Aku Juga Putrimu, Ayah

Aku Juga Putrimu, Ayah
Begal


__ADS_3

"HM..."


"ayolah Sha gue ikut ya" lagi Anisha memaksa karena tak sabar Yesha hanya bergumam.


"hmm..hmm..."


"ngga Lo di rumah aja jaga rumah, jaga mata, jaga hati, dan jaga jarak ya sayang. hehehe"


"jaga jarak di kira 3M apa ya? gue maksa Pokonya ikut, tidak menerima penolakan"


"ngga gue ngga mau ambil resiko yah Qeena udah cukup cuma uang jajan gue doang yang di potong gue ngga mau kalo kuping gue juga ikutan di potong gara gara ngajak Lo ikut, Lo tau kan ayah ngga mungkin ngizinin." panjang lebar Yesha menolak keras keinginan kembarannya itu.


sebenarnya bukan Yesha ngga mau ngajak Anisha tapi mengingat larangan keras dari Ayahnya Yesha lebih memilih untuk menolak dari pada jadi ribet urusannya.


"Tapi gue udah izin ko, nih kalo Lo ngga percaya" Anisha belum menyerah ia pun menyodorkan handphonenya yang berupa percakapannya tadi dengan Ayah mereka pada Yesha. disana jelas bahwa Anisa telah mendapatkan izin dari Ardi. Yesha hanya bisa mendengus kesal tak ada alasan lagi untuk menolak keinginan kakaknya.


"Ya udah tapi di sana Lo jangan gangguin gue. awas kalo Lo ganggu konsentrasi gue, gue tinggalin Lo di Sono"


"siap bos"


Akhirnya mau tidak mau Yesha pun mengajak Anisha ikut latihan dengannya, meskipun dengan berat hati. mereka pergi menggunakan mobil Anisha hadiah ulang tahunnya dari Ardi. Baik Anisha atau Ayesha meski belum mempunyai SIM tapi mereka sudah pandai mengendarai kendaraan roda empat itu.


Yesha duduk di belakang kemudi dan Anisha duduk di samping nya. di dalam mobil mereka bercanda dan tertawa hingga tanpa mereka sadari dua sepeda motor dengan membawa senjata tajam mengikuti mereka.


"emh.. Sha kayanya itu motor di belakang ngikutin kita deh" seru Anisha yang mulai curiga.


"Lo bener Na, gue rasa mereka begal deh liat mereka bawa senjata tajam"


"seriusan Lo? wah Sha gimana dong gue takut Sha, gue ngga mau mati konyol gue belum kawin"


"sttt bisa diem dulu ngga Na gue lagi mikir ini"


"Lo turun aja Sha Lo kan jago berantem"


"gila Lo ya gue ngga mungkin lawan mereka. mereka pake senjata tajam Lo ngga liat? lagian ada ada aja begal ngga tau waktu sore sore gini nekat mau beraksi heran gue"


"bukan gue ngga bisa ngadepin kecoak kecoak itu tapi berantem sambil nglindungin elo tuh berat na, Lo kegores dikit aja pasti gue bakal di gantung ayah" bisik nya dalam hati.


iya, sejak dari dulu Yesha memang di larang keras untuk keluar bersama Anisha, Ardi beranggapan setiap mereka keluar bersama pasti akan terjadi hal yang buruk seperti sekarang. oleh sebab itu sejak sekolah dasar Yesha dan Anisha sudah sekolah di tempat yang terpisah.


"terus gimana ini Sha mereka makin deket?" Anisha sangat panik. Karena ini adalah pertama kalinya dia berhadapan langsung dengan para begal, biasanya dia hanya melihat dari berita atau film film yang sering dia lihat.

__ADS_1


"Lo pegangan yang erat Na gue mau ngebut"


benar saja setalah berkata demikian dia langsung tancap gas berusaha menghindari pengejaran begal itu tapi sayang sejauh apa pun mereka mencoba lari sepertinya nasib baik belum berpihak pada mereka. niat hati ingin segera sampai jalan raya malah mereka memasuki kawasan yang sepi serta Rawan kejahatan itu dan salah satu motor itu berhasil memotong laju kendaraannya.


Ciiiitttt "oh ****...." geram Yesha


tak lama seorang dari mereka mengetuk kaca jendela Yesha sambil mengarahkan senjata tajamnya ke arah Ayesha memberi isyarat supaya pengemudi mobil itu turun.


tok..tok..tok.. "woy turun, cepetan turun kalo Lo masih sayang nyawa"


Yesha pun mau tidak mau harus keluar, meninggalkan Anisha yang terlibat sangat ketakutan.


"Lo tunggu disini Na, gue keluar" ucap Yesha.


Anisha pun mengangguk karena dia begitu takut "Lo hati-hati"


"Hm.." sahut Ayesha datar.


"serahin barang barang kalian" todong orang yang paling dekat dengan Yesha setelah Yesha turun, masih setia menodongkan senjatanya.


"kalian rampok?" tanya Yesha polos dan masih tetap Santai.


"bang kalo kalian mau duit tuh kerja jangan kaya gini ngga malu sama umur? udah bau tanah mendingan banyakin ibadah bukan maksiat" masih dengan Santai nya Yesha malah terkesan menggurui mereka, sontak itu memantik amarah mereka.


"banyak bacot Lo, hiyaaaaahhh" pemimpin mereka tampak sudah tidak sabar dan maju menyerang Yesha perkelahian pun tak bisa di hindari.


bug..bug..bug..dakk..srekk..srekk


tendangan dan tinjuan Yesha tepat mengenai muka, perut, dan dada mereka bahkan satu diantaranya sudah tersungkur di tanah karena tulang iga nya patah. Merasa terdesak, pemimpin mereka mengeluarkan pisau lipatnya dan mengarahkan pada Yesha kemudian


srekkkk. "Aaaaaaaaa"


sayangnya walau sempat menghindar tapi lengan atasnya berhasil di lukai oleh penjahat itu.


"ahh ****, b***ngan berani kau melukaiku dari belakang?" terlihat kilatan amarah dari mata Yesha. tiba tiba saat Yesha hendak menyerang balik terdengar suara tembakan dari belakang mobilnya.


doorrrr... "Angkat tangan, letakan senjata kalian!!" seru seseorang itu yang ternyata adalah polisi.


dengan gerakan cepat beberapa polisi itu berhasil meringkus para penjahat yang memang sudah meresahkan warga sekitar.


"Anda baik baik saja nona?" tanya seorang polisi.

__ADS_1


"ya, terimakasih" hanya itu yang bisa Yesha ucapkan dirinya masih bingung dari mana para polisi itu datang.


"lengan Anda terluka, sebaiknya cepat pergi ke rumah sakit agar segera di obati, kami permisi nona"


"iya"


"sha Lo ngga papa, ya ampun darah. Banyak banget darahnya Sha, ayo ke rumah sakit sekarang" seru Anisha khawatir yang sudah berada di sampingnya.


"gue ngga papa Na, luka gini doang mah kecil buat gue, tapi ngomong ngomong itu polisi kenapa bisa sampe sini? gue masih bingung, ini kan daerah jarang mereka lewatin, lo yang telponin mereka?" tanya Yesha Karena sudah sangat penasaran.


"iya gue yang telfon habis gue ngga tau caranya buat bantuin Lo kan Lo tau sendiri gue ngga bisa berantem jadi gue cuma bisa minta bantuan, beruntung beberapa polisi memang sedang patroli di sekitar sini jadi mereka lebih cepat sampe" terang Anisa panjang lebar.


"oh"


"ya udah ayo kita ke rumah sakit" bujuk Anisha lagi.


"ngga usah...." belum sempat Yesha selesai bicara Anisa sudah memotong ucapannya.


"sttt gue ngga suka penolakan."


akhirnya setelah sedikit pemaksaan Ayesha pun di bawa ke rumah sakit terdekat untuk mengobati lukanya.


setelah cukup lama mereka keluar dari rumah sakit itu dengan bonus lima jahitan di lengannya.


saat Yesha sedang menunggu Anisha di lobi tiba tiba dari belakang seorang pria menabraknya.


Brugghh... "akhhhhh" reflek Yesha pun memegang lukanya.


"hey tuan anda hati hati kalo jalan" seru Yesha kemudian


"maaf nona saya tidak sengaja" setelah berkata pria itu pun kembali berlari.


Yesha hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah pria itu, karena sama sekali tidak melihatnya malah langsung lari. orang yang aneh pikirnya.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2