Aku Juga Putrimu, Ayah

Aku Juga Putrimu, Ayah
Rencana Nonton Bareng


__ADS_3

Di taman kecil yang berada di belakang sebuah sekolah dengan beberapa bunga serta pohon pohon kecilnya, juga dua bangku yang berada di bawah pohon mangga yang menghiasi taman itu.


Sebuah taman yang memang jarang di jamah siswa, tapi bukan berarti taman yang tak indah, hanya saja letak nya yang di belakang bangunan sekolah dekat dengan gudang dan parkiran belakang membuat siswa enggan untuk sekedar berteduh.


Di salah satu bangku taman itu terlihat seorang gadis tengah menikmati makan siangnya tempat favorit jika sedang istirahat karena tempat nya yang sejuk juga tenang jauh dari bising suara siswa. Sesekali ia terlihat mengusap kasar pipinya.


Dia adalah Ayesha, karena hari ini dia tidak membawa uang saku jadi dia menikmati bekalnya di sana. Dia teringat perseteruannya dengan Ayah Ardi tadi malam. Sakit, sangat sakit orang terdekat, cinta pertamanya, orang yang seharusnya melindunginya justru menorehkan luka yang teramat dalam.


Lelah, sebenarnya ia lelah hendak menyerah dengan keadaan, menerima takdirnya jika ia harus hidup tanpa kasih sayang orang tua, walaupun cinta pertamanya ada di depan mata tapi sulit untuk di sentuh.


Entah apalagi yang harus dia lakukan. sudah berbagai macam cara Ayesha lakukan untuk sekedar menarik perhatian Ayah nya tapi selalu hasilnya sama.


Ya Allah izinkan aku sebentar saja merasakan pelukannya, kasih sayangnya serta senyum tulusnya.


Doa yang sama selalu ia panjatkan, tak pernah lelah semoga Allah mendengar dan mengabulkan nya.


Saat Ayesha asik dengan perasaan nya ia tidak menyadari langkah kaki yang mendekat ke arahnya.


"Dor..." ucap laki-laki itu mengagetkannya.


"Astaghfirullah" karena terkejut reflek Ayesha menjatuhkan bekal di tangannya yang tinggal setengah itu.


"Ah ... makanan gue, Dito Lo tuh ya kebangetan banget,..." Ayesha menatap nanar makanan yang tumpah dan melayangkan tatapan sengit ke arah laki laki itu yang ternyata adalah sahabatnya Dito.


sedangkan yang ditatap hanya bisa cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"ah ya sorry gue kan ngga sengaja lu nya aja yang lebay" sahutnya mengelak.


"Anggap aja impas karena Lo tadi pagi udah minum minuman gue" lanjutnya lagi.


Ayesha hanya bisa membuang nafasnya kasar, karena ia sedang malas berdebat hanya perihal nasi.


"Ngapain Lo ke sini" ucap Ayesha ketus.


"Nonton yuk, mau ngga? gue tadi udah ajakin Ray dia mau kalo Lo ikut"


"kapan emang?"


"mingu siang"

__ADS_1


"kalo di jajanin sih oke-oke aja,"


"huh kalian tuh ya giliran gratisan aja, Yamaha"


"Apaan tuh?"


"Semakin di depan"


"Hahahaha" mereka tertawa bersama


"tapi ngomong ngomong kita mau nonton apa?" tanya Ayesha lagi.


"film itu loh, yang baru tayang hari Minggu film horor" jawab Dito seraya berbisik seolah takut akan ada yang mendengarnya padahal kan di sana hanya ada mereka berdua.


"Buahahahaha" Ayesha terbahak mendengar jawaban dari Dito.


"ko Lo malah ketawa sih?" tanya Dito kesal.


"Ya iya lah gue ketawa, Lo tuh ngajakin dua cewe cuakep kaya kita nonton horor? harusnya tuh nonton nya yang romantis dong, mblo. hahahaha" Ayesha masih tidak bisa mengentikan tawanya.


"heh, jomblo abadi kaya Lo mana ngerti yang begituan. Justru kalo film romantis tuh garing banget tau. palingan cuma pada bilang Uh sweet nya, Uh gantengnya dan bla..bla..bla. tapi kalo film horor biar kata Lo pada cuma teriak Aaaaa tapi gue sebagai cowo pasti dapet pelukan dari kalian berdua, Hua menang banyak kan gue, hahaha" jelas Dito panjang lebar.


Hahahaha


mereka pun tertawa lepas bersama di bawah pohon mangga. jika malam hari pasti orang orang yang mendengar mereka akan mengira mba Kun lagi pacaran.


Tak lama berselang bel masuk tanda pelajaran terakhir pun berbunyi para siswa dan siswi yang tengah asik bergosip atau yang masih berada di kantin pun satu persatu masuk ke kelas mereka masing-masing.


Siang ini cukup terik seperti biasa, lumayan membuat kulit serasa terbakar jika terlalu lama terkena sinar nya.


Setelah mengayuh sepeda cukup lama, akhirnya Ayesha tiba di depan pagar rumahnya, sebuah pagar dari besi berwarna coklat yang menjulang tinggi dengan ukiran bunga di beberapa bagiannya.


Ayesha membuka pintu gerbangnya sedikit hingga cukup untuk dirinya masuk. Di samping pagar bagian dalam terdapat pos penjaga yang di isi dua orang satpam rumahnya, melihat Ayesha masuk kedua satpam itu pun berdiri dan mengangguk hormat.


"Selamat siang nona" sapa mereka kompak.


"siang pak, permisi saya masuk dulu" jawabnya sopan.


Ayesha berjalan menyusuri halaman rumahnya yang cukup luas. halaman yang di isi beberapa pohon kecil serta bunga bunga yang di tata sedemikian rupa hingga terlihat sangat cantik.

__ADS_1


Setelah menyimpan sepedanya di tempat semula. Ayesha berjalan memasuki rumahnya membuka pintu dan mengucapkan salam tapi seperti biasa tidak ada yang menjawab. karena Asisten rumah tangganya mungkin sedang sibuk di belakang entah lah.


Seperti biasa Ayesha melangkah kan kakinya menuju tangga untuk sampai ke kamarnya. Ruangan yang menurut nya tempat ternyaman itu selalu menjadi tujuannya.


Ayesha kemudian meletakan tasnya di sudut meja belajar samping tempat tidurnya. kemudian segera mengganti baju seragam yang dia pakai dengan baju kaos oblong kesayangannya.


Setelah itu, Ayesha keluar kamarnya hendak menuju dapur untuk mengambil cemilan juga Es jeruk peras kesukaannya. Hari yang panas akan terasa nikmat jika menikmati segelas Es jeruk pikirnya.


"Eh non Yesha sudah pulang!" sapa bi Inah ketika melihat Ayesha yang tengah menikmati minuman nya di meja makan.


"Iya bi, hari ini panas banget pengen nyeger," jawab Ayesha.


Setelah menghabiskan dua gelas minuman nya Ayesha kembali ke kamar dan merebahkan tubuhnya di atas kasur. Tak butuh waktu lama Ayesha sudah memasuki alam mimpinya karena memang tubuhnya sedikit merasa lelah hingga ia terlelap dengan cepat.


Baru beberapa menit Ayesha terlelap suara ketukan di pintu kamarnya terdengar. Satu kali dua kali Ayesha tak juga terganggu hingga membuat seseorang yang tengah berdiri merasa kesal di gedornya pintu kamar itu, tapi tak juga terdengar tanda tanda kehidupan di dalamnya.


Setelah menunggu sepuluh menit akhirnya dia buka pintu kamar itu, menyembulkan kepalanya ke dalam.


"huh pantes nih anak kaya kebo di bangunin kaga nyaut pake earphone ternyata." gerutunya kesal melihat adiknya masih nyaman di tempat tidurnya, ya dia adalah Anisha.


Anisha hendak memberi kejutan kepada adiknya tentang kepulangan Rezki, namun yang di harapkan malah tengah asik melanglang buana ke alam mimpinya.


Anisha membuang nafasnya kasar, jika bukan karena niatnya memberikan kejutan sudah ia dorong tubuh adiknya hingga jatuh dari ranjang.


Anisha melepaskan pelan pelan earphone yang di pake Ayesha takut mengganggu tidurnya, kemudian ia ke luar kamar itu kemudian masuk ke rencana awal. Anisha menggedor pintu kamar Ayesha dengan keras kemudian segera berlari ke ke bawah dan menuju halaman belakang rumahnya.


Sementara itu, karena berisik Ayesha bangun dan membuka pintu dengan setengah kesadaran nya. Di bukanya pintu itu lnamun tidak ada siapa siapa. Ayesha mengrenyit dan beberapa kali terlihat mengucek matanya berusaha mengumpulkan kesadaran nya bahwa yang tadi dia dengar bukan mimpi.


Saat Ayesha hendak masuk kembali ke kamar, kakinya tidak sengaja menginjak sesuatu. Ayesha kembali mengrenyit, sebuah boneka dengan bentuk Singa berukuran kecil dan terdapat kertas di bawah boneka itu. Ayesha menunduk dan mengambil dua benda itu dan membacanya.


...*Gadis tomboi, keras kepala, dan jelek...


...wleee*....


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2