
Beberapa hari telah berlalu tak terasa kini sudah tiba waktu yang di tunggu-tunggu oleh Ayesha dan kawan-kawannya. Hari ini kompetisi yang mereka ikuti akan segera di adakan.
Dari sekian banyak peserta tinggal tersisa lima finalis yang di undang di tv swasta seperti yang sudah di jelaskan dulu salah satunya yaitu kelompok Ayesha.
Kelima finalis dan juga para peserta yang lain sebelumnya sudah mengikuti tahapan tahapan yang ketat secara online. Hingga tersisa lima terbaik.
Sudah sedari semalam baik Ayesha, Nita, Exel, Kak Lisa dan juga anggota yang lain tampak gelisah, gugup, dan cemas mengingat ini adalah kompetisi pertama mereka yang di liput secara live.
pukul 4 sore kompetisi di mulai, ada tiga juri yang menilai di saksikan secara langsung oleh pimpinan acara dan juga para donatur. Tidak disangka ternyata pimpinan acara itu adalah kak Rasya, karena Ayesha tidak mengenalnya jadi ketika pandangan mereka bertemu Ayesha biasa saja tapi tidak dengan Rasya. Rasya mengira jika Ayesha adalah Anisha, semakin kagum lah Rasya dan semangat untuk menjodohkan adiknya. Dia tidak bercermin ingin segera menikahkan adiknya tapi dia sendiri masih jomblo padahal dia sudah sangat matang untuk segera berkeluarga.
Panggung yang megah serta tatanan lampu yang tepat terlihat sangat bagus mendukung perform para peserta.
Pembawa acara sudah mulai berkata kata di atas panggung menyapa satu persatu tamu-tamu penting yang hadir mengenalkan juri-juri yang bertugas. Setelah semua selesai di sebutnya MC mulai memanggil satu persatu peserta.
Peserta pertama dari SMA di kota Hujan, musik mulai menggema mereka menari Dance modern yang indah hentakan demi hentakan yang mereka lakukan mengikuti irama yang di bunyikan menghipnotis penonton yang hadir, tak salah memang jika mereka menjadi lima terbaik.
Selanjutnya dari SMA di kota Kembang, Kota Pelajar, dari kota Jam Gadang, yang terakhir perform dari SMA xxx. Ayesha dan kawan-kawan yang berjumlah 8 orang mulai menaiki panggung bersiap menempati posisi masing masing.
Kali ini Ayesha dan yang lainnya menampilkan tarian "Radha Krisna" musik mulai mengalun mereka menari dengan sangat indah semua mata terpesona dengan penampilan mereka. Tak terkecuali pemuda tampan yang sedang menyaksikan acara tersebut di televisi kamarnya. Dia tersenyum bangga memperhatikan tiap gerakan dari Ayesha gadis yang entah sejak kapan selalu hadir di dalam pikirannya.
"Gue ngga nyangka ternyata banyak bakat yang lo miliki, gue semakin kagum sama lo" ujar Darren si pemuda yang sedari tadi tak melepaskan pandangannya dari Ayesha.
Sementara itu di kediaman Herlambang, Anisha tampak heboh dia berteriak pada asisten rumah tangganya dan juga pada Ayahnya ia mengatakan jika ia bangga pada adiknya itu. Di antara kehebohan Anisha, Ardi justru tampak murung dia terus saja menatap Ayesha tatapannya sulit di jelaskan. Kemudian ia beranjak dari tempat duduknya membuat Anisha tampak heran.
Ardi termenung di balkon kamarnya, keinginan ibu nya waktu itu mengganggu pikirannya. Walaupun Ardi dan Ayesha tak pernah akur tapi untuk mengusir Ayesha dari rumahnya, Ardi tidak akan tega.
Berkali-kali ibunya mengingatkan untuk mengusir Ayesha tapi tak pernah didengarkannya tapi kali ini ketika dia melihat Ayesha tampil di depan publik ia menjadi khawatir, takut apa yang di katakan ibunya akan terjadi.
Setelah memikirkan dengan matang perihal keinginan ibunya Ayah Ardi keluar dari kamarnya.
Sementara itu di tempat kompetisi berlangsung, kelompok Ayesha berhasil masuk ke tiga besar dan lolos ke Grand final berhadapan dengan SMA dari kota Hujan dan kota Pelajar.
Raut bahagia dan lega terpancar dari mereka dari sini menang atau kalah sama saja jadi tak terlalu menjadi beban untuk mereka.
Grand final akan di adakan esok hari untuk itu semua finalis akan bermalam di sebuah hotel yang sudah di sediakan oleh pihak penyelenggara.
sedari tadi ponsel milik Ayesha tak berhenti berdering ada panggilan dari Anisha, Rezky, Rayna, Dito dan Darren.
"Darren? ngapain ni anak hubungin gue?, bodo amat lah" gumam Ayesha kemudian ia menghubungi Kakaknya. Ternyata Anisha menghubunginya untuk memberikan ceramah karena kali ini Ayesha tak bicara apa-apa soal apa yang sedang di lakukannya sekarang. Rezky pun tak jauh berbeda dia sangat terkejut dengan aksi adiknya itu. Dia yang mengira Ayesha adalah laki-laki tentu sangat tercengang melihat penampilannya barusan. Rayna dan Dito tak kalah heboh mereka mengucapkan selamat dan mereka juga bangga dengan Ayesha dan yang lainnya, cukup lama mereka mengobrol hingga tak terasa waktu semakin larut ia harus istirahat mengingat besok adalah hari penentuan.
Baru saja ingin memejamkan mata ponselnya kembali berdering tertera nama Darren di sana. Awalnya Ayesha enggan mengangkat panggilan itu tapi Darren tak menyerah ia terus menghubungi sehingga Ayesha merasa sangat terganggu.
__ADS_1
"Apa sih!!! gue mau tidur!!! jangan ganggu!!!" sentak Ayesha begitu panggilan terhubung.
"Heh!!! kalo bicara tuh sopan dikit dong, gue ngga budeg jangan teriak-teriak"
"gue yang budeg lo telponin mulu, apa malem-malem telpon, kalo ngga penting awas aja gue bikin benjol nanti pala lo"
"Astaga gue baru ketemu sama cewe segalak lo, gue jadi ragu lo tuh cowok kali ya?"
"Mau gue gaplok lo ya?"
Sungguh Ayesha merasa kesal, dia sudah sangat lelah hari ini tapi Darren malah menghubunginya dan bicara hal tak penting.
Sebenarnya Darren juga bingung kenapa dia ingin sekali mendengar suara Ayesha, padahal jelas-jelas tak ada hal yang penting yang ingin di bicarakan.
"Woi!!!! malah diem jadi ngomong ngga kalo ngga gue matiin nih"
"Ah, em ngga ada sih, gue cuma mau ngucapin selamat semoga lo menang besok, semangat ya" ujar Darren gugup.
Ayesha tampak heran, dia terdiam beberapa saat mencerna apa yang di ucapkan Darren tadi.
"Lo kesambet setan mana? gue geli dengernya tau?"
"ck. Tau ah. dah sono lo tidur, selamat malam"
Darren mematikan sambungan telpon nya bahkan sebelum Ayesha menjawab.
"Ck. Aneh" Gumam Ayesha kemudian ia merebahkan dirinya di kasur tak lama kemudian ia sudah melanglang buana ke alam mimpi.
Sedangkan Darren, setelah telponnya mati tak henti hentinya dia tersenyum. Dia pun heran kenapa bisa bicara semanis itu pada gadis yang selalu main tangan itu.
Keesokan harinya....
"waduh mana ini aksesoris gue?" gumam Ayesha.
Ayesha dan peserta lainnya sedang bersiap karena beberapa jam lagi acara akan di mulai, ketika sedang memakai kostumnya beberapa aksesoris yang akan ia kenakan justru menghilang, tentu saja ia sangat panik begitu juga anggota yang lain.
"Tadi masih di sini ko, gue liat" ujar Exel
"Iya"
"iya, ko bisa ngga ada?"
__ADS_1
"Duh kalo itu ilang penilaian kita juga bakal berkurang"
"Gimana dong"
Dan keluhan keluhan lainnya mulai terdengar, mereka semua panik karena jika terlihat tidak kompak maka akan berpengaruh pada penilaian juga.
Beberapa saat kemudian semua peserta sudah bersiap, satu per satu finalis di panggil oleh MC. Beruntung SMA xxx mendapat giliran terakhir jadi mereka sempat membuat aksesoris dadakan untuk kelompok mereka.
Perform yang sangat memukau kembali di perlihatkan oleh SMA XXX. Seperti terkena hipnotis semua mata memandang takjub pada mereka. Hingga tiba saatnya ketika pengumuman pemenang sudah bisa di pastikan SMA xxx mendapat peringkat 1 dengan hadiah uang tunai Rp.500.000.000 di ikuti SMA dari kota hujan dan SMA kota pelajar.
Semua bergembira, keluarga, sahabat, guru dan orang-orang terdekat mereka. Tapi di antara kebahagian orang-orang menyambut keberhasilan anak mereka , ayah Ardi justru terlihat murung.
Tujuan Ayesha untuk menjadi pemenang memang telah tercapai tapi tujuan utama nya untuk membuat sang ayah bangga justru gagal total. Bukan rasa bangga yang ayah Ardi tunjukan tapi malah lemparan sebuah koper ketika Ayesha baru saja sampai padahal ia datang dengan senyum yang merekah tapi respon Ayahnya meruntuhkan semua harapannya.
Brakkkk
"Ayah?" tanya Ayesha bingung.
"Anak tidak tau di untung!!!" Bentak Ayahnya begitu melihat Ayesha.
"Loh? Ayah ada apa kenapa Ayah marah, dan lagi apa ini kenapa koper Yesha ada di luar?" Tanya Anisha yang baru saja turun karena mendengar kegaduhan di bawah.
"Anak sialan!!! sudah berapa kali aku bilang diam di rumah jangan keluyuran, tapi kamu tidak mau dengar, aku biarkan selama ini tapi malah kau sengaja mempertontonkan dirimu di publik?!!! kau pikir aku akan bangga? aku justru sangat muak dengan tingkah mu, kau selalu saja memberontak" Ucap Ayah Ardi bersungut-sungut.
"Loh, kali ini salah Yesha apa lagi yah? Yesha cuma bantu sekolah Yesha, kenapa ayah murka?" tanya Ayesha yang tak habis pikir dengan sikap ayahnya. Padahal hanya masalah sepele tapi ayahnya sangat murka.
"Masih tanya kenapa? sekarang kamu keluar dari rumah ini, aku tak sudi lagi menampung anak yang susah di atur." ujar Ayah Ardi.
Deg.
Kekhawatirannya tentang hal ini akhirnya benar terjadi, dia pikir beberapa minggu berlalu setelah malam itu, ayahnya menolak untuk mengikuti saran neneknya tapi ternyata dia salah besar. Dia di usir, kembali tak di harapkan. Air mata serasa sudah mengering tak ada lagi yang tertinggal hatinya sakit tapi air mata seperti menolak untuk keluar karena sikap ayahnya yang memang seperti ini.
Anisha sangat histeris melihat adik kesayangannya pergi meninggalkan rumah yang selama ini mereka tempati. Saksi bisu kehidupan Ayesha yang tak pernah adil, saksi bisu bagaiman kakaknya selalu menyayangi dan menenangkannya. Kini,harus Ayesha tinggalkan karena tuan rumah tak lagi mengizinkan.
"Maafkan Ayesha mah, Yesha gagal mendapatkan cinta dari Ayah lagi, maafkan Ayesha mah, Yesha menyerah, Yesha pergi".
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...