
Seorang wanita di bawa ke ruang tahanan dan entah kebetulan atau memang sudah di atur.
Wanita itu masuk kedalam sel tempat Della berada, "selamat datang di kamar pembantaian, kamu tak mau menurut kamu mati," kata Vani dan Dio yang berdiri menyambut wanita itu.
"Berhenti menganggunya anak-anak tanya saja siapa namanya, dsn ku harapkan bukan orang yang aku kenal," kata Della menyeringai.
"Aku adalah Dwi, memang apa pentingnya aku mengenal mu," kata wanita itu menatap Della dengan sinis
tanpa Dwi duga, Della bangkit dan langsung mencengkram erat dagunya dengan kuat, "tundukan pandangan mu atau aku akan membuat mu buta, cam kan itu baik-baik,"
Dia pun mendorong wanita itu hingga terpental menabrak tembok dengan suara yang cukup keras
"Dia bodoh ya, baru masuk sudah mencari masalah dengan bos Della," kata Dio mengejek Dwi
Tapi wanita itu tak terima begitu saja, dia bangkit dan ingin menyerang Della tapi tamparan Della menghentikan wanita itu yang langsung tersungkur ke lantai karena kerasnya pukulan.
"Aku bukan wanita biasa, hanya dengan membunuh Lima belas anak didik mu dengan racun, tak membuat mu bisa jadi penguasa, karena yang kuat yang di hormati di sini," kata wanita itu.
"Apa, bagaimana bisa aku kalah dari wanita yang bahkan di jajah suaminya selama sepuluh tahun, kamu lupa itu mbak Della," kata Dwi yang menyeringai.
Dengan santai Della pun mendekati wanita itu, "kamu lupa sesuatu, jika aku mau aku bisa membunuh mu saat kakak ipar ku memohon padaku untuk membuat mu kehilangan bayi mu,dan yang pasti pria yang kau cintai dan sembah itu,sekarang mungkin sudah tak ingat pada mu,benar kan tebakan ku," kata Della yang membuat Dwi terkejut.
Dia langsung menangis histeris,karena batu tau jika itu bukan kecelakaan biasa.
Sedang semua wanita yang berada di dalam sel itu melihat ke arah Della, sebenarnya sampai batas sekejam apa sosok Della ini.
Bagaimana bisa wanita yang terlihat santai dan penuh ketenangan ternyata menyimpan sisi psikopat yang begitu kejam.
Bahkan tak ada rasa sedih di wajah wanita itu, "buat dia diam karena aku ingin tidur," kata Della
Pak Hartono sudah bangun, dia melihat semua yang di alami Della selama dua koma.
Dia tak menyangka jika dengan berani istri buruknya itu sekarang berusaha menguasai semua hartanya.
__ADS_1
"Hans, tolong buat wanita itu sadar siapa dirinya yang sudah aku buang dan sekarang berani bertingkah seperti ini,dan tuntut dia untuk mengembalikan semua harta ku yang di ambilnya, dan tentu saja atur pembagian warisan sesuai dengan surat yang aku tulis," perintah pak Hartono tegas.
"Baik pak," jawab Hans tang memang seorang pengacara yang sudah lama mengabdi pada pak Hartono.
Karena pria itu adalah orang yang membantu dirinya untuk bisa menjadi seperti ini sekarang.
Pak Hartono harus memulihkan dirinya, sebelum bisa menemui seseorang yang penting karena hanya dia yang bisa bicara dengan orang itu.
Semua tahanan sedang beristirahat, tapi tidak dengan Dwi yang malah mengingat bagaimana dia harus kehilangan bayinya yang bahkan belum sempat di lahirkan.
Dia melihat ada garpu di atas sebuah piring, dia mengambilnya dan berjalan perlahan dengan garpu itu.
Dia mrligat sosok Della yang sudah terlelap tidur, dia langsung mengarahkan garpu itu ke arah mata Della.
Tapi sesuatu mengejutkan Dwi, Della menangkap tangannya dan menatap tajam kearah Dwi.
"Kamu mau bermain,aku akan ikuti caramu," kata Della yang memutar tangan Dwi hingga menjatuhkan garpu itu.
kemudian mendorong wanita itu hingga terjatuh dia mengambil garpu itu dan kemudian menancapkan di lengan Dwi.
"Kenapa berisik,kamu gila ya!!" maki para petugas lapas
Semua orang bangun dan kaget melihat kondisi wanita itu yang tangannya berlumuran darah.
Dan wajahnya juga memar karena pukulan keras dari Della, Vani dan Dio tau tapi mereka memilih tidur saja.
Akhirnya Dwi di bawa pihak lapas untuk di obati, para petugas itu tak menyangka menggabungkan dua pembunuh di dalam satu sel akan berakibat seperti ini.
"Punya nyawa sepuluh kamu berani mengusiknya, bahkan semua orang yang berhadapan dengannya pasti akan cacat saat keluar dari penjara, jadi jangan berulah," kata salah seorang petugas
Dwi tak bisa bicara, dia tak menyangka jika ada orang sekejam itu.
"Aku sekarang tak peduli, atau seharusnya dari awal aku membunuh pria brengsek dan wanita itu," gumam Della yang sedang menulis nama Rasyid di dinding dengan kukunya.
__ADS_1
Keesokan harinya, di adakan pesta kecil-kecilan di rumah pak Hartono, semua tetangga di undang.
Bahkan semua masakan yang di hidangkan adalah hasil masakan dari Della yang memang menyukai hobinya.
Tina datang mengunakan atasan Tunik di padukan dengan celana jeans dan kerudung yang menutup rambutnya ala kadarnya.
Rina sebagai kakak ketiga tak menyukai wanita itu yang memang terdengar desas-desus jika wanita itu ganjen.
"Dek istrimu mana, semua sudah di sini, kecuali Della, tak mungkin kan kamu mengurungnya karena dia tak bisa dandan, kamu goblok ya," kata Rina memukul kepala Rasyid.
"Apa sih mbak, orang aku tidak melakukan itu, bagaimana bisa aku mengurung menantu paling cantik di keluarga ini," kata Rasyid.
"Wah ini Bu Rina ya, yang katanya tetangga baru, ternyata masih muda ya," kata Bu Hartono yang menyapa dengan sopan.
"Terima kasih Bu, oh iya ini hadiah untuk anda dan juragan,maaf hanya hadiah sederhana," kata wanita itu yang berusaha mengakrabkan diri.
"Terima kasih,"
"Rasyid mana istrimu, jangan bilang kamu melukainya lagi," tegur pak Hartono.
"Ya Tuhan ... kenapa semua orang berprasangka buruk padaku, apa aku kelihatan seperti pembunuh atau apapun itu," kesal Rasyid yang dari tadi terkena tuduhan.
"Karena setelah pernikahan kami benar-benar tak pernah melihat lagi istrimu, jadi kami penasaran," kata Faruk yang hampir lupa wajah istri dari temannya itu.
Tiba-tiba seorang wanita cantik muncul, "selamat ulang tahun pernikahan ayah dan ibu," suara Della membuat semua orang menoleh.
Semua orang terpana, sosok wanita muda itu terlihat cantik dengan baju gamis berwarna baby pink.
Bahkan senyuman indahnya membuat semua orang terhipnotis, dan membuat Tina tak percaya, bagaimana bisa wanita yang kemarin begitu kucel dan burik baginya.
Sekarang begitu cantik dan wangi, bahkan dia membawa kue berukuran besar.
"Terima kasih menantu ku yang paling cantik sendiri, ya karena menantuku yang lain laki-laki, dan tak ku sangka kamu bisa secantik ini sekarang," puji pak Hartono.
__ADS_1
"Tentu saja ini tejadi berkat suaminya yang begitu menyayangi istri, sudah ayah cepat tiup lilinnya dan jangan lupa berdoa, agar kami segera bisa dapat memberikan cucu," kata Rasyid yang langsung menghilangkan senyuman di wajah Della.
Karena dia tak suka mendengar tentang pembahasan anak, tapi kenapa suaminya itu selalu mengatakan hal itu.