Aku Juga Bisa, Balas Dendam

Aku Juga Bisa, Balas Dendam
pernikahan berubah jadi derita 2


__ADS_3

pria itu bangkit dan mulai memunguti bajunya, dia pun menepuk pipi Wulan dengan pelan.


"seharusnya kamu tak menikah dengan pria itu, jadi aku tak harus melakukan ini, lagi pula jika aku tak bisa menikahi mu, maka jangan harap kamu bisa menikah," kata pria itu yang akhirnya membuka mulutnya.


Wulan mengenali suara itu, dan saat pria itu membuka penutup kepalanya, Wulan tak menyangka dengan apa yang dia lihat.


"karena aku sudah puas, sekarang selamat tinggal Wulan," kata pris itu yang langsung mengikat tubuh Wulan dengan batu bata.


setelah itu dia membawa tubuh wanita itu ke dalam sungai yang di gunakan untuk mengalirkan air ke sawah-sawah di sekitar sana.


dan kebetulan ada yang sedang menyalakan diesel dan pria itu tampak sedang berkeliling di sekitar sawah.


itu menjadi tempat bagus untuk membuat wanita itu berendam air di sungai itu.


bahkan dia tak segan menambahkan baru untuk membunuh Wulan dan memastikan bahwa semua tak akan menemukan jejak itu.


dia segera pergi meninggalkan tempat itu dan tak lupa membawa semua barang yang akan meninggalkan bekas dan kecurigaan.


bapak dari Wulan merasa aneh karena putrinya itu tak keluar kamar sedikit pun.


"ada apa pak? kok kamu tampak sedih begitu?" tanya ibu tiri Wulan.


"ini loh Bu, aku tak menemukan Wulan, kemana abak ini sih, biasanya juga gak bisa diam," kata pak Surya.


"mungkin dia sedang ingin istirahat karena tangannya kan pakai Henna," kata wanita itu.


"mungkin ya, tapi masalahnya ini mbak-mbak yang ingin melakukan make up sudah datang," kata pak Surya.


pria itu langsung menuju ke kamar Wulan tapi gadis itu tak ada, "Wulan!! Bu kamu melihat Wulan dia tak ada di kamarnya," panik pak Surya


karena beberapa jam lagi putrinya itu akan melakukan akad nikah karena hari ini adalah hari khusus untuknya.


"apa ibu tak tau," jawab ibu Surya.


"aduh kemana sih, Wulan!!" teriak pak Surya mencari sosok putrinya itu.


dia pun ke dapur, "apa ada yang melihat Wulan?" tanya pria itu panik.


"kemarin saya lihat gia di belakang, karena aku kira sedang cari angin jadi aku tak menegurnya," kata salah satu orang yang memang memasak di bagian dapur.


"apa!!!" panik pak Surya


dia tak menyangka jika akan terjadi hal ini, "ayah apa dia kabur?" kata Wendy adik tiri Wulan.


"jangan ngomong sembarangan,dia tak mungkin kabur karena dia begitu menantikan pernikahan ini," kata pak Surya.

__ADS_1


Wendy pun menghela nafas, "ya sudah to pak, minta bantu warga untuk mencarinya, jika belum jauh harusnya dia masih di sekitar sini," kata gadis itu.


"ya kamu benar," kata pak Surya.


semua keluarga di bantu tetangga mencari Wulan,tak mungkin gadis itu bisa lari atau pergi begitu saja


sedang di rumah Abdi, semua persiapan sudah selesai karena nanti setelah akad nikah di rumah Wulan.


siang harinya ada acara walik ajang atau ngunduh mantu dan akan di buat pesta besar.


sebenarnya semalam abdi merasa jika ada yang tak benar karena perasaannya sedikit cemas.


tapi subuh tadi dia sudah berdoa dan meminta bantuan pada semua orang untuk acaranya berjalan lancar


tiba-tiba sebuah telpon masuk kedalam ponselnya, dan itu adalah telpon dari tukang rias pengantin.


"iya bude Nenok ada apa kok telpon abdi, bukannya bude sedang merias Wulan ya, aduh bude jangan bikin aku tambah penasaran dong," kata Abdi yang memang tak sabar untuk menikah dengan Wulan.


"ke istri ku kabur, bude sekarang masih menunggu para warga yang mencarinya, katanya semalam dia kelihatan tapi pagi ini saat bude datang, dia tak nampak," kata wanita itu dengan sedih.


bagai petir di siang bolong, Abdi syok mendengar ucapan budenya itu.


Wulan tak mungkin pergi meninggalkan dirinya, wanita yang begitu dia cintai, bisa pergi begitu saja itu tak mungkin.


"itu tidak mungkin bude, bude pasti salah, kami begitu ingin menikah tak mungkin dia meninggalkan diriku," kata abdi yang sedih dan hatinya runtuh.


para warga masih berusaha mencari Wulan di semua tempat, bahkan di seluruh rumah teman wanita itu


Abdi pun bergegas pergi bersama dengan para saudaranya, dan tentu saja ibu Abdi ingin melihatnya sendiri.


di sawah, pria yang semalaman ini menjaga mesin diesel yang sedang memompa air untuk mengaliri sawah-sawah yang memang sedang musim kemarau kaget saat mematikan diesel itu.


dia melihat ada sosok yang awalnya dia kira batang pisang karena berwujud bersih putih.


tapi saat dia perjelas lagi pandangannya, dia syok karena itu seorang wanita yang terikat tanpa mengenakan sehelai benang pun.


"tolong!!! ada mayat!!" teriaknya dengan sangat keras.


otomatis semua warga yang ada di sawah pun berdatangan,begitupun dengan keluarga Wulan yang sedang mencari wanita itu


semua orang kaget saat melihat wajah wanita itu saat batu besar yang menutupinya di sisihkan.


"Wulan!!" teriak pak Surya syok dan pingsan.


sedang warga lain menelpon polisi karena itu bukan kasus biasa, sebab tubuh wanita itu di ikat dengan tambang dan seluruh tubuhnya di beri batu sebagai pemberat.

__ADS_1


polisi datang, pak Surya di bawa ke pinggir sawah, dan kebetulan mobil yang di kemudikan Abdi melewati sawah itu.


dia langsung berhenti dan melihat kenapa dengan calon ayah mertuanya.


"bapak!!" panggil Abdi yang menghampiri pria yang sedang pingsan itu.


semua orang tak menyangka akan melihat hal seburuk ini, dan Abdi bingung kenapa bisa ayah mertuanya itu pingsan.


"kenapa dengan ayah mertua saya pak, kemana Wulan? saya mohon jawab saya," kata Abdi yang begitu cemas.


"nak Abdi, yang sabar ya, Wulan nak... dia di temukan mati di dalam sungai di sana," tunjuk pakde calon istrinya.


mendengar itu abdi lari secepat yang dia bisa, dia menyingkirkan para warga yang masih mengerubungi tempat itu.


Abdi langsung jatuh lemas melihat sosok calon istrinya yang sudah tak bernyawa di dalam sungai terendam air dengan kondisi yang begitu menyedihkan.


"Wulan!!!"teriak Abdi begitu pilu hingga membuat semua orang ikut menangis.


"lepaskan aku harus menyelamatkannya, dia pasti s


masih hidup,minggir!!" teriak Abdi yang mulai bersikap kasar.


ibu Abdi menampar putranya agar sadar, dan pria itu menangis memeluk sang ibu.


bagaimana bisa pernikahan yang mereka impikan dengan penuh kebahagiaan, kini malah harus berakhir seperti ini dengan cara seburuk ini


polisi datang dan menanyai semua orang yang menemukan mayat gadis itu, dan polisi akan melakukan otopsi untuk menemukan penyebab kematian utama.


Abdi begitu terpukul tapi dia tdk mau berjauhan dengan kekasihnya itu, jadi abdi dan pak Surya terus mengikuti kemana alur proses penyidikan.


Abdi memang sudah tak menangis, tapi pria itu sangat terpukul hingga hanya diam dan terus menyebut nama Wulan terus menerus.


polisi kesulitan karena minim saksi yang melihat pelaku, tapi dari luka yang ada di tubuh Wulan.


tim forensik bisa memastikan jika Wanita itu di bunuh setelah di lecehkan.


mereka tak bisa menemukan bekas cairan pelaku karena tubuh Wulan di rendam di air mengalir setidaknya lebih dari lima jam.


itu yang menjadi kendala besar, dan mereka hanya bisa terus mencari pelaku dari beberapa tempat yang kemungkinan menjadi tempat pemerk****n itu.


di sisi lain, seorang pria merasa puas, setidaknya dia sudah menikmati tubuh wanita cantik itu.


"meski aku harus membunuh mu, setidaknya aku bisa menikmati mu dulu, ah sayang sekali... padahal kamu begitu nikmat," gumamnya.


tiba-tiba ponselnya berdering, "iya Eko ada apa? aku baru bangun," kata pria itu.

__ADS_1


"hei ada berita besar, calon istri bang Abdi meninggal, cepat ke sini,juragan juga sudah ada disini," kata Eko dengan suara panik.


"baiklah,setengah jam lagi,aku harus mandi," kata pria itu sebelum menutup telponnya.


__ADS_2