Aku Juga Bisa, Balas Dendam

Aku Juga Bisa, Balas Dendam
salah cari musuh


__ADS_3

di rumah sakit, seorang wanita berjalan dengan lemas, pasalnya dia baru saja menerima sebuah kabar buruk.


ya dia ibu Hartini yang baru tau jika terkena penyakit menular ******l, ya dan dia mendapatkan kanker serviks stadium empat akut juga.


dan dia tak menyangka jika akan mengalami hal itu, karena kondisinya saat ini, tindakan operasi juga tak bisa di lakukan karena sel kanker sudah menyebar ke organ dalam lainnya.


sekarang dia hanya bisa menangisi kondisinya, yang ternyata selama ini dia melakukan kesalahan besar dengan berganti banyak pria.


di tambah Sueb yang terkenal suka jajan, dia tak menyangka akan menerima karma saat ini.


"aku harus bagaimana, siapa yang bisa di mintai tolong," gumamnya.


terlebih dahulu dia selalu pilih pada anak-anaknya,dan sekarang dia malu jika harus meminta tolong.


di tambah apa yang terjadi terakhir kali,karena hasutan yang dia berikan ketiga anaknya hampir jadi gelandangan karena Adi usir oleh ayah mereka.


dia pun memilih pulang untuk duduk dan merenung akan semua yang telah dia lakukan, dia tak ingin jika hard di rumah sakit.


jika dia harus mati maka di akan mengajak Sueb karena pria itu yang membuatnya seperti ini.


kasi dia tak mau jika harus mati sendirian, setidaknya dia harus mengajak Sueb untuk bergabung bersamanya.


dia sudah naik ke atas jok motor ojek yang akan mengantarnya pulang.


selama perjalanan menuju ke rumah, dia memilih diam tak mau bicara.


setelah sampai di rumah, dua pun langsung masuk kedalam rumah dan memilih tidur.


setelah duet mesra berakhir, Della dan pak Hartono pun turun, keduanya kini bergabung untuk melihat kupon yang di miliki


ternyata mereka mendapatkan dua hadiah hiburan lagi, dan Dimas dan Sahara yang bergantian mengambilnya.


sedang para orang tua malah asik makan mie ayam yang kebetulan ada yang jualan di tempat itu.


dan Della masih menyuapi putranya yang sangat menyukai semua yang berhubungan dengan mie.


bocah itu seperti tanpa ada bosannya dengan benda panjang dan lembut itu.


"dek berhenti makan, kamu ini ya," kata Della tak habis pikir melihat putranya itu.


"no no no," kata bocah itu yang tersenyum.

__ADS_1


Della pun tak habis pikir melihat putranya itu yang begitu lahap makan, tapi pak Hartono memaklumi karena putranya itu memang masih dalam masa pertumbuhan.


setelah acara selesai, keluarga pak Hartono ini menang banyak karena memenangkan banyak hadiah hiburan.


mereka berpisah, dan sesampainya di rumah mereka, Hardi sudah selesai di mandikan dan asik nonton tv hingga tertidur.


sedang Della sedang melayani suaminya yang tak tau tempat, bahkan dia membuat Della kedinginan.


untungnya putranya itu tidur dengan mandiri, setelah itu pak Hartono ikut tidur di samping Putranya itu.


sedang di kamar, Della sedang melihat perutnya yang mulai membesar.


di tambah jika dulu dia menyembunyikan kehamilannya, kini berbeda, dia tak menyembunyikannya lagi.


jika dulu dia ketakutan karena takut jika perutnya di tendang atau terpukul oleh Rasyid.


sekarang dia bisa bernafas lega karena sekarang dia bisa menjaga kandungannya dengan terbuka dan tak perlu seperti Hardi dulu.


bahkan dia bisa minum susu hamil dengan tenang, dan mau ngidam pun bisa di turuti kapan pun.


Rike sudah bisa melakukan aktifitasnya sendiri jadi dia sudah diizinkan pulang dari rumah sakit siang itu.


kepulangan dari Rike di jemput oleh Abdi karena pria itu tadi mendapatkan telpon dari Riya.


"bisa berjalan atau perlu di panggilkan suster?" tanya pria itu yang tampak khawatir.


"tidak usah aku sudah sehat lagi pula operasinya berhasil, dan sekarang aku hanya perlu hidup sehat, oh ya apa ayah tidak bisa datang?" tanya Rike yang sebenarnya ingin di jemput oleh ayahnya.


"maafkan saya ya mbak, sepertinya pak bos kelelahan karena tadi beliau ada acara di desa Hinga siang hari," kata Abdi.


"ha-ha-ha iya mas Abdi santai saja,aku juga hanya bertanya, ya sudah ayo sekarang kita pulang yuk," ajak wanita itu.


selama dalam perjalanan Rike dan Riya tampak diam,mereka sedang merasa jika perlakuan terhadap mereka ini berbeda dengan apa yang di terima oleh Rina.


mereka ingat benar, jika pak Hartono selalu khawatir saat wanita itu yang terluka atau yang menghubungi secara mendadak.


ya mau bagaimana pun itu tak bisa di permasalahkan, lagi pula dapat maaf dari pak Hartono saja sudah sangat untung.


saat mobil sampai di rumah, Rike kaget melihat sosok Della dan Rina yang menunggu kedatangannya dengan senyum ceria.


"akhirnya kalian sampai juga," kata Della yang langsung membantu Rike turun dari mobil.

__ADS_1


"aku sudah mendengar semuanya, maafkan aku mama," kata wanita itu yang terdengar kaku.


"panggil senyaman mbak saja, karena aku tak gila status, jadi santai saja, dan tolong hati-hati dalam melangkah," kata Della yang membantu Rike dengan senyuman.


Rina pun menyiapkan tempat duduk agar wanita itu nyaman. dan para tetangga langsung berbondong-bondong datang untuk melihat keadaan dari wanita itu.


Della duduk di luar karena dia tak menyukai suasana sesak, di tambah dia berjaga-jaga dengan para pria agar menghalang Sueb jika ingin datang.


karena mereka tak ingin pria itu datang dan membuat masalah, sebab pria itu adalah biang masalah.


benar saja tebakan dari Della, sosok pria itu datang, tapi dengan kondisi yang begitu mengerikan.


sosoknya datang dengan muka pucat dan tubuh yang mulai kurus dengan mata cekung dan memiliki lingkaran hitam yang mengerikan.


tapi yang membuat terkejut adalah pria itu terus memegangi perutnya, "Rike!! keluar aku tau kamu sudah pulang, keluar!!" teriak pria itu.


"jangan berani ganggu mbak Rike, kamu mau mati hah!!" bentak Syam.


"minggir aku tak punya urusan dengan mu,aku cuma mau bicara dengan Rike," jawab Sueb yang terlihat makin buruk.


Rike yang mendengar namanya di sebut, akhirnya memilih keluar dan melihat siapa yang berteriak-teriak memanggilnya.


saat dia keluar, dia kaget melihat sosok suaminya yang makin acak-acakan dan kondisinya sangat memprihatinkan.


"mas..."


"ayah!!" teriak anak-anak Rike dan Sueb yang melihat sosok ayah mereka.


"aku datang dan ingin minta maaf pada mu dek, maaf telah membuat mu kecewa selama ini, karena kebodohan mu, sekarang kamu mendapatkan kekecewaan yang besar," kata Sueb yang mengatakan hal itu dengan tersenyum.


saat Rike ingin mendekat, Della menahannya, tapi wanita itu malah menghempaskan tangan Della dan membuatnya hampir jatuh.


Rike pun berlari mendekat tanpa bisa di hentikan, dan ingin memeluk Sueb,tapi pria itu langsung tersungkur di tanah dengan dan terlihat begitu lemah.


"mas bangun, kenapa kamu seperti ini," kata Rike yang mulai menangis melihat kondisi Sueb.


"maafkan aku sayang, aku khilaf dan sering jajan,aku terkena Aids, dan sekarang sepertinya waktuku tak banyak lagi," kata Sueb dengan lemah.


"mas apa yang kamu katakan,jangan bilang seperti itu, kamu janji akan menjalani hidup bersama ku sampai tua, tapi kenapa kamu seperti ini,aku bisa menerima mu lagi asal kamu bisa meminta maaf,"


"aku sudah mendapatkan AIA yang pantas,dan maaf sudah membuat mu seperti ini," kata Sueb sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

__ADS_1


__ADS_2