Aku Juga Putrimu, Ayah

Aku Juga Putrimu, Ayah
Siapa kamu?


__ADS_3

Di perjalanan menuju sekolah seperti biasa Ayesha mengayuh sepeda kesayangannya karena memang dia tidak mendapatkan fasilitas kendaraan lain dari ayahnya.


karena hari masih pagi Ayesha mengayuh sepeda dengan sedikit santai, tatapan mata yang lurus ke depan tapi, entah apa yang ia perhatian pandangannya kosong, hingga dia tidak menyadari ada genangan air di sampingnya. tiba tiba...


Byuuuuurrrrrrrr.....


"Aaaaakkkhhhh," jerit Ayesha terkejut merasakan dinginnya air kotor itu.


"eh ada orang rupanya sorry ya supir gue ngga liat dia kira Lo tiang rambu jalan, hahahaha" ejek sebuah suara berat dari dalam mobil yang mengguyurnya.


"woy supir Lo buta yah, gue tuh manusia masih keliatan, bukan se Tan!" pekik Ayesha tidak terima dirinya disamakan dengan rambu jalan.


"wah gue kira malah Lo tuyul" ledek pria itu sembari menutup kembali kaca mobilnya.


Ayesha yang terlanjur kesal pun mengambil sebuah balok kayu sepanjang 15 cm yang ada di bawah kakinya dan melemparkan kearah mobil pria itu dan


Pranggggg


lemparannya tepat mengenai spion mobil itu hingga pecah, Yesha pun panik, dia tidak menyangka jika balok yang ia lempar asal malah mengenai spion mobil pria itu dan Ayesha langsung putar balik mencari jalan lain ke sekolahan nya karena takut akan jadi runyam nantinya jadi ia memilih pergi. Dalam pelarian nya ia bergumam.


"sorry bro gue ngga sengaja, gue pergi dulu bukan mau kabur tapi menghindar dulu, syukur syukur kalo kita ngga ketemu lagi" harapannya.


Sementara itu, di dalam mobil seorang pria berseragam putih abu-abu itu juga terkejut dan geram dengan apa yang terjadi pada mobilnya ia kesal setelah melihat pelaku yang merusak mobilnya malah melarikan diri tanpa sempat ia mintai ganti rugi apalagi mencacinya.


"kurang ajar lo lihat aja nanti begitu gue ketemu lagi sama Lo, Habis Lo cewe rese" geramnya.


"waduh den, gimana ini spionnya rusak bodinya juga tergores" seru Mang Ujang supir pribadinya dari luar.


"bawa ke bengkel aja Mang," ujarnya pasrah.


"perlu Lapor tuan besar ngga den?" tanya Mang Ujang lagi.


"ngga perlu" singkatnya.


Di sekolah tepatnya di kelas Ayesha, dua sahabatnya Dito dan Rayna tengah duduk sambil sesekali terlihat tertawa, mereka tengah membahas PR mereka yang Ayesha sebut SSM Susah Setengah Mam pus, apalagi kalau bukan Matematika.


"eh Ray hari Minggu nonton yu?" ucap Dito.


"Lo ngajak gue nonton? berdua? iihh ogah" tolak Rayna.


"gr banget sih Lo, ya ngga lah bareng Yesha juga dong,"


"wah em...em.." ucap Rayna seperti tengah berfikir.


"a em a em lagak lu pake mikir biasanya juga kagak di ajak tiba tiba ngekor" ujar Dito ketus.


"ah hehehe jual mahal dikit ngapa sekali kali"


"jadi mau ikut ngga?" tanya Dito lagi sambil tangan nya membuka minuman kemasan yang ia baru ambil dari dalam tas dan ketika Dito hendak meminumnya tiba tiba sebuah tangan merebut minuman yang tinggal 5 cm itu menyentuh bibirnya kemudian meminum minumannya, jelas saja baik Dito maupun Rayna terkejut dan mematung sesaat dengan bola mata yang membulat dan mulut yang menganga melihat siapa yang mengambil dan meminum minumannya.

__ADS_1


"Ah.. segarnya, makasih yah Dit" ucap sebuah suara tanpa dosa menyadarkan lamunan mereka, ternyata itu adalah suara Ayesha yang masuk dengan seragam yang sudah ia ganti, Ayesha selalu sedia seragam cadangan di lokernya.


"Ah.. minum gue!!" teriak Dito tidak terima.


"ya elah minuman tiga rebuan juga pelit amat" sahut Ayesha enteng.


"ih Sha ko Lo tiba tiba nongol sih, main ambil minum orang lagi ngga sopan tau!" seru Rayna mengingat kan Ayesha.


"tau nih bocah kaya jelangkung aja tiba tiba nongol" ucap Dito lagi.


"ya udah nih gue balikin, berisik banget sih kalian" ucap Ayesha sewot sambil memberikan Dito botol minumannya.


"Ah Yesha, balikin tuh yang masih utuh bukan sampahnya" seru Dito kesal karena Ayesha memberinya botol kosong.


"oh abis ya? hehehe" ujar Ayesha dengan muka polosnya.


"tau ah gelap" sahut Dito.


Rayna hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu.


perdebatan tiga sahabat itu terhenti ketika bel masuk berbunyi tanda kegiatan belajar mengajar di mulai.


...*****...


Di sekolah Anisha, seperti biasa Anisha tak punya kendala tentang pelajaran dia bisa dengan mudah menyelesaikan tugas yang di berikan gurunya, bahkan sebelum bel istirahat berbunyi.


Mempunyai kecerdasan yang tinggi dan wajah yang cantik membuat nya populer di kalangan guru serta murid di sekolah itu, sayang nya meskipun Anisha populer tapi dia membatasi diri dalam bergaul. Bukan tanpa alasan Anisha kini menjadi gadis yang tertutup terlebih kepada laki-laki, dulu waktu dirinya menginjak SMP tepatnya kelas delapan dia mempunyai banyak teman, bercanda dan tertawa bersama, nongkrong di kantin atau jalan jalan sering Anisha lakukan. tentu, semua biaya Anisha yang tanggung. Tapi, begitu uang saku Anisha di potong Ardi karena nilai Anisa yang turun semua temannya menjauh bahkan, ada yang terang terangan menghinanya sejak saat itu Anisha jadi pribadi yang tertutup.


Bruk...


Setumpuk buku jatuh di sampingnya hingga Anisha yang sedang membaca novel kesukaannya sempat terkejut dan menoleh ke asal suara gaduh itu. Seorang pemuda dengan wajah yang tampan di atas rata-rata, kulit putih hidung yang mancung, alis tebal, bola mata hitam tegas, serta rambut pirang dengan senyuman lembut nya adalah yang pertama Anisha lihat ketika menoleh terasa tak asing di matanya. Anisa menatap tajam pemuda itu sedetik kemudian ia menautkan alis nya, seperti pernah lihat tapi di mana? pikirnya.


"ekhem...maaf saya kesandung" suara bariton itu membuyarkan lamunannya.


"ah iya" Anisha salah tingkah menyadari kekonyolannya yang malah seperti terpesonanya pada pemuda itu.


"boleh saya duduk di sini" tanya pemuda berambut pirang itu.


"Silahkan" singkat Anisha karena memang itu adalah tempat umum bukan ruangan pribadinya.


Anisha kembali fokus pada novelnya sedangkan pemuda itu terus saja memperhatikan nya dengan tersenyum, risih karena tingkahnya, Anisha pun mengangkat wajahnya menatapnya tajam mata hitam yang sedari tadi mengganggunya.


"Apa liat liat?" ucap Anisha ketus.


"Kamu ngga inget Kakak Na?" tanya pemuda itu dengan senyuman yang tak pernah lepas menghiasi wajahnya.


"Siapa ya?"


"Wah tega sekali kamu, baru di tinggal 5 tahun udah lupa dengan orang setampan Kakak?"

__ADS_1


Anisha memutar bola matanya malas, dia paling tidak suka di suruh tebak menebak seperti itu, dan lagi memang ia benar-benar tidak mengenali pemuda di depannya.


tapi tunggu dulu apa dia bilang Na? dari mana dia tau panggilan ku? batin nya


"coba perhatikan wajah kakak baik-baik" lagi pemuda itu belum menyerah.


Anisha pun menuruti permintaannya melihatnya dengan seksama dan sepersekian detik Anisha berteriak.


"Ahhh... ya ampun" teriak Anisha girang tanpa sadar.


"Stttt jangan teriak teriak Na ini di perpus"


"oh iya lupa hehehe, ya ampun baru Anisha inget ini beneran kan kak Rezky?, kak Rezky depan rumah?" tanya Anisha antusias ketika telah mengingat pemuda yang sempat membuatnya kesal. dan hanya di balas anggukan oleh pemuda itu, Rezky.


"wah wah kak Rezky aku rindu padamu, rindu Kakak di suruh joget keliling ruang keluarga sambil bawa buku paket di kepala, juga rindu teriakan kak Rezky yang ngga bisa turun pohon mangga belakang rumah, dan rindu kak-"


"Stttt stop Na jangan kamu buka semua aib kakak" potong Rezky sebelum Adik kecil nya itu membuka semua momen memalukan nya bersama si kembar.


"hehe iya iya maaf Anisa keceplosan, tapi ko Kakak di sini?" tanya Anisha


"iya Kakak pindah kemarin, jadi sekarang kita satu sekolah"


"Asik"


"oh iya kakak nanti main ke rumah ya? kakak kangen sama Om sama adik tomboi Kakak juga"


"tapi kamu jangan bilang bilang Yesha ya? Kaka mau kasih kejutan kecil, nanti kamu bantu ya?" ucap Rezky semangat.


"emang Kakak mau kasih kejutan kaya gimana?"


"Kakak mau ngagetin dia pas buka kamarnya, nanti Kaka nunggu di kamar Yesha" jelas Rezky.


"tapi kak, yang pulang duluan tuh selalu Yesha"


"yah gagal dong?"


"ya gitu lah"


"oke ngga apa apa Kakak ada rencana cadangan"


"rencana cadangan? apa itu?" tanya Anisha penasaran


"nanti kamu juga tau" jawab Rezky sambil tersenyum jail.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2