
"Ada ap-" Ayesha tidak bisa melanjutkan kata-katanya mulutnya menganga tak percaya, air matanya mengalir deras, dan lututnya terasa lemas seperti kehilangan tenaga hingga ia ambruk di atas tanah saat melihat sosok yang ia cari sedang berdiri dalam keadaan di ikat pada sebuah tiang yang tinggi. Tiap bagian tubuh itu memar dan membiru, darah mengalir dari setiap bagian tubuhnya.
"Nenek!!!!!" Pekik Ayesha. Yah, sang nenek di temukan sudah tidak bernyawa dalam keadaan yang mengenaskan.
Ayesha berlari menghampiri jasad sang nenek. Sungguh ini adalah hal paling menyakitkan yang ia rasakan menyaksikan bagaimana kekejaman orang-orang itu menyiksa tubuh renta dari neneknya. Ayesha meraung menangis tersedu-sedu.
Tanpa mereka sadari beberapa orang musuh lolos dari sergapan kepolisian dan mendekati mereka dengan membawa senjata api juga pisau. Melihat Rezky, Darren, dan Ayesha yang lengah beberapa orang musuh yang berjumlah lima itu tidak menyianyiakan kesempatan ini, mereka hendak menusukan pisau dari belakang ke arah Rezky yang paling dekat dengan mereka.
"Kak awas!!!!!" Beruntung Ayesha sempat menengok ke arah dua laki-laki itu dan berteriak. Rezky reflek menggeser posisi tubuhnya hingga pisau yang tadinya mengarah tepat ke arah jantung nya meleset dan malah menggores lengannya.
Darren geram dan menghajar 3 orang di belakangnya. Rezky menghadapi 2 orang sisanya. Sedangkan Ayesha mereka arahkan untuk mencari Ayah Ardi setelah melepaskan ikatan pada neneknya.
Sedangkan di luar para musuh telah berhasil di taklukan karena selain kalah jumlah mereka juga belum bersiap hingga tidak ada peluang untuk mereka bisa memenangkan pertempuran kali ini.
Di lain tempat para anggota dari SWAT pun telah berhasil meringkus Tuan Jay di jalanan beserta pengawal yang selalu setia berada di dekatnya.
Tuan Jay dalam perjalanan menuju markas setelah mendapatkan kabar penyerangan dari anak buahnya. Sayangnya ia lengah karena merasa di atas awan setelah bisa menaklukan ayah Ardi hingga tak menyadari dia telah masuk ke dalam perangkap yang sudah di siapkan para anggota kepolisan khusus itu maka dengan mudah Tuan Jay dapat di ringkus. Akhirnya penjahat yang sudah lama menjadi buronan itu bisa juga di tangkap.
kembali ke markas yang kini sudah rusak parah akibat dari penyerangan yang di lakukan Rasya dan yang lainnya. Mayat para penjahat bergelimpangan di tempat mereka saling serang. Begitu juga yang terjadi di dalam rumah semua penjahat berhasil di ringkus.
Di dalam penjara bawah tanah Ayesha berlari mencari keberadaan sang ayah beruntung tidak terlalu sulit untuk menemukan sang ayah karena ruangan tempat nya di sekap tidak berada jauh dari tempat neneknya berada.
Ayah Ardi berada di sebuah ruangan yang gelap dengan sedikit cahaya di atas kepalanya. Tempat itu sama persis dengan mimpinya kala itu hanya saja kali ini dia melihat dengan jelas dan juga ini nyata.
Lagi, air mata Ayesha mengalir begitu derasnya. Dua kali ia menyaksikan sendiri keadaan mengenaskan pada dua orang yang paling ia sayang apa lagi mereka mengalami hal buruk karena dirinya, dan itu sungguh sangat melukai perasaannya.
Ayesha segera menghampiri ayahnya yang terikat rantai di kedua tangannya. Beruntung kali ini ayahnya masih bernafas walau keadaanya sangat memperihatinkan. Hampir di semua bagian wajahnya terdapat luka lebam yang sudah membiru. Hidung, pelipis, bibir serta kepala Ayah Ardi mengeluarkan darah yang hampir mengering. Bagian lengan dan kakinya terdapat luka sayatan bukan lagi memar memanjang bekas cambukan seperti yang ada di mimpinya. Tubuhnya pun tidak jauh berbeda luka robek yang cukup dalam terdapat di bagian perut dan juga punggung hingga mengalirlah darah segar dari luka-luka itu. Kesadaran Ayah Ardi hampir menghilang akibat luka yang sudah tidak terhitung lagi jumlah nya.
Di sisa kesadarannya ayah Ardi yang menyadari kehadiran Ayesha ia tersentak kaget.
"Yesha...ka..kamu..di...di..sini?" Ucap ayah Ardi terbata dengan sisa tenaga yang ada.
"Ayah...ini Ayesha. Akhirnya Yesha menemukan mu, Ayah. Jangan banyak bergerak dulu biarkan Ayesha buka rantai ini" Tutur Ayesha dengan air mata yang terus mengalir. Tangan nya bergerak lincah mencoba membuka rantai dengan benda apa saja yang ia temukan.
__ADS_1
"Ye..Yesha.." ucap ayah Ardi lagi.
"Sttt tidak apa-apa ayah, tenanglah semua nya akan segera berakhir. Ayah jangan banyak bicara dulu" potong Ayesha. Tak ingin membuat ayahnya mengeluarkan banyak tenaga.
Tangan Ayesha tidak tinggal diam ia terus berusaha membuka kuncian rantai itu. Tapi ini bukan lah hal yang mudah berkali-kali Ayesha gagal namun ia tidak akan menyerah kemudian ia menggunakan belati untuk menekan kuncian pada rantai itu.
Akhirnya setelah bersusah payah benda itu bisa meregang. Ayah Ardi jatuh tersungkur di atas tanah karena tidak lagi memiliki banyak tenaga.
Di luar pertarungan sengit terjadi antara dua pemuda dengan kelima orang pria. Walaupun mereka masih muda tapi cukup untuk membuat kelima penjahat itu kewalahan.
Rezky menangkis setiap serangan yang di lancarkan oleh penjahat. Satu tangannya menahan serangan dari salah satu penjahat sedangkan kakinya ia gunakan untuk menyerang satu lagi penjahat. Pisau dan juga senjata api milik Rezky maupun milik si penjahat sudah jatuh berserakan karena saling menjatuhkan.
Saat si penjahat lengah Rezky menendang bagian ulu hati salah satu dari mereka membuatnya jatuh tersungkur belum cukup sampai di situ ia kemudian melompat dan menendang kepala orang tersebut membuatnya tak bisa lagi bergerak.
Melihat rekannya yang sudah tak berdaya, membuat penjahat lainnya meradang ia menyerang Rezky dengan brutal. Rezky yang mendapat serangan sekuat itu tentu saja kewalahan beberapa kali ia lengah dan mendapatkan luka.
Tak jauh berbeda dengan Rezky, Darren pun kini tengah menghadapi dua penjahat. Terlihat satu penjahat sudah berhasil dilumpuhkannya dengan luka tusukan tepat di bagian jantungnya. Tapi karena hal ini penjahat yang lain semakin meradang tanpa ampun menyerang Darren secara bersamaan. Darren tentu saja kewalahan dan merasa terdesak.
"Ayah!!!!" Suara Ayesha yang lantang terdengar hingga ke tempat mereka bertarung. Membuat kelima orang yang tengah bertarung itu terkesiap.
"A..Ayah tidak apa-apa nak" ucap ayah Ardi.
"Ayah, ayah harus kuat yah demi Anisha. Dia sedang menunggu ayah dengan cemas jika dia melihat ayah dalam keadaan seperti ini dia pasti akan sangat sedih." Tutur Ayesha. Sesungguhnya dia ingin mengatakan jika dirinya pun hancur melihat sang ayah tak berdaya seperti itu namun, ia takut jika hal itu malah membuat sang ayah makin tertekan.
"Ayah...minta..maaf..nak" ujar sang ayah parau.
"Tidak ayah..Yesha sayang ayah..tidak ada yang perlu di maafkan. Jadi Ayesha mohon ayah harus kuat ayah harus membahagiakan Anisha setelah ini. Ayah harus membuat banyak kenangan indah bersamanya. Ayah harus menebus semua waktu yang hilang ini..Huhuhu" Tutur Ayesha.
"Nak.." Ayah Ardi berusaha menjangkau wajah Ayesha ia ingin menyentuh wajah gadis kecilnya yang sudah tumbuh menjadi gadis remaja pemberani seperti yang mereka inginkan. Ia ingin merasakan lembutnya pipi gadisnya walupun mungkin ini untuk yang terakhir.
Ayesha yang melihat itu kemudian menggenggam tangan sang ayah meletakkannya di pipi sembari masih sesenggukan.
Saat anak dan ayah itu tengah menangis bersama seorang penjahat yang tadi menyadari teriakan Ayesha yang sudah bertemu sang ayah langsung berlari ke arah mereka meninggalkan Darren yang mulai terdesak. Melihat itu Darren berusaha sekuat tenaga untuk dapat lolos dari penjahat satu lagi. Ia menendang perut orang tersebut membuatnya mundur beberapa langkah kesempatan ini Darren gunakan untuk menjangkau senjata api yang berada tak jauh darinya.
__ADS_1
Ketika sudah mendapatkan benda itu ternyata sang penjahat juga sudah bisa menyeimbangkan kembali badannya. Penjahat itu berlari dan menendang bagian belakang dari Darren membuat pemuda itu yang belum sempat berbalik kemudian jatuh tersungkur namun secepat kilat ia membalikan badan dan menarik pelatuk benda tersebut.
Dor!!
Satu tembakan bersarang tepat di bagian perut orang tersebut namun tak membuatnya ambruk dengan terpaksa Darren kembali menembaknya sebanyak dua kali hingga sang penjahat benar-benar meregang nyawanya.
Darren juga melakukan hal yang sama pada penjahat yang sedang di hadapi oleh Rezky membuat orang tersebut bernasib sama dengan tiga rekannya yang sudah tak bisa bergerak. Kedua pemuda itu kemudian berlari mencari keberadaan Ayesha.
Di tempat Ayesha ketika sang ayah menjangkau wajah gadis kecilnya tiba-tiba tubuh yang sudah lemah itu seolah mendapatkan tenaga yang baru berusaha untuk bisa duduk ia ingin memeluk putrinya untuk pertama kalinya setelah sepuluh tahun yang lalu. Namun belum sempat sang ayah memeluk putrinya tiba-tiba...
Dor!!
Dor!!
Dor!!
.
.
.
Bersambung...
...****************...
Hai readers jangan lupa like n komennya ya..
dan tunggu selalu kelanjutan ceritanya...
1 eps menuju akhir...
Tungguin ya...
__ADS_1
Heppy Reading...