Aku Juga Bisa, Balas Dendam

Aku Juga Bisa, Balas Dendam
menikahlah dengan ku


__ADS_3

pagi ini pak Hartono sedang sibuk memandikan Hardi yang suka bermain air.


bahkan pria itu sampai harus memasukkan putranya yang sudah mulai bisa berdiri ke bak yang berukuran kecil.


dan itu sangat membuat Hardi senang, karena jarang mbok Sarni melakukan itu.


mbok Sarni datang sambil membawa belanjaan yang akan di masak di rumah pdk Hartono yang baru.


"selamat pagi juragan, seharusnya biarkan saja saya yang memandikan den Hardi," kata mbok Sarni yang merasa kasihan melihat pak Hartono.


"tak masalah Mbok, sekarang mbok bisa membantu memakaikan baju karena saya harus mandi karena saya benar-benar tak bisa telat saat ini," kata pak Hartono yang memberikan Hardi.


tapi anehnya bocah itu malah menangis dan tak ingin di tinggal oleh ayahnya.


tapi pak Hartono harus segera bersiap karena dia butuh waktu untuk menyiapkan dirinya.


setelah selesai mandi, dia memergoki mbok Sarni ingin membuat bubur instan untuk putranya.


"jangan buatkan makanan itu untuk Hardi,tapi buatkan nasi campur hati sapi yang sudah saya buat tadi, giling dengan alat ini, dan buat teksturnya sedikit kasar agar Hardi bisa tau rasa dan bentuk makanannya," kata pak Hartono.


"iya juragan," jawab mbok Sarni yang memang cepat belajar meski pak Hartono harus mengajar cukup pelan.


setelah sarapan, pak Hartono di jemput Abdi, orang kepercayaannya yang selama ini menjaga semua usaha miliknya.


"selamat pagi Abdi, kita harus ke tempat usaha setelah itu baru ke lapas," kata pak Hartono


"baik juragan," jawab pria itu yang langsung mengantar ke tempat yang pria itu inginkan.

__ADS_1


sesampainya di gudang, semua orang tampak kaget melihat kedatangan pak Hartono.


bahkan siang itu ada Syam dan Hadi suami dari Riya yang datang karena merasa ingin membantu sosok ayah mertuanya yang hilang tanpa kabar.


"ada apa ini, kenapa kalian datang ke sini padahal setahuku kalian berdua dulu tak tertarik dengan usaha ku,"kata pak Hartono sedikit ketus


"kami hanya ingin membantu, karena melihat rumah dari adik ipar dan rumah utama di jual,kami kira usaha ini bangkrut, jadi kami ingin mengelolanya agar kembali jaya," jawab Syam.


"berhenti bertingkah seperti kamu itu paling peduli,kamu kira aku tak tau apapun,selama orang-orang ku masih setia di sampingku,tak akan terjadi apa yang kalian katakan barusan," jawab pak Hartono yang membuat kedua menantunya itu malu.


"bapak kenapa berubah, seakan anda tak akan butuh anak-anak mu,saya tau jika semua warisan di tulis ulang, memang anda bisa hidup sendiri di masa tua," kata Hadi tak suka


"memang siapa kamu bisa mengatakan itu, aku bisa membayar orang dengan uang ku, jadi tak usah khawatir," kata pak Hartono yang langsung melihat semua yang terjadi.


kedua pria itu diam,ayah mertuanya sudah berbeda, dia bukan lagi orang yang akan bertindak seperti dulu.


rumah pak Hartono dan rumah Della sudah terjual, bahkan keluarga Della tak pernah peduli dengan wanita itu sedikit pun.


Riya, Rike dan Rina tak menyangka jika rumah itu benar-benar di jual seperti ini.


Riya dan Rina pun langsung menyambut kedua suami mereka yang pulang.


kondisi kedudukan tak baik sama sekali, "bagaimana, apa semua usaha ayah bisa kalian ambil alih, karena ayah yang belum muncul dan Abdi tak bisa menghalangi kalian menantunya," kata Riya.


"kamu salah dek, kami malah berhadapan dengan ayah mertua langsung, dan dia sepertinya benar-benar muak dengan kita, jadi dia tak ingin melihat kami lagi, terutama kalian bertiga," kata Syam kesal


"sudah kalian masuk ke dalam, biar kami yang menemui ayah, bagaimana pun kami adalah putri kandungnya," kata Rike yang tak terima.

__ADS_1


ketiganya bergegas ke tempat ayah mereka bekerja, dan benar saja mereka melihat sosok pak Hartono sedang memberikan arahan pada Abdi.


"ayah kenapa tak mengizinkan para suami kami, untuk membantu di tempat usaha ayah,"


"kalian ini tak bisa mandiri ya, kalian ini sudah bukan tanggung jawab ayah, kenapa masih ingin mencampuri urusan ayah, buat suami-suami kalian itu untuk bekerja,bukan hanya mengulurkan tangannya untuk terus meminta," kata pak Hartono yang membungkam ketiga wanita itu.


tak hanya itu, ketiga wanita itu harus merasa di paksa oleh pak Hartono untuk benar-benar membuat ketiganya mandiri tidak bergantung pada pak Hartono secara berlebihan.


setelah semua laporan dan urusan yang lain selesai, dia pun bersiap untuk ke lapas karena ada hari kunjungan.


tak lupa pak Hartono membawa uang cash untuk memberikan uang saku pada kekasihnya,"


sesampainya di penjara, penjaga memeriksa setiap barang bawaan untuk Della.


setelah pemeriksaan selesai, pak Hartono di izinkan masuk, mereka pun saling berpelukan erat.


"aku merindukan mu," kata pak Hartono.


"aku juga, tapi kenapa mas datang kesini, apa ada masalah," tanya Della yang bingung karena barang bawaan dari pria itu sangat banyak.


Tania terduga,pak Hartono mengeluarkan sebuah cincin yang di gunakan untuk melamar Della.


"menikahlah denganku?" kata pak Hartono yang membuat sorak Sorai di dalam sana.


bahkan dengan mantap Della menggangguk setuju menerina permintaan dari pak Hartono.


"menunggu aku keluar?" tanya Della.

__ADS_1


"tidak kita menikah secara hukum," jawab pak Hartono yang akan bertanya kepada Hans.


__ADS_2