
"hais gara-gara kecoak itu gue beneran telat" gumam Ayesha pelan ketika dia melihat jam di ponselnya.
...*****...
"Lo mau kemana Sha panik banget?" tanya Rayna yang mendengar gumaman Ayesha karena dia memang berada di sampingnya.
"Gue ada latihan, semalem Nita ngajakin gue gabung dan ini latihan pertama kita ya kali ngaret.. huft." Ayesha membuang nafasnya kasar.
"Lo di ajakin Nita? wah selamat yah, gue ngga sabar liat lo perform" Ujar Rayna antusias.
Tak lama ponsel Ayesha berbunyi ternyata Nita yang menghubunginya seperti yang di katakan Ayesha tadi.
Setelah telfon tersambung terdengar teriakan Nita sampai Ayesha harus menjauhkan ponsel dari telinganya.
Setelah menjelaskan kejadian yang mereka alami di bantu Rayna, Kak lisa memaklumi dan mengatakan akan menjemput Ayesha karena gadis itu memang tak membawa kendaran, mau membayar jasa ojek di aplikasinya pun sayang karena dia harus berhemat.
Sementara keadaan dua laki-laki di sana sangat memprihatinkan apalagi keadaan Darren yang benar-benar babak belur, beruntung meski dengan keadaan yang seperti itu pesona dan ketampanannya tak berkurang, setidaknya itulah yang ada di pandangan Rayna.
Dito menawarkan bantuan untuk membawanya ke rumah sakit tapi dengan tegas Darren menolaknya dia mengatakan akan ada yang menjemputnya.
Tentu saja Darren akan menolak dia tidak ingin terlihat lemah apalagi di hadapan gadis menyebalkan yang tengah memandangnya remeh.
Setelah perdebatan cukup panjang, Dito akhirnya menyetujui keputusan Darren meskipun dengan berat hati. Dito memutuskan untuk pergi terlebih dahulu karena pembantu di rumahnya mengabarinya jika Ayahnya sudah kembali dari kunjungan luar negri. Begitu juga dengan Rayna yang memang bertetangga dengan Dito sejak setahun yang lalu hanya berjarak beberapa rumah saja.
Setelah Dito dan Rayna pergi kini hanya ada dua anak manusia yang seperti sedang perang dingin tak ada obrolan tak ada niatan Ayesha menanyakan keadaan Darren karena merasa sangat canggung tak ada niatan untuk memulai percakapan sekedar mengisi waktu sembari menunggu jemputan datang.
Darren yang tak tahan dengan sikap acuh Ayesha meminta pertolongan pada gadis itu untuk mengubungi kakaknya, karena sebelumnya berkali-kali dia mengubungi supir pribadinya namun tak sekalipun di jawab. Meskipun agak malas sebenarnya, itulah mengapa dia meminta tolong Ayesha.
Dengan setengah hati dia menerima ponsel Darren dan menghubungi kakaknya. Beberapa kali panggilan akhirnya terdengar suara bariton dari sebrang telpon sana.
"Halo, kenapa de?" sebuah suara terdengar merdu di telinga Ayesha.
"Halo iya kakaknya Darren, bisa jemput lelaki payah ini gak?" ujar Ayesha santai, meskipun sebenarnya dia sedikit gugup.
Darren yang mendengar jika Ayesha mengatai nya payah menatap Ayesha tajam, tapi gadis itu tak peduli.
"Siapa yang kau sebut payah hah!!?" Rasya yang mendengar adiknya dijelek-jelekkan pun ikut tidak terima.
"Sudahlah tuan, tak perlu mendebat ku, lebih baik anda segera datang karena adik anda sepertinya sekarat di jalanan, dia habis di keroyok masa" ujar Ayesha santai, dia bahkan tak peduli jika dia sedikit melebih-lebihkan karena kesal pada pemuda yang tengah menatapnya tajam juga dengan rahang yang mengeras menandakan jika pemuda itu juga kesal bisa bisanya dia di katakan kritis.
__ADS_1
"APA..!!!!, cepat beri tahu aku dimana kalian." seru Rasya panik.
Dalam benaknya dia sempat berfikir jika adiknya kritis kenapa tidak di panggilkan ambulance, tapi buru-buru dia tepis karena sangat khawatir.
Tak lama setelah sebuah pesan masuk ke ponselnya Rasya mengendarai sendiri mobil Ferrari merahnya menuju tempat yang di kirimkan.
Sedangkan Darren langsung protes ketika gadis itu mengembalikan ponselnya, bisa biasanya dia di bilang di keroyok masa.
"Heh sejak kapan ada masa berani nyerang gue?" ujar Darren sombong, dia tidak ingat jika dia baru saja di hajar habis habisan.
"Tadi itu apa? main bekel kah?" sahut Ayesha santai.
"Heh lo jangan macem-macem ya sekarang gue itu tuan lo, dan lo harus patuh." ujar Darren mencoba mengalihkan arah pembicaraan, dia sangat malu karena yang di ucapkan Ayesha itu benar.
"ck..Ketua katanya baru kaya gitu ajah dah pada bonyok, sungguh memalukan" Ujar Ayesha semakin semangat mengejek Darren.
"elo tuh jadi cewe ngeselin banget sih, perhatian dikit kek malah nyiyir" ucap Darren ketus.
Perdebatan mereka harus terhenti ketika sebuah sepeda motor menghampiri keduanya. Setelah si pengendara membuka helm full face nya memperlihatkan wajah tampan kebule bulean senyum Ayesha kemudian mengembang.
"Jemputan sudah datang!" pekiknya senang.
"Gue oke kok, noh dia yang parah" ujarnya sambil melirik Darren.
"oh syukur deh, lo ngga apa apa bro?" tanya Exel pada Darren.
"Ngga usah sok akrab" ujar nya jutek, entah kenapa dia tak suka melihat Ayesha dekat dengan laki-laki lain, melihatnya mengobrol dengan Dito saja dia tidak nyaman, apalagi ini yang terang-terang akan duduk berboncengan, membuat moodnya sangat tidak baik.
Exel menggelengkan kepalanya mendengar jawaban tak bersahabat dari pemuda di depannya, walaupun sudah tidak berdaya nyatanya Darren masih saja ketus.
Meskipun sedikit kesal dengan Darren tapi Exel tentu saja tidak tega meninggal kan nya sendirian, sedangkan Ayesha jangan di tanya dia entah kenapa begitu tidak peduli dengan keadaan Darren.
Tidak ada obrolan dari ketiganya walaupun Ayesha dan Exel satu sekolah tapi baru kali ini mereka bertemu, lebih tepatnya bersama biasanya hanya berpapasan pada saat ke kantin atau di sekitaran lingkungan sekolah jadilah kini mereka terdiam dalam lamunan nya masing-masing.
Sudah lebih dari tiga puluh menit tapi Rasya yang katanya akan menjemput adik kesayangannya tidak kunjung datang. Hingga sebuah mobil ferrari merah berhenti di depan mereka.
Rasya keluar dari mobilnya, menghampiri Darren dengan setengah berlari saking paniknya. meski bukan yang pertama kejadian seperti ini terjadi tetap saja dia selalu khawatir dengan keadaan adiknya.
"De, loh kok? katanya kamu kritis tapi kok bisa berdiri?" ujar Rasya heran.
__ADS_1
"ck. dah lah ngga usah banyak tanya, Ayo pulang!" Seperti biasa Darren masih saja ketus dengan Kakaknya. Tanpa melihat ke arah Ayesha dan Exel dia berjalan ke arah mobil kakaknya meski pun Masih tertatih tapi dia tak meminta bantuan.
Rasya hanya bisa menghela nafasnya dalam mencoba mengumpulkan stok kesabaran menghadapi kelakuan adiknya.
Rasya kemudian menyusul adiknya tak lupa dia mengucapkan terimakasih pada Ayesha dan Exel. Mobil merah itu pun melaju dan berbaur dengan kendaraan lain di jalanan yang mulai ramai.
Setelah kepergian Darren, Ayesha dan Exel pun pergi ke rumah kak Lisa tempat mereka melakukan latihannya. Selama di perjalanan tidak ada obrolan berarti antara keduanya selain canggung suara mereka juga tak akan terlalu jelas karena deru angin yang menerpa pun mereka menggunakan helm.
Cukup lama keduanya berada di jalanan karena arah yang mereka tuju sudah ramai dengan kendaran karena hari sudah semakin sore, waktunya para pekerja untuk istirahat setelah seharian bekerja. Kini, Ayesha dan Exel telah berada di ruangan untuk memulai latihan mereka. Lumayan banyak yang harus di koreksi mengingat ini adalah latihan pertama mereka.
Tidak terasa hari sudah semakin gelap, jam di dinding pun sudah menunjukan pukul sembilan malam, anak anak sudah di perboleh kan kembali ke rumah masing masing.
Ayesha tiba di rumahnya pukul sepuluh, belum terlalu malam memang untuk daerah ibukota tapi Ayah Ardi menerapkan pada anak gadisnya untuk berada di rumah kurang dari jam sembilan kecuali bila keluar dengannya.
Ayesha berjalan perlahan sembari berdoa semoga Ayahnya masih sibuk di ruang kerjanya atau masih di kantor mungkin meskipun ayesha tau betul hari ini hari minggu dimana ayahnya selalu meluangkan waktu untuk anaknya bukan Ayesha tentunya. Ada atau tidak ayahnya di rumah sama saja dia selalu tak di lihat, itu alasan mengapa Ayesha lebih suka di luar dari pada di rumah.
Ceklek...
Baru memasuki ruang tamu Ayesha di kejutkan dengan suara bariton milik ayahnya yang ternyata sedang menunggunya dengan sorot mata yang tajam.
"Darimana saja kamu?" Tanya ayah Ardi dingin.
"Haduh gawat ketahuan" gumam Ayesha pelan.
.
.
Bersambung...
...*****...
Hai Reader jangan lupa Like dan kasih komentar kalian ya jangan lupa juga kasih favorit karya aku di rak buku kalian...
maaf banget ya readers aku jarang banget update, masih sibuk sama urusan yang lain..
Terimakasih all...
Heppy reading..
__ADS_1
.