
keesokan harinya, semua yang bekerja di gudang milik pak Hartono kaget melihat sosok Hardi yang datang bersama Eko.
pria itu pun berdiri berdampingan dengan Hardi, "semuanya dengarkan, selama juragan di rumah sakit, kita akan di awasi oleh putranya, mas Hardi jadi semuanya tolong bantuannya," kata Eko dengan tegas
"tapi mas apa bisa, dia itu kan masih bocah SD," protes dari beberapa orang
tanpa di duga Hardi mengambil besi itu yang biasanya di gunakan untuk mengurangi gabah.
"bagi yang tak mau ikut perintah ku, silahkan pergi, karena aku tak butuh anak buah yang melihat semuanya dari usia," kata Hardi yang mengejutkan semua orang.
dia pun duduk dan para anak buah di gudang pun mulai mengikuti arahan Hardi.
mereka tak menyangka jika Hardi ini memiliki ketegasan Della dan pak Hartono saat bekerja.
bagaimana tidak, mereka semua benar-benar bekerja tanpa kendala, bahkan Hardi memberikan arahan yang jelas.
di Surabaya, pak Hartono sedang mendapatkan terapi untuk kesembuhan
kare a tubuhnya harus menyesuaikan diri dengan ring jantung yang dipasang.
belum lagi dia ini harus terus mengelola emosi yang kadang naik turun.
setelah semuanya di nyatakan sehat dan dokter mengizinkan pulang, tentu tak semudah itu.
karena dia harus mulai menjaga makan dan mulai mengurangi aktifitas fisik di luar sana.
tak terasa memang seminggu mereka berada di Surabaya, bahkan abdi yang mendapatkan kabar tentang Hardi.
belum berani mengatakan pada Della, ya bagaimana lagi mereka akan percaya jika melihatnya sendiri.
Della memapah pria tercintanya itu menuju ke mobil, dan saat sampai di mobil mereka pun berangkat pulang.
selama dalam perjalanan mereka bercanda bersama, sedang Alfi yang tau tentang kepulangan dari pak Hartono merasa senang.
terlebih Vina ini sangat merindukan ayahnya, jadi dia sengaja tak mengatakannya.
agar membuat kejutan untuk gadis itu, "mbak kok kamu masaknya banyak banget?" tanya Vina yang melihat Alfi dari tadi sibuk di dapur.
__ADS_1
"ya mau bagaimana lagi,mbak kan harus mengantar makanan untuk kakak mu di gudang, jadi mbak masak semua makanan yang di sukai oleh Hardi," kata Alfi berbohong.
"owh begitu ya, ya sudah deh besok aku mulai sekolah kan, kan libur panjang sudah selesai?" tanya Vina pada pengasuhnya itu.
"iya besok kamu sekolah lagi, dan mas mu juga,"kata Alfi yang tersenyum saja.
mobil yang di kemudikan oleh Syam sampai di perumahan, melihat itu Vina bangun dan langsung lari ke samping mobil.
Sahara pun juga kaget melihat ayahnya sudah pulang, "ayah..." teriak gadis itu.
sedang Vina mulai terisak karena tak melihat ayahnya tapi malah ayah kecilnya yang pulang
"loh Vina kenapa gak mau peluk ayah kecil,"
"huwe... Vina mau ayah..." tangis bocah itu yang sudah merindukan pak Hartono.
Della dan pak Hartono yang berada di dalam mobil pun hanya bisa menahan tawa.
karena mobil memiliki kaca gelap jadi siapapun yang berada di dalam tak tampak dari luar.
"tidak mau, aku mau ayah," kata Vina yang sudah duduk sambil menangis.
"sudah sayang kasihan itu Vina sampai nangis kejer gitu," kata pak Hartono.
akhirnya Della keluar, di ikuti pak Hartono yang langsung mendapatkan pelukan putri kecilnya.
"aduh mbak Vina kenapa nangisnya sampai begitu, ayah pulang nak ayah sudah sehat," kata pak Hartono.
"ayah Vina kangen, mas haldi juga sibuk di gudang," kata Vina.
"lah kok bisa?"bingung Della
"iya Bu juragan, seminggu ini Eko nenrmdni Hardi mengurus di gudang dan kata Eko, semua pekerjaan selesai," kata Abdi.
"bagus dong, itu berarti putra ku ini sudah siap untuk menjadi penerus bisnis keluarga, ya meski hanya seputaran pergabahan," kata pak Hartono yang tak menyangka bocah yang bahkan batu berusia sepuluh tahun sudah bisa melakukan pekerjaan itu.
tapi Hardi memang tumbuh dengan cepat, bahkan dia kadang tak tampak seperti anak-anak pada umumnya.
__ADS_1
akhirnya semua duduk bersama, dan Abdi meminta Eko untuk mengajak Hardi pulang.
"bos di suruh pulang nih, katanya Vina ngambek lagi gak mau makan,Alfi juga bingung bujuknya," kata Eko bohong.
"masak iya, ya sudah semuanya silahkan istirahat makan siang, nanti kita lanjut lagi kegiatannya," kata Hardi yang turun dari kursinya dan bergegas mengikuti Eko untuk pulang.
sesampainya di rumah, Hardi kaget melihat ada mobil yang biasa di gunakan ayahnya.
dia langsung lompat dan berlari ke ruang tamu, dan langsung memeluk aku Hartono.
Della merasa senang melihat putranya itu yang memang sangat dekat dengan ayahnya.
"aduh... pelan-pelan mas Hardi,"
"ayah jangan sakit lagi, ayah bisa istirahat biar Hardi yang kerja ya,"
"ya jangan dong nak, tugas mu itu belajar dan nanti biar om abdi dan om Eko yang mengurus gudang,"
"baiklah ayah, tapi jika ayah sakit lagi karena kerja, Hardi yang akan mengantikan ayah dan ayah hanya perlu menemani mama," kata bocah itu.
"baiklah sayang, aduh putraku sudah besar sekarang," kata Hartono.
"iya iya, sekarang kita makan siang dulu, dan mbak Alfi sudah buat masakan sesuai arahan mbak Della," kata gadis itu di bantu Rina yang juga baru datang.
akhirnya siang itu mereka semua makan siang bersama, pak Hartono tak menyangka jika apa yang terjadi selama ini.
akan memberinya keluarga baru yang semakin melengkapi dirinya.
di sisi lain Rina juga merasa senang melihat keluarga ayahnya itu, bagaimana tidak dia mengenal Della dan hanya wanita itu yang berhasil membuat pak Hartono terlihat bahagia setelah semua yang di alami.
saat sedang beristirahat, Della pun memeluk suaminya itu,dan mengatakan apa yang seharusnya dia katakan dari dulu.
"terima kasih mas .... sudah menjadikan aku wanita yang begitu bahagia, aku mencintaimu..."
"aku juga mencintaimu dan aku tak menyangka akhirnya aku jatuh cinta dengan wanita secantik dirimu,".
........ tamat......
__ADS_1