Aku Juga Putrimu, Ayah

Aku Juga Putrimu, Ayah
Penggangu


__ADS_3

"Hai gue Anisha" ucap Anisha ramah meskipun di dalam sana jantungnya maraton sejak tadi namun untungnya Anisha bisa mengontrol diri agar tidak terlihat gugup.


Darren yang melihat Anisha mengrenyit kan alisnya dia seolah pernah melihatnya.


"kok gue kaya pernah liat ya?" ujar Darren sambil melihat dengan teliti wajah perempuan di depannya.


...******...


Sesaat kemudian dia bisa mengingat kalau gadis di depannya itu mirip sekali dengan gadis yang sedikit banyak mencuri perhatiannya siapa lagi jika bukan Ayesha.


"kalau dia gadis itu mana mungkin kan dia ngga inget gue? lagian namanya Ayesha bukan Anisha?" gumam Darren dalam hati.


"woy!! malah ngelamun sih" seru Rezky berhasil mengejutkan Darren yang memang tengah melamun.


"Eh..em.. gue Darren, salam kenal" ucapnya kemudian nampak canggung.


Mereka pun kembali melanjutkan obrolan yang sempat tertunda. Obrolan anak muda tentunya. Terlihat Anisha mudah bersosialisasi dengan anak-anak muda tersebut padahal sebelumnya jangan kan untuk sekedar duduk bersama seorang laki-laki yang baru di kenalnya bahkan melirik saja Anisha enggan. Tapi, entahlah dihadapan Darren semua nampak lain.


Keakraban mereka tentu saja tidak luput dari perhatian ayah Ardi dan juga Rasya yang nampak sedang berbincang. Memang baru baru ini perusahaan Ayah Ardi tengah menjalin kerjasama dengan perusahaan milik Rasya.


Melihat hal itu, ayah Ardi berencana untuk menjodohkan putri kesayangannya dengan Adik dari rekan bisnisnya tersebut. Di luar dugaan ternyata hal itu disambut baik oleh Rasya. Ayah Ardi pikir Rasya akan menolak karena selain usia mereka yang masih belia Rasya pun belum mempunyai pendamping.


Namun berbeda dengan Rasya dia tidak peduli yang penting jika adiknya bahagia dia akan mendukung apapun itu terutama jika dengan jatuh cinta adiknya akan kembali seperti yang dulu kenapa tidak?, pikirnya.


Tak terasa malam semakin larut, tentu saja pesta pun telah berakhir. Semua tamu undangan yang tersisa meninggalkan tempat acara tersebut kembali ke kediaman mereka masing-masing . tak terkecuali pasangan Ayah dan Anak yang kini tengah berada di dalam mobil.


Ayah Ardi tak henti-hentinya menggoda Anisha yang nampak tengah jatuh cinta pada pandangan pertama itu. Terbukti Anisa yang tersenyum malu-malu juga jangan lupakan mukanya yang memerah seperti buah tomat ketika di goda ayahnya.


Dilain tempat, tepat nya di sebuah kamar yang nampak gelap karena memang penghuni nya tengah terlelap dan terbuai mimpi indahnya harus terganggu karena ponselnya yang tidak berhenti berdering.


Dengan malas Ayesha menggeser Ikon sebuah telfon berwarna hijau yang terlihat bergetar itu kemudian menempelkannya di telinga tanpa membuka matanya. Mungkin dia juga mengangkat panggilan tersebut antara sadar dan tidak.


"Hallo" ucapnya dengan suara serak khas bangun tidur ketika di rasa benda pipih tersebut menyentuh daun telinganya.


Sedangkan orang yang tengah menelepon mendecakkan lidah nya. Sudah bisa dipastikan jika sang pemilik nomor itu tengah terlelap ketika ia hubungi.


"Hari ini lo kemana aja?" ucap pemuda yang tak lain adalah Darren.


Darren menghubungi Ayesha karena memastikan jika yang dia temui di pesta tadi bukan dirinya. karena itu begitu Darren sampai di kamarnya dia langsung menelpon Ayesha meskipun sudah tengah malam.


Mendengar nada suara dari Ayesha dia pun yakin jika gadis tadi itu bukan Ayesha.

__ADS_1


"Hah?" ucap Ayesha bingung. Maksudnya apa tengah malam dia menelepon nya cuma mengatakan hal seperti itu.


Ayesha pun membuka lebar matanya meskipun dia tengah malas tapi dia juga penasaran dengan siapa yang menelepon nya dan menanyakan hal aneh seperti itu.


Ayesha kemudian membaca sebuah nama yang tertera di layar ponselnya setelah mengetahui si pengganggu tidur cantiknya Ayesha pun menghela nafas nya kasar.


"pantes pertanyaannya aneh, orangnya juga aneh" gumamnya dalam hati.


"hallo Lo masih di sana?" kembali terdengar suara dari sebrang telpon.


"Ah iya, hari ini gue di rumah aja dan tadi gue lagi mimpi indah tapi di ganggu Sama penelpon yang tidak tau waktu, kenapa? apa Lo sekarang udah kangen?" ujar Ayesha dengan malas.


"Lo ngatain gue pengganggu? berani banget Lo, punya nyawa berapa?" ucap Darren kesal.


Pasalnya hanya Ayesha yang berani mengumpat kepadanya. sedangkan kebanyakan perempuan akan terpesona dan akan pura pura berprilaku lembut di depannya. tapi gadis itu? sungguh lain. Tapi Ayesha tidak peduli, karena memang dia mengganggu tidur cantiknya.


"CK. dah lah ngga usah di perpanjang Lo mau apa?" ucap Ayesha tak kalah kesal.


Terdengar helaan nafas dari seberang sana sebelum Darren berbicara, berusaha menetralkan lagi kekesalan yang sempat tersulut karena mengingat hari sudah larut.


"Siap-siap mulai dari esok hari hari Lo ngga akan tenang sebelum Lo lunasi hutang Lo itu" ucap Darren kemudian mematikan sambungan telepon nya begitu saja tanpa mendengar jawaban dari Ayesha.


"maksudnya?, woy halo..halo... CK main matiin seenaknya gue belum selesai ngomong dasar pengganggu ngga tau tata Krama!" gerutu Ayesha, kemudian melemparkan ponselnya asal ke atas kasur karena kalau di lempar ke meja atau lantai sayang takut pecah sudah nyari gantinya.


Cukup lama orang tersebut di sana, namun tak ada pergerakan sama sekali dari orang tersebut. hingga dia keluar dan menutup pintu kamar Ayesha tak ada sepatah kata pun terdengar.


Keesokan harinya, ponsel Ayesha kembali berdering menandakan ada panggilan masuk. Tapi gadis si pemilik ponsel tersebut justru tak terlihat terusik dengan suara nyaring dari benda pipih di sebelah nya. ia justru tampak semakin nyenyak di bawah selimut nya.


Sedangkan Darren sudah sangat kesal karena berkali-kali dia menelpon gadis bar-bar yang baru beberapa hari dia kenal tapi malah di abaikan.


Darren kemudian keluar dari kamarnya hendak menemui sang kakak bermaksud meminta bantuan pada asisten pribadi kakaknya yang bernama Toni untuk membuat kan nya surat perjanjian yang sah se sah sah nya.


Mendengar permintaan adiknya itu Rasya tampak mengerutkan keningnya bingung. Namun meski heran Rasya tetap menuruti permintaan adiknya itu.


pukul delapan pagi surat yang di minta tuan muda kedua keluarga Pranadipta itu selesai namun Darren belum bisa menghubungi Ayesha. Karena kesal, Darren pun malajukan mobilnya menuju taman kota hendak lari pagi yang bukan lagi pagi tersebut.


Sepanjang Darren berlari, sepanjang itu pula Darren tak henti-hentinya mengumpat untuk Ayesha. Rencananya pagi ini Darren ingin mengajak Ayesha menemani nya joging tapi yang di harapkan malah sama sekali tak merespon. Jadilah sekarang dia joging sendirian.


Pukul sembilan pagi Ayesha baru bangun dari tidur cantiknya itu pun karena Anisha yang membangunkan nya jika tidak mungkin Ayesha akan bangun pukul satu siang nanti. yah, seperti itu lah kebiasaan Ayesha jika sedang libur sekolah.


Setelah bersiap dan sarapan, Ayesha pamit pada ayah Ardi bahwa hari ini dia akan pulang terlambat mengingat dia pun harus latihan untuk persiapan kompetisi nanti. Namun, lagi-lagi ayah ardi mengacuhkan Ayesha dan berkata jika dia tidak peduli kemana dan apa yang dilakukan Ayesha. karena sudah biasa Ayesha tak ambil pusing dia pun keluar rumah hendak bertemu sahabat nya.

__ADS_1


Tepat setelah Ayesha sampai di halte dekat rumahnya, terlihat sebuah mobil yang mendekat dan berhenti di depannya, keluarlah dua mahluk menyebalkan tapi juga bisa membuat Ayesha rindu. siapa lagi jika buka kedua sahabatnya Dito dan Rayna.


"udah lama nunggu Sha?" tanya Rayna ketika Ayesha telah menutup pintu mobil Dito.


"baru banget gue nyampe ko" sahut Ayesha.


"Tumben Lo tepat waktu Sha?, biasanya selalu bikin kita lumutan kalo nunggu Lo" Dito pun ikut bertanya.


"iya gue ngga mandi soalnya". sahut Ayesha ketus.


"seriusan Lo? jorok banget sih? tuh di depan ada toilet umum, Lo mandi dulu gih" ucap Dito lagi.


"Ngga usah, lagian Lo aneh gue udah cantik kece badai kaya gini Lo kira belum mandi? CK CK CK"


Obrolan mereka pun berlanjut, hingga tidak terasa kini mobil Dito telah sampai di parkiran sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kota mereka.


Tanpa membuang waktu ketiga anak muda itu menuju area bioskop untuk membeli tiket terlebih dahulu.


Masih satu jam lagi ternya sebelum film yang akan mereka tonton di putar, jadi untuk mengisi waktu luang ketiga nya berjalan-jalan di sekitar mall tersebut. Cuci mata ucap ketiganya kompak ketika memasuki sebuah toko baju.


Puas melihat-lihat beberapa toko baju kini tibalah mereka di toko sepatu. Giliran Dito kini yang nampak antusias karena memang Dito suka sekali mengoleksi sepatu.


Ketika tengak asik melihat lihat jejeran sepatu flat shoes, Ayesha tidak sengaja menabrak seseorang yang juga sedang melihat-lihat sepatu di belakang nya.


Bruukkk


Keduanya jatuh begitu juga dengan beberapa pasang sepatu yang tidak sengaja mereka senggol ikut berjatuhan.


"Arrghh.. heh Lo buta ya!?" sentak pria yang Ayesha tabrak. Tapi begitu pandangan pria tersebut melihat Ayesha yang masih asyik menata rambutnya yang berantakan karena beberapa sepatu jatuh tepat di kepalanya senyum pria itu pun tersungging di bibirnya.


"Oh... di sini Lo rupanya, gue hubungin berkali-kali ternyata lagi asik jalan-jalan" ucap pria itu yang tak lain adalah Darren.


.


.


.


Bersambung...


...*****...

__ADS_1


Halo teman-teman pembaca semua Mohon dukungannya semua jangan lupa like dan favorit in ya...


Heppy reading


__ADS_2