
pak Hartono harus bisa bekerja sendiri untuk beberapa hari ke depan,karena Abdi sudah izin cuti.
di tambah istrinya yang juga sedang hamil tua sebenarnya membuat dirinya sangat khawatir.
tapi tak masalah karena menurutnya semua sudah di atur dengan sangat baik.
"juragan untuk muat di rumah pak lurah Sudono besok saja ya, ini sudah jam lima sore," kata salah satu pekerja.
"iya tak masalah, oh ya tolong beritahu yang lain untuk pulang juga, dan pastikan tak ada yang terlewat lagi ya," kata pak Hartono yang bersiap pulang.
dia pun sudah naik ke atas motornya,dan lusa dia akan menjadi saksi pernikahan dari Abdi dan kekasihnya.
bahkan sekarang saja Della masih ikut membantu di rumah Abdi meski wanita itu sudah hamil besar.
sedang Abdi sedang tak sabar dengan apa yang akan dia lakukan, bagaimana tidak kekasih yang sudah dia pacari dari satu tahun lebih itu.
akhirnya akan menjadi istrinya, bahkan Wulan adalah satu-satunya orang yang bisa membuatnya kembali tertarik dengan wanita.
ya dulu Abdi pernah berada di titik tak tertarik dengan wanita, tapi setelah melihat Wulan yang periang dan lembut.
semuanya berubah karena dia perlahan menyukai wanita itu apa adanya.
di sisi lain dia selalu merasa nyambung dengan semua pembicaraan dan apapun yang mereka bahas.
bahkan seperti kapan hari, saat mereka ingin memilih untuk memilih konsep resepsi.
Wulan tak menyukai jika harus memakai baju tradisional Jawa tengahan.
jadi mereka memutuskan mengunakan modern, jadi kebaya yang di gunakan juga berkonsep modern.
tak hanya itu, Wulan bahkan tak menyukai pesta yang merah, jadi dia memilih pesta jadi satu di tempat Abdi.
di sisi lain,ada seorang pria yang harus terluka karena pernikahan itu, ya dia adalah Farid.
seorang pemuda biasa yang begitu sangat mencintai Wulan dalam diam, tapi tidak bisa melakukan apapun karena terhalang oleh statusnya.
__ADS_1
bagaimana tidak, perasaan yang dia simpan untuk Wulan pun akhirnya berakhir.
malam itu dia memutuskan untuk menemui Wulan untuk terakhir kalinya.
dia ingin melihat wanita itu dan mengucapkan selamat atas pernikahannya yang kedua.
dia datang ke rumah keluarga Wulan yang tampak tak sesibuk rumah calon suaminya.
jadi dia datang sebagai sepupu dekat, "loh Farid kapan pulang, tau saja jika saudaranya mau menikah," tegur salah satu tantenya.
"iya nih Tante, tapi kalau boleh tau Wulan di mana, saya ingin memberikan hadiah untuknya," kata Farid yang menunjukkan sebuah kotak berukuran cukup besar.
"itu di kamarnya, dari tadi masih bersiap dengan Henna di tangannya," kata Tante itu tanpa curiga.
Farid pun masuk kedalam kamar Wulan dengan mengetuk pintu, "halo boleh aku masuk," tanya Farid
"silahkan, kebetulan saya juga sudah selesai, permisi ya mbak, dan tunggu sampai dua jam ya sebelum menyentuh air agar henna kering dulu," kata wanita itu yang ingin pamit pergi.
"iya mbak, mas Farid apa kabar kenapa baru datang setelah selama ini, wah mas sepertinya betah sekali di Kalimantan ya," kata Wulan menggoda sepupunya itu.
"mas ini lucu ya, aku mah tidak takut, tapi kekasih ku yang ingin pernikahan kami di percepat," jawab Wulan.
"owh... seperti itu, padahal aku ingin menyampaikan sesuatu, tapi sepertinya terlambat ya sudah ini hadiah untuk mu semoga bisa di gunakan dalam rumah tangga kalian ya, dan jika kamu tak puas dengan suami mu, kamu bisa menghubungi ku," kata Farid sambil tersenyum.
"ha-ha-ha itu tak akan terjadi," kata Wulan yang membuat pria itu tertawa.
Farid pun menuju ke area belakang rumah Wulan yang ternyata sudah sangat berubah.
di belakang itu sebuah jalan cor baru saja di bangun, jadi jika di lewati tentu saja akan sangat membantu.
Farid pun memikirkan hal gila, bagaimana jika dia menculik Wulan dan menyembunyikannya, toh itu tak akan menjadi masalah bukan.
tapi dia menepis bayangan itu, dan memutuskan untuk pamit pulang.
malam hari, Wulan sudah selesai membasuh Henna yang kini tampak begitu indah di tangannya karena kontras dengan kulitnya yang putih bersih.
__ADS_1
"nduk bisa tolong lihat sapi di belakang rumah, tadi sore bapak ku katanya sudah di kasih pakan,tapi ibu tak yakin,maaf ya ibu menyuruh mu," kata ibu tiri Wulan.
"iya Bu tunggu sebentar," kata Wulan yang langsung mengikuti perintah ibu tirinya.
dia berada di belakang rumah, dan melihat sapi-sapi yang sudah di beri makan, tapi saat ingin berbalik.
sebuah tangan membekapnya hingga membuat wanita itu pingsan, dan kemudian membawanya pergi dengan gerobak tosa yang di timbun rambanan untuk kambing.
warga desa juga tak curiga karena sudah biasa melihat peternak kambing membawa dedaunan untuk pakan.
sedang wanita itu pun berpura-pura merapikan semuanya dan membantu wanita itu menghilangkan semua perhiasan dan uang milik putri tirinya itu
ya dia tak suka dengan pernikahan yang akan dilakukan oleh Wulan,karena wanita itu akan menikah kedua kalinya.
padahal putrinya itu,belum pernah menikah sekalipun, di karenakan putrinya itu memang tak secantik Wulan itulah sebabnya.
pria yang membawa Wulan pergi sudah sampai di sebuah bangunan gubuk yang berada di tengah sawah yang sangat jauh dari pemukiman penduduk.
bahkan saat malam hari pun, jarang ada orang yang berani ke sawah itu sendirian karena di sekitar sana ada tempat yang di takuti warga desa.
pria itu menurunkan rambanan yang tadi di gunakan untuk menutupi tubuh wanita cantik itu.
dan setelah itu dia menidurkan wanita itu ke atas tikar yang di bawanya.
dia melihat wanita yang terikat tak berdaya itu belum sadarkan diri, dan bentuk tubuhnya masih sangat menggoda meskipun dia janda.
dia segera melepaskan semua pakaian yang di kenakan oleh Wulan, dan setelah itu dia mulai menikmatinya.
dan perlahan, Wulan terbangun dan kaget melihat sosok pria yang mengenakan kupluk di seluruh wajahnya dan hanya menujukkan mata dan mulutnya saja
bahkan dia baru sadar jika pria itu sedang melecehkannya, dia hanya bisa menangis tanpa bisa berteriak karena mulut di sumpal dan tangannya di ikat dengan kuat.
dia tak menyangka jika dia harus mengalami ini semua saat dia akan menikah dengan pria yang di cintainya
Wulan hanya bisa menangis dan menangis tanpa henti, bahkan pria itu seperti tak punya kata lelah dalam menikmati setiap jengkal tubuh Wulan.
__ADS_1
dan terus menerus membuang benihnya di dalam, setelah dia lelah, dia pun duduk dan menikmati rokoknya sambil melihat Wulan yang menangis terisak tak berdaya.