Aku Juga Bisa, Balas Dendam

Aku Juga Bisa, Balas Dendam
anak rahasia


__ADS_3

tanpa di duga, Dwi mendengar hal itu, "sebenarnya apa hubungan mu dengan mertua mu itu, kenapa pria itu begitu membela mu dari dulu," tanya Dwi.


"aduh ada yang kepo satu lagi, memang kenapa sih kamu begitu penasaran dengan hidup bos Della, apa kamu ingin menyerangnya, atau kamu ingin bisa seperti dirinya, itu tak mungkin goblok," ketus Dio yang memang tak pernah bisa menyaring omongannya.


"sudah kenapa kalian malah berantem, ini ada kiriman untuk mu Della, kamu ini di dalem kok ya banyak yang kirim makanan,apa ini dari pengacara tampan itu?"


"kenapa anda begitu penasaran Bu, tapi ini rahasia tentunya, karena dia orang spesial," jawab Della yang mengambil kue itu.


"bos minta dong," kata Mak Jo.


"ayo kita makan di dalam, lagi pula aku hanya akan memberi orang yang tau diri, bukan orang yang tak tau diri," kata della yang pergi dengan tiga wanita yang lain.


tentu para sipir juga sudah dapat bagian karena Della selalu berpesan untuk mengirimkan lebih.


pak Hartono sedang latihan berjalan di lorong rumah sakit, saat dia melewati poli anak.


dia melihat banyak orang tua dan andk mereka yang sedang antri untuk imunisasi.


pak Hartono merasa sedikit lelah jadi meminta bantuan seorang perawat laki-laki untuk mengambilkan kursi roda.


"bapak mau ke kembali.je kamar, bukannya tadi dokter bilang jdngan memaksakan diri ya," kata perawat yang memdng menjaga pak Hartono selama sakit.


"boleh,karena aku ingin segera sembuh untuk menemui seseorang," jawab pak Hartono dengan senyuman dan semangat hidup yang membara.


tapi dia kaget saat melihat sosok asisten rumah tangga yang dulu sering datang untuk membantu Della.


"dokter tolong cucu saya, dia mengalami muntah dan tubuhnya ruan merah dokter!" panik wanita itu sambil menangis.

__ADS_1


bahkan dia tak mengenakan alas kaki saat sampai di rumah sakit, pak Hartono lupa nama wanita itu, tapi dia berusaha mengingatnya.


dia pun mencoba mengingat ucapan dari Della, dia ingat hebat saat dia dan Della sedang bersantai di sebuah villa di daerah pegunungan.


keduanya bertemu di sana dengan alasan pekerjaan, dan menikmati waktu panas bersama.


pak Hartono belum tau jika menantunya itu sedang hamil anaknya, terlebih Della menjadi tambah menggoda saat ini.


keduanya menikmati kopi panas di udara yang dingin kita itu, "sayang aku boleh bertanya sesuatu?"


"tentu saja mas, mau bertanya apa?"


"apa kamu punya orang kepercayaan yang akan kamu tutupi semua hal yang kamu rahasiakan," kata pak Hartono penasaran.


"tentu ada, memang kenapa?"


"memang kenapa ingin mengenalnya, tak penting lagi pula mas tak akan percaya," kata Della tersenyum melihat wajah pria itu tampak kesal.


"aduh dia ngambek, iya sayang dia adalah orang yang membantu ku memasak dan kadang datang ke rumah untuk bantu-bantu membersihkan rumah ku yang seperti kapal pecah kerena putra ku, dia itu mbok Sarni, orang yang akan menjadi kepercayaan ku," kata Della tertawa


"baiklah aku akan mengingatnya," jawab pak Hartono yang memeluk dan mencium bibir Della.


"mbok Sarni!" panggil pak Hartono.


wanita sepuh itu menoleh dan kaget melihat sosok pak Hartono yang duduk di kursi roda.


"tuan besar..." tangis wanita itu menjadi.

__ADS_1


"ada apa mbok, Kenapa sepanik itu, memang siapa yang sakit?" tanya pak Hartono.


"tadi saya tak sengaja membawanya ke kondangan tuan, dan salah satu tetangga memberinya kue kacang, dan saat di rumah den Hardi seperti ini," kata mbok Sarni ketakutan.


"iya mbok, tapi den Hardi ini siapa, kenapa dengan kue kacang," kata pak Hartono yang bingung.


"permisi wali pasien," tanya dokter anak.


"saya dokter, bagaimana keadaan fen Hardi?" tanya mbok Sarni yang begitu ketakutan hingga gemetaran.


"maaf ibu, apa ada riwayat alergi kacang pada orang tuanya, agar saya bisa melakukan tindakan tepat, tolong telpon orang tuannya,"kata dokter itu.


"maaf dokter, ibu bayi itu masih di penjara dan ayahnya tak tau den Hardi-," kata mbok Sarni yang menangis.


"saya punya alergi kacang, dan biasa sembuh dengan suntikan anti alergi," kata pak Hartono yang tak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"apa pak Hartono ayahnya, kenapa tak bilang,bayi yang lahir prematur itu memiliki kekebalan tubuh yang lemah, jadi tolong pak jaga putra anda," kata dokter anak itu sebelum pergi.


"mbok Sarni,"


"maaf tuan, mbak Della merahasiakan ini karena dia tak mau membuat anda repot, terlebih ini pilihan mbak Della untuk melahirkan dan membesarkan den Hardi, tanpa bantuan siapapun," kata wanita itu


"aku ayahnya, aku berhak tau kondisi putra ku, sekarang aku yang akan melindungi putra ku dan wanita yang aku cintai," kata pak Hartono.


"namanya Hardika Abimanyu Hartono," kata mbok Sarni yang membuat pak Hartono kaget.


pasalnya nama itu adalah nama dari ayah pak Hartono yang sudah lama meninggal dunia yaitu Hardika.

__ADS_1


__ADS_2