
Della beberapa Minggu ini bisa tenang, meski dia mengalami ngidam dan apapun itu yang pernah di alami wanita hamil
tapi dia hanya bisa menutupinya, karena dia tak mungkin mengatakan jika dia hamil.
seperti malam ini, dia melihat di kamar ada Rasyid yang sudah tertidur pulas.
dia bangun dan bergegas ke dapur, ya mau bagaimana lagi, dia tiba-tiba ingin makan ubi bakar.
untunglah di kebun belakang rumah dia tau ada tanaman ubi jalar ya meskipun besok pagi dia pasti akan di sambel oleh Rina karena tak bilang.
Della keluar dan mengambil tanaman ubi yang kebetulan di dekat rumahnya.
setelah dapat empat buah, dia pun bergegas masuk dan mencucinya baru kemudian memasaknya drngdn oven.
setidaknya butuh tiga puluh menit untuk matang, tak hanya itu dia duduk di jalanan belakang rumah sambil menikmati kue brownies yang tadi sempat di beli.
pak Hartono tak bisa tidur karena dia merasa gerah, jadi dia keluar untuk melakukan olahraga sederhana.
Della duduk santai saja saat melihat ayah mertuanya itu keluar rumah sambil melompat-lompat kecil.
dia tertawa karena melihat adegan lucu itu, dia pun mendengar ubinya sudah matang, dan bergegas masuk dan membawanya keluar.
pak Hartono melihat ada kopi panas di bayang galar di belakang rumah Della dsn Rasyid.
jadi dia memutuskan untuk menghampiri tempat duduk itu, saat Della keluar dia kaget melihat pak Hartono.
"ayah kenapa belum tidur?"
__ADS_1
"ayah tak mengerti karena mata ini tak mau menutup rasanya, kamu sendiri kenapa malah bikin kopi dan ubi oven begini?" tanya pak Hartono penasaran.
"tidak ada kok cuma sedang ingin saja, kan enak makannya sambil panas-panas dan minum kopi panas juga," jawab Della senang.
entahlah bisa melihat pria itu di depannya saja membuatnya begitu senang.
tak berhenti di sana, mereka berdua bercanda meski dengan suara lirih, tapi tiba-tiba pak Hartono merasakan gejolak besar dalam dirinya.
dia pun mendekati wajah cantik menantunya itu dan mengusapnya dengan lembut bibir della.
kemudian menariknya ke tempat mereka sering bermain, dan tempat itu sekarang makin bagus karena kemarin pak Hartono memperbaiki tempat itu dengan alasan agar para cucunya saat main bisa merasa nyaman.
"ayah..." lirih Della yang memeluk erat mertuanya itu.
"kamu begitu menggoda malam ini, hingga aju tak bisa menahannya lagi..." bisik pak Hartono yang tak bisa bertahan lebih lama.
"ah karena aku terlalu ingin, sudah sayang, kita harus segera pergi atau tidak akan ada yang memergoki kita, dan sepertinya aku akan bisa tidur dengan nyaman," kata pak Hartono yang memang sudah tak pernah menyentuh istrinya setelah bersama dengan Della.
"ayah duluan, aku mau ambil terong dulu buat masak sambal terong besok pagi," kata Della yang di angguki oleh pak Hartono.
mereka pun berpisah, dan Della keluar dengan santai dan memilih duduk di tempatnya tadi karena dia masih lapar.
tiba-tiba sueb keluar dan melihat adek iparnya yang aduhai dan cantik sedang santai sendirian.
"kamu menunggu siapa? apa butuh kehangatan karena suamimu yang lemah itu?" tegur Sueb.
"memang tak boleh aku santai di rumah ku sendiri, dan lagi urus istrimu itu agar tak terus mengomel, berisik tau," kesal Della.
__ADS_1
Sueb tak menyangka jika Della begitu sombong, padahal jika bersama yang lain,wanita itu tampak penurut dan tak pernah mengatakan hal buruk.
"ternyata kamu ini singa betina ya, kalau di ganggu pasti akan menyerang balik," kata Sueb tak percaya.
"kalau sudah tau jangan berani mendekat atau aku tak segan lagi, dasar pria menyebalkan," ketus Della yang memilih masuk kedalam rumah.
Sueb tak menyangka jika adik iparnya ini semakin membuatnya penasaran dengan ucapannya yang pedas.
keesokan harinya, Della sudah selesai membuat sarapan, dan akan ke warung.
mbok Sarni datang untuk membersihkan rumah Della karena jenatin sore wanita itu memintanya datang.
"maaf ya mbok jadi merepotkan seperti ini, aku benar-benar malas mengerjakan pekerjaan rumah sekarang,"
"ya mbak Della sudah kekah bekerja di warung ya pantas saja, tapi kaldu Vivian apa perlu saya cucikan juga," tanya mbok Sarni.
"tidak mbok, sudah aku bawa ke loundry kasihan mbok juga pasti lelah karena harus ke warung dan ke sini,"
"tentu saja tidak mbak," jawab wanita itu.
Rasyid sudah mandi dan duduk di meja makan, dia kaget melihat hanya ada nasi,sambal pecel terong dan ayam goreng.
"kamu bercanda, kita makan ini?" tanya pria itu.
"kalau tak mau tak usah makan,kamu saja tak pernah memberikan uang, setidaknya jika tidak bisa membuat usti mu senang itu, berikan uang untuk kebutuhan yang lain,bukan malah menghabiskan, memang kamu pikir aku tak tau jika kamu pergi minum-minum kemarin bersama dengan teman mu seharian, dasar tak berguna," kata Della yang memilih ke dapur untuk mencuci piring bekasnya makan.
Rasyid mengebrak meja, dan ingin memberi pelajaran pada Della, tapi sayang air minum Della melayang terlebih dahulu pada Rasyid.
__ADS_1
"enak kan,biar sadar hah... aku ke warung dan jika kamu berani mengambil uang ku lagi, ku buat cacat kamu," kesal Della yang sudah memuncak.