
Della sedang menikmati hari-harinya di penjara, wanita itu memang benar-benar di luar nalar
wanita yang dulu ya di kenal penurut dan juga baik, kini benar-benar sudah berubah sepenuhnya.
bahkan Della kini di sebut big bos di penjara, ya meski tak akan lama tapi Della boss membuktikan jika dia tak bisa di tindas siapapun.
Dwi sedang menikmati makan siangnya, saat melihat Della sudah selesai makan.
"kenapa kamu begitu tertarik dengan big bos? apa kamu punya dendam dengannya?" tanya Yuna yang masuk dalam perkara karena kasus arisan bodong.
"ya, dan sepertinya mustahil bisa mengalahkan Della di dalam penjara ini, di tambah aku tak akan tau berapa hukuman yang akan aku terima,"kata Dwi.
"ya kasus mu itu terlalu berlebihan, kenapa kamu frustasi malah membunuh banyak anak tak berdosa," tegurnya.
"karena aku tak suka dengan tawa anak-anak yang mengingatkan aku pada anak ku yang mati," jawab Dwi.
"orang gila, kamu ini guru TK malah ngomong begitu, ya sudah terserah, makan dan jangan sampai sakit, karena tak ada jaminan kesehatan say," kata Yuna yang membawa piring miliknya pergi.
di sisi lain, tampak Della sedang berlatih untuk membentuk tubuhnya, bahkan wanita itu memiliki tubuh indah meski di dalam penjara.
di sisi lain ada orang baru yang tiba-tiba datang karena kasus sepele.
tapi yang aneh wanita itu, langsung mendorong para penjaga lapas saat melihat Della.
"berhentilah hei!!" teriak para penjaga lapas.
dan dia berlari sekuat tenaga dan sempat mengambil batu bata kemudian memukulkan ke kepala Della dengan keras.
mendapatkan serangan seperti itu, Della santai dan menoleh, dia menajamkan penglihatannya.
dan langsung muncul senyum menyeringai dengan menakutkan hingga membuat wanita itu mundur perlahan.
"kamu datang mau mengantarkan nyawa mu!!" teriak Della yang langsung menendang wanita itu hingga terbentur tiang penyangga dengan sangat keras.
wanita itu tersungkur dan kesakitan, di tak mengira, padahal Della sudah terluka tapi wanita itu tetap saja santai.
__ADS_1
"kamu gila!!" teriaknya pada Della.
"baru tau jika aku gila, kamu main kesini juga untuk apa," kata Della menancapkan garpu ke tangan wanita itu hingga membuatnya kesakitan dan menangis.
"kalau cengeng jangan main di sini, jadilah orang rumahan, bagaimana sayang, penjaga jauhkan wanita ini dariku, dari pada aku melakukan hal yang lebih gila," kata Della yang memilih pergi dari tempat itu.
Dwi kaget melihat semua penjaga lapas diam dan tak ada yang berani melerai Della yang sedang bertengkar.
dia makin kaget saat melihat sosok yang menyerang Della, itu ternyata adalah Dina sepupunya.
Dwi kaget dan masih tak percaya, dia segera menghampiri wanita itu, "kenapa kamu bisa masuk kedalam penjara!!"
"kenapa kamu peduli, aku juga tak punya urusan dengan mu," kata Dina uang mengikuti arahan dari para penjaga lapas.
sedang Della tau jika kepalanya terluka, jadi langsung di larikan ke rumah sakit.
sesampainya di rumah sakit, wanita itu melakukan semua pemeriksaan, karena pukulan itu sangat kuat.
pak Hartono yang sedang bersama Hardi kaget mendengar kabar bahwa Della di larikan ke rumah sakit.
mendengar ucapan itu, pak Hartono langsung lari ke luar dan mbok Sarni pun memilih tak keluar karena takut jika Della marah.
pak Hartono melihat ada dua penjaga lapas yang masih menunggu di luar ruangan CT scan.
"apa belum selesai?" tanya pak Hartono.
"selamat siang iak, belum pak masih di dalam," jawab salah satu pria yang memang mengenal pak Hartono dengan baik.
ya pria itu yang menemui pak Hartono saat pria itu sadar dari koma dan meminta menjaga Della selama di hukum, tak peduli dia harus melakukan apapun untuk itu.
tak lama Della keluar dengan seorang perawat yang membawa selembar kertas yang akan di antar pada dokter.
"bagaimana keadaan mu, bagaimana bisa kamu berantem di dalam sih," suara pak Hartono yang langsung memeluk tubuh Adelia dengan erat.
mendapatkan pelukan kejutan seperti itu membuat Adelia kaget, "mas..."
__ADS_1
"iya kamu pikir siapa, jangan bilang ingatan mu hilang," kata pak Hartono yang melepas pelukannya.
tanpa di duga Adelia memeluk tubuh suaminya itu lagi, "aku merindukan mu," suara Della yang menangis lirih.
"aku berjuang untuk sembuh di sini, dan aku harap kamu berhenti membuat ulah Della, sebenarnya ini kenapa kamu yang tak pernah terpancing emosi bisa kelepasan," tanya pak Hartono.
"sepertinya mantan istri mu itu mengirimkan orang kepercayaannya untuk melukai ku, tapi aku juga bingung karena sladan apa," kata Della.
"karena aku mengubah semua isi wasiat ku, dan dia tak mendapatkan sepeserpun harta ku, sudah kita temui dokter, dan kamu jangan bertingkah lagi, jalani sisa hukuman mu dan aku akan setia menunggu mu,dan akan selalu mengunjungi mu ya," kata pak Hartono yang membuat Della mengangguk senang.
di tambah lagi, pak Hartono kini juga sudah sembuh total dan sudah berjalan dengan sangat baik.
mereka berdua pun duduk bersama, menemui dokter dan para penjaga lapas sedang di luar.
"sepertinya karena pukulan itu anda mengalami gegar otak ringan, tapi semua itu tak masalah karena itu ringan, nanti saya kasih obat dan sebaiknya untuk istirahat dulu dan jangan melakukan aktifitas yang berat," kata dokter.
"baik dokter," jawab Della.
pak Hartono pun mencium kening Della, sebelum wanita tercintanya itu kembali ke rumah tahanan.
pak Hartono sengaja tak bilang apapun tentang masalah dia yang sudah mengetahui tentang putranya.
karena baginya Adelia tak harus tau, sedang di mobil Della tiba-tiba ingin makan nasi Padang.
"pak boleh dong belikan dua puluh nasi Padang, dan kerupuknya juga, dan ini uangnya,lumayan tadi dapat uang saku dari sugar Daddy," kata Della tersenyum.
"kamu itu beruntung atau memang pintar ya, bisa memilih pria yang memiliki kekayaan yang entah berapa ratus milyar sebagai kekasih mu," kata pria yang mengenal pak Hartono.
"itulah perlunya wanita matre,sudah beli nasi pak oh ya aku tambah sambal ijo, pak petugas lepas belikan juga ya," kata Della.
ya Della ini memang pembuat masalah, tapi dia juga salah satu tahanan paling senang berbagi tak peduli dengan petugas lepas atau siapapun.
tentu orang yang dia sukai, dan untuk musuhnya pasti akan di kucilkan habis-habisan.
seperti saat ini Dina yang sudah mendapatkan perawatan, kini di taruh di ruang isolasi dan beberapa napi di pindah ke area blok secara mendadak.
__ADS_1
dan ada sekitar lima belas napi yang di pilih Della sudah di pisah juga, dan itu berarti hanya orang yang di percaya oleh Della yang bisa mendapatkan makanan enak.