Aku Juga Putrimu, Ayah

Aku Juga Putrimu, Ayah
Kolor ijo


__ADS_3

...*Gadis tomboi, keras kepala, dan jelek...


......wleee*......


Ayesha mengrenyit bingung dengan isi pesan itu "Apa ini?" gumam nya.


Ayesha kemudian mengarahkan kepalanya melihat ke kanan dan kirinya mencari pelaku yang menulis pesan itu, hingga matanya menatap pada sebuah kertas di besi pegangan tangga.


Setelah di dekati ternyata kertas itu berisi gambar berupa anak panah yang mengarah ke bawah. Karena penasaran Ayesha mengikuti kemana tanda itu mengarah kan nya.


hingga sampai di pintu belakang yang menghubungkan rumah nya dengan halaman belakang, Ayesha mengambil kertas yang di tempelkan di pintu kemudian membacanya. Ayesha menautkan kedua alisnya.


...Tebak siapa aku, aku adalah belahan jiwamu, kulit ku putih, wajahku tampan dan imut setiap kamu melihat selalu terpesona....


"Dih tulisan apaan nih narsis banget, bikin perut gue kembung, iyuh" ucap Ayesha sambil bergidik geli.


Meski begitu Ayesha masih penasaran, ia pun kembali berjalan ke arah halaman belakang rumah, tepatnya di samping kolam renang.


Ayesha tertegun, ia melihat seorang pria dengan postur tubuhnya yang lumayan tinggi serta rambut yang pirang. Pria itu memakai baju kaos warna merah dan juga celana jeans panjang tengah melihat kolam renang dan membelakangi nya. Sesaat Ayesha curiga jangan-jangan pria itu adalah orang jahat yang hendak menculiknya.


Ayesha mendekat dan tak lupa membawa sebuah pengki sebagai senjata, dia berjalan mengendap-endap menghampiri pemilik rambut pirang itu, Dan


Bughh


Ayesha memukul punggung pria itu menggunakan pengki dengan sekuat tenaga hingga alat kebersihan itu pecah,


"Argggghhhh"


Byurrrrr


teriak pria itu merasa terkejut dan jatuh ke air kolam yang memang ada di depannya.


Terdengar teriakan dari belakang Ayesha bersama an dengan pukulannya tadi. Ayesha pun menengok ke belakang.


"Ayesha!!!!, ya ampun kamu ngapain sih" teriak Anisha sambil berlari ke arahnya dan melihat ke arah kolam.


"Ayo kak aku bantu!" teriak Anisha pada pria malang itu yang ternyata adalah Rezky.


Ayesha berdiri mematung melihat kakaknya yang malah menolong pria yang di sangka Ayesha sebagai penculik.


Setelah Rezky berhasil naik Anisha melayangkan tatapan tajamnya pada Ayesha. sedang yang di tatap hanya bisa membuang muka dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Ya ampun Yesha, tega banget sih nyeburin Kakak" ucap Rezky dengan mimik muka yang di buat memelas.


"kakak?" Tanya Ayesha bingung karena dia merasa tidak punya Kakak selain Anisha.


"Huh makanya tanya dulu baru bertindak, ini tuh kak Rezky tetangga kita dulu yang pindah ke luar negri Sha, masa kamu lupa?" ujar Anisha.

__ADS_1


"Tau nih lima tahun ngga ketemu beginikah sambutan mu?" ucap Rezky lagi dengan nada yang terdengar kesal.


"Hah kak Rezky? oh kak Rezky yang sok ganteng itu ya?" tanya Ayesha memastikan.


"Heh aku tuh ganteng beneran bukan sok sok an tau ngga sih, udah bikin aku basah kaya gini bukannya minta maaf malah ngeledek" ujar Rezky ketus.


"hehehe iya iya maaf kan Yesha yang polos ini wahai kak Rezky yang ganteng... tapi bo hong" ucap Ayesha.


"Tau ah gelap, gimana ini baju Kakak basah nanti Kaka masuk angin"


"Heleh lebay deh Kana air doang juga heboh nya dah kayak liat mantan gandeng an di pelaminan aja, tar Yesha ambilin baju".


Rezky dan Anisha hanya bisa mengelus dada melihat Ayesha yang tak mau di salah kan.


Sementara itu Ayesha tengah sibuk memilih baju nya yang dinilai cocok di pakai Rezky. karena Ayesha memang lebih suka memakai baju kaos oblong atau kaos oversize dari pada memakai Dress seperti kebanyakan gadis pada umumnya. Sesaat ide jail muncul di kepalanya.


Ia mengambil beberapa helai baju dan celananya kemudian dengan senyum jahilnya Ayesha kembali ke kolam renang.


"Nih kak Rezky pake," ucap Ayesha sambil menyodorkan paper bag ke arah Rezky.


Tanpa curiga Rezky menyambar paper bag itu dan bergegas masuk ke kamar mandi yang ada di sebelah gazebo tempat mereka kini duduk.


Setelah kepergian Rezky, Ayesha tidak bisa berhenti untuk tida tersenyum. Anisha yang sedari tadi memperhatikan Ayesha pun di buat heran.


"Lo kenapa Sha?" tanya Anisha dan hanya di jawab gelengan kepala oleh Ayesha.


"AYESHA!!!!" Teriak nya dari dalam kamar mandi.


Sedangkan yang di teriakinya hanya bisa terbahak bahak sambil memegangi perutnya nya. Berbeda dengan Anisha yang justru terkejut mendengar teriakkan dari Rezky, sepersekian detik ia mengerti kalau adiknya lagi lagi tengah berbuat jahil. Ia menatap tajam ke arah adiknya yang masih terbahak itu.


Tak lama Rezky keluar dengan hanya mengenakan kolor warna hijau, tak lupa juga muka yang merah padam karena kesal juga malu. Ia menatap tajam ke arah Ayesha yang sedang menertawakan diri nya. sedangkan kedua gadis itu begitu Rezky keluar berteriak histeris karena tubuh bagian atas tubuhnya yang tidak mengenakkan baju.


"kyaaahhhh" Teriak kedua gadis itu


"Ada roti sobek" teriak Anisha sambil menutup muka dengan tangannya.


"Aaaaa ada kolor ijo" Teriak Ayesha sambil menutup mata nya.


"Kolor ijo, embah mu. kebangetan banget kamu yah Sha ngerjain Kakak, sini kamu Kakak getok kepala kamu ya, biar ngga oleng" teriak Rezky geram sambil berlari ke arah Ayesha hendak membalas dendam.


Aksi kejar kejaran pun tak dapat di hindarkan, Ayesha yang tidak hendak menyelamatkan diri terus berlari mengitari halaman belakang sambil sesekali menengok ke belakang dan menjulurkan lidah nya meledek Rezky. Sedang Rezky yang memang sedang kesal melemparkan sendal nya ke arah Ayesha namun tidak ada yang kena.


Anisha yang duduk manis menonton mereka pun tak bisa menahan tawa. apalagi saat Ayesha nekat memanjat pohon mangga di samping ayunan untuk menghindari kejaran Rezky. Tentu saja Rezky yang memang tidak bisa memanjat pohon hanya bisa meneriaki Ayesha dari bawah.


"Hei.. bocah tengil turun kamu, hadapi Kakak sini jangan lari dari kenyataan kamu yah" Teriak Rezky.


"Bodo amat, sini kalo berani ayo naik, wleeee" sahut Ayesha dengan berani sambil menjulurkan lidahnya mengejek Rezky karena merasa di atas awan sebab Ayesha yakin Rezky tidak mungkin berani menyusul nya ke atas.

__ADS_1


"Curang kamu ya, Kaka sumpah in kamu jatuh dari atas situ" Teriak Rezky, bahkan dia pun lupa kalau saat ini dia tidak memakai baju.


"Yesha turun Sha, nanti Lo jatuh" teriak Anisha sambil berjalan menghampiri mereka.


"Ngga mau gue ngga akan jatuh, kan gue jagonya kalo urusan manjat memanjat" ucap Ayesha takabur.


dan benar saja tak lama setelah Ayesha berucap dahan yang di duduki Ayesha patah.


Kreket Brughhh


"Agrhhhh" keluh Ayesha sambil mengusap b**Ong nya yang terasa nyeri


"Nah kan kualat kamu sama orang tua, sini" Ujar Rezky gemas kemudian memiting leher Ayesha dengan lengan kanan nya dan jitakan dari tangan kirinya mendarat mulus di kepala Ayesha. Ayesha hanya bisa mengaduh dan berteriak minta ampun, sedangkan Anisha hanya bisa tertawa melihat kelakuan mereka.


Setelah drama tadi Ayesha memberikan Rezky kaos nya yang memang cocok untuk laki laki juga perempuan hanya saja sedikit kekecilan di badan Rezky karena postur tubuh Ayesha jauh di bawahnya. sedangkan celana kolor ijo tadi di ganti dengan celana traning milik Ayesha.


Ketika Adzan Ashar berkumandang Ayesha segera mandi kemudian melaksanakan kewajiban empat rakaat nya. setelah selesai Ayesha bersiap siap untuk pergi latihan.


Saat melewati ruang tamu Ayesha melihat Rezky masih asik mengobrol dengan Anisha.


"ekhem hati hati kalau ada yang berduaan biasanya ada yang ketiga di tengah tengah..ihhh" ucap Ayesha pada dua kakak nya.


"iya Lo tuh setan nya" ucap Rezky ketus.


"Santai dong bro ngga usah ngegas gitu" ucap Ayesha lagi.


Rezky hanya membuang nafas nya kasar.


"Lo dah mau berangkat Sha?" tanya Anisha.


"emang kamu mau kemana Sha?" tanya Rezky


"Iya nih, mau latihan kak, Kakak ngga pulang?"


"engga mau nunggu om Ardi pulang dulu," ujar Rezki


"eh tapi mau ketemu calon mertua masa pake baju kaya gini ya? ya udah deh Kaka juga pamit yah Na? salam buat om besok main lagi" lanjut Rezky.


Akhirnya Ayesha pun di antar Rezky karena rumah mereka searah. Rezky masih asik memandangi gedung yang Ayesha masuki sesaat bibirnya tertarik keatas membaca spanduk yang ada di dinding gedung itu.


"Sanggar Tari Dewi Sri? Ayesha nari? hahahaha ngga salah masuk gedung kah tuh bocah? hahaha".


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2