
Matahari mulai menampakan sinarnya yang terang, kehangatannya membuat siapa saja merasa damai. Di pagi yang amat cerah keluarga om Ray masih begelung dengan selimut yang nyaman. Walupun hari semakin siang namun karena mereka baru tertidur selepas subuh rasanya sangat enggan untuk beranjak.
Di saat semua orang sedang bermalas malasan, Ayesha sudah rapi dengan dress selutut warna biru mudanya yang sudah di sediakan Rezky, mengingat kemarin ia tak membawa apa-apa. Agak risih sebenarnya karena ini bukan gayanya tapi mau bagaimana lagi yang ada hanya itu.
Ayesha sedikit berdandan karena mukanya sedikit terlihat pucat dan lagi lingkar hitam tampak jelas di sekitaran matanya karena ia kurang tidur semalam.
Hari ini Ayesha akan mengambil semua barangnya di apartemen. Ini sangat membahagiakan ia pun sangat semangat akan hal itu sampai dia tak bisa tidur dengan nyenyak walau hanya beberapa jam.
Melihat sekeliling ruangan tak ada tanda-tanda kehidupan menandakan penghuni rumah itu masih terlelap dengan damai. Ayesha hanya melihat bi Mei yang sedang membuat sarapan dengan terus menguap. Bi Mei pasti merasa sangat mengantuk mengingat ia hanya tidur sebentar.
Ayesha menatap sendu ART itu, ia merasa bersalah karena kedatangannya justru menganggu semua orang. Akhirnya Ayesha meminta bi Mei untuk istirahat sebentar sebelum ia keluar. Mengingat seluruh pekerjaan telah di selesaikan nya hanya tinggal membuat sarapan tentu Ayesha sangat tidak keberatan jika harus melakukannya.
Awalnya bi Mei menolak karena merasa tak enak pada Ayesha tapi gadis itu memaksa dan lagi tubuhnya memang butuh istirahat, ia pun beranjak dan meninggalkan Ayesha sendirian di dapur.
Setelah memastikan ART omnya itu pergi, Ayesha mulai berkutat dengan bumbu yang sebelumnya sudah di siapkan bi Mei. Melihat dari bahan dan bumbu yang ada sepertinya bi Mei hendak membuat nasi goreng, Ayesha pun dengan senang hati mulai menumis bumbu dan memasukan bahan-bahan pelengkap lainnya seperti sosis dan bakso tak lupa ia juga memasukan nasi putih.
Setengah jam kemudian nasi goreng sosis dan juga telur mata sapi sudah tertata rapi di meja makan. Gadis itu tersenyum melihat hasil karyanya ia beranjak untuk membangunkan om, tante setra kakaknya.
Pertama ia mengetuk pintu kamar om dan tantenya. Cukup lama ia berdiri di sana menunggu pintu terbuka akhirnya Mama Rezky yang membukanya.
Setelah mengatakan maksudnya kini gadis itu beralih ke pintu kakaknya. Berbeda dengan sebelumnya Ayesha tak mengetuk pintu terlebih dulu pada kamar kakaknya ia justru langsung masuk dan memandangi cukup lama wajah polos tanpa dosa dari Rezky yang tengah terlelap.
"Hem...kayaknya kakak damai banget, isengin sedikit ngga masalah kan ya" ujar Ayesha tersenyum jahil.
Entah kenapa melihat Rezky jiwa isengnya itu seolah meronta-ronta padahal sebelumnya ia berencana untuk tak membalas kakaknya tapi entah kenapa pagi ini rasanya berbeda.
Pelan pelan Ayesha membuka kamar mandi Rezky. Ia ingin melihat kira-kira ada sesuatu yang bisa ia pakai untuk melancarkan aksinya itu atau tida.
Di dalam kamar mandi ada wastafel dan sebuah kaca di atasnya tepatnya di dindingnya. Di sana juga semua peralatan mandi Rezky tersimpan rapi.
Di dalam kamar mandi juga ada Shower, keran kecil di bawahnya, bath tube, ada sebuah tanaman kecil juga di sudut dinding. Tak ada yang aneh.
Di sisi wastafel Ayesha melihat ada sebuah handuk kecil ia yakini handuk itu biasa di pakai Rezky untuk mengelap wajahnya yang basah selepas cuci muka. Ayesha mengambil handuk kecil itu kemudian ia melumuri handuk itu dengan tinta hitam. Tak banyak yang penting bisa untuk membuat wajah Rezky kotor.
Setelah selesai dengan handuk kecil ia beralih pada sebuah ember kecil. Di letakkannya benda itu di atas plafon kemudian mengikat nya dengan tali kemudian sisi satunya ia ikat di pinggiran wastafel.
Jika tali itu tak sengaja di senggol Rezky maka ember itu akan turun tepat di atas kepala Rezky. Jika ternyata Rezky tak menyentuhnya tak apa Ayesha tak masalah ia masih menyiapakan rencana cadangan di meja makan.
Setelah selesai dengan kejutan kecilnya, gadis itu kemudian menuju ke tempat tidur Rezky untuk membangunkan pemuda itu.
Tottttttt
Suara nyaring terompet terdengar begitu kencang di sisi telinga Rezky membuatnya tersentak kaget hingga ia jatuh dari tempat tidur.
Brukkk
Ayesha tak bisa menahan tawa melihat wajah linglung kakaknya. Lucu, itu yang ia ucapakan.
"Ah!!! Ayesha!!" Pekik Rezky melihat Ayesha yang sedang tertawa bahagia melihatnya terjatuh.
__ADS_1
"Bangun udah siang!!. Pantesan jomblo, jam segini masih tidur, jodoh kakak pasti sudah di gondol ayam" ucap Ayesha santai.
Rezky menggeram, ia lupa jika adiknya ada di sini kenapa tadi pagi ia tak mengunci pintunya. Sial, gumamnya dalam hati.
"Dah, ngga usah menghujat gue dalam hati. Cepetan siap siap kita sarapan bareng, om sama tante udah nunggu!!" Selepas mengatakan hal itu Ayesha kemudian berlalu keluar dari dalam kamar terebut tapi tak benar-benar pergi ia berdiri di depan pintu.
Rezky kemudian beranjak ke arah kamar mandi dengan sempoyongan. Bagaimana tidak, ia hanya tidur dua jam pas bangun di kageti begitu tentu itu membuat kepalanya pening.
Tiba di dalam kamar mandi ia menggosok gigi dan mencuci mukanya. Selepas sarapan ia berencana untuk kembali tidur karena itu ia tak lantas mandi.
Ketika tengah mengerikan mukanya dengan handuk ia tak sadar jika wajah putihnya kini sudah berubah warna. Begitu ia melihat ke arah cermin..
"Aaaaaaaa" Teriak Rezky begitu melihat pantulan wajahnya. Karena saking terkejutnya ia tak sengaja menyenggol sebuah tali yang ada di sekitaran tempatnya berdiri dan
Pluk
Ember kosong itu tepat masuk dan menutupi kepala Rezky.
"Ayesha!!!!" Teriak Rezky membahana sampai bisa terdengar ke luar kamar. Ayesha yang mendengarnya tertawa terpingkal-pingkal.
Untung kakaknya membuat dia lepas dari jerat hutang tak masuk akal, jika tidak kejahilannya bukan hanya sampai di situ akan lebih parah lagi. Untuk hari ini ucapan selamat pagi dari Ayesha sepertinya cukup.
Ayesha melangkah menuju meja makan masih dengan tertawa membuat om dan tantenya sudah bisa menebak apa yang terjadi.
Keisengan kedua anaknya itu memang sudah terjadi sejak mereka masih kanak-kanak karena itu om dan tante tak heran melihat Ayesha tertawa bahagia. Gadis itu pasti kembali menjahili anaknya.
Tak lama setelah Ayesha duduk Rezky pun tiba dengan wajahnya cemberut. Orang tua mereka hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah keduanya.
"Akhhh!!! Kak Rez ada kecoa di bawah" pekiknya. Reflek semua orang menunduk untuk melihat dan saat itu lah ia meletakan sesuatu ke dalam nasi yang ada di sendok Rezky. Karena pemuda itu baru akan memasukan suapan nya tapi tak jadi karena kaget dengan teriakan Ayesha.
Tak cukup di situ ia juga menukar gelas minum miliknya dan milik Rezky. Tepat ketika semua orang mengangkat kepala nya dari kolong meja.
"Tidak ada Sha" ujar om Ray lembut.
"Ada ko om tadi kecoa nya naik ke kaki Yesha" ujar Ayesha berdalih.
"Jangan ngada ngada deh!. Lo bikin rusuh tau ngga!?" Ujar Rezky ketus.
"Udah ngga usah berantem kecoa nya udah pergi Sha, sekarang kita lanjut makan aja" potong mama Rezky melihat Ayesha hendak menjawab ucapan Rezky.
Perkataan nyonya Raymond berhasil membuat keduanya bungkam dan melanjutkan sarapan mereka.
Tepat ketika Rezky memasukan suapan yang sempat tertunda, Rezky menyemburkan makanannya membuat nasi yang di makannya berhamburan di meja. Tentu saja Ayesha yang ada di depan Rezky sudah bersiap ia melindungi makanan dan minumannya. Om dan tante kaget melihat anaknya menyemburkan makanannya tiba-tiba.
Tidak hanya itu ketika Rezky hendak minum ia juga menyemburkan minuman tersebut. Muka Rezky sudah memerah menahan pedas yang terasa membakar lidahnya.
"Akh!! Sttt!! Hah!!! Pedas!!! Asin!!..." Pekiknya kemudian berlari ke arah wastafel untuk berkumur berharap bisa menghilangkan sedikit rasa pedasnya.
"Ayesha" tegur mama Rezky melihat Ayesha yang tertawa karena berhasil menjahili Rezky.
__ADS_1
"Maaf tante tapi Ayesha masih kesal perihal tadi malam. Kak Rez menyuntik Ayesha dengan obat bius, di ikat, kemudian di guyur menggunakan air es lebih parahnya kak Rez malah pergi setelah membuat Ayesha basah kuyup untung aja ngga sakit." Tutur Ayesha menjelaskan.
"Lagian Ayesha kan cuma nyelipin satu biji cabe di sendok nya, ngga akan bikin kak Rez diare kok tan, Ayesha jamin " tambahnya.
"Ya udah tapi jangan di ulang ya kasian kan" ujar mama Rez lembut.
"Iya tante"
Bersamaan dengan itu Anisha muncul dari balik dinding menyapa mereka semua terkhususnya adik tercinta.
"Ayesha...gue kangen tau" ujar Anisha.
"Gue juga Na..lo apa kabar?" Jawab Ayesha.
Dan obrolan-obrolan ringan terjadi begitu saja. Anisha melepaskan kerinduan yang sudah lama ia pendam. Pengalaman pertama harus berjauhan dengan kembarannya membuat Anisha sangat sedih belum lagi Ayesha yang sulit sekali di hubungi.
Di saat Ayesha sedang melepas rindu dengan kakaknya sebuah lengan memiting lehernya membuat ia berteriak pelakunya tentu saja adalah Rezky yang telah kembali selepas dari dapur.
Rezky sangat kesal pagi hari ia sudah kena keisengan Ayesha membuat mood nya menurun saja.
"Ah lepaskan!!! Ketek kakak bau, belum mandi, lepas!!!" Pekik Ayesha.
"Tidak akan!!! Hei bocah lo mau gue bejek ya? Lo tau gue ngga suka pedes lo sengaja kasih cabe di piring gue? Lo juga tuker minum gue kan pake air laut, hah!!!" Sentak Rezky semakin mengeratkan pitingannya.
"Bocah ini cuma beda satu tahun sama kakak ngga usah sok tua!!!" Balas Ayesha lagi.
"Ah udahlah Rez lepaskan Ayesha, ngga baik berantem di depan makanan" ujar mama Rezky.
"Lo beruntung hari ini" ujar Rezky melepas kasar tangannya dari leher Ayesha.
Sedangkan gadis itu hanya tersenyum penuh kemenangan. Semua orang yang ada di sana hanya geleng-geleng kepala melihat perseturuan kecil antara Ayesha dan Rezky.
Pagi itu suasana sarapan menjadi sangat seru karena ada Ayesha yang tak mau kalah dengan Rezky. Sedangkan Rezky yang suka sekali mengusili Ayesha.
.
.
.
Bersambung...
...****************...
Jangan lupa kasih dukungan kalian pada cerita acak adul aku ini yah readers..
Satu jempol kalian sangat berarti buat aku..
Terimakasih
__ADS_1
Heppy reading all