Aku Juga Bisa, Balas Dendam

Aku Juga Bisa, Balas Dendam
menjaga anak


__ADS_3

hari ini pak Hartono sudah di izinkan pulang oleh pihak rumah sakit, karena kondisi pria itu sudah sangat baik.


begitupun dengan Hardi yang juga akan ikut tinggal di perumahan bersama ayahnya.


"juragan, tapi saya takut jika nanti mbak Della tanya dimana putranya," kata mbok Sarni.


"tidak apa-apa mbok,karena saya takut Hardi lebih riskan karena melihat usia mbok yang juga sudah sepuh, tenang saja saya akan menjaganya dengan baik," kata pak Hartono meyakinkan wanita itu.


mbok Sarni pun mengiyakan, toh Hardi akan tinggal bersama ayah kandungnya.


sedang di sisi lain, Bu Hartini merasa kesal marah ddn juga tak suka dengan apa yang terjadi.


bagaimana tidak, dia sudah di ceraikan, tak mendapatkan apapun yang di miliki suaminya, di tambah semua usahanya juga terkena masalah kelayakan.


dan di tambah ketiga anaknya tak ingin menemuinya, bahkan sekarang dia benar-benar terpuruk bahkan harus tinggal di rumah milik orang tuanya yang sudah lama kosong.


"kamu keterlaluan Hartono, bisa-bisanya kamu memperlakukan aku seperti ini, seharusnya aku masih mendapatkan apa yang aku dapatkan, seperti harta gono-gini, tapi kamu membuat hakim berpihak padamu, karena kesalahan mu," marah Bu Hartini yang masih tak terima dengan apa yang terjadi.


seorang pria masuk dengan santai sambil menikmati rokok miliknya, ya mau bagaimana lagi, hidupnya memang seperti itu.


"jenis kamu datang, bukankah kamu menikmati hidup dengan istrimu, kenapa sekarang malah datang ke tempat ku," kata Bu hartini yang melihat sosok Sueb yang seperti orang tak berdosa

__ADS_1


"karena goyangan putri mu tak seheboh goyangan pabriknya yang meski sudah tua tapi masih hot," jawab Sueb


"siapkan!! bukannya kamu sudah janji tak akan pernah menemuinya lagi, kenapa sekarang kami datang padaku, apa kamu sudah berubah pikiran," kata Bu Hartini yang sangat berharap pada pria itu.


di tambah lagi Sueb ini benar-benar orang yang membingungkan karena terus berubah-ubah pendirian.


"ya aku memang belum bisa memilih mu, habis ibu mantan mertua, kamu tak bisa menguasai uang ayah mertua yang entah berapa ratus milyar di bank,dan asal kamu tau jika dia sekarang punya anak laki-laki dari wanita lain," kata Sueb yang makin membuat Bu Hartini panas.


pasalnya dia tak suka mendengar ucapan dari menantunya itu, "kamu gila, tak mungkin pria lemah itu punya istri, lagi pula di beberapa bulan sebelum dia kecelakaan dia jarang sekali berh**rat untuk menyentuh ku," kata Bu Hartini dengan sombong.


"ya karena dia punya wanita lain, di tambah yang aku tau wanita itu sangat seksi di banding ibu mertua dan muda lagi,karena aku pernah memergoki mereka keluar dari sebuah villa di daerah pegunungan xxx," jawab Sueb yang menertawakan ibu mertuanya.


"yang pasti itu harus ini cari tau sendiri, karena aku juga tak tau karena dia mengenakan Hoodie dan masker, bahkan di dalam mobil saja mereka begitu mesra," kata Sueb makin mengada-ada.


"begitu rupanya, dia menuduhku selingkuh, nyatanya dia juga melakukannya dasar sok suci, tapi bagaimana kamu bisa tau, apa yang sedang kamu lakukan saat itu hingga bisa tau mertua mu di sana," tanya Bu Hartini


"tentu saja melakukan perjalanan bisnis, sudahlah aku sudah terlalu banyak memberitahu tentang apa yang terjadi. aku mau pamit duluan, niat hati datang untuk mencari lubang eh malah di anggurin dan di kecewakan, gak lagi deh aku kesini," kata Sueb yang memilih pergi


mendengar itu, Bu Hartini menahan tangan menantunya itu, "jangan marah begitu, kemarilah biar aku manjakan," kata Bu Hartini yang langsung bersikap layaknya wanita malam.


bahkan dia lupa jika pria yang akan dia layani adalah menantunya sendiri,bahkan rasa bersalah itu tertutup dengan nafsu bejat mereka berdua.

__ADS_1


pak Hartono dan Hardi sampai di rumah baru mereka yang pengamanannya sangat ketat.


dan nanti setiap pagi mbok Sarni akan datang untuk menjaga Hardi saat pak Hartono bekerja lagi.


sore itu, mereka duduk santai di ruang tengah rumah yang memang sederhana tapi cukup membuat mereka bahagia.


karena rumah itu memang sengaja di buat minimalis dengan tiga kamar tidur, jadi ruang tamu ada di luar tapi itu sangat nyaman juga.


pak Hartono tampak tak kesulitan menjaga putranya yang sedang aktif-aktifnya.


bahkan pria itu tampak cekatan untuk mengganti popok dan menyuapi makan malam.


bahkan malam ini, Hardi tidak makan bubur melainkan makan makanan buatan ayahnya.


"Hardi sudah makan, sekarang giliran ayah karena ayah juga harus minum obat ya," kata pak Hartono yang mengajak Hardi bicara.


bayi itu tampak senang melihat pria di depannya yang terus berbicara dengan suara lucu.


di penjara, Della tiba-tiba merasa aman dan entah apa yang terjadi, jika biasanya dia ingin menelpon mbok Sarni.


tapi malam ini dia merasa tak ingin menganggu jadi dia memutuskan untuk membiarkan mereka beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2