
Hola pembaca semua maafkan daku jika dalam penulisan cerita ini masih banyak sekali kekurangannya. mohon di maklum karena ini karya pertama Aku dan cerita pertama yang aku tuliskan, mohon Krisannya.
Terimakasih dan selamat membaca.
...*****...
"Yesha...Yesha... Ayesha"
"Yesha...Yesha... Ayesha"
Suara teriakan terdengar semakin keras
"Haishhh... siapa sih panas panas gini pake teriak teriak segala kan gue juga denger"
"Yesha....." lagi terdengar semakin melengking. buru buru Yesha lari menuruni anak tangga.
Sampai di ruang tamu ternyata ayahnya Ardi Herlambang yang memanggil. Melihat muka ayahnya sudah merah padam Yesha tau itu bukanlah hal yang baik ayahnya kini tengah marah.
"Anak tidak tau di untung.!" hardik Ardi begitu melihat Yesha mendekat
"Katakan kau kan yang menggores mobil kesayangan ku? kau tau berapa harga mobil itu? berani-beraninya kau menggores mobilku hah!!" Sentak Ardi lagi dia sungguh sangat kesal dengan gadis di depannya. Bagaimana tidak, bagian samping kanan Mobil volvo putih kesayangannya tergores cukup panjang sontak saja itu memantik amarahnya.
Sebenarnya bagi seorang Ardi Herlambang bukan hal sulit bila sekedar masalah goresan. Terlahir dari keluarga berada, perusahaan besar hampir di setiap bidang dengan cabang di seluruh wilayah Indonesia yang ia namai HR grup, belum lagi usaha warisan dari bisnis keluarga yaitu tambang emas di Kalimantan dan Sulawesi. Siapa yang tidak kenal Ardi Herlambang orang terkaya nomor 5 di Indonesia. Tapi bila ia melihat Ayesha hanya amarah yang selalu ada di benaknya.
Ardi bukan tidak sadar setiap hari membentak dan mencaci putrinya Ayesha kenangan buruk masa lalu membuatnya tidak bisa menerima kehadiran Ayesha. meski begitu sebenci apapun Ardi pada Ayesha tak pernah sekali pun Ardi main tangan, karena bagaimanapun Ayesha adalah darah daging nya.
"Maaf yah, Yesha tidak sengaja" jelasnya. Yesha hanya bisa menunduk tidak berani melihat ke arah mata Ayahnya. Sadar akan kesalahan yang ia lakukan Yesha hanya bisa menunduk pasrah pada hukuman ayahnya.
Siang tadi sepulang sekolah saat Yesha hendak menaruh sepedanya di bagian belakang garasi seperti biasa, dia di kejutkan dengan seekor kucing yang lari dan menabrak kaki kanan nya. karena terkejut Yesha melepaskan tangannya yang sedang menuntun sepeda, akhirnya setang sepedanya jatuh di pintu mobil sang ayah dan sedikit meninggalkan bekas goresan.
"Maaf kamu bilang? mobil itu harganya mahal kamu tau ngga? kamu pikir dengan maaf mu mobilku bisa mulus kembali hah?" sentak Ardi lagi
Dari luar Anisha mendengar teriakkan Ardi. buru buru Anisha masuk karena dia tau saat ini pasti ayahnya tengah membentak kembarannya. Bukan hal baru bila Yesha selalu di marahi Ayah mereka tapi tetap saja Anisha selalu tidak tega bila Yesha di bentak ayahnya.
"Ayah!" seru Anisha
"Ayah kenapa sih selalu kasar sama Yesha?"
__ADS_1
"kamu ngga tau apa apa ngga usah ikut campur" balas Ardi
"Yah, Yesha juga anak ayah, ngga sepantasnya ayah selalu memarahi Yesha"
"diam kamu, dan kamu anak tidak tau di untung " tunjuk nya pada Yesha
"malam ini kamu ngga dapet jatah makan malam dan selama 3 bulan ngga ada uang jajan" putus Ardi akhirnya.
Setelah mengatakan itu Ardi pergi ke ruang kerja nya yang terletak di lantai 2 untuk mengambil dokumen yang sempat tertinggal.
Sementara itu di ruang tamu Yesha hanya bisa pasrah dengan keputusan ayahnya. Tak ada air mata tak ada kesedihan yang ia perlihatkan hanya helaan nafas yang terdengar berat. Bagi Yesha hukuman seperti itu sudah biasa baginya jadi tak perlu khawatir, pikirnya. Berbeda dengannya Anisa sungguh merasa prihatin dengan kembarannya Dia memeluk Yesa dengan sangat erat berharap bisa menyalurkan energi positif untuk kembarannya.
"Lo ngga apa apa Sha?" Tanya Anisha khawatir.
Yesha tersenyum kemudian mengangguk tanda dia baik baik saja.
"Gue ngga apa apa Na. Lo tau dari kecil gue udah biasa puasa Senin Kamis. masalah ngga makan malem doang mah ngga ada apa apa nya buat gue ngga ngaruh..hehehe"'
"Yakin Lo kuat?"
"gue tuh tanya perut Lo, bukan sabuk Lo."
"Hehehehe" keduanya pun tertawa. sesederhana itu memang untuk sekedar menenangkan hati saudarinya. Keduanya kemudian pergi ke kamarnya masing masing.
Di dalam kamar yang bernuansa biru putih itu Ayesha termenung sambil memandangi sebuah foto. foto dirinya dan juga sang mama.
Sudah 10 tahun mama Dinda pergi meninggalkan Ardi dan putri kembar mereka. sejak kepergian Dinda semuanya menjadi berubah. keluarga yang hangat keluarga yang penuh canda dan juga tawa pergi bersamanya.
Tak ada lagi Ayah yang melindungi keluarga tak ada lagi Ayah tempatnya berbagi tak ada lagi Ayah yang penuh kasih yang tersisa hanya foto foto kebersamaan mereka dulu.
Jika di tanya rindu, jelas Ayesha sangat rindu seperti apa rasanya di peluk oleh Ayah, namun setiap kali meminta, bukan pelukan yang ia dapatkan tapi hardikan keras dari sang Ayah. Ayah mereka hanya mau bersikap layaknya Ayah dan anak hanya kepada Anisha, setiap hari di berikan macam macam perhatian, tatapan dan senyuman tulus jika sedang berbicara dengan Anisha tidak seperti saat melihat Ayesha. kadang Ayesha selalu bertanya-tanya kesalahan apa yang sudah dia lakukan sehingga membuat Ayahnya menjauh? tapi tak pernah ia temukan jawabannya.
Tes...Tes...Tes...
Sekuat apa pun Ayesha mencoba Tegar, selebar apa pun Ayesha mencoba tersenyum nyatanya tak mampu menyembunyikan kesedihannya, didepan foto sang Mama tangis Ayesha pecah.
"hiks..hiks...Mah lagi lagi Ayah membentak Yesha, kenapa ayah seperti ngga sayang sama Yesha apa salah Yesha? kenapa ayah jahat?"
__ADS_1
hiks..hiks..hiks..
"mah Yesha udah berusaha untuk kuat seperti yang mama mau tapi disakiti oleh orang terdekat itu sungguh menyakitkan mah, yesha ngga bisa buat ngga nangis"
hiks...hiks..hiks...
"mah, orang bilang Allah akan dengar doa hambanya yang baik. Yesha tau dan Yesha percaya mamah orang baik Allah pasti sayang mamah, doakan Yesha supaya suatu saat nanti ayah bisa sayang Yesha seperti Ayah sayang Anisha yah mah, Yesha sayang mamah."
Cup..
Tes...Tes...
Setelah curhat dengan foto mamanya Yesha pun tertidur.
sementara itu di kamar sebelah Anisha juga melakukan hal yang sama, mengadukan Ayahnya pada foto Dinda. tak habis pikir pada ayahnya yang terkesan tak menerima kehadiran kembarannya, padahal baik Yesha atau dirinya sama sama darah daging Ardi dan Dinda tapi perlakuan Ardi pada keduanya sangat berbeda.
Adzan ashar berkumandang membangunkan Yesha dari tidurnya, setelah bersih bersih dan menunaikan kewajiban 4 raka'at nya Yesha keluar dengan memakai setelan baju berwarna hitam dan celana pendek selututnya sungguh kontras dengan kulitnya yang putih bersih tak lupa ia juga mengikat satu rambutnya di belakang dan di padukan dengan sepatu sneakers hitam kesayangannya setelah selesai Yesha bergegas keluar karena seperti biasa setiap hari Senin sampai Rabu Yesha akan keluar untuk latihan menari di salah satu sanggar tari di Jakarta.
"oke udah cantik, let's go... hihihi"
Ceklek...
begitu Yesha membuka pintu ternyata Anisha sudah berdiri di depan pintu kamarnya.
"Astaghfirullah Anisha Lo ngagetin gue aja, ngapain sih pake berdiri di depan pintu"
"sorry tapi boleh ngga gue ikut Lo? hehehe" dengan senyum imut nya Anisha memohon supaya Yesha mau mengajaknya.
"HM......"
.
.
.
Bersambung
__ADS_1