Aku Juga Bisa, Balas Dendam

Aku Juga Bisa, Balas Dendam
jangan menganggu.


__ADS_3

"berarti yang anak ayah hanya Rina," tanya Rike terkejut.


"tidak, anak ayah ada aku dan Hardi, di tambah adik Hardi yang masih di dalam kandungan Della, bahkan ayah juga melakukan tes DNA pada Hardi karena takut di bohongi," kata Rina yang mengejutkan kedua kakaknya.


keduanya tampak diam,sekarang mereka sadar dan mengerti kenapa tak boleh melakukan hal aneh buruk terutama pada Della dan putranya.


toh mereka juga bukan anak dari pak Hartono,para warga yang ada di sana juga tak menyangka jika keluarga ini begitu memalukan.


akhirnya hari-hari berlalu dengan tenang, tak terasa beberapa bulan terlewati begitu saja.


Della bahkan tak menyangka jika setelah kejadian terakhir kali.


tidak ada yang berani datang, bahkan dia dengar jika Rike memilih pergi untuk memulai hidup barunya


sedang Riya ikut suaminya pergi dari desa untuk tinggal di rumah mertuanya.


sekarang hanya Rina yang terdekat dengan pak Hartono ayahnya, dan juga ibu tirinya.


bahkan Hardi sering di jemput untuk di ajak main, seperti saat ini, Rina membawa Hardi dan dua anaknya ke car free day yang ada di kota.


Syam juga tampak begitu bahagia dan keduanya sangat menikmati waktu bersama.


sedang pak Hartono dan Della ikut acara lamaran antara Wulan dan Abdi.


"apa yang kamu pikirkan, menyesal?" tanya pak Hartono pada anak buahnya itu.


"tentu saja tidak pak, saya di sini kan mau menikah, lihatlah istriku sangat cantik," kata Abdi saat melihat Wulan keluar dari kamar dan menyapa semua tamu yang datang.


"tapi masih cantik istriku," kata pak Hartono yang membuat abdi mencebikkan bibirnya.


ya memang aku di pungkiri jika Della ini wanita yang cantik, di tambah wanita ini juga sangat baik.


tapi Abdi bersyukur meski calon istrinya itu tak secantik Della, tapi setidaknya dia itu adalah seorang wanita yang baik dan berbudi luhur.


terbukti dia tetap bisa menjaga sopan santun dan dirinya meski sudah pernah gagal.


padahal dalam statusnya yang sendiri banyak orang yang sering menyalah artikan dirinya.


pak Hartono selaku perwakilan dari keluarga Abdi mengutarakan maksud tujuannya datang.

__ADS_1


beruntung keluarga Wulan ini memberikan respon yang baik, dan menerima lamaran pria itu, Abdi dan Wulan sudah bertukar cincin.


dan semua keluarga sepakat untuk pernikahan di lakukan satu bulan dari sekarang.


karena tak baik menunda-nunda waktu, Della pun merasa senang melihat ada acara berjalan lancar.


dia pun berpamitan pada semua orang terlebih dahulu karena altakit Hardi rewel karena orang tuanya belum pulang.


sesampainya di rumah, pak Hartono pun memeluk Della dari belakang. "aku mencintaimu?"


"aku tau kok, tapi kenapa ayah seperti ini tumben, mau apa? ingat aku sudah hamil tua mas, jangan melakukan hal gila," kata Della ang sekarang semakin mudah lelah.


"padahal dokter bilang aku harus buat jalan untuk adiknya Hardi loh,mumpung tuh bocah belum pulang," kata ak Hartono memohon dengan mata berbinar.


Della pun tak menyangka melihat tingkah suaminya yang semakin lama semakin mirip Hardi.


akhirnya dia pasrah dengan keinginan suaminya,dan berharap anak yang ada di kandungannya tak terluka karena ayahnya terlalu sering mengunjunginya.


"Hardi nanti kalau mau sekolah, siapa yang antar, orang mama sudah hampir melahirkan begitu, atau sama bunda saja ya," kata Rina yang sebenarnya ingin mengurus Hardi seperti anaknya sendiri.


"oleh nda,"jawab Bocah itu yang langsung memilih untuk duduk di pangkuan Rina.


ya bagaimana pun dia harus tetap sopan dengan istri Ayahnya,meski wanita itu pernah menjadi istri adiknya dulu.


"anak-anak pulang yuk," ajak Syam pada dua anaknya yang masih asik main.


sedang untuk Hardi sudah duduk di sampingnya dari tadi karena sudah lelah bermain.


"tidak mau, kami masih mau main ayah," jawab Dimas.


"ayolah bang, ini sudah jam sebelas siang loh," panggil Syam yang sudah ingin tidur karena tadi dia sudah di bangunin pukul empat pagi oleh putrinya Sahara.


"baiklah aku mengerti, Yo pulang, Hardi duduk di belakang ya," taba bocah cantik itu pada om kecilnya.


"ya!!" jawab bocah itu dengan senyum yang mengembang.


mereka pun pulang dengan membawa mobil, Hardi duduk di belakang bersama Dimas dan Sahara.


tapi bukannya main, keduanya malah ketiduran dengan sangat lelap.

__ADS_1


setelah itu mobil menuju ke rumah pak Hartono yang untungnya sudah pulang.


pria itu langsung menyambut kedatangan dari putri dan menantunya, "selamat siang, ayah," sapa Syam.


"siang, mana nih para bocah kok gak kedengaran suaranya?" tanya apak Hartono heran.


"udah pada tidur kelelahan, kami mau duduk disini dulu deh main sudah lama gak main disini," Kata Rina.


"ya sudah bawa anak-anak masuk tidurkan di depan ruang tv, kita bisa ngobrol di depan," kata pak Hartono yang mengendong putranya.


setelah ketiganya tidur secara berbaris, ternyata Syam juga ikut tidur karena lelah.


sedang Rina, Della dan pak Hartono memilih duduk di ruang tamu sambil menikmati rujak dan kue yang tadi di dapat dari acara Abdi.


"apa Hardi merepotkan?"


"tidak ma, dia itu sangat kalem dan begitu baik, bahkan dia terus menolak saat di tawarkan makanan, dan dia akan meminta saat dia ingi,apa mama mengajarkannya seperti itu?" tanya Rina.


"iya memang begitu, aku ingin dia bisa menentukan apa yang dia inginkan,"


"bagus juga sih, tapi apa tidak akan menyulitkannya nanti," tanya Rina yang merasa jika pelajaran yang di terima Hardi sangat banyak.


"tidak masalah, aku yakin Hardi akan bisa menjadi orang yang hebat nantinya," jawab Della.


ya karena dia tak ingin nantinya, putranya hanya bisa bergantung pada orang lain tanpa bisa melakukan apapun.


Rina pun tak mengerti, tapi dia ingin melihat hasil dari pembelajaran dari Della.


"bagaimana usaha kalian, apa semuanya baik?" tanya pak hartono ingat jika putrinya dan menantunya itu memiliki toko di pasar.


"semuanya baik ayah, dan sekarang toko sembako dari mas Syam juga semakin besar, terima kasih," jawab Rina.


"tentu apapun untuk mu,"


"tapi apa kamu tak pernah mendengar kabar dari kedua kakak mu, Rike dan Riya, bagaimana kehidupan mereka sekarang?" tanya Della yang penasaran


"mereka baik-baik saja, dan sekarang mereka memiliki usaha di kampung masing-masing," jawab pak Rina.


"syukurlah, karena aku merasa khawatir saat Rike yang belum sepenuhnya pulih harus pergi ke desa, terlebih sekarang dia tidak bisa lagi punya anak," kata pak Hartono.

__ADS_1


"sudah ayah tenang saja, dia itu sangat kuat,dan sekarang aku dengar dia memiliki kekasih di sana, dan dia itu pria yang baik," kata Rina yang sedikit membuat pak Hartono merasa tenang, ya setidaknya wanita itu bisa bangkit sekarang.


__ADS_2