
namun tiba-tiba
Bughhh
"Arghh"
Terdengar suara teriakan dari arah belakang Ayesha, Bagaimana laki-laki tersebut tidak berteriak? Ayesha menginjak kaki serta menendang perut nya dengan lutut mungil dari Ayesha ketika ia berhasil melepaskan bekapan di mulutnya. Jangan salah walaupun Ayesha mempunyai badan yang terbilang mungil tapi tenaganya cukup kuat hingga para lawan pun bisa dengan mudah ia tumbangkan.
Tanpa mengucapkan sepatah kata pun Ayesha berjalan meninggalkan gudang Namun, ketika hendak mencapai pintu tangan Ayesha di tarik oleh pemuda yang tengah meringis menahan sakit di perutnya.
"Hei mau kemana nona? kau berhutang Budi padaku, setidaknya ucapakan lah terimakasih sebelum kau pergi" ucap pemuda tersebut.
"Gue ngga ngerasa Lo nolongin gue. Gue juga ngga pernah minta tolong sama lo" ujar Ayesha ketus.
"hei Lo buta yah? kalo bukan karena gue yang bawa lo ke sini mungkin sekarang ambulance lah yang bakal bawa Lo"
Ayesha tampak tidak perduli dan kembali melangkah keluar dari bangunan tua yang nampak menyeramkan tersebut, kemudian mengeluarkan handphone hendak menghubungi Rayna yang meninggalkannya begitu saja.
Belum sempat Ayesha menghubungi Rayna, sebuah tangan sudah merebut handphone dari tangan nya. siapa lagi pelakunya jika bukan pemuda itu.
"Mau Lo apa sih?" tanya Ayesha yang sudah mulai geram dengan laki-laki di depannya.
"Mau gue? Jelas!! sebelum Lo pulang seenggaknya bilang makasih dulu kek!"
"Hem... Baiklah Terimakasih tuan telah menyelamatkan hidup saya" ucap Ayesha dengan senyum mengejeknya.
"gue udah lakuin apa yang Lo mau, sekarang balikin hp gue" lanjutnya lagi.
"Tunggu!!"
"Apalagi sih?"
"gue kaya pernah liat lo deh, tapi di mana ya?"
"Sok kenal!!"
"gue serius... Tunggu... Lo?... Lo kan yang ngerusakin spion mobil gue? iya gue inget banget sama muka Lo gue ngga mungkin salah"
__ADS_1
Deg.
Ayesha yang mendengar kata spion pun menegang dan memperhatikan laki-laki di depannya dengan teliti dan sialnya itu memang dia.
Dengan menyeka keringat yang tiba-tiba mengalir deras di kening nya, Ayesha mencari cara agar kembali bisa lolos dari laki-laki di depannya. Bukan, bukan Ayesha mau lari dari tanggung jawab. hanya menunda karena uang tabungan nya belum cukup. sebenarnya bukan belum cukup hanya saja uang itu ia akan gunakan untuk keperluannya tiga bulan kedepan. karena dia kan masih dalam masa hukuman.
"ah...em..itu.." tiba-tiba lidah Ayesaha menjadi kelu semua yang sudah ia pikirkan serasa tersangkut di kerongkongan nya. gugup dan bingung.
"ah em ah em apa!?? Jangan coba-coba mau lari Lo! ganti rugi satu juta"
"Apa satu juta?" Ayesha sangat terkejut dengan nominal yang di sebutkan laki-laki tersebut. Sebenarnya bukan Ayesha tidak mampu untuk membayar nya, tapi lagi-lagi ia takut Ayahnya akan marah lagi dengannya.
"kenapa?"
"Ah itu... kenapa mahal sekali? gue mana ada duit segitu sekarang. kalo Lo mau besok aja ya, gue pasti bayar tapi ngga sekarang." ucap Ayesha memelas.
"Tidak bisa!! gue ngga mau kecolongan lagi. Bisa-bisa Lo kabur lagi kaya kemarin. Sedangkan identitas Lo aja gue ngga tau juga Lo ngga punya jaminan untuk itu." ucap laki-laki itu yang membuat Ayesha menjadi lemas seketika. gagal sudah rencana nya untuk kabur dan lagi kenapa dia bisa tau apa yang di rencanakan nya, pikirnya.
"Tapi tenang, berhubung gue baik..." lanjut laki-laki tersebut namun tak ada niat untuk menyelesaikan ucapannya, ia sengaja menggantung kalimatnya untuk sedikit membercandai Ayesha yang nampak tegang.
Bagaimana ia tidak merasa tegang sedangkan laki-laki di depannya malah tersenyum devil seperti itu membuat berbagai prasangka-prasangka buruk mulai bermunculan di kepalanya. Apakah ia akan di laporkan pada pihak berwajib? Apa ia akan di laporkan pada kepala sekolah nya sehingga ia akan di keluarkan nantinya?.
"hah apa?" tanya Ayesha bingung.
"CK. Nih gue balikin hp Lo, gue udah save nomer gue di hp Lo juga nomer Lo gue udah save. jadi kapanpun gue butuh Lo. Lo harus selalu siap kalo ngga gue bakal cari identitas Lo dan gue minta tanggung jawab langsung dari bokap Lo!" ujar laki-laki tersebut panjang lebar sambil menyodorkan kembali handphone Ayesha.
Secepat kilat Ayesha menyambar benda pipih itu takut pemuda di depannya berubah pikiran kan bahaya.
Ayesha langsung membuka handphone nya kala benda itu sudah di tangan. Dia tersenyum miring kala melihat sebuah kontak baru tersimpan di benda pipih kesayangannya.
"Darren?" gumam Ayesha pelan namun masih bisa di dengar oleh laki-laki di depannya yang ternyata bernama Darren.
"ya gue Darren, inget kalo gue telfon langsung angkat, gue ngga suka nunggu. Awas kalo berani Lo rijek. oh ya siapa nama Lo?"
mendengar ucapan dari Darren, senyum Ayesha mengembang sempurna ia tertawa mengejek pada laki-laki di depannya.
"hahahaha Bilang aja Lo mau kenalan sama gue, pake alesan utang CK CK CK". cibir Ayesha.
__ADS_1
"ngga usah banyak protes cepet kasih tau!"
"hahahaha iya iya sensi amat sih. beda ya kalo udah ketauan modusnya mah pura pura galak" ucap Ayesha lagi.
sedangkan yang di ejeknya hanya memutar bola matanya malas.
"gue Yesha, Ayesha" lanjutnya lagi.
Usai mendapat kan apa yang Darren mau, Laki-laki itu meninggalkan Ayesha tanpa berucap lagi.
"Dasar cowok ngga ada akhlak main nyelonong aja, pamit dulu kek, ngga sopan!" ucap Ayesha kesal. Padahal yang berniat pergi tanpa pamit kan dia sendiri tapi tidak terima jika dirinya diabaikan.
Setelah berkenalan dengan laki-laki yang sempat ia rusak bagian mobilnya, Ayesha kembali melanjutkan langkahnya mencari Rayna di ujung gang dekat indoapril. Karena sebelumnya Rayna telah menghubungi Ayesha terlebih dahulu mengatakan posisinya saat ini.
Dan untuk motor ia akan menunggu sampai beberapa orang yang memakai seragam SMA keluar lewat gang tersebut.
Satu jam dua jam hingga tiga jam kedua gadis itu menunggu akhirnya sesuai prediksi mereka beberapa siswa telah keluar dengan luka di beberapa bagian tubuh nya. Tak ingin membuang kesempatan Ayesha dan Rayna bergegas untuk mengambil benda kesayangan Rayna.
Hingga sampai lah pada tempat terakhir kali mereka berpisah dan betapa terkejutnya kedua gadis itu melihat keadaan di depannya.
Mereka melihat beberapa siswa terkapar di jalanan sepi tersebut dengan luka yang cukup parah tanpa membuang waktu Rayna menghubungi Ambulance dan Ayesha menghubungi pihak kepolisian. kemudian mereka pulang sebelum Ambulance dan polisi datang karena mereka enggan untuk di mintai keterangan.
Tiba di rumah nya pukul lima sore, Ayesha berjalan dengan langkah gontai. ya karena acara pilih pilih buku gagal malah ia harus berhadapan dengan para preman preman sekolah an.
Ayesha harus berjalan kaki dari halte bus tak jauh dari rumahnya karena sepedanya ia tinggal di sekolah sedangkan Ayesha tidak mungkin meminta Rayna mengantarkannya hingga ke depan rumah bisa panjang urusannya karena Ayesha tidak pernah bilang pada siapa pun tentang identitas nya.
Memasuki rumahnya Ayesha tidak langsung menuju kamarnya melainkan ia mengunjungi kamar Anisha terlebih dahulu untuk sekedar menanyakan keadaan nya. Setelah mengobrol sekedar basa-basi Ayesha masuk ke dalam kamarnya membersihkan diri kemudian berbaring karena hari itu ia merasa sangat lelah.
Di lain tempat, tepatnya di dalam sebuah mobil tampak seorang pemuda tengah tersenyum sambil memandangi benda pipih di tangannya.
Apa yang membuat nya tersenyum?...
.
.
.
__ADS_1
Bersambung