Aku Juga Putrimu, Ayah

Aku Juga Putrimu, Ayah
kejadian tak terduga


__ADS_3

Keesokan harinya, Ayesha dan Anisha sarapan di meja makan hanya berdua karena Ayah Ardi tadi malam berangkat ke luar kota selama tiga hari. Ayesha masih mendiamkan kakaknya tapi bukan marah hanya saja dia sedang menghafal dialog untuk merayu Rayna nanti. Hingga mereka berangkat ke sekolah pun masih tak ada obrolan yang keluar dari keduanya.


Sampai di sekolah, Ayesha jalan dengan tergesa-gesa karena masih banyak tugas yang belum dia selesai kan. Tiba di kelas dia mengedarkan pandangannya mencari sosok Rayna yang hendak ia mintai bantuan, senyum Ayesha mengembang kala melihat orang yang tengah ia cari sedang duduk manis di kursinya.


Dengan langkah cepat Ayesha menghampiri Rayna dengan senyum yang tak pernah surut hingga Rayna yang melihatnya dibuat bingung.


"kenapa dengan muka Lo?" Tanya Rayna tanpa mengalihkan perhatiannya dari handphone yang sedari tadi ia tatap.


"Ngga" sahut Ayesha singkat.


"Terus, apa jangan jangan kesambet setan pohon mangga Lo?" Tanya Rayna lagi dengan serius.


"CK, bukan itu" Ayesha yang mendengar pertanyaan dari Rayna jadi sedikit kesal, ya kali dirinya di kira kesambet padahal kan di balik senyuman nya ada maksud tertentu.


"bukan itu Rayna, Hem... tugas SSM Lo dah kelar kan? gue nyontek ya?" lanjut nya lagi.


Rayna memutar bola matanya malas. Jelas saja ia sudah sering kali memberikan Ayesha contekan bukan sekali dua kali ini Ayesha meminta contekan dari dirinya tapi setiap kali ada tugas matematika pasti Ayesha akan selalu merengek meminta hasil kerja otaknya. Bahkan bukan hanya tugas tapi jika ujian pun sama. Jangan tanya ko bisa saat ujian Ayesha bisa dengan leluasa mendapatkan contekan? karena jawaban nya cuma satu tidak ada yang tidak mungkin untuk siswa seperti Ayesha.


Entah pengawasnya yang kurang tegas atau muridnya yang terlalu cerdik tradisi contek mencontek di sekolah pasti selalu terjadi. yah, seperti yang sering di lakukan Ayesha.


"lo tuh yah, belajar Yesha jangan cuma bisanya nyalin jawaban orang aja." Rayna yang sudah geram pun tidak bisa tinggal diam saja dengan tingkah sahabatnya itu. Bukan Rayna tidak mau membantu Ayesha hanya saja dia kasian dengannya. Jika Ayesha terus bergantung dengan orang lain bagaiman bisa dia lulus sekolah. iya kalo masih bisa dia beri contekan nanti kalau tidak? sudah di pastikan Ayesha mungkin akan gagal.


"Ah Rayna gue tuh udah berusaha semalaman sama Kakak gue tapi kan Lo tau sendiri otak gue tuh kalo menyangkut matematika tuh dah tertutup ngga pernah bisa nyampe Ray, gue udah berusaha tapi ya kaya gini aja. Ayolah Ray bantuin gue ya bentar lagi masuk ini, masa Lo tega sih teman mu yang satu ini kena hukuman pak Jeje? ya Ray ya? please" Ayesha yang belum mau menyerah untuk merayu Rayna pun mengeluarkan jurus andalan yaitu memasang muka memelasnya.


Rayna yang pada dasarnya adalah gadis yang baik dan perasan akhirnya hanya dengan melihat muka memelas dari Ayesha, ketegasan yang hendak di bangun nya pun roboh seketika.


Dengan membuang nafas nya kasar, ia menyodorkan buku catatan nya untuk Ayesha. Ayesha yang berhasil meluluhkan hati Rayna untuk kesekian kali nya pun memeluk dan tidak henti hentinya berterimakasih pada Rayna.


untuk imbalan dari kebaikan nya pada Ayesha, Rayna meminta gadis yang tengah serius mengerjakan tugas. Ralat maksudnya menyalin jawabannya, ia meminta Ayesha menemani nya ke toko buku sepulang sekolah nanti dan tanpa berfikir langsung di setujui oleh Ayesha.


Bruukkk


"Aaakkkhhh" Teriak Ayesha dan Rayna bersamaan karena terkejut dengan gebrakan di meja mereka. siapa lagi pelakunya jika bukan Dito si tampan tapi menyebalkan.


"DITO, pelan pelan dong bisa copot jantung gue kalo Lo kagetin terus" ucap Rayna kesal.


"Lo tuh ya masih pagi ini ngga usah nyari masalah dulu bisa ngga sih?" ucap Ayesha yang juga sama geramnya dengan Rayna.


Dito hanya tersenyum melihat raut kesal dari dua wanitanya eh maksudnya dari dua sahabat wanitanya itu kemudian duduk dengan santai di bangkunya yang berada tepat di depan bangku Ayesha.

__ADS_1


"hei Nono malas, nyontek lagi Lo?" tanya Dito setelah duduk.


"kalo ngga mau ngasih contekan jangan julid" sahut Ayesha ketus.


"dih ngambek anak orang" ucap Dito dengan tangan nya yang usil mencolek dagu dari Ayesha.


jelas saja Ayesha langsung menampik tangan Dito dengan mata yang membulat sempurna seperti hendak lepas dari tempatnya, kemudian mengelap dagunya kasar.


"ih Na jis, DITO!! gue harus basuh dagu gue pake tanah ini, huaaa"


"Apaan sih, lebay banget baru dagu, gimana kalo tuh bibir gue cium" sahut Dito santai.


Pltak


"Auhhh, Yesha! kasar banget sih Lo" seru Dito lagi sambil mengusap usap kepalanya yang terasa berdenyut karena baru saja terkena jitakan dari Ayesha.


"mulut Lo tuh kalo ngomong tolong di saring dulu, biar ngga kena geplak Yesha" ujar Rayna.


"dah lah berisik Lo. gue lagi nyatet nih tar aja istirahat, kalo Lo mau ngajak ribut" ujar Ayesha kesal.


Waktu terus berputar matahari juga sudah nampak cantik dengan sinarnya di atas awan. Tak terasa sudah tiba waktunya untuk para siswa kembali pulang ke rumah begitu juga Ayesha yang sudah di tarik naik ke sepeda motor milik Rayna.


Perjalanan mereka awalnya lancar lancar saja. Hingga ketika Rayna membelokan kendaraan nya pada sebuah gang bermaksud untuk memotong jalan agar lebih cepat. Tapi sial mereka malah harus berhadapan dengan dua kelompok pelajar yang mereka yakini berbeda sekolah.


Masing masing dari mereka membawa senjata tajam yang mereka ayunkan ke arah lawan mereka. sudah di pastikan kini dua gadis itu tengah berada di situasi yang tidak menguntungkan. Di hadapan mereka tengah terjadi tauran antar sekolah, mungkin. seenggak nya itulah yang ada di dalam pikiran Ayesha dan Rayna sekarang.


Panik dan syok itu sudah pasti, bahkan Rayna yang berada di depan merasa sangat gemetar saking terkejutnya. Ayesha juga tak kalah terkejutnya dengan Rayna hanya saja dia lebih bisa mengontrol keterkejutannya dari apa yang mereka lihat.


Menyadari Rayna yang malah menonton insiden itu Ayesha pun berusaha mengembalikan kesadaran dari temannya itu. karena tidak baik jika mereka berada di jarak sedekat itu dengan para kelompok yang tengah pamer kekuatan itu. Jika salah satu dari mereka menyadari kehadiran dua gadis yang masih memakai seragam SMA itu sudah di pastikan salah satu senjata tajam dari kelompok itu akan melayang ke arah mereka.


"Ray woy, Rey sadar ayo kita puter balik" Rayna yang memang tengah syok serta ketakutan tak mendengar ucapan dari Ayesha.


Sedangkan Ayesha yang mulai hilang kesabaran turun dari motor dan menarik paksa Rayna untuk tukar posisi. tindakan Ayesha itu berhasil menyadarkan Rayna.


kini mereka berdua tengah berusaha menghidupkan mesin motor yang tiba-tiba mati seolah sepeda motor pun tengah panik.


Belum lagi sepeda motor milik Rayna itu menyala salah satu pemuda yang tengah bertarung, menyadari kehadiran dari Ayesha dan Rayna.


Rayna yang menyadari itu langsung saja turun dari motor dan berlari dengan kencang meninggalkan Ayesha yang masih berusaha menghidupkan motornya.

__ADS_1


"Woy Ray jangan tinggalin gue!" Teriak Ayesha.


Penasaran Apa yang membuat Rayna lari terbirit-birit Ayesha pun menengok ke belakang dan betapa terkejutnya dia ketika sebuah parang terbang ke arahnya. reflek Ayesha pun menunduk untuk menghindari serangan dadakan itu.


Namun sayangnya ketika Ayesha sudah berdiri tegap sang empunya parang itu sudah berada di depan nya dengan Bogeman yang mengarah ke arah pipinya. Ayesha mau tidak mau menangkis serangan itu dengan tangan nya kemudian balas menyerang dengan menendang ulu hati pemuda itu. melihat lawan nya yang tersungkur Ayesha kemudian berlari meninggalkan motor Rayna sebelum datang lebih banyak lagi.


Ayesha terus berlari tanpa arah, dalam benaknya yang terpenting lari jauh dari kelompok yang tengah hilang kesadarannya itu. Ayesha bukan tak mau melawan dia hanya tak mau mati konyol jika dia terluka karena aksi tauran bukankah itu sangat memalukan.


saat melewati sebuah gudang kosong tiba-tiba mulutnya di bekap seseorang dari belakang serta di seret ke dalam gudang gelap nan kotor.


"Emh..emh..emh" Ayesha hendak berteriak namun karena mulutnya yang di bekap jadi hanya sebuah gumaman yang keluar.


"Diem! atau Lo mau mereka nemuin Lo?" ucap seseorang di belakang nya yang ternyata adalah seorang pria.


Dan benar saja suara derap langkah yang lebih dari seorang itu terdengar dari jalan yang tadi di lewatinya.


"Kemana gadis itu?" ucap salah satu dari mereka.


"kita kehilangan jejak, kalau dia itu komplotan dari SMA xxx gimana?"


"ini salah Lo juga, masa sama cewe aja kalah, memalukan tau ngga?"


"udahlah kita balik aja palingan juga orang lewat"


tak lama dari itu terdengar suara langkah kaki yang menjauh menandakan jika gerombolan pemuda yang mengejar Ayesha telah pergi.


namun tiba-tiba


Bughhh


.


.


.


Bersambung


"Arghh"

__ADS_1


__ADS_2