Aku Juga Bisa, Balas Dendam

Aku Juga Bisa, Balas Dendam
tak terasa


__ADS_3

bulan berganti tahun, tak terasa sekarang sudah lima tahun Alfi ikut dengan keluarga pak Hartono.


dan sekarang dia akan mengantar seorang gadis cantik untuk masuk taman kanak kanak.


"sudah siap non Vina," tanya gadis itu dengan semangat


ya dia harus mengantarkan Vina dan Hardi ke sekolah, karena bocah itu tak mau naik sepeda sendiri.


"ayolah mbak, kenapa begitu lama, dan Vina kamu ini masih taman kanak-kanak kenapa berhias diri lama sekali," protes Hardi.


"sabar dong kak, ini adek nya juga mau terlihat cantik, ini bekal kdloan, dan Alfi nanti tolong belikan bahan untuk membuat donat ya," kata Della pada gadis yang kini sudah berusia dua puluh lima tahun itu


"iya mbak, kalau begitu saya antar dua anak ini dulu ya," pamit Alfi.


ya Della sekarang tak menyangka, jika dia kini menjadi seorang wanita bersuami dengan dua anak.


bahkan Hardi putra pertamanya itu, menjadi kesayangan di sekolah karena menjadi atlet karate yang membanggakan


Alfi mengendarai motornya, dan akhirnya sampai di sekolah Hardi yaitu salah satu sekolah negeri yang terkenal di desa.


"loh mas Hardi tidak pamit," protes Alfi.


"iya, maaf ya mbak aku berangkat dulu, dan jangan membuat mbak Alfi repot Vina," kata Hardi yang lari ke area sekolah.


"bye mas Haldi,"


"namaku Hardi, bulan Haldi!" teriak bocah itu yang mendengar suara adiknya.


"maaf typo," kata Vina tersenyum.


Alfi pun gemas sendiri, sekarang giliran dia mengantar gadis kecil itu ke sekolah.


sesampainya di sekolah ternyata hampir saja Vina telat tapi beruntung belum masuk kelas.


"sudah semuanya baris sekarang kita masuk kedalam kelas," kata guru yang mengajar di TK itu.


Alfi pun bergegas pergi ke toko langganan untuk belanja semua titipan dari Della.


saat sampai di toko, terlihat ada seorang wanita yang dia kenali juga sedang belanja, "selamat pagi ibu," sapa Alfi dengan sopan.


"pagi Alfi, baru ngantar anak-anak ya, wah sekarang kamu yang bertugas ya, Della kalau jam segini di rumah sedang apa?" tanya ibu abdi.


"ah mbak Della sedang memantau semua hasil panen dan beberapa usaha lainnya, terlebih sekarang pak Hartono juga selalu minta dampingi oleh mbak Della," jawab Alfi.

__ADS_1


"iya Al, mau beli apa kok tumben?" tanya ibu Abdi.


"mau beli bahan kue Bu, permisi ya saya mau ambil dulu," jawab gadis itu.


ya meski dulu Alfi di sisihkan oleh masyarakat, tapi semenjak menjadi orang yang membantu di rumah pak Hartono dan Della.


perlahan gadis itu menjadi orang yang sangat di cari karena banyak orang yang meminta tolong bantuan Alfi jika membutuhkan sesuatu.


beberapa kali gadis itu bahkan membantu tetangga yang sakit untuk pinjam uang, dan untungnya pada peminjam ini juga tau diri.


tidak malah bertingkah seperti orang yang tak mengerti sopan santun.


ibu abdi ini sebenarnya ingin sekali melihat putranya menikah, tepi setelah kejadian terakhir, dia tak berani memaksakan kehendaknya pada putranya itu.


padahal di rumah pak Hartono ada seorang gadis cantik dan juga baik segalanya, ya memang latar belakangnya cukup buruk.


tapi dia yakin Alfi ini gadis baik, buktinya dia bisa menjadi orang kepercayaan Della itu saja sudah bukti.


setelah membeli bahan kue, Alfi pamit pulang dulu, dia ingin memberikan semua bahan ini pada Della.


jika tidak nanti wanita itu mengamuk, karena hari ini adalah pesta ulang tahun putranya Hardi.


sedang di gudang, pagi itu Della sibuk di rumah dan pamit tak ikut pada suaminya.


saat di gudang pak Hartono merasa jika kepalanya begitu berat dan pusing.


dia bahkan melihat semua orang berputar-putar,dia terduduk di kursi tunggu tempat semua beristirahat.


Abdi yang melihat pun menghampiri pak Hartono, "juragan kenapa, sakit?" tanya pria itu.


"tidak tau, sepertinya tekanan darah ku naik," kata pak Hartono.


"ya Allah juragan, Deni tolong ambilkan obat bapak di kantor dan air putih hangat, cepat," perintah abdi yang takut terjadi apa-apa pada pria itu.


Deni datang membawa apa yang di minta, setelah minum obat,psk Hartono duduk sambil bersandar pada kursi


"sudah kamu lanjut kerja saja, aku mau istirahat saja, karena aku merasa sangat lelah," kata pak Hartono pada Abdi.


"tidak juragan, mbak Della bilang untuk tidak meninggalkan mu saat mengalami tekanan darah tinggi," jawab Abdi


"sudah tenang saja, saya itu baik-baik saja kok," jawab pak Hartono yang tampak pucat.


akhirnya abdi pun meminta Deni untuk menghubungi Della, agar wanita itu menjemput pak Hartono dari gudang karena sedang tak sehat.

__ADS_1


sella sedang membuat kue bersama Alfi dan donat kesukaan putranya pun sudah hampir selesai tinggal tunggu mengembang dan di goreng.


tapi sebuah ketukan pintu membuatnya terkejut, "Bu juragan... Bu..." teriak Deni.


"iya tunggu sebentar, ada apa sih, kok tumben kamu datang di jam kerja, ada apa?" tanya Della yang kaget melihat Deni.


"itu Bu juragan, juragan darah tingginya kambuh, sekarang sedang di jaga mas Abdi di gudang," kata Deni.


Della langsung lari keluar dan menarik Deni, "cepat antar aku kesana!!"


keduanya pun berangkat ke gudang, Alfi memutuskan untuk melanjutkan memasak, dan setelah goreng-goreng baru bisa jemput Vina di sekolah


saat sampai di gudang, Della kaget melihat suaminya yang sudah di bolong oleh anak buahnya.


"suamiku kenapa?" tanya Della.


"bapak juragan pingsan Bu, saya mau bawa ke rumah sakit agar mendapatkan pertolongan," kata Abdi.


"saya ikut," jawab Della yang panik.


bahkan dia tak peduli dengan penampilannya, asalkan suaminya baik-baik saja.


mobil pun melesat menuju ke rumah sakit di kota, dan saat mendapatkan pertolongan pertama.


ternyata pak Hartono mengalami serangan jantung dan harus melakukan operasi pemasangan ring jantung.


"dokter tolong lakukan apapun untuk suami saya dokter," kata Della yang merasa sangat sedih.


"baiklah Bu, kita akan rujuk ke rumah sakit Soetomo Surabaya, karena di sana semua alat lengkap, tapi ibu harus tau biayanya tak sedikit," kata dokter spesialis itu.


"saya bisa menanggung berapa pun biayanya, asalkan suami saya sembuh," kata Della yang terlanjur panik


akhirnya Della pun berangkat bersama dengan pak Hartono ke Surabaya, meninggalkan anaknya bersama Alfi.


bahkan Abdi pun yang mengetahui itu hanya pulang mengambil uang dan baju ganti untuk Della.


Aldi yang akan menjemput anak-anak pun kaget, saat melihat abdi.


"mas bagaimana dengan juragan?"


"sudah di bawa ke Surabaya, untuk beberapa hari ini tolong jaga anak-anak ya, nanti mbak Rina dan ibu ku akan membantu mu, jadi tolong ya Al,"


"iya mas, semoga juragan bisa lekas sembuh ya," kata Alfi mendoakannya dengan tulus.

__ADS_1


"amiin," jawab Abdi yang juga bergegas pergi ke Surabaya bersama dengan Syam.


__ADS_2