lebih bagus di banding dengan Devina.


"terima kasih, tapi mas bojo mau duet lagu apa?" tanya Della yang merangkul suaminya itu.


"bagaimana kalau mandul," usul salah satu penonton.


"bagaimana bisa mandul kalau punya suami juragan Hartono," kata Della tersenyum.


mereka berdua pun duet mesra dengan lagu gerimis melanda hati. dan duet itu membuat semua orang seakan hanyut dalam suasana yang begitu romantis yang di bangun keduanya.


bahkan Devina yang melihat itu pun tak suka,karena juragan incarannya sudah beristri di tambah wanita itu lebih muda darinya.

__ADS_1


__ADS_2