Aku Juga Putrimu, Ayah

Aku Juga Putrimu, Ayah
Perang


__ADS_3

Dua bulan kemudian...


Segerombolan orang berpakaian serba hitam dan mempunyai postur tubuh yang besar lagi kekar juga kaca mata hitam yang bertengger cantik di pangkal hidung mereka, memasuki sebuah gedung perkantoran membuat para karyawan ketakutan. Scurity yang berjaga pun telah mereka lumpuhkan.


Diantara gerombolan orang itu, sorang kakek tua yang memakai tongkat kayu dengan ukiran naga di pegangannya berjalan mantap memasuki sebuah ruangan CEO perusahaan tersebut.


Ya, kakek itu adalah tuan Jay. Ia datang untung membuat perhitungan dengan ayah Ardi karena dia telah melewati waktu dua hari dari batas waktu yang di tentukan.


Ayah Ardi yang mendapatkan tamu tak di undang itu pun teramat panik. Tanpa basa basi salah satu dari orang berpakaian hitam itu menendang perut dari ayah Ardi membuatnya jatuh tersungkur. Tidak sampai di situ orang itu kemudian mencengkram kerah kemeja yang di pakai ayah Ardi membuatnya mau tidak mau ikut berdiri. Dua bogeman mendarat sempurna di kedua sisi wajahnya. Darah sedikit keluar dari sudut bibir yang sobek.


Besok adalah hari ulang tahun si kembar yang ke 17. Dalam perjanjian 3 hari sebelum Ayesha menginjak usia 17 ayah Ardi harus membawanya menemui kakek tua itu. Tapi yang terjadi ternyata ayah Ardi tak menepati janjinya itu jadilah si kakek sekarang tengah berang.


"Ampun tuan, beri saya waktu hingga besok. Setidaknya biarkan saya merayakan ulang tahun dengan si kembar" pinta ayah Ardi.


"Cih... Seharusnya kau tak bertindak sesuka mu. Ingat besok malam anak itu harus ada bersama ku. Jika tidak kau tahu sendiri akibatnya. Ayo pergi" ujar si kakek.


Setelah si kakek pergi ayah Ardi jatuh tersungkur ia kehabisan waktu. Besok, besok semuanya akan berakhir. Apa yang akan dia lakukan? Haruskah ia diam saja? Atau melawan?.


Sekertaris ayah Ardi masuk membawa obat merah untuk membantu mengobati luka yang di alami ayah Ardi. Hari ini karena kejadian ini ia sama sekali tak bisa fokus. Karena pada dasarnya memang ayah Ardi sedang tidak fokus untuk bekerja jadi ia memutuskan untuk pulang lebih awal.


Di tempat lain tepatnya di kediaman Rezky si kembar kini tengah berada di dapur, mereka sedang berkolaborasi membuat sebuah kue ulang tahun untuk mereka sendiri tentunya.


Tahun ini seperti apa yang di katakan ayah Ardi tidak akan ada perayaan ataupun hadiah. Tak masalah karena ada atau pun tak ada perayaan umur mereka tetap bertambah.


Anisha dan Ayesha, mereka sama-sama mempunyai hobi memasak bedanya jika Ayesha pandai memasak hidangan Anisha lebih suka membuat cemilan. Seperti kue ulang tahun yang sekarang mereka buat.


"Wah ade-ade ku yang cantik lagi pada buat apaan sih?" Tanya Rezky. Dia baru saja kembali dari rumah temannya.


"Ngga usah basa basi. Kak Rez ngga bakal boleh nyolek kue ini" ujar Ayesha ketus. Dia tau Rezky pasti sudah ingin mencicipi hasil kreasi Anisha karena cemilan buatan Anisha memang enak.


"Jahat banget sih. Ini wanginya bikin cacing di perut kakak pada joget, masa ngga boleh nyicip dikit sih. Kejam banget" pinta Rezky memelas.


"Udah nanti Qeena buatin sesuatu khusus untuk kak Rez." Jawab Anisha menengahi adik dan kakaknya tanpa melepas pandangan dari kue yang sudah ia keluarkan dari dalam oven. Tangan cekatannya kini beralih membuat adonan wiphkrim.


Rezky mengembangkan senyumannya dan menjulurkan lidahnya meledek Ayesha yang sudah mengerucutkan bibirnya karena kesal Anisha selalu saja membela Rezky.


"Asik... Kamu memang adik kakak yang paling baik, ngga kaya itu tuh kejam kaya ibu kota. Makasih ya" Rezky mengacak rambut Anisha lembut dan mengembangkan senyum penuh kemenangan.

__ADS_1


"Jangan lupa nanti kasih bumbu spesial, Na. Pasti kak Rez suka"


"Bumbu spesial? Apa itu?" Tanya Anisha penasaran. Setahu dia semua bahan yang dia pakai berkualitas dan tak ada yang terlewat.


"Sianida biar kejang-kejang sekaaaaaa-" ucapan Ayesha terpotong karena tiba-tiba sebuah telur melayang ke arahnya.


"Hap... Wah kak Rez! kalo lempar tuh bilang-bilang dong untung reflek Yesha bagus" ya, yang melempar kan telur itu Rezky. Ayesha suka sekali membuat Rezky marah. Apalagi keduanya berbicara tanpa di saring dulu.


"Sebelum kamu kasih kakak sianida, kakak kasih racun tikus kamu biar keluar busa dari mulut mu itu. Hahaha indah sekali membayangkannya" tutur Rezky dengan tertawaan jahatnya membuat Anisha bergidik ngeri. Dua orang itu jika sudah berbicara sama-sama mengerikan.


Tapi di balik itu semua mereka saling menyayangi walaupun tidak ada ikatan darah sama sekali. Rezky akan sangat marah jika ada yang menyakiti si kembar begitu juga sebaliknya.


"Kakak ngga waras ya?!" Ujar Ayesha membuat Rezky seketika menghentikan tawanya.


"Ketawa ngga jelas perasan pagi ini Yesha ngga masukin apa-apa ke sarapan kakak, kok bisa jadi gila gini ya?" tutur Ayesha santai membuat Rezky mengeraskan rahangnya kesal dia kemudian melemparkan Ayesha segenggam tepung membuat gadis itu terbatuk-batuk.


Anisha menghela nafasnya lelah melihat lagi-lagi Rezky dan Ayesha berdebat. Karena saling lempar tepung membuat dapur yang tadinya rapi dan bersih menjadi sangat kotor. Dapur yang tadinya


Tepung, telur bahkan mentega berceceran di lantai wajah ketiganya juga sudah acak-acakan tak lagi berbentuk. Dapur yang tenang dan damai di tangan Bi Mei kini menjadi medan pertarungan di tangan tiga anak muda ini.


"Astaga!!! Apa yang kalian lakukan?!" Seru om Ray membuat ketiganya berhenti saling melempar tepung.


Seperti om dan tante, bi Mei yang baru kembali dari pasar pun terkejut dengan kondisi dapurnya.


"Ya ampun, tuan muda non kembar ada apa ini? Apa udah terjadi angin ****** beliung di sini?" Tanya bi Mei.


"Angin ****** beliung dari mana bi, ini kerjaan mereka bertiga. Kaya bocah banget sih. Udah kaya gini siapa yang mau tanggung jawab?" Tanya om Ray tegas.


Yang di tanya cuma bisa saling tunjuk tak mau ada yang mengaku apalagi mengalah.


"Ngga ada yang mau jawab?" Tanya om Ray dalam.


"Nanti kita beresin bareng-bareng om" akhirnya Anisha yang menjawab pertanyaan omnya itu karena dari kedua orang yang ada di sampingnya sama sekali tak ada yang mau menjawab mereka justru membuang padangan masing-masing.


"Harus itu. Kalian harus tanggung jawab jangan menyusahkan orang lain. Kasian bibi dia sudah seharian membersihkan rumah kalian malah membuatnya berantakan. Lakukan sebelum om balik lagi kesini harus sudah kembali seperti sediakala." Tukas om Ray kemudian segera berlalu menggandeng sang istri tercinta.


Berada di antara ketiga anak muda itu membuat kepalanya pening lebih baik ia segera berlalu dan bermesraan dengan pujaan hati.

__ADS_1


Di dapur ketiganya mulai melakukan apa yang di minta om Ray tadi walaupun sedikit tak ikhlas. Rezky dan Ayesha mulai menyalahkan satu sama lain.


"Ah gara-gara kak Rez nih, coba aja tuh tangan diem aja ngga usah lempar-lempar bahan-bahan ini" Ayesha menatap sinis Rezky yang sudah melototkan matanya pada Ayesha.


"Kalo tuh mulut juga bisa diem nih bahan ngga ada yang melayang" balas Rezky tak mau kalah.


"Kalo kakak ngga sensi semua ini ngga akan jadi kaya gini"


"Mulut lo kalo ngomong bikin orang naik darah, gimana gue ngga sensi"


"STOOOOPPPPPPP!!!" Bentak Anisha yang sudah tak tahan dengan cekcok dua orang di sampingnya.


Tentu saja Anisha sangat kesal, dia yang berada di antara dua orang yang sedang beradu argumen membuat kepalanya pusing. Pantas saja om dan tante langsung memakai jurus langkah seribu pusingnya seperti menaiki wahana kora-kora.


Bentakan Anisha berhasil membuat keduanya diam tapi tak lantas membuat pandangan sinis dari keduanya memudar. "Awas nanti", ya seperti itulah kira-kira yang ada di hati mereka.


"Kalian mau sampai kapan tatap tatapan kaya gitu? mau nunggu sampe tuh mata keluar kah?" Pertanyaan Anisha membuat keduanya membuang wajahnya masing-masing dan beranjak meninggalkan Anisha sendirian di dapur yang belum selesai di bereskan itu.


Sebagai orang yang masih waras Anisha hanya bisa pasrah dengan kelakuan Ayesha dan Rezky yang suka semaunya sendiri seperti ini..


.


.


.


Bersambung...


...****************...


Jangan lupa kasih dukungan kalian pada cerita acak adul aku ini yah readers..


Satu jempol kalian sangat berarti buat aku..


Terimakasih


Heppy reading all...

__ADS_1


__ADS_2