Aku Juga Putrimu, Ayah

Aku Juga Putrimu, Ayah
Penolongku


__ADS_3

"Siapa kau b******* berani sekali mengganggu kesenangan kami" ujar Alvaro yang terlihat sangat marah.


Pemuda yang entah datang dari mana tapi mampu membuat Anisha sedikit bernafas lega, ia berharap pemuda itu bisa mengalahkan penjahat-penjahat itu dan menolongnya.


"Lepaskan atau kalian anak ku kirim ke neraka" ujarnya garang.


"Kau sombong sekali, hiyaaahhh!!!" seru salah satu penjahat di sana.


Sebuah bogeman hendak mendarat ke wajah tampan pemuda yang masih mengenakan seragam putih abu-abu itu. Tapi, karena dia memiliki reflek yang bagus dengan secepat kilat ia bisa menghindar dan balas menyerang penjahat itu tepat di bagian punggung.


Serangan-serangan serupa mulai di lancarkan penjahat di sana. Walaupun pemuda itu kalah jumlah tapi beruntung dia bisa mengimbangi serangan mereka yang membabi buta.


Pukulan serta tendangan memang mampu membuat pemuda itu cukup kewalahan ia tak bisa mengalahkan mereka dalam waktu yang singkat. Beruntungnya penjahat itu seolah terlalu meremehkannya hingga kewaspadaan si penjahat berkurang. Pada saatnya mereka mulai lengah serangan mematikan dari pemuda itu mengejutkan mereka.


Saking kerasnya serangan itu beberapa penjahat sudah bergelimpangan di lantai kotor rumah itu. Mereka tak sadarkan diri. Hal itu di dilakukannya berulang pada semua penjahat hingga tersisa Alvaro seorang yang menganga tak percaya dengan apa yang terjadi di depan matanya ini.


Alvaro ketakutan hingga ia memutuskan lari dari tempat itu sebelum mukanya babak belur seperti nasib anak anak buahnya.


Sekarang tinggal pemuda si penolong dan Anisha yang masih menangis karena syok, panik, takut, dan senang menjadi satu. Dia sangat bersyukur masih ada pemuda baik yang mau menolongnya.


"Hei lo ngga apa-apa kan?" ujar pemuda itu kini sudah melepaskan satu persatu tali yang menghambat pergerakan gadis itu.


Melihat pemuda yang sudah menyelamatkannya dari dekat ia terkejut bukan main. Kini ia bisa melihat dengan jelas siapa pemuda yang baik hati ini merelakan wajah mulusnya berubah bentuk tak karuan seperti itu untuk menyelamatkannya.


"Darren?" Ujar Anisha ketika telah mengenali pemuda di depannya. Ia bahagia luar biasa mengetahui jika yang menyelamatkannya itu adalah Darren, lelaki yang membuat perasaanya tak menentu.


"Iya ini gue, lo ngga apa-apa kan, mereka belum sempat ngapa-ngapain lo kan?" Tanya Darren lagi.


"Ah iya, gue ngga apa-apa, makasih lo mau nolongin gue" ucap Anisha tulus. Dia berusaha berdiri ketika tali yang mengikat kakinya sudah di lepaskan Darren. Tapi baru hendak berdiri ia kembali jatuh terduduk, kakinya terlalu lemas untuk sekedar menopang sendiri berat badannya.


"Auhhh" keluhnya.


"kenapa lo ngga bisa jalan, sini biar gue bantu" tanpa menunggu jawaban Anisha, Darren lebih dulu mengangkat tubuh gadis itu menggendongnya di depan ala bride style, Anisha reflek mengalungkan tangannya pada leher Darren.


Berada dalam posisi seperti itu membuat Anisha bisa mencium aroma dari parfum yang di pakai pemuda itu. Aroma harum parfumnya membuat Anisha tenang dan tanpa di sadarinya kedua sudut bibirnya terangkat.


Deg


Deg


Deg


Jantungnya berdetak tak beraturan ketika berada di jarak sedekat itu. Darren terlihat sangat keren, ia datang di saat Anisha benar-benar membutuhkan bantuannya.


Terlalu nyaman berada di dekapan Darren tanpa sadar Anisha kini sudah menyenderkan kepalnya di dada bidang milik laki-laki pujaannya itu. Tak salah Anisha menyukai pemuda ini pada pandangan pertama Darren memang sekeren itu.


Khayalannya buyar ketika ia telah di dudukan di mobil milik Darren. Setelah memastikan Anisha duduk dengan aman dan tak lupa ia juga memasangkan seatbelt untuk gadis itu, ia mulai melajukan kendaraannya.

__ADS_1


Jalanan berbatu kini berganti dengan jalanan yang lebih mulus menandakan mereka sudah sampai di jalan utama.


"Ehem.. Kak, makasih yah kakak udah repot-repot mau nolongin aku, tapi giman caranya kakak ada di tempat itu?" Tanya Anisha memecahkan kecanggungan yang ada.


"Gue ngga sengaja liat elo di dalam mobil itu, muka lo kayak ketakutan gitu jadi gue ikutin, ternyata bener ada yang ngga beres" Terangnya tanpa mengalihkan pandangannya.


"Ouh, iyah dia bilang kak Rezky yang kirim dia, jadi aku percaya aja ngga taunya dia orang jahat"


"lo kenal mereka?"


"Ya salah satunya teman sekolah aku"


Di kediaman Herlambang Ayesha berjalan mondar mandir di kamarnya. Naik dan turun tangga menunggu kakaknya pulang. Dia sangat cemas Anisha tak biasanya pulang sangat terlambat seperti ini, Ponselnya dan ponsel Rezky juga tak bisa ia hubungi.


tin..tin..tin..


Suara klakson mobil di depan rumahnya tanpa pikir panjang dia berlari keluar ia berharap itu adalah Anisha. Tapi harapannya pupus ketika yang keluar ternyata hanya Rezky dia tak melihat kakaknya dengan pemuda itu.


"Kakak sendirian? mana Anisha?" tanya Ayesha.


"Loh, bukannya dia udah pulang duluan?" Rezky tampak bingung dengan pertanyaan adik kesayangannya itu.


"Belum, Anisha belum pulang dia juga ngga bisa di hubungi" Ucap Ayesha lemas.


"gak, gak mungkin, jangan-jangan terjadi sesuatu dengan anak itu?"


"Qeena ya ampun lo dari mana aja sih?, kenapa ponsel lo susah banget di hubungin? dan ini kenapa ko jalan lo kaya gitu? lo terluka? kenapa?" Taya Ayesha bertubi-tubi membuat Anisha terkekeh dengan respon adiknya, Rezky pun mendecakkan lidahnya.


"Satu-satu dong Sha tanyanya gue jadi bingung" ucap Anisha.


"Dia tadi di culik" ujar Darren ikut menjelaskan.


"Gue ngga tanya sama lo" ucap Ayesha ketus.


"Hus ngga boleh gitu Sha, dia udah nolongin gue" Anisha menyela.


"Hah ngga salah cowok payah ini nolongin lo?" ujar Ayesha remeh sambil menunjuk wajah Darren dengan telunjuknya. Tentu saja Darren sangat kesal dia menampik kasar tangan gadis itu.


"Heh!! sopan dikit sama orang yang lebih tua" ketus Darren.


"ck. sudah mengaku tua ternyata"


"Kau-"


"Udah!!! udah ko kalian malah berantem sih?" sela Rezky melerai keduanya yang sepertinya akan segera adu jotos.


"Kalian udah saling kenal?" tanya Anisha

__ADS_1


"Ngga" "Udah" jawab keduanya bersamaan.


"Wah jadi yang mana yang benar?"


"Udah mending kita ngobrol di dalam yuk, sekalian obati luka kalian berdua" ujar Rezky pada Darren dan Anisha.


Keduanya pun masuk ke dalam mengikuti Rezky meninggalkan Ayesha yang di buat dongkol. Meskipun malas akhirnya dia pun mengikuti ketiganya masuk dan duduk di ruang tamu tapi Anisha justru mengajak Darren dan Rezky untuk naik ke atas ke ruang keluarga.


Setelah selesai mengoleskan obat merah pada luka Darren dan Anisha, mereka mengobrol santai di ruangan itu.


"Jadi lo masuk sekolahnya Yesha, Ren?" tanya Rezky.


"Ya, gue juga ngga tau ternyata gue satu sekolah sama cewek preman ini" ucap Darren melirik Ayesha sekilas.


"Siapa yang kau sebut preman hah!!" sentak Ayesha tak terima. Tapi ucapannya itu sama sekali tak di gubris Darren dia seolah tak melihat Ayesha.


"Kalian terlihat dekat" ujar Anisha sesungguhnya dia sedikit kecewa melihat adiknya ternyata sudah lebih dulu mengenal Darren, tapi sebisa mungkin ia sembunyikan ia takut justru Darren nantinya akan menjauh.


"Seperti ini lo bilang dekat? sepertinya kepalamu kepentok sesuatu saat penculikan tadi" ujar Ayesha.


"Ini sudah sore kenapa lo ngga pulang?" ujar Ayesha sengaja mengusir Darren, dia sama sekali tak ada segan dengan pemuda itu.


"ko lo yang ngusir gue sih, suka suka gue dong mau pulang kapan, lagian Rezky juga masih di sini"


"Kak Rezky memang biasa di sini, bahkan dia sudah ada kamar sendiri di sini, sedangkan lo? lo kan cuma orang asing, pahlawan kesiangan!"


"Sha, lo ngga boleh gitu dia kan tamu kita!" ujar Anisha sungkan.


"Ck. dia tamu lo bukan tamu gue, ya udah kalo dia ngga mau pergi gue aja yang pergi" ujar Ayesha setelah mengatakan itu dia pun beranjak ke kamarnya hendak segera pergi.


"Loh ko lo beneran sih Sha, lo ngga kangen apa sama kakak? akhir-akhir ini lo susah banget di temuin" ujar Rezky saat melihat Ayesha sudah keluar dari kamar dengan pakaian yang sudah rapi.


Darren juga sempat terheran-heran dia tidak menyangka ucapan gadis itu serius, kini ia merasa tak nyaman ia pun ikut beranjak hendak pulang ia kira kehadirannya telah mengganggu kenyamanan Ayesha.


.


.


.


Bersambung...


...****************...


Hai readers jangan lupa kasih like ke karya aku yang acak-acakan ini...


Terimakasih

__ADS_1


Maaf jika adegan berantem di sini kurang dapet feel nya, karena aku ngga terlalu suka genre action jadi ceritanya gaje, aku cuma mau cerita kenakalan-kenakalan waktu masa putih abu-abu aja jadi aku ngga menjelaskan secara detail adegan itu...


__ADS_2