
Ayesha dan Darren kini sudah berada di apartemen milik Darren. Walupun Darren adalah tuan muda kedua dari keluarga tersohor di negri ini bukan berarti dia memiliki apartemen mewah seperti yang lain. Yang di tunjukkan Darren ini adalah apartemen yang bisa di bilang kecil untuk ukuran anak sultan.
Hanya ada satu kamar tidur termasuk kamar mandi di dalamnya, dapur ukuran kecil yang di gabung dengan ruang makan dan juga ruang tamu. Hanya itu, walupun kecil tapi apartemen itu hasil dari kerja kerasnya sendiri. Iya kerja keras hasil malak kakaknya.
Begitu masuk ke apartemen itu Ayesha terkejut bahkan saking terkejutnya mulutnya pun sampai menganga lebar. Bukan, bukan karena apartemen itu kecil atau besarnya mewah atau sederhananya tapi, karena di dalamnya kotor sangat kotor seperti rumah-rumah di film horor.
Hunian itu tampak seperti bertahun-tahun tak di bersihkan saking kotornya. Ya, memang Darren tak pernah membersihkan huniannya atau memperkerjakan seorang ART karena dia kan belum bekerja, selama ini hidupnya hanya menghambur-hamburkan uang milik kakaknya. Jadi, dia tak ada waktu untuk membersihkan tempatnya dan tak punya cukup uang untuk membayar jasa ART jadilah seperti itu keadaannya. Lagipula Darren tak pernah menempati tempat itu dia lebih suka tinggal di rumah mewahnya. Kakaknya pun jarang di rumah sibuk dengan kerjaannya jadi baik di rumah atau di apartemen sama saja.
"Wah, apa ini rumah hantu?" celetuk Ayesha.
"Tolong kondisikan itu bibir, jangan asal mangap" ujar Darren kesal karena apartemennya di samakan dengan rumah hantu. Padahal kan memang seperti itu kenyataanya.
"Tapi gue ngomong jujur ko" ujar Ayesha.
"Dah ngga usah protes, gue bawa lo ke sini buat beresin apartemen ini karena mulai hari ini surat perjanjian itu sudah berlaku, benar?, gue harap lo ngga hilang ingatan tentang itu. Dan tugas pertama lo beresin ini tempat sampai bersih" Perintah Darren tak menyianyiakan kesempatan untuk mengganggu Ayesha.
"Baiklah tuan, perintah anda akan segera saya kerjakan!!" Seru Ayesha walaupun jadi ART dadakan itu lebih baik dari pada dia harus lontang lantung di jalanan.
"Bagus, segera selesaikan sebelum malam, gue mau jalan-jalan dulu, selamat bekerja. Ingat jangan sampai ada barang yang rusak" ujar Darren kemudian segera berlalu meninggalkan Ayesha yang setengah dongkol.
"Barang rusak? apa dia sedang menghalu? hunian kosong mlompong kaya gini apa yang mau gue rusak in? Dasar aneh"
Yah, selain kecil dan kotor tempat itu juga belum memiliki perabotan hanya ada kasur, lemari dan juga kompor. Untungnya Darren sempat membeli alat kebersihan dulu.
Disebuah ruangan yang penuh dengan kertas juga map yang berwarna warni seorang laki-laki tua yang semua rambutnya sudah memutih dan gigi yang berapanya sudah tanggal ia juga menggunakan sebuah tongkat untuk membantunya berjalan. Ia tengah duduk di kursi kebesarannya memperhatikan beberapa gambar yang anak buahnya berikan. Walupun usia si kakek hampir mendekati kepala 8 tapi beliau masih segar dan masih memiliki ingatan yang kuat
Seorang laki-laki berbadan besar datang menghampirinya.
"Maaf mengganggu tuan besar" ujar laki-laki itu.
"hemm" hanya itu yang sang kakek katakan sebagai tanda untuk anak buahnya itu segera mengatakan maksud kedatangannya.
"Lapor tuan besar, keluarga itu sepertinya ingin berkhianat, gadis yang di janjikan tadi pagi keluar dari rumah mereka dengan membawa dua koper besar, saya yakin mereka ingin menjauhkan gadis itu dari keluarganya agar bisa bebas dari kita" ujar si bodyguard.
Kakek itu tersenyum miring, sudah ia duga manusia itu akan ingkar. Mereka kira selama bertahun-tahun sang kakek akan lepas tangan begitu saja tapi keluarga yang di bicarakan itu tak tau sekuat dan seberkuasa apa sang kakek tua itu hingga dengan entengnya mereka hendak membuat drama.
__ADS_1
"Mereka terlalu menganggap aku lemah, tunggu saja saat waktu yang sudah di tentukan itu tiba dan aku tak mendapatkan apa yang ia janjikan maka kehancuran untuknya akan lebih mengerikan dari sepuluh tahun yang lalu". ujar sang kakek.
Di kediaman Herlambang...
ibunda ayah Ardi tengah merayakan keputusan sang anak, dia yakin dengan kepergian Ayesha maka apa yang di takutkan mereka selama ini tidak akan terjadi dan keluarga itu akan hidup dengan damai.
Kembali ke apartemen Darren...
Hari sudah semakin sore dan Ayesha kini sudah menyelesaikan pekerjaannya bahkan dia juga sudah membersihkan dirinya. Tak pernah mendapatkan perhatian dari ayahnya menjadikan Ayesha gadis yang mandiri karena mencoba mendapatkan perhatian dari ayahnya ia tak segan membatu pekerjaan bibi di rumah bahkan sedari ia kecil. Jadi, urusan membersihkan rumah itu hal yang mudah.
Tinggal satu kerjaan lagi yaitu membuang sampah. Ayesha begitu semangat untuk segera menyelesaikan pekerjaannya dia ingin segera istirahat karena tubuhnya saat ini sudah sangat lelah.
Saking semangatnya ia lupa membawa kartu akses nya dia juga lupa membawa ponsel, jadi disinilah ia sekarang di depan pintu menunggu sang pemilik sebenarnya datang ia tak tau berapa pinnya jadi menunggu adalah jalan ninjanya.
10 menit, 20 menit, setengah jam, hingga dua jam Ayesha menunggu di luar bahkan ia juga ketiduran kerena menunggu Darren yang tak kunjung kembali entah kemana pemuda itu pergi.
Tepat pukul tujuh malam Darren kembali untuk mengecek pekerjaan Asisten barunya itu, namun ia sangat terkejut mendapati Ayesha sedang tertidur dengan posisi duduk bersandar. Darren geleng-geleng kepala melihat tingkah Asistennya itu.
"Hei bangun!!" seru Darren sambil menendang-nendang kaki Ayesha.
"huft.. Ni cewek nyusahin aja. woy!!! bangun!!" seru Darren tapi lagi-lagi tak ada pergerakan.
"Hais.. ni cewek tidur apa pingsan sih, susah banget di banguninnya" gerutu Darren yang sudah mulai lelah sedari tadi mencoba membangunkan Ayesha tapi sama sekali tak membuahkan hasil. Jangankan membuka mata bahkan menggeliat pun tidak.
Karena hari sudah semakin malam dengan terpaksa Darren akhirnya menggendong Ayesha kemudian membaringkan gadis itu di kasur yang sudah lama ia tinggalkan. Itu rencananya tapi, begitu Darren hendak merebahkan tubuh Ayesha, gadis itu membuka matanya karena merasa terusik dan...
Bughhh
"Aaaaaa mesum!!!!!" Ayesha berteriak saking terkejutnya berada di jarak sedekat itu dengan Darren reflek Ayesha pun mendorong tubuh pemuda itu.
Karena Darren belum siap akhirnya dorongan Ayesha membuatnya jatuh terduduk di lantai.
"Auuhhh!!! elo!!!" geram Darren kerena untuk kesekian kalinya dia mendapatkan kekerasan dari gadis itu.
"Apa yang mau lo lakuin!!" seru Ayesha tak mempedulikan ekspresi Darren yang tengah kesakitan.
__ADS_1
"Heh!!! lo tuh tidur dah kaya mayat tau gak, gue dah bangunin lo dari tadi lo tidur ngalangin jalan!!" Seru Darren benar-benar kesal padahal baru saja dia berniat baik, tapi malah di tuduh yang tidak-tidak di dorong hingga pan*** nya pun cenat cenut sekarang.
Ayesha tampak terdiam sebentar, ia mencoba mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Dan yah dia ingat, tapi dia enggan meminta maaf atau berterimakasih pada Darren karena menurutnya pemuda itu pun salah terlalu lama kembali, tak mengatakan berapa nomor pinnya, tak memberinya makan padahal Ayesha sama sekali belum makan sedari pagi tadi.
"Heh ngapain lo diem aja, ayo lo harus ikut sekarang" ujar Darren.
"Ikut kemana?" jawab Ayesha malas.
"Ikut gue belanja lah, elo liat sendiri kan apartemen gue kosong kaya gini dah kaya lapangan bola"
"Huh tapi setidaknya elo itu kasih lah gue makan barang cuma lima suap, gila aja gue dari siang kerja ngga di kasih makan sama sekali sekarang lo ajak gue buat belanja? elo dah kaya penjajah tau ngga" gerutu Ayesha.
"Dia belum makan? astaga gue lupa ngasih ini anak amunisi, untung ngga pingsan" gumam Darren dalam hati.
"Ya udah kita makan dulu di luar sebelum berburu perabotan nanti"
"Asik!!!! dapet traktiran!!!" seru Ayesha girang.
"Siapa yang mau traktir, bayar sendiri lah duit lo kan banyak" ujar Darren seketika membuat Ayesha kembali lemas.
.
.
.
Bersambung...
...****************...
Bab ini aku pendekin dulu yah guys, lagi ngga mood ngetik, dari kemarin signal aku gangguan mulu jadi rencananya kemarin pengen doble up tapi karena susah buat masuk jadi yah segini dulu aja di lanjut dini hari nanti.
Jangan lupa tinggalkan jejak jempol kalian...
Terimakasih...
__ADS_1