
Matahari sudah semakin tinggi membuat sinarnya terasa panas membakar kulit. Di jalanan sebuah mobil lamborgini berwarna hitam melaju di tengah ramainya kendaraan seorang pemuda tengah sibuk menelfon beberapa orang. Pemuda itu ingin membuat sebuah kejutan kecil untuk gadis yang selama ini selalu menghantuinya.
"Ah semoga saja hasilnya sesuai dengan yang gue harapin" ujarnya setelah selesai menelfon. Ya, pemuda itu adalah Darren.
Sepulang sekolah pemuda itu sibuk ber halo ke sana dan sini guna memberi instruksi pada anak buahnya. Darren ingin membuat kenangan manis dengan Ayesha karena selama ini dia tak mendapatkan kesempatan yang bagus untuk mengutarakan perasaanya.
Tiba di waktu yang di janjikan Ayesha telah berada di sebuah cafe di mana sang supir jemputan membawanya.
Cafe ini terletak di salah satu kota di Jakarta tepatnya di bilangan Jakarta Selatan. Kafe ini memiliki desain dengan tema tropical dengan memiliki banyak pepohonan, outdoor dan hampir semua ornamen berwarnakan putih sehingga membuat pengunjung merasa sedang duduk di sebuah kafe yang berada di Bali. Konsep tempat makan outdoor ini dikelilingi tanaman dan pohon memberikan suasana segar. Di sudut sana juga terdapat panggung untuk live music.
Sesaat Ayesha terpaku dengan suasana di dalam sana hingga sebuah suara pelayan menyadarkannya. Sang pelayan menunjukan tempat duduk yang sebelumnya sudah di pesan oleh Darren. Beberapa saat kemudian yang di tunggu pun datang.
"Udah lama nunggu, Ay?" Tanya Darren basa basi.
"Baru aja ko"
"Lo suka tempatnya?"
"Suka, ini indah dan nyaman banget." Ucap Ayesha jujur.
Darren menghela nafas lega. Kemudian ia bangkit dan mengatakan pada Ayesha akan memberikannya hadiah kecil.
Darren kemudian berjalan dan menaiki panggung mini itu setelah mendapatkan anggukan kepala dari Ayesha dan duduk di kursi tempat tadi di duduki oleh pemuda yang bernyanyi dengan merdu. Petikan gitar mulai terdengar mengalun indah membuat Ayesha terpaku. Dia tak menyangka seorang Darren ternyata bisa juga bermain gitar. Lebih tak menyangka lagi ternyata ini kejutan yang di maksudnya.
Alunan musik yang indah dari bunyi gitar yang di petik dan juga suara merdu dari Darren ketika bernyanyi menyihir semua pengunjung di cafe tersebut. Lagu "selamat ulang tahun" dari band Jamrud yang pertama ia nyanyikan. Gemuruh suara tepuk tangan menandakan berakhirnya lagu tersebut. Suara yang merdu serta wajah yang tampan membuat Darren menjadi pusat perhatian di cafe itu terlebih untuk para kaum hawa. Bersamaan dengan itu makanan yang juga telah di pesan tiba di meja mereka.
Ternyata tidak hanya sampai di situ Darren masih ingin mempersembahkan sebuah lagu yang khusus mewakili perasaannya.
"Oke, teman-teman semua saya ingin menyampaikan ucapan selamat ulang tahun untuk teman sepesial saya yang sedang duduk manis di meja pojok sana, semoga dirimu selalu sehat dan bahagia. Satu lagu terakhir saya persembahkan khusus untuknya semoga apa yang ingin saya sampaikan dapat dia rasakan". Suara tepuk tangan kembali terdengar gaduh ketika Darren telah selesai dengan pidatonya. Semua sunyi menantikan apa yang akan Darren tampilkan lagi. Begitu juga Ayesha yang wajahnya sudah memerah karena malu sekaligus haru. Ini pertama kalinya dia di berikan kejutan seperti ini.
Petikan gitar kembali terdengar indah dan Darren mulai mengalun merdu...
Sebelumnya tak ada yang mampu
Mengajakku untuk bertahan
Di kala sedih
Sebelumnya kuikat hatiku
Hanya untuk aku seorang
Sekarang kau di sini
Hilang rasanya
Semua bimbang tangis kesepian
Kau buat aku bertanya
Kau buat aku mencari
Tentang rasa ini
Aku tak mengerti
Akankah sama jadinya
Bila bukan kamu
Lalu senyummu menyadarkanku
Kau cinta pertama dan terakhirku
__ADS_1
Hu-uu
Sebelumnya tak mudah bagiku
Tertawa sendiri di kehidupan
Yang kelam ini
Sebelumnya rasanya tak perlu
Membagi kisahku
Saat ada yang mengerti
Sekarang kau di sini
Hilang rasanya
Semua bimbang tangis kesepian
Kau buat aku bertanya
Kau buat aku mencari
Tentang rasa ini
Aku tak mengerti
Akankah sama jadinya
Bila bukan kamu
Lalu senyummu menyadarkanku
Kau cinta pertama dan terakhirku
Kau harus pergi
Jangan paksa aku
Tuk cari yang lebih baik
Karena senyummu
Menyadarkanku
Kaulah cinta pertama dan terakhirku
Wo-u wo-ho- oh
Kau buat aku bertanya
Kau buat aku mencari
Tentang rasa ini
Aku tak mengerti
Akankah sama jadinya
Bila bukan kamu
Lalu senyummu menyadarkanku
__ADS_1
Kau cinta pertama dan terakhirku
hu-hu
(Kau buat aku mencari)
Tentang rasa ini
Aku tak mengerti
Akankah sama jadinya
Bila bukan kamu
Lalu senyummu menyadarkanku
Kau cinta pertama dan terakhir
Ku
Oo-oh ho-o
Ye-ee-ei
Song by : Sherina Munaf
Ayesha menganga tak menyangka betulkah itu lagu yang ingin dia nyanyikan? Kenapa terkesan Darren sedang menyatakan perasaanya? Apa dia tak salah? Berbagai pertanyaan bermunculan di benaknya. Dia benar tak menyangka akan mendapatkan kejutan semanis ini. Walupun Ayesha tipe gadis yang acuh dengan hari spesialnya sendiri tapi bukan berarti dia tak suka jika di berikan kejutan seperti ini. Sebagai wanita normal tentu saja dia juga akan meleleh di buatnya.
Darren berjalan dengan penuh keyakinan ke arah Ayesha yang masih tertegun di tempatnya. Seulas senyum nya tak pernah lepas. Hari ini seperti yang di rencanakan Darren akan mengutarakan semua yang ada di hatinya pada gadis pertama yang berhasil mencuri perhatian nya.
Darren menatap teduh manik mata Ayesha dan meraih tangan gadis itu menggenggamnya lembut. Sentuhan tangan Darren entah kenapa terasa begitu hangat hingga membuat sudut hatinya bergetar.
"Ayesha" sapa Darren namun yang di sapa hanya diam tak bergeming.
"Aku ngga tau kapan ini semua terjadi. Tapi, ketika bersamamu aku begitu bahagia dan nyaman. Aku bahagia bersamamu, aku sedih melihat mu terluka kala itu, aku marah ketika kamu selalu menolak ku. Aku pikir itu rasa simpati ku untukmu namun, ketika kamu tak ada di sampingku, Aku menyadari aku telah kehilangan mu. Semakin hari aku menyadari ada sesuatu yang hilang... Aku menyadari namamu telah terukir indah di hati ku entah sejak kapan" ujar Darren panjang lebar. Ayesha tak mengerti apa yang sedang terjadi. Tiba-tiba lidahnya kelu tak bisa menjawab atau menyela ucapan Darren.
"Aku.."
"Sttt.. Aku berharap aku bisa membuatmu sangat bahagia seperti kamu membuatku bahagia selalu. Aku hanya bisa mengatakan bahwa aku tidak pernah ingin kehilangan seseorang sepertimu aku pun tak akan banyak meminta aku hanya ingin cukup saja hadirmu selalu ada di samping ku, karena di dirimu lah kebahagian ku berada".
"Aku tak berharap kamu membalas cinta ku, cukup rasakan saja besarnya cinta ku untukmu kamu tak perlu" ujar Darren mengakhiri curahan hatinya.
Ayesha tak berekspresi karena memang dia tak merasakan apa apa dengan Darren atau mungkin dia belum menyadarinya? Entahlah.
Darren kemudian meraih tangan kanan Ayesha kemudian ia memasangkan sebuah gelang yang sangat cantik.
"Aku berharap kau tak pernah melepasnya. Anggap ini sebagai tanda pertemanan kita"
"Darren, aku sangat berterimakasih untuk hari ini tapi seperti yang kamu tahu aku tak ingin terikat apa pun dan dengan siapa pun. Suatu hari nanti ku harap kamu akan berubah pikiran karena aku tak bisa bersama mu" ujar Ayesha akhirnya memberanikan diri untuk menyampaikan apa yang ada di hatinya.
"Tak apa aku tau, dan aku pun tak meminta itu. Aku hanya ingin kamu tau apa yang ada di hati ku. Itu saja" ujar Darren tersenyum. Sebenarnya hatinya menginginkan lebih tapi dia tak mau memaksakan keinginannya biarlah semua perlahan dan mengalir mengikuti takdir yang sudah tertulis di hidup mereka.
Setelah mengutarakan perasaanya Darren merasa lebih lega, berbeda dengan Ayesha gadis itu merasa cukup canggung. Hingga makan malam mereka pun hanya kebanyakan Darren yang bercerita tidak seperti biasanya.
.
.
.
Bersambung...
...****************...
__ADS_1
Ah..kenapa part ini terasa berat? hai reader maafkan aku kalo di sini feel romantisnya sama sekali ngga dapet. Jujur aku bingung karena ngga bisa ngehalu genre ini. Belum pernah ngerasain soalnya...hehehe
Like nya jangan lupa yah reades semua. Love you..