Aku Juga Putrimu, Ayah

Aku Juga Putrimu, Ayah
Perjanjian


__ADS_3

"Oh... di sini Lo rupanya, gue hubungin berkali-kali ternyata lagi asik jalan-jalan" ucap pria itu yang tak lain adalah Darren.


...*****...


Ayesha yang belum menyadari pria yang di tabrak nya ternyata Darren pun mendongak ke atas untuk melihat siapa yang tengah memarahi nya.


Bertepatan dengan itu beberapa orang yang berada di toko itu menghampiri Darren dan Ayesha tak terkecuali Dito dan Rayna yang terkejut mendengar suara gaduh.


Saat pandangan nya melihat sosok di depannya, Ayesha pun terkejut bukan main pasalnya memang dia sengaja menghindari Darren tapi lagi-lagi malah dia di pertemukan kembali.


"elo?" ucap Ayesha.


"Apa? mana janji Lo? gue hubungin berkali-kali ngga di angkat ngga mau tau pokoknya hutang Lo gue naik in setengahnya" ucap Daren kesal.


"wah gue baru tau, ganteng ganteng rentenir ternyata" ucap Ayesha enteng, tentu saja kalimat nya itu memantik kembali amarah Darren karena memang sejak pagi dia belum menemukan pelampiasan.


"Lo bilang apa!?" sentak Darren kesal hingga tanpa sadar tangannya mencengkram kuat pergelangan tangan Ayesha.


Dito yang melihat sahabatnya kesakitan pun ikut kesal kemudian berjalan mendekati mereka berdua yang tengah berdebat tersebut. Dengan berani Dito menepis kasar tangan yang telah lancang menyakiti tangan sahabatnya.


Darren yang tidak terima pun hendak melayangkan tinjunya ke depan wajah Dito namun belum sempat Bogeman nya mengenai sasaran sebuah tangan mungil menahan serangan Darren tersebut. Dengan berani Ayesha menghentikan mereka berdua yang hendak baku hantam tersebut.


Sedangkan beberapa pengunjung toko juga Tak ada yang berani mendekati dua anak manusia yang tengah di bakar amarah.


Ayesha menjelaskan jika dia akan membayar hutang nya mulai dari esok karena hari ini dia sibuk. Dengan perasaan yang dongkol Darren pun menyetujuinya.


"kalian mau kemana?" tanya Darren ketika mereka telah keluar dari toko. Darren kini tengah mengikuti Ayesha. Tak ada yang menjawab pertanyaan dari Darren semua nampak terdiam canggung.


Tapi lain dengan Rayna yang terlihat berbinar ketika Darren malah mengikuti mereka. jelas saja siapa yang bisa menolak pesona seorang Darren Pranadipta? hanya Ayesha seorang.


"kita mau nonton, Lo ikut juga kan?" sahut Rayna terlihat antusias hingga tanpa sadar dia hendak berkhianat.


mendengar kalimat nya itu tentu saja Dito dan Ayesha sama-sama melayangkan tatapan tajamnya pada Rayna. sedangkan yang ditatap tampak acuh seolah tak melihat apa-apa.


"Wah boleh tuh gue gabung, gue juga mau nonton ngga ada temennya, nih gue juga punya." ujar Darren semangat sembari memperlihatkan sebuah tiket nonton yang entak kenapa bisa sama dengan film yang hendak mereka tonton.


Karena tak ada alasan lagi, akhirnya kini mereka berempat menuju bioskop karena filmnya akan segera di putar.


Suasananya kini tampak gelap dan canggung hanya suara dentuman yang terdengar menggema di seluruh ruangan apalagi Daren ternyata memilih duduk di samping Ayesha.


Tentu saja itu membuat Ayesha tidak nyaman. Mau meminta bertukar tempat dengan kedua temannya tapi belum Ayesha mengucapkan sebuah kalimat mereka serentak mengatakan jika Ayesha mengganggu konsentrasi mereka yang tengah hanyut dalam cerita yang di tayang kan. Dengan berat hati kini Ayesha pasrah.

__ADS_1


Tanpa Ayesha duga tangannya di tarik keluar oleh seseorang. Tentu saja itu sangat mengejutkan dia hendak berteriak namun lagi-lagi tangan kekar itu lebih dulu membekap mulutnya. Mau tidak mau Ayesha akhirnya menurut dan ketika mereka telah sampai diluar, kedua mata Ayesha membulat ternyata orang yang menculiknya itu adalah Darren.


Tanpa peringatan Ayesha menghempaskan kasar tangan yang menariknya tak lupa dia juga meninggalkan jejak di perut Darren dengan menendangnya mengunakan lutut.


Bughhh


"Dasar mesum!! berani beraninya Lo pegang gue hah!!?" sentak Ayesha marah.


"Heh!!! Gadis bar-bar!! gue narik Lo karena ada yang mau gue omongin, Lo kira gue tertarik gitu sama body Lo yang kaya triplek ini hah?" seru Darren tidak terima agaknya di katakan mesum sembari menahan sakit akibat serangan mendadak dari Ayesha.


Pltak


"Aw... aduh Lo!!!" Seru Darren kesal sambil mengusap-usap kepalanya yang terkena gaplokkan maut dari Ayesha. Bagaimana tidak kesal sakit di perutnya saja belum hilang sudah ditambah serangan di kepalanya jelas saja Darren sangat kesal.


Ayesha memang suka sekali menghajar teman laki-laki nya di bagian kepala jika ucapan mereka tidak nyaman di dengar atau dihatinya seperti Darren contohnya, begitu juga dengan teman perempuan hanya saja jika pada perempuan Ayesha lebih suka menyentil kening mereka.


"APA!!! mau protes!!?" seru Ayesha tak mau kalah.


"Lo cewek apa cowok sih? mainnya pukul pukulan dah kaya preman pasar tau ngga?" protes Darren.


"Bodo amat!! Lo ngatain gue kaya triplek? body shaming tau" sahut Ayesha ketus.


"Heh!!!.. gue tuh bicara fakta. makannya kalo punya kaca di rumah tuh di pake jangan malah Lo jadiin hiasan dinding" ucap Daren tak kalah ketus. seperti nya dia masih tidak terima dengan tindakan Ayesha barusan.


keheningan tercipta di antara keduanya setelah perdebatan tidak berfaedah barusan.


Darren menatap gadis di sampingnya dengan tajam "ko gue bisa sih berfikir kalo gue tertarik sama ni bocah, perangainya aja udah kaya preman gue pasti udah ngga waras" gumamnya dalam hati.


Sedangkan Ayesha yang di tatap Darren seperti itu merasa risih. Mungkin karena Darren terlalu serius dia tidak menyadari bahwa pandangan nya mengganggu kenyamanan gadis itu.


Karena sudah sangat risih, akhirnya Ayesha memalingkan wajahnya secepat kilat menatap tajam pemuda di sampingnya. tapi ketika matanya dan mata dengan iris hitam itu bertemu.


Deg


deg


Deg


Entah kenapa jantung keduanya berdetak begitu cepat juga pipinya yang bersemu merah. Buru-buru keduanya membuang pandangannya sembarang. Menenangkan degup jantung yang tiba-tiba berdetak lebih cepat.


Canggung kembali mereka rasakan, Ayesha yang hendak memarahi Darren pun justru kata-kata yang ada di kepalanya bubar berantakan entah kemana. Darren pun yang menyadari keadaan semakin canggung bingung harus melakukan apa.

__ADS_1


Cukup lama keduanya hanyut dalam fikiran nya masing-masing hingga tiba-tiba suara Darren mengejutkan Ayesha.


"Ekhem... Ay?" seru Darren tiba-tiba.


"hah? Apa? Lo panggil gue apa?" ucap Ayesha bingung, bahkan dia sampai mengusap kasar telinganya memastikan jika dia tidak salah dengar. Pasalnya baru laki-laki ini yang memangilnya dengan sebutan "Ay" sungguh ini sangat menggelitik bagian dalam telinga nya.


"Ay? nama Lo Ayesha kan? apa ada yang salah?" ujar Darren yang juga bingung dengan apa maksud dari pertanyaan Ayesha.


"Ah sudahlah bukan apa-apa, lupakan saja!" ketus Ayesha.


"elo..punya saudara?" tanya Darren yang masih penasaran dengan Ayesha dan Anisha yang ia kenal semalam, karena muka mereka yang benar-benar sama jika mereka kembar' artinya Ayesha bukan lah gadis biasa. begitu kira-kira yang di pikirkan Darren saat ini.


"Gue..gue punya kakak cuma beda 10 menit, kita kembar identik tapi..." belum selesai Ayesha melanjutkan kata-katanya, dia tersadar jika dia terlalu terbuka dengan orang yang baru di kenal. itu salah bagaimana jika dia adalah anak dari saingan bisnis ayahnya bisa bisa di gantung dia.


Bertepatan dengan itu, supir pribadi Darren menghampiri nya dan memberikan sebuah map berwarna biru kepada nya. kemudian Darren yang menerimanya langsung menyodorkan map tersebut kepada Ayesha. tentu saja Ayesha bingung untuk apa map tersebut.


"Ck., tanda tangani surat itu sebagi jaminan kalau Lo ngga akan lari dari tanggung jawab, itu surat perjanjian." ujar Darren yang melihat raut bingung dari gadis bar bar di depannya.


Ayesha yang mendengar penjelasan dari Darren langsung saja membuka dan membaca isi map tersebut.


Tidak lama kemudian Ayesha membelalakkan matanya. bagaimana tidak, isi dari perjanjian itu adalah Ayesha harus mengikuti apapun perintah dari Darren selama dua bulan dengan kata lain menjadi asisten pribadi Darren selama dua bulan.


Peraturan itu berlaku selama Ayesha belum sanggup membayar lunas kerugian yang dialami oleh Darren. Tiap bulan di hargai lima ratus ribu jika Ayesha absen sehari saja makan hutang akan bertambah sebanyak lima ratus ribu. Tak lupa Darren juga melampirkan nota dari bengkel sebagai bukti jika dia memang tidak berbohong.


Ayesha tentu saja langsung menolak karena satu bulan ini dia akan sibuk. Tapi, Darren tidak peduli tanda tangan atau tidak sama sekali tentu saja Ayesha tidak punya pilihan karena, jika dia tidak menandatangani surat tersebut pasti masalahnya ini akan sampai ke telinga ayahnya bisa gawat jika itu terjadi.


Akhirnya Ayesha menandatangani surat tersebut dengan wajah di tekuk tapi sebelum itu dia menyelipkan sebuah kalimat jika "surat ini mulai berlaku bulan depan" kira kira seperti itu. untung saja Darren tidak menyadari nya karena pemuda itu tengah membalas pesan dari Baron. jika Darren mengetahui nya pasti dia tidak akan terima. Memang dasar Gadi licik!!


dengan senyum jahatnya dia pun menutup map tersebut kemudian setelah menetralkan lagi mimik mukanya ia kembali kan surat tersebut kepada Darren tak lupa dia juga telah memotretnya untuk berjaga-jaga.


.


.


.


Bersambung...


...*****...


Halo teman-teman pembaca semua Mohon dukungannya semua jangan lupa like dan favorit in ya...

__ADS_1


Heppy reading


Terimakasih..


__ADS_2