Aku Juga Bisa, Balas Dendam

Aku Juga Bisa, Balas Dendam
menjaga anak


__ADS_3

pak Hartono terdiam mendengar cerita itu, bagaimana tidak, dia tak menyangka jika Della harus mengalami semua ini.


mulai dari sekarang dia yang akan menjaga Putranya sendiri, "maaf perawat Soni, bisa minta tolong ambilkan ponsel saya," kata pak Hartono yang sedang mengendong putranya.


"iya pak," jawab perawat itu yang bergegas pergi mengambil apa yang di minta pria itu.


dia mengambil sebuah tas yang menang berisi dokumen pribadi dan uang, dan juga ponsel milik pria itu.


sedang Hardi yang tadi sempat menangis kini begitu tenang di pelukan ayahnya, bahkan balita itu tampak lelap di gendongan ayahnya.


"ya Allah... den Hardi tidak pernah tidur senyenyak itu, biasanya akan terus bangun dan merasa terusik," kata mbok Sarni tak percaya.


"mungkin dia tau siapa yang menimangnya mbok, sudah mbok istirahat dulu," kata pak Hartono yang mencari nomor kontak pengacara Hans.


setelah menemukan nomor itu, dia pun langsung mengatakan keinginannya yang membuat pengacara Hans terkejut.


"bapak yakin?" tanya pria itu memastikan.


"tentu, dan jangan sampai ada yang tau aku pindah kemana, dan pastikan rumah itu terjual segera, ingat ada satu nama lagi yang harus masuk, nanti aku kirimkan namanya pada mu," kata pria itu.

__ADS_1


pengacaranya Hans pun mengiyakan, dan langsung memerintahkan orang kepercayaannya untuk menjalankan semua perintah pak Hartono.


Riya, Rike dan Rina sedang duduk bersama, Rike masih sedih dan tak percaya dengan yang terjadi.


bahkan ketiga wanita itu seakan tak peduli dengan ayah mereka yang ada di rumah sakit.


"mbak sudah deh, jangan sedih lagi,jika Mbak seperti ini, nanti anak-anak sadar dan ikut sedih," kata Rina membujuk kakaknya itu.


"terus aku harus bagaimana, suamiku ternyata selama ini selingkuh, dan aku baru tau, bahkan adik iparku yang juga tau memilih diam begitu saja, bukankah itu sangat mengelikan, aku tak suka dengan semua ini," kata Rike.


"tapi mau bagaimana lagi,nasi sudah jadi bubur, dan lagi itu bukan salah mbak Rike," jawab Rina lagi.


"untuk apa, dia bahkan memilih memberikan semua hartanya pada wanita yang membunuh adik kita, meskipun Rasyid begitu buruk, tapi bagaimana pun, dia tetap adik kita," kata Rike


"cih... sejak kapan kamu peduli padanya, lagi pula aku berhutang banyak pada Della, dan untuk masalah harta, kita tak tau kenapa ayah memilih memberikan semua miliknya pada menantunya," kata Rina yang menghela nafas berat.


tak lama, datang sebuah truk yang memasang plang di depan rumah pak Hartono.


itu membuat kaget Riya, Rike dan juga Rina, "ada apa ini, kenapa kalian memberikan plang di jual di rumah ayah ku!!" teriak Riya sebagai andk perempuan.

__ADS_1


"ini perintah pak Hartono, dia ingin menjual dua rumah, yaitu rumah miliknya dan rumah milik ibu Della, jadi anda yang tidak berkepentingan tidak usah ikut campur," jawab para pria berbadan besar itu.


bahkan tanah itu sudah di pecah jadi beberapa bagian, dan itulah yang menyebabkan pak Hartono memilih menjauh dari semua putrinya


"ayah ini benar-benar keterlaluan, dia meninggalkan kita seperti ini,bahkan sekarang dia ingin memutuskan hubungan dengan kita, menyebalkan," kesal Rike.


rina terduduk lemas, dia pun seakan di ajak mengingat sesuatu, yaitu hari di mana Della mengatakan hal aneh saat dia mengunjungi wanita itu di penjara.


rina ingat betul bagaimana cara Della bicara dengan senyum yang membuatnya terpaku.


"apa aku boleh mengatakan sesuatu pada mu mbak," tanya Rina yang datang membawa makanan dan semua vitamin untuk Della yang masih tampak lemas.


"jika aku punya anak, dan suatu saat dia besar dan merebut semua harta kalian bertiga bagaimana reaksi mbak?" tanya Della.


"kamu ini lucu, tentu saja tidak mungkin berani, karena orang yang bisa melakukan itu sudah kamu bunuh, jadi tak mungkin hal itu terjadi, sudah jangan aneh-aneh kamu," kata Rina tersenyum.


"tapi aku punya anak, dan mbak tak penasaran siapa ayahnya?" kata Della yang membuat Rina terkejut setengah mati.


"spa maksud mu? kamu bercanda ya bagaimana bisa kamu hamil?"

__ADS_1


"ha-ha-ha tak usah setegang itu, aku hanya bercanda, tapi jika dku punya anak pun itu bukan anak adik mu karena dia itu tak bisa memiliki anak, dan terima kasih atas kunjungannya, dan untuk suamimu, bilang padanya berani berselingkuh maka aku akan mengirimkan dewa kematian pada keluarganya," kata Della yang kemudian pergi begitu saja meninggalkan kakak iparnya yang masih tak percaya dengan apa yang di dengarnya.


__ADS_2