Aku Juga Bisa, Balas Dendam

Aku Juga Bisa, Balas Dendam
tak suka berteman


__ADS_3

Hardi masih sibuk dengan ponselnya, saat suami Bu Yanik dan anaknya menyapa pak Hartono.


"selamat sore juragan?"


"ku kira kamu sudah lupa, bukankah kamu sudah sukses, ku kira lupa dengan orang yang membantu mu ini,"


"bagaimana mungkin juragan, maaf memang saya selama ini sangat sibuk, boleh minta nomor rekeningnya saya akan mentransfer semua dana yang pernah saya pinjam," kata pria itu yang merasa tak enak.


pak Hartono memberikan nomor rekening milik istrinya dan pris itu langsung mengirimkan uang yang pernah dia hutang pada pak Hartono.


kebetulan tas Della ada dimeja, jadi pak Hartono bisa mengambil ponsel istrinya dan mengecek jika pembayaran uang satu milyar itu sudah masuk dan ternyata benar.


Bu Yanik datang dan langsung menarik suaminya, "ayah kenapa sih mau ngomong sama dia, kita itu tidak sepadan tau gak," ketus wanita itu.


"tutup mulut mu Bu, maaf ya juragan," kata suami Bu Yanik sopan.


Della datang dengan membawa empat jenis kerupuk, dan mengulurkan tangannya pada Hardi.


"hentikan menonton terus sayang," kata Della dengan lembut.

__ADS_1


"sudah pak Agung, silahkan nikmati waktu bersama keluarganya, semoga semakin bahagia ya," kata pak Hartono.


Della pun merasa jika putranya itu sedikit aneh, jadi dia pun menanyai putranya, "Hardi kenapa tidak menyapa temannya?"


"ia jahat ma, seling puk puk dengan uku," jawab Hardi menunjukkan cara bocah itu memukul.


"apa? tapi Hardi tidak boleh begitu ya, mama selalu ingin Hardi jadi anak yang pintar dan bahagia nanti," kata Della


"Aldi baik," jawab bocah itu.


mereka pun makan bakso dan terlihat Hardi selalu mendapatkan berlimpah kasih sayang.


Della merasa kasihan, karena bocah seusia Hardi ini masih butuh fokus kasih sayang orang tua.


itulah kenapa Della sebisa mungkin menghindari ponsel saat bersama putra dan suaminya begitupun pak Hartono.


setelah selesai makan, mereka bertiga pulang karena hari semakin malam dan tak baik untuk Della.


sesampainya di rumah, Hardi sudah tidur dan pak Hartono yang menidurkan putranya malah ikut tidur juga, jadilah pria itu tak ikut acara pengajian terakhir di rumah Rike.

__ADS_1


maupun pengajian pertama di rumah Rina untuk Bu Hartini, ya Della tak bisa melakukan apapun untuk itu, karena dia tak mungkin menganggu istirahat suaminya.


Rike benar-benar merasa kecewa dengan ayahnya, bagaimana tidak, pak Hartono tak hadir padahal Sueb itu juga menantunya.


berbeda dengan Rina yang mengadakan acara, pria itu pasti akan datang bagaimana pun caranya, itulah kenapa dia merasa begitu di anak tirikan oleh ayahnya.


sedang rina yang mendapatkan kabar dari Della pun mengerti, karena usia ayahnya juga sudah tak bisa di bilang muda.


itulah kenapa pria itu memiliki tenaga yang terbatas, jadi dia tak mempermasalahkannya.


lagi pula, tanpa di ketahui siapapun,pak Hartono tetap diam-diam menolong Rike untuk mengadakan acara pengajuan itu.


esok paginya, pak Hartono sedang Santi karena ini hari Minggu, dan dia tak sedang ingin kemana-mana meski sudah bangun dari jam setengah lima pagi.


"sayang mau kemana?"


"aku ingin belanja ke depan, mau ikut, Hardi juga ikut mama mau,kita jalan santai bareng yuk,"


"kut!!" teriak bocah itu dengan sangat semangat.

__ADS_1


__ADS_2