Aku Juga Bisa, Balas Dendam

Aku Juga Bisa, Balas Dendam
tentu menikmatinya


__ADS_3

Della sedang melakukan pull up saat ini, saat Dwi melihat wanita itu dengan tatapan sedih.


"kamu masih cantik, jadi untuk apa kamu meratapi nasib, tapi kamu itu wanita goblok ya," kata Della yang mengakhiri olahraganya.


"kenapa kamu bilang aku bodoh, memang apa yang pernah aku lakukan padamu," kesal Dwi.


"tentu saja kamu bodoh mau di ajak selingkuh oleh pria tak berguna, kamu tau jika harta yang di miliki Syam itu milik istrinya,jadi jika di ancam dengan hartanya tentu dia memilih istrinya, dan kamu malah terjebak di dalam kesedihan mu, bodoh sekali ..."


Dwi terdiam karena semua yang di ucapkan Della itu benar, setelah itu Della berjalan santai untuk mencari kegiatan lain.


"tapi kenapa kamu bisa mengatakan semua itu," teriak wanita itu.


"karena aku bukan wanita bodoh, ha-ha-ha," jawab Della


dia keluar dari penjara miliknya ddn mengikuti kegiatan olahraga di luar, tapi nyatanya dia malah mrngdmbil rokok milik salah satu narapidana.


"anjrit, bos ku kira siapa bikin kaget saja, sepertinya wanita di sel mu itu gila ya, kadang menangis sendiri kadang tertawa gak jelas," kata Dio.


"alah tak usah di bahas, dua memang sedikit sedeng, jadi ya begitu," jawab Della.

__ADS_1


tanpa terduga, sebuah panggilan di tunjukkan pada Della, "Adelia Riyanti di minta segera ke ruangan sipir,"


dia pun menginjak rokoknya yang baru di hisap setengah batang, dan berjalan menuju ke kantor


sesampainya di sana, dia mengambil telpon itu, "iya halo, Adelia di sini, jika hanya ingin mengutuk ku,mati saja," ketus Adelia sebelum mendengar siapa yang menelponnya.


"sepertinya berada di penjara membuat mu berubah sedikit kasar ya sayang," suara iak Hartono di sebrang telpon


"ayah.... ayah sudah sadar dari koma, ya Tuhan terima kasih, bagaimana kabar mu ayah," tanya Della dengan antusias.


"aku baik-baik saja ddn masih menjalankan terapi untuk belajar berjalan lagi, aku dengar kamu mendapatkan hukuman dua tahun potong masa penahanan,jadi sekitar satu setengah tahun lagi ya," kata pak Hartono.


Della sudah menambahkan dua pil obat tidur, begitupun dengan pak Hartono yang melakukan hal sama pada istrinya.


tapi karena dia takut Bu Hartini tak segera tidur jadi dia menambahkan setengah butir lagi untuk memastikan saja, jika bablas juga keberuntungan dirinya.


pukul sepuluh malam Bu hartini sudah terkapar tak sadarkan diri, obat itu benar-benar manjur.


sedang di tempat delka juga sama Rasyid sudah tertidur pulas bahkan saat Della melukai dan menampar pria itu, dia tak bangun.

__ADS_1


kemudian dia keluar rumah dan ternyata suasana rumah cukup kosong.


karena dua rumah tak berpenghuni sebab Sueb dan Rike membantu Rina di rumah sakit.


sedang Riya dan keluarganya sedang berada di rumah besan pak Hartono.


"kenapa kita harus ke kebun, bukankah lebih baik kita melakukannya di rumah," tanya pak Hartono yang membuat Della tersenyum.


"yang punya banyak kamar itu rumah ayah mertua," kata Della.


"tentu saja, kita gunakan ruangan di rumah itu ya sayang," kata pak Hartono.


keduanya benar-benar tak memperdulikan apapun, karena obat itu akan membuat Bu Hartini dan Rasyid tertidur setidaknya dua hari.


keduanya benar-benar menikmati kebebasan, dan setelah hati itu, keduanya tampak biasa seperti tak terjadi apapun.


bahkan saat ke rumah sakit berdua juga tak ada yang curiga. sedang Rasyid yang mulai bekerja dengan ayahnya ternyata juga mulai bertingkah.


dia mulai menggoda Lia, anak buah dari istrinya yang sayangnya di saksikan oleh seorang bocah yang selalu di beri nasi oleh delka selama tiga bulan itu.

__ADS_1


__ADS_2