
Della sudah berada di sofa sambil memeluk suaminya yang entah mendapatkan kekuatan dari mana, karena punya stamina begitu besar.
"aku tak yakin beberapa bulan lalu mas benar-benar koma, aku .. huft," suara Della tercekat karena merasakan sesuatu.
"lanjutkan sayang..." lirih pak Hartono dengan suara menggoda.
Della mengeleng pelan karena tubuhnya sudah tak bisa di ajak kompromi.
setelah selesai, keduanya mandi dan duduk-duduk santai di luar,dan terlihat ada Mbok Sarni yang datang untuk mengantar putra mereka.
"aduh putra ayah, terima kasih ya mbok, maaf merepotkan dan besok mbok bisa mulai bekerja di sini untuk bantu-bantu," kata pak Hartono.
"baik juragan,kalau begitu saya pulang dulu, karena sudah mau malam," pamit wanita itu.
"akhirnya mama selamat dari ayah mu nak," kata Della yang mencium Hardi.
"ma... ma.."
"iya, nanti kita tidur bareng ya," kata Della yang langsung membuat senyum di wajah pak Hartono merekah sempurna.
"aku salah ngomong," kata Della yang masuk mengajak putranya.
melihat reaksi dari istrinya itu membuat pak Hartono tertawa kecil,kenakan dia merasa jika istrinya itu begitu lucu.
__ADS_1
di tempat lain, seorang pria sedang kebingungan karena putra kesayangannya.
tersandung masalah hukum dan dia harus mencarikan uang untuk bisa mengajak keluarga korban berdamai.
tapi uang tiga ratus juta tak sedikit,bahkan jika dia menjual tanahnya saja.
itu tak akan menutup semua uang yang di butuhkan, "ini bagaimana ayah, aku tak mau masuk penjara, aku takut," tangis pria muda itu.
"tenang saja, aku akan mencoba bermuka tebal meminta bantuan dari pak Hartono," kata pak dirman.
ya dia adalah ayah dari Della, pria kejam yang tak pernah menganggap putri keduanya.
entah apa yang harus di lakukan lagi oleh Della agar bisa di anggap anak oleh pria itu.
dia hanya bisa menemui Abdi selaku orang kepercayaan pak Hartono, meski mungkin pria itu akan menghina dirinya.
pria itu mengetuk pintu rumah pria itu, dan tak butuh waktu lama sodok abdi keluar sambil tersenyum mengejek.
"wah ada angin badai apa nih,hingga orang paling keras kepala datang ke rumah ku," kata Abdi.
"saya ingin bertemu dengan pak Hartono, jika boleh saya mohon pertemukan saya dengannya," kata pak dirman yang sedikit memohon.
"wah jika seperti ini,tolong tunjukkan ketidakberdayaan anda dong,"
__ADS_1
tanpa di duga,pria itu langsung berlutut di depan Abdi, dan itu malah membuat pria baya itu tertawa geli
"kamu ini aneh ya pak, saat putri mu yang membantu keuangan kalian kesulitan kalian menutup mata, tapi saat pemuda tak tau aturan dan bodoh itu membuat masalah,kamu malah bisa merendahkan diri hingga seperti ini,"
tapi pak Dirman tak bergeming dengan ejekan dari abdi, "baiklah besok aku akan mempertemukan anda dan juragan, semoga juragan mau membantu anda, tapi kemungkinan sulit jadi bawa apa yang anda miliki untuk meyakinkannya, seperti surat tanah juga boleh log,sudah pulang sana," usir Abdi.
pria itu pun pergi tanpa mengatakan apapun, Abdi merasa jika pria itu adalah orang bodoh.
"sudahlah, aku mau dangdutan dulu lah,sekalian beli nasi mahal, Mak!! aku berangkat kondangan dulu," pamit pria itu.
"iya hati-hati,kalau bisa pulang bawa calon istri ya!!" kata ibu dari Abdi.
"idih... gak janji deh," kata Andi yang langsung pergi dari rumahnya..
sedang di rumah pak Hartono,pria itu juga sudah siap untuk berangkat kondangan sendiri.
karena gardu terlanjur tidur,jadi tak mungkin jika di ajak berangkat, jadi terpaksa dia meninggalkan istri dan Putranya.
"sudah berangkat sana, nanti makin malam malah repot," kata Della yang menghentikan suaminya yang dari tadi terus menciumi wajahnya.
"tapi aku tak mau pergi,"
"hentikan, dia itu adalah pelanggan mu yang sudah kenal dari lama, cepat pergi dan jika tidak aku akan membuat mu tidur di ruang tengah malam ini," ancam Della
__ADS_1
"apa, jangan begitulah sayang, baiklah aku berangkat," jawab pak Hartono.