Aku Juga Putrimu, Ayah

Aku Juga Putrimu, Ayah
Tapi aku suka


__ADS_3

Tiada perasaan yang amat membahagiakan selain merasa di cintai apalagi dengan kasih yang begitu tulus. Seperti juga perasaan Ayesha kini, tak bisa di pungkiri dia pun amat merasa bahagia hanya saja dia masih bingung dengan perasaanya sendiri. Di satu sisi dia bahagia dan nyaman berada di samping Darren tapi di sisi lain dia tak ingin tembok yang selama ini dia bangun sedemikian kokoh itu runtuh dengan sangat mudah.


Sebelumnya dia sudah berjanji tidak akan mengenal cinta sebelum dia mendapatkan cinta pertamanya tapi, pemuda itu tiba-tiba datang menjanjikan bahagia di lautan ketulusannya perempuan mana yang tidak akan tergoda? Ayesha pun gadis normal yang haus akan kasih sayang. Sikap bar-bar nya itu semata-mata hanya untuk menutupi seberapa rapuh hatinya.


Akhirnya setelah perjalanan yang lumayan panjang mereka tiba di sekolah. Sebelum Ayesha membuka pintu mobil itu Darren lebih dulu membukanya membuat Ayesha mendapatkan tatapan tajam seperti hendak memangsanya dari para fans fanatik Darren. Ya, mau bagaiman lagi semeresahkan itu memang pemuda yang satu ini.


Ternyata tidak hanya di bukakan pintu Darren juga mengantar Ayesha hingga gadis itu sampai di tempat duduknya membuatnya merasa risih tapi Darren tak peduli. Terang saja kini satu sekolah memandangnya penuh permusuhan. menyebalkan memang berada di dekat most wanted yang fans nya bahkan melebihi emak-emak yang tengah mengantri minyak goreng. Tidak melakukan apa apa pun Ayesha di musuhi apalagi sekarang Darren yang terang-terangan menunjukan perhatian kecilnya. Semakin berat sepertinya hari yang akan di lalui gadis itu.


Seperti para siswi yang lain, Rayna dan Dito yang melihat hal itu pun bertanya-tanya karena tidak ada angin apalagi petir tiba-tiba si beruang kutub itu berlaku manis sekali pada Ayesha.


Jika Ayesha di juluki bongkahan es makan Darren di juluki Beruang kutub karena selain dingin dia juga terkenal garang jika dia tak suka maka omongan-omongan kasar akan keluar tak jarang bahkan bogeman pun di layangkan karena itu dia di juluki seperti itu.


"Gue rasa ini bukan kelas 12 deh" Celetuk Dito yang memang menyindir Darren karena pemuda itu tak mau pergi dari kelasnya.


"Gue tau, gue mau pastiin dia aman sebelum bel nanti bunyi" sahut Darren santai tanpa mengalihkan pandangannya dari Ayesha.


"Mending lo balik aja sono ke habitat lo, gue risih tau ngga" celetuk Ayesha yang mulai jengah dengan kelakuan pemuda di depannya itu. Tapi entah kenapa Darren tidak mau mendengarkannya ia justru semakin mengembangkan senyumnya kala mendengar Ayesha angkat suara karena sedari berangkat sekolah tadi gadis itu sama sekali tidak mengajaknya berbicara.


"Ih kenapa sih Sha biarin aja sekali-kali kak Darren di sini dulu. Kalo perlu masuk kelas ini juga ngga apa-apa gue ikhlas dan gue rasa cewek-cewek di sini pun ngga akan keberatan" tutur Rayna dan memang benar dari tadi siswi di kelas itu memandang ke arah mereka dengan tatapan berbinar dan senyum yang tak pernah surut dari bibir mereka. Menyadari hal itu Dito dan Ayesha kompak mendecakkan lidah begitu juga siswa di sana karena tiba-tiba ruangan itu terasa memanas hingga membuat mereka merasakan sesak di dadanya.


"Tuh lo denger kan mereka aja ngga protes, kok lo sewot" ucapnya pada Ayesha.


Bukannya tidak suka tapi dia merasa sangat risih saja di perhatikan oleh banyak pasang mata seperti ini membuatnya tak nyaman.


"Ck. Pergi ngga lo!!" Pekik Ayesha. Darren jika tidak di sentak seperti itu tidak akan bergeming jadi dengan sangat senang hati terpaksa Ayesha lakukan. Hehehe.


"Ngga mau, Ay gue mau nemenin lo di sini" ucap Darren memelas.


"Wah, udah sejauh mana nih hubungan kalian kenapa udah pake panggilan sayang segala" celetuk Dito.


"Sayang pala lo!! Ngga usah berisik!!" Bentak Ayesha pada Dito membuat pemuda itu terkesiap dan memundurkan badannya takut kepalanya jadi sasaran amukan Ayesha.


"Dan lo pergi dari sini atau jangan temui gue lagi!" Kini pandangannya teralihkan pada Darren yang ngeyelnya warbiasah membuat kepalanya mendidih dengan terpaksa Ayesha mengeluarkan jurus terakhirnya mengancam pemuda itu.

__ADS_1


"Oh oke gue pergi sekarang. Tapi nanti istirahat gue jemput lagi ya, dadah bongkahan es yang nggak cair-cair" ucap Darren kemudian segera beranjak meninggalkan kelas itu membuat Ayesha menghela nafas jengah.


Tak lama Darren meninggalkan kelas Ayesha bel masuk tanda kegiatan belajar mengajar akan di mulai.


"Baiklah sampai sini ada yang belum faham" ujar Pak Hadi guru MAPEL TIK. Pagi ini pelajaran pertama di kelas Ayesha adalah TIK di depan sana Pak Hadi tengah menjelaskan panjang lebar dari dampak Informatika di bidang Sosial.


Semua murid tampak hening entah karena faham atau justru sebaliknya tapi hanya satu murid yang menurut Pak Hadi tidak memperhatikan pelajarannya sejak tadi.


"Ayesha" sapa Pak Hadi tapi yang di panggilnya tidak merespon sama sekali bahkan menggerakkan bola matanya pun tidak.


"Ayesha!!" Panggilnya lagi kali ini Pak Hadi mulai meninggikan suaranya tapi masih saja sama tidak ada respon sama sekali. Teman-teman yang lain mulai memperhatikannya begitu juga Rayna yang sudah ketar ketir takut Ayesha akan di hukum karena Pak Hadi salah satu guru Killer di sekolah itu setelah guru BK tentunya.


"Ayesha Saqeena Herlambang!!!" Pekik Pak Hadi lantang membuat Ayesha tersentak kaget pun sentuhan Rayna di lengannya.


"Sa... Saya pak" ujar Ayesha gugup bagaimana tidak gugup dia sudah di pandangi sengit oleh Pak Hadi membuat nyalinya menciut.


"Iya kamu, Ayesha Saqeena Herlambang!! Coba jelaskan apa yang barusan Bapak jelaskan!!" Pinta Pak Hadi setengah menahan geram.


"Apanya yang anu? Berdiri di depan sekarang menghadap tembok angkat satu kaki dan pegang kedua kupingmu sekarang!!!" Sentak Pak Hadi tak terbantahkan.


Dengan sangat terpaksa Ayesha berjalan menjalani hukumannya.


"Si*l belum apa-apa aja udah bikin gue susah"


"Kenapa juga gue mikirin dia, apes kan"


"Yesha bod*h"


Ayesha hanya bisa merutuki dirinya sendiri karena sudah membiarkan otak nya yang memang pas pasan itu terkontaminasi bayang-bayang Darren dan membuatnya berakhir mendapatkan hukuman pak Hadi. Memalukan!


Teman-temannya yang lain hanya bisa menahan tawanya melihat Ayesha seperti itu tidak berani memecahkan tawa mereka takut ikut di hukum berjamaah.


"Yang lain kerjakan soal halaman 34 kumpulkan sekarang juga!" pekik pak Hadi lantang masih kesal agaknya karena anak muridnya mengabaikan apa yang tengah ia jelaskan seolah dia tak menghargai keberadaanya.

__ADS_1


Setelah bersusah payah mengisi soal-soal tersebut pun Ayesha yang kakinya sudah kebas akhirnya waktu istirahat tiba. Ayesha kembali duduk di kursinya. Lututnya terasa sangat kaku karena berdiri terlalu lama di depan.


Saking lelahnya dia mengabaikan ajakan dua sahabatnya untuk ke kantin dia hanya menitip sebotol minuman dingin. Namun baru beberapa menit Dito dan Rayna meninggalkannya ia tersentak mengingat ucapan Darren tadi pagi ia takut pemuda itu benar-benar akan menyusulnya.


Ayesha segera beranjak meninggalkan kelas tidak mau bertemu orang itu. Sudah cukup karena pemuda itu dia mendapatkan hukuman untung hanya teman sekelas yang melihatnya coba saja jika dia di hukum di tengah lapangan tidak bisa di bayangkan malu nya mau sampai mana nanti.


Belum sempat Ayesha keluar dari kelas orang yang ingin di hindarinya justru sudah menyenderkan punggungnya di samping pintu menunggu gadisnya keluar.


Ayesha menghela nafas lelah niat hati ingin menghindari justru orangnya sudah mangkal di depan kelasnya.


"Hai nih..gue denger lo nitip minum sama temen lo" ujar Darren menyodorkan minum yang sudah di beli Rayna. Kebetulan Darren bertemu Rayna di ujung koridor ketika dia keluar dari toilet.


"Kenapa malah elo sih, dan lagi lo ngapain di sini gue males ketemu lo" ucap Ayesha ketus tapi dia tetap mengambil botol minum yang di sodorkan Darren karena tenggorokannya memang terasa kering.


"Jangan jutek-jutek kenapa gue jadi tambah gemes" ucap Darren sambil tersenyum jahil.


"Iyuh geli gue"


"Tapi lo suka kan?"


"Pede banget, dah sono pergi lo jangan ganggu gue"


"Ngga mau"


"Ya udah kalo gitu gue yang pergi" Ucap Ayesha lalu pergi begitu saja meninggalkan Darren yang masih mematung. Niat hati ingin pergi bersama ke kantin malah di tinggal.


"Lah ko malah kabur?. Dasar cewek ngga peka" Gerutu Darren cemberut tapi sedetik kemudian ia kembali tersenyum.


"Tapi aku suka. hehehe"


...****************...


Jangan lupa like and coment karya receh aku yah Readers

__ADS_1


__ADS_2