
Selesai makan malam, keduanya kini melanjutkan perjalanan pulang mengingat jarak yang lumayan jauh Darren sedikit menambah kecepatan laju kendaraanya.
Di sampingnya gadis cantik yang sedikit bar-bar tertidur pulas setelah seharian menemaninya jalan-jalan. Mungkin lebih tepatnya Darren yang menemani Ayesha jalan. Di tambah perutnya yang kenyang membuat gadis itu cepat sekali menjelajahi alam mimpi.
Darren tersenyum melihat wajah polos asistennya yang tampak damai di dalam tidurnya tak cerewet seperti biasanya membuat tangan kirinya terulur untuk mengelus lembut pipi mulus Ayesha.
Sebenarnya Darren pun lelah seharian berada di jalanan membuat otot-ototnya kaku tapi apa boleh buat ia tak mungkin menghentikan mobilnya karena hari sudah semakin malam.
Di tengah perjalanan yang mulai memasuki kawasan cukup sepi mengingat ini sudah semakin larut sebuah sepeda motor mengetuk kasar kaca pintu mobilnya membuat ia terkesiap kaget.
Darren tak menyadari ada orang iseng yang mengikuti mereka, ia pun merutuki kebodohannya karena kurang waspada. Darren menambah kecepatan laju kendaraanya mencoba menghindari kejaran orang tak di kenal itu. Karena Darren mengendarai mobilnya dengan ugal ugalan beberapa kali Ayesha yang tengah tertidur ikut terguncang dan membentur kaca di sampingnya membuat gadis itu harus terjaga dari mimpi indahnya.
"Heh bisa nyetir ngga sih" gerutu Ayesha sambil mengusap pelipis yang terasa berdenyut nyeri akibat dari benturan tadi.
"Stt diem dulu bisa ngga, gue harus kabur dari kejaran orang tak di kanal itu, jadi jangan ganggu konsentrasi gue" ujar Darren dan perkataanya itu membuat Ayesha menengok ke belakang dan benar saja ada sebuah sepeda motor yang mengikuti mereka di belakang.
"hais kenapa lagi-lagi kaya gini sih, udah berapa kali gue di posisi seperti ini, author nya bener-bener deh ngga kreatif sama sekali. sekali-kali munculin gue di tengah orang yang lagi di tindas ke atau bantu polisi nangkep penjahat kek, ini lagi-lagi gue harus di kejar penjahat, gimana sih thor gue tuh bosen tau" Ayesha menggerutu padahal kesadarannya belum sepenuhnya kembali.
"Hus jangan asal ngomong apa lagi jelekin author bisa di depak lo dari tokoh utama" Darren mengingatkan posisinya membuat gadis itu terkesiap lantas berseru minta maaf.
"Hehe ampun thor gue jangan di lengserin ya, apalagi potong honor nanti tabungan masuk universitas gue kurang, pis " pinta Ayesha dengan memelas tak lupa ia juga mengangkat jari telunjuk dan tengahnya membentuk huruf "V" sejajar dengan kepalanya.
"Untung lu aset kalo ngga dah gua hempaskan ke dasar bumi lu" gerutu Author sedikit kesal sebenarnya.
Oke skip dulu pembahasan gaje ini, kembali ke keadaan yang sama beberapa kali pernah ia lalui. Tapi ini sedikit aneh biasanya akan ada beberapa kendaraan bukan hanya satu dan lagi wajah orang itu tak menggambarkan bahwa dia penjahat. Sebenarnya dia itu betul orang yang berniat jahat atau hanya orang yang hendak meminta pertolongan? Mungkin kah Darren salah mengenali orang? entahlah.
Suara bising mesin mobil dan motor yang saling kejar memecah kesunyian malam. Sepeda motor dengan gigih mencoba mengejar mobil yang memacu kendaraanya melesat jauh di depan mereka.
Hingga saat Darren dengan percaya dirinya yang ia pikir telah jauh meninggalkan orang tak di kenal itu mulai menurunkan kecepatannya. Namun tanpa di sangka saat akan melewati persimpangan jalan orang itu telah berada di sana menunggu kedatangannya. Reflek Darren menginjak remnya membuat suara decitan dari gesekan ban dan aspal terdengar memekikkan telinga.
Ckiiiiittttttt
Mobil berhenti tepat 10 sentimeter di depan orang berpakaian hitam yang berdiri tegak tak gentar walupun kemungkinan mobil itu akan menghantam dirinya.
__ADS_1
"****.." umpatan Darren keluar dengan sendirinya melihat keadaanya yang sudah terdesak.
Sedangkan Ayesha, gadis itu memicingkan matanya mencoba menerka apa yang orang itu inginkan.
Darren turun dan menghampiri orang itu dengan tatapan yang siap menerkam mangsa yang mengantarkan sendiri nyawanya itu. Namun, hal tak terduga terjadi belum sempat Darren buka suara orang itu berlari melesat ke arahnya menyentuh leher bagian belakang pemuda itu dengan gerakan cepat saking cepatnya Darren belum sempat menghindar tiba-tiba tubuhnya ambruk tak sadarkan diri.
Ayesha yang menyaksikan itu sontak sangat terkejut tak menyangka dengan satu serangan pemuda itu tumbang. Sungguh Ayesha merasa tercengang ia sampai merutuki kepayahan bosnya itu, bisa bisanya Darren tak bisa membaca pergerakan dari musuhnya.
"Hah, gitu doang ambruk? Fix besok gue depak tuh anak dari jabatannya, memalukan" celetuk Ayesha benar-benar tak menyangka.
Sedangkan orang yang berhasil melumpuhkan Darren itu tampak tersenyum penuh kemenangan, kini tatapannya tertuju pada gadis cantik yang masih terpaku di tempatnya.
"Apa yang lo mau?" tanya Ayesha ketika melihat orang itu berjalan pelan ke arahnya. Walupun ia berjalan pelan tapi pembawaannya itu sungguh menyeramkan membuat atmosfer di malam itu terasa mencekam.
"Aih tatapannya itu kenapa bikin gue merinding, hantu kah? dia juga bukannya tadi ketinggalan jauh di belakang kenapa tiba-tiba ada di sini?" gumam Ayesha dalam hati.
Tak bisa di pungkiri saat ini pun dia merasa amat tertekan. Orang ini walaupun dengan tatapan serta gesturnya tapi mampu mengintimidasi dirinya yang terkenal tak takut apa pun.
"Mau ku?" ucap orang itu datar sambil tersenyum tapi sungguh senyumannya itu lebih menakutkan dari suara kikikan tak berwujud pada malam jum'at.
Jadi ini yang membuat Darren tiba-tiba tak sadarkan diri ternyata orang itu menggunakan serum untuk melemahkan otot dan membuat kesadaran targetnya menurun.
Melihat hal itu Ayesha segera menghindar. Untung gadis itu memiliki reflek yang bagus sehingga ia bisa menghindari serangan mendadak seperti itu.
"lincah juga ternyata kau, gadis" ujar orang misterius itu tampak menyeringai.
Walupun tak bisa di pungkiri Ayesha pun takut melihat tatapan orang misterius itu tapi ia lebih takut lagi jika harus tak sadarkan diri. Bagaiman nanti jika ia akan di mutasi kemudian badannya di sebar sembarangan atau mungkin ia akan mendapatkan pelecehan itu lebih menyeramkan. Jadi, sebisa mungkin ia harus mengalahkannya bagaimana pun caranya.
Ayesha terus menghindar kala orang misterius itu penuh nafs* ingin menyuntikan cairan tersebut ke dirinya. Sesekali Ayesha melayangkan serangan balasan padanya tapi sepertinya orang misterius itu sudah sangat terlatih terbukti semua serangan Ayesha sama sekali tak bisa menyentuhnya.
"Sebenarnya siapa lo sebenarnya" ucap Ayesha di tengah-tengah serangan yang ia lancarkan.
Sebenarnya itu cara Ayesha untuk sekedar mengisi kembali stok oksigen di paru-parunya. Karena, perkelahian mereka yang sengit membuat nafas Ayesha tampak tersendat-sendat.
__ADS_1
"kau tak perlu tau siapa aku. Yang perlu kau tau aku, di utus untuk memberi mu pelajaran karena telah mengecewakan seseorang yang kau lupakan" ujar pria misterius itu, ia juga mengalami keadaan yang sama tubuhnya mulai kelelahan.
Ayesha terperangah dengan penjelasannya sampai ia tak menyadari ternyata orang misterius itu memanfaatkan kelengahan Ayesha.
Orang misterius itu kini sudah ada di belakangnya bersiap menyuntikan cairan itu dan
Jlep...
"Akhhhh" Ayesha meringis merasakan nyeri di leher belakangnya ia terkejut karena tak menyadari musuhnya sudah bergerak. Tak lama kemudian kedua mata Ayesha terpejam seluruh tubuhnya kehilangan energi membuatnya ambruk di jalanan beraspal itu menyusul Darren yang sudah terlebih dahulu tergeletak.
Orang misterius itu tersenyum sangat puas melihat hasil kerja kerasnya sukses besar.
Setelah membereskan kekacauan yang di buatnya orang misterius itu membawa Ayesha dan Darren menggunakan mobil hitam milik Darren.
"Halo bos, misi sukses selanjutnya mau di bawa kemana dua anak manusia ini?" Orang misterius berbicara di teleponnya dengan nada yang girang. ia membayangkan hadiah yang akan di berikan bosnya itu.
"Bawa dia ke tempat yang udah gue kirim" Orang yang di panggil bos mematikan sambungan teleponnya setelah memberikan instruksi selanjutnya pada orang misterius itu.
Di sebuah ruangan orang yang di panggil bos tersenyum penuh kemenangan. Rencana yang ia susun sedemikian rupa akhirnya berjalan mulus.
"Tunggu apa yang bakal gue lakuin ke kalian, hahahah" ujar pemuda itu senang.
.
.
.
Bersambung...
...*******...
Jangan lupa kasih like, like, like, dan like nya ke cerita aku yang receh ini pemirah..
__ADS_1
Terimakasih...