
Pak Handoko peka melihat reaksi dari menantunya itu, sedang berbeda dengan ayahnya, Rasyid dengan santai mengajak Della menemui teman-temannya.
"Wah ternyata istrimu ini begitu religius ya, memang dia lulusan pondok mana," tanya Ferdi.
"Kamu gila dia itu lulusan tata boga dari SMKN tau,benar kan sayang," kata Rasyid dengan sombong.
"Ya itu benar,dan aku juga menguasai pisau dengan baik, jadi jangan memikirkan hal aneh ya, kalian bisa berteman tapi ingat sekali kdlian mengajak pria ini melakukan hal aneh,mungkin aku bisa datang dan membunuh kalian satu persatu," kata Della dengan tertawa.
"Apa..." kaget Ferdi.
Faruk bahkan di buat merinding melihat dan mendengar Della berbicara.
"Sayang kamu menakuti semuanya," kata Rasyid
"Ayolah mas aku cuma bercanda, dan aku tunggu kejutan mu yang hamil bilang semalam, dan tenang saja aku sudah belajar spa yang kamu suruh," kata Della menarik wajah suaminya mendekat dan kemudian memberikan ciuman di depan teman-teman suaminya.
"Silahkan menikmati makanannya, saya harus menyapa yang lain dulu," kata Della yang pergi meninggalkan Rasyid yang bengong
"Gila, istri ku seksi sekali bahkan caranya mencium mu persis di drama yang aku tonton bareng istriku di rumah," kata Fahmi.
"Belum lagi bentuk tubuhnya yang penuh atas bawah depan belakang tang full, dan kencang dan besar, kamu begitu beruntung bos ku," kata Ferdi.
"Tapi akan sulit menghadapi wanita seperti itu, di karena kan alisnya kebal Wak, iasti dia itu tipe yang doyan bukan tipe yang sekali sentuh puas," kata Faruk yang membuat semua orang tertawa.
Tapi Rasyid tak membantahnya, karena itu menang benar terlebih selama ini dia tak bisa membuat istrinya itu senang.
Acara pun di lanjutkan hingga malam hari, tanpa di duga kedua orang tua Della datang.
melihat dua sosok itu hadir, Della memilih masuk ke dapur dengan alasan ada bahan makanan yang habis.
"Loh non Della kok di dapur, ke depan non,kan non menantu di keluarga ini," kata bik jah.
"Iya baik, nantinya saya mau masak daging lapis lagi dan kikil, pesanan ayah, bibik kedepan saja kan bibik bantu mbak Rina jaga makanan sama mbak Rike ya," kata Della
Pak Hartono dan Rasyid menyambut kedatangan kedua orang itu dengan hangat,bahkan Rasyid mencium tangan kedua mertuanya itu, "selamat datang ibu .. ayah," sapa Rasyid.
__ADS_1
"Iya le, selamat ulang tahun pernikahan yang ke dua puluh lima ya besan, ya Allah makin ganteng saja," kata ayah Della.
"Terima kasih, loh syid, mana Della ini ada orang tuanya kok malah hilang," kata pak Hartono yang merasa aneh
"Sudah tak apa-apa mas, mungkin dia sangat sibuk untuk mempersiapkan semua ini,jadi gak papa," kata ayah Della.
Pak Hartono pun mengangguk dan memperkenalkan pria itu dan istrimu pada beberapa orang kenalannya.
Tiba-tiba pak Hartono merasa tak nyaman dan memilih ke toilet, dan di sanalah dia melihat Della di dapur.
"Kenapa menantuku yang cantik ini lebih suka di dapur?"
"Ah ayah mertua, saya lebih suka di sini karena tak ada orang, dari pada di luar harus menyapa para tamu yang tidak saya kenal, itu membuat saya sedikit tak nyaman," kata Della jujur.
"Ha-ha-ha kamu ini lucu nduk, seharusnya kamu keluar agar bisa mempromosikan warung mu," kata pak Hartono.
"Kenapa begitu, aku punya ayah yang akan memamerkan kemampuan menantu mu ini pada semua orang, terlebih saat ada yang memuji masakannya," kata Della tersenyum.
"Ya kamu benar, bagaimana tidak bangga dengan mu, masakan mu membius semua orang yang datang, dan aku mengatakan semuanya pada para tamu jika kamu akan buka warung, dan mereka berjanji akan datang untuk membeli, tentu dengan bantuan juragan Hartono semua pasti akan lancar bukan," kata pria matang itu dengan bangga.
kemudian dia melanjutkan mengaduk masakannya, pak Hartono tau jika ada ang di sembunyikan oleh mantunya itu.
"Sebenarnya kalian punya masalah apa? kenapa kamu sepertinya tidak bahagia dengan suamimu?" tanya pak Hartono.
"bagaimana mau bahagia,jika dia saja selalu egois saat di ranjang yah, dan dia selalu saja seenaknya membahas anak, ah sudahlah... kenapa aku mengeluh, tak ada gunanya juga," kata Della yang keluar untuk mengambil tempat masakannya.
Pak Hartono tampak memikirkan sesuatu, dia tak menyangka jika menantunya itu tersiksa.
Terlebih jika membicarakan masalah anak, tapi saat bersama semua orang dia tampak normal dan bahagia.
Pukul sepuluh malam, Della sudah kelelahan dan memilih untuk pulang dan berganti baju.
Tapi saat di kamarnya tak sengaja dia mendengar suara-suara aneh di samping rumahnya.
Berhubung kaca jendela sudah di buat satu arah, dia bisa melihat siapa yang sedang di sana.
__ADS_1
Dia merasa sangat sakit hati, bagaimana bisa, suaminya itu melakukan hubungan gelap dengan tetangganya sendiri di saat ada pesta.
Itu pun di luar rumah, apa mereka berdua benar-benar gila, "kita bisa ketahuan," kata Tina sang sedang memeluk Rasyid yang terus bergerak di sana.
"Tenang saja, tempat ini tertutup dan aku selesai," kata Rasyid yang lanjutkan terdengar teriakan kepuasan dari keduanya.
Della sakit hati, marah dan merasa di hina, dia ingin sekali menghajar Rasyid tapi apa boleh buat, dia tak berdaya.
Dia tak mungkin melakukan itu, telebih Rasyidah adalah anak kesayangan ibu mertuanya, bisa-bisa dia yang akan di hajar dengan alasan istri tak berguna.
Dia terlalu lelah jika harus menerima cambukan lagi, jadi dia hanya bisa diam melihatnya.
Tapi tak terduga malah Rina kakak kedua pria itu yang juga menyaksikan apa yang di lakukan oleh adiknya.
"Rasyid sudah gila, bagaimana dua bisa berhubungan badan dengan istri orang," kata wanita itu memeluk Della.
Kali ini Della menangis sesenggukan disana, Rina pun tau perasaan dari Della, dia juga tak menyangka adiknya yang selalu di manjakan kini berbuat hal seburuk ini.
"Kita harus lapor pada ayah dan ibu dek, dia sudah kelewatan," kata Rina.
"Jangan mbak, nanti mbak di marahi, dan lagi aku capek kalau harus di hukum lagi,apa mbak lupa jika aku yang harus selalu menerima cacian dan hinaan dari ibu, karena putranya tak pernah salah," kata Della sesenggukan.
Mendengar ha itu Rina tak bisa bicara lagi, karena ibunya yang terlalu memanjakan Rasyid hingga membuat pria itu menjadi pembangkang seperti ini.
"Iya dek,kamu yang selalu terluka, kalau begitu sekarang kamu bebas melakukan apapun, aku akan mendukung mu, ingat sekarang sudah ada ayah dan aku, mbak mu yang berdiri di samping mu," kata Rina.
Della pun merasa senang satu persatu Kakak perempuan Rasyid mendukungnya, dan sekarang dia bisa bebas melakukan hobinya.
Ternyata tidak hanya Rasyid yang ada di sana, semua pria teman Rasyid ada di sana untuk menikmati Tina malam ini.
Wanita itu benar-benar bisa melayani semuanya, dan yang terpenting bagi Rasyid adalah wanita itu bisa begitu seksi memberikan reaksi, tidak seperti istrinya yang seperti gedebong pisang.
Ditambah lagi durasinya juga bertambah sekarang, tidak SukTah yaitu baru masuk muntah.
Tapi berkat Faruk, sekarang dia merasa jika dirinya sudah sangat sempurna sebagai seorang pria.
__ADS_1