
Della sudah pamit pulang, dia ingat ada janji yang harus dia tepati pada kakak iparnya.
dia pun memskai Hoodie hitam ddn memakai topeng dan helm full face yang di milikinya.
dia memilih untuk berkeliling sebentar, hingga tak sengaja melihat ada sosok yang sedang di carinya.
"sepertinya Tuhan sedang memihak ku ya," gumamnya.
dia mengikuti sepeda motor yang di kendarai Syam dan juga wanita selingkuhannya.
mereka mulai melewati jalan persawahan yang sangat sunyi dan tak ada satu orang pun yang lewat karena sudah mau petang.
Della memacu motornya dengan cepat dan setelah berjajar dengan motor Syam yang juga melaju dengan kecepatan cukup tinggi.
dia menendang motor pria itu, otomatis pria itu langsung jatuh tersungkur di jalanan aspal itu.
Della berjalan dengan santai, dia melihat sosok Dwi yang kesakitan di tanah karena mengalami luka-luka.
tanpa banyak bicara, Della menendang perut bagian bawah wanita itu sebanyak lima kali dengan keras.
bahkan membuat wanita itu pingsan, "bajingan.... aku akan membunuh mu!!" teriak Syam yang mengambil batu bata ingin memukulkan pada Della.
tapi dengan sekali tonjok pria itu terpental jatuh, "kau itu lemah, dan tak berguna, jika bukan karena istri mu kamu juga tetap menjadi orang miskin, kenapa sekarang berani berselingkuh darinya," kata Della
"kamu siapa, aku tak pernah menganggu seseorang, dan dia istri ku yang sedang hamil," kata Syam.
"peduli setan dengan dia sedang hamil atau tidak, pilih saja, jika kamu memilih wanita ini kamu akan kehilangan nyawa mu beserta keluarga besar mu, atau pilih istri sah mu, maka kamu akan aman,"
"aku mencintai dia, tapi aku tak bisa melepaskan istriku," kata Syam.
Della membuka helm yang dia kenakan, dan langsung menghajarnya ke wajah Syam dengan keras.
Syam kaget melihat sosok adik iparnya yang selama ini begitu lemah lembut dan tak berdaya.
kini berdiri depannya dengan tatapan membunuh yang mengerikan.
"kau itu cuma wanita lemah, bahkan kamu babak belur di tangan Rasyid, kenapa sekarang sok berani," ejek Syam yang tak tau berhadapan dengan siapa.
__ADS_1
Della mendekat dan memutar kaki Syam hingga patah, bahkan teriakan pria itu sangat nyaring.
"itu benar, karena aku punya rencana besar, dan aku memang sengaja menunjukkan sosok itu, kau kira aku akan diam saja melihat kakak ipar ku terus di sakiti, kamu belum mengenal ku ya, aku adalah wanita yang terbiasa dengan hal seperti ini, jangan kira karena aku di lukai oleh suamiku, aku hanya wanita lemah, tidak kamu salah besar, aku bahkan tak mengampuni adik kandung ku,buat apa aku mengampuni mu, jadi sekarang pilih dia atau mbak Rina," tanya Della yang memastikan pria itu sudah tak bisa melawan lagi karena dia sudah mematahkan kaki pria itu.
"jadi jawab aku!!" bentak Della menggoreskan garpu ke wajah Dwi dan merusaknya.
"aku pilih Rina, aku akan meninggalkan dia, tolong jangan lukai aku dan keluarga ku," mohon Syam dengan bercucuran air mata.
"baiklah, tapi jika aku dengar sedikit saja keluhan dari kakak ipar ku, Mala keesokan harinya kamu akan memakamkan semua keluarga ku yang tergantung mengenaskan," kata Della yang pergi begitu saja.
Syam bahkan tak sanggup lagi untuk menjaga kesadarannya dan akhirnya pingsan.
Della sedang menggunting kuku kakinya, saat Rasyid dan pak Hartono pulang.
bahkan wanita itu tersenyum dengan manis pada keduanya, tanpa terduga, tiba-tiba Rasyid memeluknya erat.
"aku sangat lelah," kata Rasyid.
"aku akan buatkan susu telur madu jahe spesial untuk mu," kata Della sambil mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda ayah mertuanya
dia masuk kedalam rumah dan melihat istrinya sedang tidur tapi anehnya pakaian wanita itu berserakan di mana-mana.
"Bu kamu belum masak!" suara pak Hartono mengejutkan wanita itu yang langsung bangun dan memunguti pakaiannya.
"iya ayah, maaf aku masih Kelelahan hingga tidurnya bablas sampai sore," kata wanita itu yang keluar dengan pakaian seadanya.
"ini bukan sore, tapi sudah mau malam, sudah aku mandi dulu, tolong buatkan kopi ya," kata pak Hartono yang langsung masuk ke kamar mandi.
Bu Hartini pun merasa tenang, dia tak mengira jika dia tidur sangat lama.
wanita itu bingung mau masak apa, jadi dia memutuskan menelpon Della, "Della kdki hari ini masak apa," tanya Bu Hartini.
iya Bu,aku masak rempah daging dan sambal serta kalapan Bu,hentikan mas ini ibu di telpon," ketus Della yang menahan Rasyid yang ingin melakukan hal gila.
"tolong antar ke rumah juga ya,ibu kemalaman tadi jadi belum sempat masak," jawab Bu Hartini yang bisa mendengar suara nafas Rasyid.
dia pun langsung mematikan telpon karena tak ingin menganggu anak dan menantunya.
__ADS_1
Della pura-pura puas dengan apa yang di lakukan suaminya, aku mau mandi, kamu semakin rapat saja, nanti malam aku minta lagi ya,"
"silahkan saja," jawab Della Santai.
Rasyid ingin ke kamar mandi, tapi Della duluan untuk membersihkan diri sebentar.
setelah itu dia bergegas ingin ke rumah mertuanya untuk mengantar makanan.
saat sampai ternyata pak Hartono baru selesai mandi dan hanya mengenakan sarung.
dan Bu Hartini baru masuk kamar mandi, "ibu aku bawa pesanannya," kata Della berjalan sambil menggoda mertua laki-lakinya itu.
"taruh di meja saja," jawab Bu Hartini.
"baiklah Bu,aku pulang ya," kata Della yang memeluk pak Hartono yang panik langsung menutup pintu dapur dan mengunci pintu kamar mandi.
dia tau istrinya itu kalau mandi sangat lama, dan jika pak Hartono mengeluarkan jurus andalan.
"Bu!! nanti kita main kuda-kudaan ya," jata pak Hartono yang sudah menikmati servis.
"i.. iya ayah," kata Bu Hartini yang panik dan langsung membersihkan dirinya menggunakan lulur dan semua ramuan yang ada di hajar mandi agar tak membuat suaminya curiga.
pak Hartono melakukan olahraga dengan berdiri karena Della sudah tak tahan dan tadi Rasyid membuatnya ingin tapi tak bisa menuntaskannya.
setelah lima belas menit, Della pulang dengan santai, bahkan saat Riya menyapanya juga wanita itu tampak santai.
sedang iak Hartono membuka selot pintu kamar mandi dan duduk di ruang tengah sambil menikmati tontonan berita sore itu.
dia tak menyangka adrenalin yang seperti ini membuatnya dan Della benar-benar gila.
sedang di rumah Rina, wanita itu baru saja mendapatkan pesan jika suaminya mengalami kecelakaan tunggal.
Rina pun meminta tolong pada Rasyid untuk mengantarnya ke rumah sakit untuk melihat kondisi dari suaminya.
untunglah Syam masih selamat meski lukanya cukup serius, tapi wanita yang di temukan bersama pria itu kritis karena kehilangan banyak darah, tapi Rina tak peduli karena baginya hanya Syam yang terpenting.
Rasyid pamit pulang untuk memberikan kabar ini pada keluarganya, dan keluarga Syam datang untuk menemani rina dan bergantian berjaga di rumah sakit.
__ADS_1