
Darren terlihat frustasi menghadapi perempuan di depannya ini. Dia sudah kehilangan jejak Ayesha tapi Marsya justru seolah tak membiarkannya beranjak. Ah gadis ini benar-benar membuat Darren kesal kenapa dia harus kembali secepat ini. Ayesha bahkan belum membuka hati untuknya dia justru datang dan mengacaukan segalanya.
Jika Darren bisa dia ingin sekali menendang jauh perempuan di depannya ini kalau perlu dia ingin mengirimkan nya ke planet pluto supaya tak usah kembali.
"Sayang, ayo sini peluk aku. Kamu benar-benar tidak merindukan ku?" Ujar Marsya terkekeh geli.
"Berisik!!! Gue ngga mau tau kalo sampe Ayesha marah sama gue lo harus tanggung jawab. Lo mengacaukan segalanya tau ngga. Gue benci lo!!!" Bentak Darren frustasi.
"Arghhh kalo gue tendang lo ngga ada yang marah kan ya?" Gumam Darren lirih.
"Sekali lo nyentuh gue. Gue pastiin tamat sudah riwayat lo" ujar Marsya tidak mau kalah.
"Balik sono lo!! Ganggu aja. Gue mau nyari Ayesha dulu. Jangan ikutin gue!!"
Setelah mengucapkan kalimat itu Darren kemudian segera berlalu mencari gadisnya yang benar-benar menghilang. Sungguh si*l sekali nasibnya dia cuma mau menghibur Ayesha tapi malah berakhir seperti ini.
Darren bejalan mengitari restoran itu berharap Ayesha masih di sana tapi nihil gadis itu sudah menghilang. Belum menyerah Darren menyusuri jalanan di sekitar tempat itu siapa tau Ayesha belum jauh dan benar saja Ayesha terlihat tengah duduk di halte tak jauh dari Restoran dimana mereka makan.
Melihat hal itu Darren segera menepikan kendaraannya di depan gadis itu membuat Ayesha terkejut karena dia memang tengah merenung.
Ayesha tengah menenangkan hatinya yang tiba-tiba resah. Tidak tau kenapa melihat Darren yang terlihat begitu akrab dengan perempuan tadi apalagi mereka sampai berpelukan seperti itu membuat sudut hatinya terasa sakit padahal dia tau betul tak seharusnya ia seperti itu, mengingat diantara mereka kan tidak ada hubungan apa-apa jadi sangat tidak berhak jika hatinya merasa sakit seperti itu.
Dalam keadaan hatinya yang resah itu dia tidak ingin cepat pulang. Setidaknya Ayesha ingin mereda kan dulu emosinya supaya tak melampiaskan pada orang rumah nantinya.
Rencananya tinggal rencana orang yang ingin ia hindari justru kembali menemukannya. Ia jadi heran bagaiman bisa Darren selalu menemukan dimana dia berada. Tidak mungkin kan Darren meletakan pelacak di hp nya seperti di sinetron-sinetron?.
"Gue nyari lo kemana-mana ternyata lo ada di sini!. lo kenapa sih seneng banget lari dari gue? setidaknya biarkan gue nganter lo pulang karena gue yang udah ngajak lo keluar biarkan gue juga yang pulangin lo dengan baik-baik" tutur Darren panjang begitu ia sudah berdiri di depan Ayesha.
"Lo ngapain sih ngikutin gue? lo kira gue anak kecil apa harus di antar jemput. Gue bisa pulang sendiri. Lo ngga usah repot-repot kayak gitu" sahut Ayesha datar berusaha menekan emosinya.
"kenapa lo lari? lo salah paham Ay, ini ngga kaya yang lo pikirin. suer deh" ucap Darren mencoba menjelaskan.
__ADS_1
"Ck. Apa hubungannya sama gue?"
"Ya ada lah. Lo kan calon makmum gue jadi lo harus tau dia it-" belum sempat Darren mengutarakan maksudnya, Ayesha lebih dulu memotong ucapannya.
"Stop!!! gue ngga butuh penjelasan lo!!!" Pekik Ayesha mengejutkan Darren tapi tak membuat pemuda itu takut justru ia semakin mengembangkan senyum. Rupanya gadisnya itu tengah cemburu meski dia tak mengatakan nya langsung tapi dari tingkah Ayesha Darren bisa menyimpulkan itu.
"Dengerin dulu Ay, dia-"
"Gue ngga butuh penjelasan lo!!! mendingan lo balik gue lagi males liat muka lo!!!"
"Tapi-"
"Pergi!!!"
"Ay?"
"Please pergi, gue bisa pulang sendiri Ren. Ngga apa-apa ko. Beneran deh" Ujar Ayesha ia akhirnya bisa melembutkan suaranya.
Darren kemudian merunduk untuk mensejajarkan wajahnya dengan Ayesha yang sedang terduduk. Menyadari itu tiba-tiba ia merasa gugup entah kenapa kini perutnya seperti mulas saking gugupnya.
Darren tak menghiraukan ekspresi Ayesha justru di matanya itu terlihat menggemaskan dan lagi ia merasa aneh padahal baru beberapa menit Ayesha marah-marah padanya tapi sekarang gadis itu diam saja ketika ia mendekat.
Belum hilang keterkejutan Ayesha tiba-tiba...
Tuk...
Kening Darren mendarat di keningnya. Dalam jarak sedekat ini Ayesha bisa merasakan hembusan nafas Darren yang lembut begitu juga sebaliknya.
"Gue ngga ada hubungan apa-apa sama dia...dia itu....Sepupu gue" ujar Darren ketika tak mendapati lagi penolakan dari Ayesha sedangkan Ayesha yang terkejut dengan fakta ini mencoba menjauhkan wajahnya dari Darren tapi sayang pemuda itu sudah lebih dulu menahan tengkuk Ayesha supaya gadis itu tak bisa menghindar.
"Biarkan gue ngerasain jarak sedekat ini sama lo sebentar saja... Gue ngga akan lakuin lebih dari ini" Pinta Darren yang sekarang sudah memejamkan kedua matanya menikmati debaran jantungnya yang tak menentu setiap dekat dengan Ayesha.
__ADS_1
Ayesha sendiri tak bisa berbuat apa-apa dia percaya pada ucapan pemuda itu karena memang selama dekat dengan nya Darren tak pernah melakukan lebih dari ini. Ia juga menikmati debaran jantung nya yang sudah berdebar tak menentu. Walau pun begitu kenyataannya yang baru saja di ungkapkan Darren entah kenapa membuat Ayesha menjadi lebih tenang. Betul kah dia cemburu?
Karena begitu hanyut dalam perasaanya sendiri ia tak menyadari jika Darren telah menarik diri darinya. Ayesha baru tersadar ketika sentilan lembut tangan Darren mendarat di keningnya membuat Ayesha mematutkan wajahnya. Baru juga merasa tenang tapi Darren sudah kembali menyebalkan.
"Lo lagi bayangin apa?" ujar Darren menahan senyumnya.
"Apaan sih, emang gue ngapain?" balas Ayesha ketus berusaha mengalihkan pembicaraan karena ia terlalu malu untuk mengatakan jika dia ikut terhanyut dengan perlakuan manis Darren belum lagi ia malu karena sudah salah sangka dengan pemuda itu.
"Muka lo merah, lo malu ya? kenapa?" tanya Darren menggoda Ayesha. Lucu sekali ekspresi gadis itu.
"Berisik!!! ayo pulang udah malam ini katanya mau anterin gue" ujar Ayesha ketus dan berjalan menghampiri mobil milik pemuda itu meninggalkannya yang masih terkekeh.
Keduanya kini sudah berada di dalam mobil melaju di kegelapan malam membelah jalanan yang sudah tak terlalu padat mungkin karena sudah hampir larut.
Di perjalanan Darren masih saja tersenyum mengigat Ayesha yang ternyata kesal jika dia dekat dengan wanita lain. Menyenangkan sekali mengetahui itu cemburu kan tandanya cinta. Dari apa yang dia lihat sudah bisa di pastikan Ayesha pasti cemburu hanya saja gadis itu masih belum sadar atau masih menepis kenyataanya itu jadi, tugasnya sekarang yaitu untuk membuat Ayesha menyadari perasaanya sendiri.
Tak berselang lama kini Darren dan Ayesha sudah berada di depan gerbang rumah om dan tantenya.
"Udah sampe" ujar Darren.
"Yah, gue tau!!" Seperti biasa Ayesha akan menjawab dengan ketus kemudian tangannya menjangkau pintu mobil hendak membukanya tapi tangan Ayesha lebih dulu di tahan oleh Darren dan tanpa aba-aba ia kembali menempelkan keningnya di kening Ayesha membuat gadis itu terkejut.
"Selamat malam, semoga mimpi indah" ucapnya membuat Ayesha tertegun beberapa saat kemudian buru-buru masuk ke dalam rumahnya tanpa menoleh kebelakang. Ia malu sekali sudah dua kali Darren melakukan hal itu hari ini. Sedangkan Darren, ia kembali terkekeh melihat wajah Ayesha yang memerah. Setelah memastikan Ayesha sudah masuk ke dalam rumah, ia kemudian melajukan kendaraanya meninggalkan rumah itu.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1