
"Kamu siapa?" Tanya om Ray.
"kenapa kamu di rumah saya?"
Darren tak bergeming ia tak bisa menjawab karena ini kali pertama dia bertemu dengan orang tua Rezky secara langsung, Darren sedikit terkejut membuatnya tak bisa berkata kata. Saat pertemuan pertama kemarin di pesta mungkin om Ray melupakannya. Wajar karena begitu banyak tamu yang ia undang dan lagi apalah Darren ia bukan pebisnis wajar saja om Ray tak mengenalinya.
"Kenapa kau diam saja, apa yang kau lakukan di sini?" Tanya om Ray lagi.
"Saya.."
"Pah, itu?.." tunjuk mama rezky melihat gadis di belakang Darren tengah tertidur di sofa.
"Loh itu kan, apa yang kau lakukan dengan anak saya hah!!!" Bentak om Ray pada Darren.
Teriakan om Ray ternyata mengusik tidur cantik Ayesha yang tak tahu tempat itu. Ayesha menggeliat dan perlahan membuka matanya. Pertama yang ia lihat adalah wajah mama Rez yang menatapnya khawatir karena dia pikir Ayesha pingsan karena Darren.
"Tante" sapa Ayesha dengan suara yang serak khas orang bangun tidur.
"Yesha? Kamu tidur?" Tanya Mama Rez.
"Iya Yesha tadi..." Ayesha menjeda kalimatnya ia mencoba mengingat kembali apa yang terjadi sebelumnya.
"Kak Rezky!!!!!" Teriak Ayesha setelah mengingat apa yang telah di lakukan kakaknya itu.
"Dimana dia? dimana kak Rezky bersembunyi?!!"
"hei kenapa nak? ada apa?" tanya om Ray yang sudah melepaskan cengkeramannya pada Darren.
"Kak Rez keterlaluan om" ujar Ayesha.
__ADS_1
Ayesha pun menceritakan semua yang di lakukan Rezky pada om dan tantenya. Di hari yang hampir subuh itu keluarga Raymond belum ada yang terlelap. Tentu saja kedua orang tua Rezky sangat terkejut dengan ulah anaknya itu.
Di tengah obrolan mereka, suara gaduh dari arah luar terdengar membuat perhatian keempat orang itu teralihkan pada siapa yang membuat keributan tersebut.
Ternyata si pembuat onar itu Rasya yang tengah kelimpungan mencari adiknya. Begitu sang tuan rumah keluar Rasya sangat terkejut ternyata ini adalah kediaman Tuan Ray yang ia kira sebagai dalang di balik penculikan adiknya.
Rasya hendak menodongkan senjatanya pada om Ray tapi ia urungkan begitu melihat sang adik ternyata baik-baik saja. Om Ray pun tidak marah atas tindakan rekan bisnisnya itu, ia mengerti saat ini Rasya pasti sedang panik mendapati adiknya tak pulang ke rumah.
Om Ray kemudian mengajak Rasya masuk ke dalam rumahnya, belum sempat di jawab oleh Rasya orang yang di tunggu-tunggu itu akhirnya datang juga sontak saja Rezky mendapatkan tatapan yang tajam dari semua orang tak terkecuali Om Ray sendiri. Bisa bisanya putra satu-satunya itu membuat ulah sampai seperti ini. Ingin sekali ia menendang wajah putranya jika saja sang istri tak menggenggam lembut tangannya.
Rezky masuk dengan wajah yang datar seolah tak merasa bersalah sedikitpun. Sebenarnya ini semua rencananya dan juga Anisha. Ia keluar ingin menjemput Anisha tapi ternyata gadis itu tiba-tiba tak jadi ikut dengannya alasannya sang ayah sedang tak baik-baik saja. Jadilah ia kembali dengan tangan kosong. Bersiap untuk mendapatkan amukan dari adiknya.
Semua orang kini tengah duduk dengan tegang. Sebentar lagi memasuki waktu subuh harusnya suasana nya dingin tapi di ruangan ini berbeda terasa kaku dan agak mencekam.
"Maafkan atas kelakuan anak saya tuan Rasya" ujar om Ray memulai percakapan setelah cukup lama mereka terdiam. Bahkan saking lamanya teh yang di sajikan bi mei sudah tak mengepulkan asapnya lagi pertanda minuman itu mulai dingin.
"Saya sangat kecewa sebenarnya tuan, jujur saya sangat khawatir tentang Darren yang tiba-tiba putus komunikasi dengan saya. Anda tau betapa saya sangat mencemaskannya tapi ternyata ini di anggap lelucon oleh putra semata wayang anda" tutur Rasya. Yah, siapa yang tidak jengkel jika kejadian luar biasa ini di sebabkan oleh bocah ingusan yang sedang menjahili adik perempuannya.
"Saya juga minta maaf om, jujur ini semua salah paham. Sebenarnya target saya hanya Ayesha tapi adik anda ini menempel terus pada adik saya jadi apa boleh buat dua-duanya saya ciduk" ujar Rasya enteng. Tentu saja dia mendapatkan tatapan tajam mematikan dari Ayesha.
Rasya mengrenyit, benar juga ia sampai lupa menanyakan hal itu. Bagaiman bisa adiknya itu selalu terlihat selalu berduaan dengan seorang gadis.
"Dan kau, apa yang kau lakukan? kenapa kamu selalu membuntuti seorang gadis?" Tanya Rasya pada Darren sayangnya belum sempat Darren menjawab Ayesha sudah terlebih dahulu mulai berdrama. Ini adalah salah satu keahliannya.
Berkecimpung di dunia seni dan peran walupun masih di tahap belajar tadinya tapi bakat Ayesha tak bisa di ragukan. Terbukti dari banyaknya penghargaan yang ia raih dulu. Tapi, itu dulu..
"Ah, om itu sebenarnya kesalahan saya, mobil Adik om ini tak sengaja saya buat lecet dia minta ganti rugi sebesar satu juta. Kebetulan pada saat itu saya sedang tak mempunyai uang sebanyak itu karena saya sedang dalam masa hukuman Ayah. Kartu ATM saya di tahan, uang jajan pun saya tak di kasih. Karena itu sebagai gantinya saya harus menjadi asistennya selama dua bulan. Tapi ternyata hutang saya membengkak setengahnya. Jadi saya harus membayar satu juta setengah atas kerusakan yang tak sengaja saya lakukan. Saya kira dia juga orang susah om soalnya dia seperti rentenir yang hutang pun dia kasih bunga" Tutur Ayesha panjang lebar.
Memang tak bohong sih tapi entah kenapa Darren menatapnya tak suka apalagi di kata terakhir yang menyebut dirinya orang susah.
__ADS_1
Padahal siapa yang tak mengenal dia, pemuda tampan, gagah, dan tajir. Tuan muda terakhir dari keluarga Pranadipta. Bahkan karena ketampanan dan juga bentuk badannya yang atletis beberapa lebel majalah menawarinya kontrak sebagai model di lebelnya. Tapi lihatlah Ayesha sama sekali acuh dan tak peduli dengan ketenaran Darren itulah sebabnya Darren merasa tertantang dan membuat persyaratan konyol seperti itu.
"Apa!! Satu juta?!!!" Rasya sangat terkejut sungguh adiknya itu membuatnya malu. Perihal satu juta saja ia tagih?
Padahal uang jajan yang di berikan kakaknya bahkan lebih dari cukup. Darren selalu membawa black card tapi satu juta pun masih ia tagih bahkan berbunga pula. Sungguh ingin rasanya saat ini kepala adiknya itu ia benturkan ke dinding supaya otaknya bisa ia pakai.
"Mulai sekarang kamu Ayesha saya bebaskan dari segala perjanjian dengan adik saya. Hutang kamu saya anggap lunas" pungkas Rasya. Tentu saja Ayesha sangat senang. Akhirnya ia bisa bebas juga dari Darren.
"Loh ngga bisa gitu dong kak! lah dia hutang nya duit ko masa gitu doang" Darren tentu saja tak terima. Niat hati membuat Ayesha selalu dekat dengannya karena begitu penasaran dengan sosok Ayesha yang cuek itu harus hancur berantakan karena kakaknya.
"Astaga Darren!!!! jangan kaya orang susah bahkan kamu masih mampu membeli 5 mobil baru dari uang jajan mu masa satu juta saja kamu permasalahkan"
Apa lagi yang bisa dia lakukan jika kakaknya sudah memutuskan. Darren memutuskan diam tak menimpali ucapan kakaknya. Di ujung sofa sana Ayesha tampak tersenyum puas penuh kemenangan ia menjulurkan lidahnya mengejek begitu pandangannya bertemu dengan Darren.
Tadinya ia ingin membuat perhitungan pada kakak abal-abalnya itu tapi karena kejadian ini Ayesha pun memutuskan untuk melupakannya. Lagipula jika bukan karena kakaknya mungkin saat ini dia masih terikat perjanjian. Selepas ini ia harus mengucapkan banyak terimakasih.
Akhirnya kesalah pahaman itu pun dapat di selesaikan dengan kekeluargaan. Untungnya pihak Rasya mau berbesar hati memaafkan kelakuan Rezky jika tida mungkin proyek bernilai miliyaran yang tengah om Ray jalan ni bersama Rasya akan melayang begitu saja.
Rasya termasuk juga Darren pamit pulang karena hari sudah semakin pagi sebelumnya om Ray berusaha membujuk Rasya agar mau menginap saja di tempatnya tapi secara tegas Rasya menolak dengan alasan akan ada meeting pagi besok. Akhirnya dengan berat hati om Ray melepas kolega nya itu.
Selepas berakhirnya masa kontrak perjanjian dengan Darren, Ayesha di paksa untuk tinggal di kediaman om Ray. Ayesha menolak karena takut akan merepotkan nantinya tapi keluarga om Ray tak menerima penolakan.
Akhirnya di sini ia berada. Di kamar bernuansa biru putih seperti di rumahnya ia beristirahat. Melepaskan beban nya hari ini berharap esok hari kehidupan yang bahagia akan ia rasakan.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...