Aku Juga Bisa, Balas Dendam

Aku Juga Bisa, Balas Dendam
pernikahan berubah jadi derita 3


__ADS_3

Jalu dan Eko baru sampai di rumah sakit, tampak Abdi masih termenung di depan kamar otopsi bersama dengan pak Hartono dan pak Surya.


"selamat pagi juragan, jadi bagaimana apa sudah ada kelanjutannya?" tanya Eko yang baru datang.


Jalu mendekati Abdi dan memberikannya semangat, tiba-tiba Abdi yang dari tadi tampak tegar pun runtuh.


air matanya mengalir deras, dia tak menyangka jika Wulan harus meninggalkan dirinya dengan cara seperti ini.


"yang sabar mas..."


"bagaimana bisa, aku sangat mencintai dirinya, dia adalah wanita yang ingin aku ajak hidup bersama, tapi kenapa malah jadi seperti ini, Tuhan sepertinya tidak adil padaku," kata Abdi yang benar-benar terpukul.


di sisi lain, dokter sangat kesulitan karena bekas sidik jari atau pun sedikit pun petunjuk tak ada di tubuh korban.


akhirnya polisi keluar dan mempersilahkan keluarga membawa jenazah itu pulang.


abdi tak menyangka, pesta pernikahan yang di siapkan secara kilat, kini malah berubah menjadi duka.


Abdi terus berada di samping peti mati istrinya yang sudah tak bernyawa.


setelah semua prosesi di lakukan, jenazah Wulan pun di berangkatkan ke pemakaman.


"Wulan!!" teriak Abdi yang benar-benar hancur.


pesta pernikahan gagal dan polisi juga kesulitan mencari pelakunya.


Della hanya bisa menenangkan ibu dari Abdi yang juga beberapa kali pingsan.


"Bu yang kuat Bu, jika ibu seperti ini, bagaimana dengan mas Abdi?" kata Della yang memeluk wanita itu


"saya sedih Bu juragan, bagaimana sekarang Abdi bisa hidup, terlebih dia sangat mencintai Wulan," kata ibu abdi.


"semua pasti butuh waktu Bu, jadi ibu tolong tenang ya," kata Della.


akhirnya pemakaman selesai, Abdi tampak duduk di pusara kekasihnya itu dengan tatapan kosong.


bagaimana tidak, pria itu tak mengerti harus bagaimana lagi, wanita yang dia cintai kini sudah pergi meninggalkan dirinya sendiri.


pak Hartono, Eko dan Jalu pun mengajak pria itu pulang karena kondisi Abdi yang sangat buruk.


"kita pulang yuk, jangan seperti ini," ajak Eko.


"iya cak, tolong ingat kondisi mu juga," kata jalu mengingatkan.

__ADS_1


"tidak mau, aku ingin di sini menemani Wulan, dia pasti kesepian, aku ingin bersamanya dan ikut menemaninya di bawah tanah jika bisa,"


plak..


"kamu itu pria, kenapa begitu menyedihkan, apa kamu lupa kamu masih punya tanggung jawab pada ibu mu, bagaimana bisa kamu berpikiran pendek seperti ini, wanita di dunia ini tidak hanya satu, mungkin Tuhan menyiapkan yang lebih baik untuk mu!!" bentak pak Hartono yang kesal dengan sikap keputus asaan dari abdi.


"tapi aku tak bisa hidup tanpa dia juragan," tangis Abdi lagi.


"goblok, sebelum kamu bertemu dengannya apa kamu tidak hidup hah, aku tau kalian saling cinta, tapi tak begini caranya, dia sudah tenang di sana, jika kamu ingin membahagiakan dia, cari pria yang membunuh dan melecehkannya, kemudian balas dendam mu, setidaknya dia akan lihat betapa kamu mencintainya," marah pak Hartono.


Abdi menghapus air matanya, dan langsung bangkit, ya yang di katakan oleh pak Hartono benar.


dia tak boleh cuma duduk diam saja, pasti di suatu tempat ada barang atau bukti yang bisa membawanya kepada pelakunya.


Della sudah membuat ibu Abdi tenang, dan meminta beberapa orang melanjutkan untuk menyiapkan semua makanan.


tapi tidak untuk acara pernikahan, melainkan untuk acara tahlilan nanti malam.


Della merasa jika perutnya terasa sakit beberapa kali, tepi dia tak menghiraukannya.


karena semua sedang sibuk, saat para pria sudah pulang dari pemakaman dan sedang santai duduk di teras.


Abdi sedang merekonstruksi adegan yang mungkin terjadi dari keterangan para saksi.


siapa yang membawa wanita itu, dan kenapa bisa sampai ada berita kematian yang menimpa Wulan dengan sangat buruk.


dia bersembunyi di bawah ranjang rumahnya, dia tak bisa mengatakan apapun , karena dia tau jika dia berani buka mulut.


mungkin dia akan berakhir seperti Wulan yang kehilangan nyawanya dengan sangat buruk.


"tidak boleh beritahu, aku tak melihat apapun, aku tak menyaksikan apapun, aku tak melihatnya," gumam gadis itu ketakutan.


Della mendekati suaminya, karena rasa sakit di perutnya semakin terasa, "mas.." lirih Della yang tak sanggup lagi.


"iya sayang ada apa?" tanya pak Hartono yang mendekati istrinya.


"bawa aku ke bidan mas, sepertinya putri mu mau lahir dan rasanya sangat sakit," bisik Della tak tahan lagi.


"baiklah kita ke bidan dulu, semuanya permisi, istri saya mau melahirkan," pamit pak Hartono yang membawa istrinya pergi.


benar saja baru juga masuk ke dalam mobil, Della mengerang kesakitan.


dan air ketuban juga sudah pecah, otomatis pak Hartono makin panik melihat istrinya itu.

__ADS_1


untunglah mereka segera sampai di rumah bidan dan dalam hitungan menit


Della melahirkan putri keduanya dengan sehat dan sempurna,bayi itu menangis dengan sangat keras.


pak Hartono tak menyangka jika dia akan punya sepasang anak dari Della, wanita yang sudah membuat hari-harinya begitu berwarna.


hari itu benar-benar ada dua kabar yang sangat kontras, pak Hartono dan Della yang menerima putri kedua mereka


dan Abdi yang kehilangan calon istrinya untuk selamanya. dan itu rencana Tuhan tak ada yang tau.


🍁🍁🍁🍁🍁


beberapa hari berlalu, di sebuah rumah gubuk sederhana, seorang gadis ketakutan karena dia terus di hantui rasa bersalah.


bagaimana tidak, dia terus melihat sosok Wulan menghantui dirinya,dia melihat Wulan di mana-mana.


tiba-tiba petir menyambar dan guntur menggelegar, suara itu makin membuatnya ketakutan.


"tolong aku, dingin..." suara itu sangat mengejutkannya.


dia melihat sosok Wulan yang basah kuyup dan mendekati dirinya, gadis itu pun terjatuh ke lantai karena kaget.


"bagaimana bisa kamu kesini, kamu sudah mati mbak ..." tangis gadis itu.


"tolong aku,aku sakit... aku mohon..." tangis Wulan yang mengeluarkan air mata darah.


"pergi!!" teriak gadis itu tang lati keluar rumah dengan ketakutan.


dia berlari tanpa tujuan, beberapa kali jatuh tapi tak menghalanginya untuk terus lari.


hujan deras itu di terobos begitu saja, dia menangis dalam hujan deras itu.


"aku minta maaf..." suara gadis itu gemetaran.


dia tanpa sadar lari hingga ke rumah Abdi, dan di sana masih banyak orang yang masih melakukan pengajian.


dia bersembunyi karena tau salah satu pelaku pembunuhan ada di dalam rumah itu.


"tidak... jika aku masuk aku bisa mati di tangan pria jahat itu..." tangis gadis itu


dia pun lari ke rumah pak Hartono yang di kenal sebagai juragan dari ketiga pria itu.


kakinya sudah terluka sangat parah karena kerikil, dan saat sampai rumah pak Hartono sudah tertutup rapat.

__ADS_1


dia mulai menggedor pintu gerbang rumah pak Hartono, "juragan tolong buka!! saya ingin bicara!!" terbaik gadis itu yang membuat Della penasaran.


__ADS_2