
Perang dingin antara Ayesha dan Rezky ternyata belum juga usai. Keduanya tak ada yang mau membuka suara terlebih dahulu hanya tatapan yang sengit mereka perlihatkan. Bukan hal baru keadaan seperti ini terjadi di antara keduanya karena itu baik om, tante, bahkan Anisha sekali pun tak ada yang melerai.
Keadaan itu di bawa hingga ke meja makan dimana kini semua anggota keluarga tengah menikmati hidangan makan malam. Ayam goreng yang tinggal satu potong di atas piring menjadi objek perdebatan kembali antara Ayesha dan Rezky.
Keduanya yang cenderung memiliki selera makan yang sama sering berebut makanan yang mereka inginkan, mulai dari mereka masih anak-anak hingga sebesar sekarang. Seperti yang terjadi sekarang ketika semua orang tengah menikamati makanan mereka Rezky dan Ayesha justru kembali beradu argumen memperebutkan sepotong ayam goreng tidak ada yang mau mengalah hingga membuat Anisha geram.
Orang tua Rezky sudah sangat bosan memperingatkan mereka untuk tidak berkelahi di depan makanan tapi ternyata keduanya sama-sama keras kepala hanya helaan nafas lelah yang bisa mereka lakukan.
Selesai makan malam penuh dengan drama, mereka menuju ruang keluarga untuk bersantai menunggu waktu tengah malam dimana si kembar akan bertambah usia.
Keluarga om Ray sangat antusias menyambutnya bahkan ia sudah menyiapkan hadiah istimewa untuk keduanya. Begitu juga dengan Anisha ia sangat antusias sekali. Ini kali pertama baginya merayakan ulang tahun bersama kembarannya setelah kepergian ibunya. Biasanya sang ayah akan mengadakan pesta yang meriah untuk Anisha bersama para kolega bisnisnya di hotel berbintang atau tempat-tempat yang mewah.
Sedangkan Ayesha gadis itu akan mengurung diri di kamarnya meratapi nasibnya yang tak mendapatkan ucapan selamat ulang tahun dari sang ayah. Karena hali itu Ayesha tak terlalu antusias menyambut hari jadinya. Karena baginya baik kemarin, hari ini ,esok atau bahkan nanti tidak ada bedanya.
"Kalian akan seperti ini sampai kapan?" Tanya tante sarah, mamah Rezky.
"Sampai kak Rez mau kasih Yesha berlian" tutur Ayesha bergurau. Baik Ayesha atau Rezky keduanya tak benar-benar marah, hanya terlalu gengsi untuk memulai menyapa dahulu.
"Enak aja!! Ngga akan!! Dasar matre" cibirnya.
"Matre matre gitu juga ujung-ujungnya nanti di kasih" Sahut Anisha yang sudah faham dengan kelakuan kedua orang itu.
Ayesha dan Rezky yang mendengar cibiran itu tak bisa menahan senyumannya. Memang ya jika sudah sayang tak akan tahan untuk bermusuhan lama-lama, walau tak ada darah yang sama mengalir dalam tubuh mereka tapi rasa sayang itu begitu besar untuk kedua adik kembarnya.
Tepat tengah malam mereka berkumpul untuk mulai merayakan bertambahnya usia si kembar bertepatan saat keduanya hendak meniup lilin bel di pintu berbunyi. Mereka mengerenyitkan kening kompak dan saling pandang satu sama lain mencoba menerka siapa yang datang tengah malam.
Tante Sarah berinisiatif membuka pintu sendiri ketika bi Mei hendak beranjak di temani sang suami tercinta tentunya.
__ADS_1
Di luar memperlihatkan seorang yang amat mereka kenal tengah berdiri dengan masih menggunakan stelan kemeja lengkap membawa dua kotak hadiah yang sudah di ikat bungkus rapi. Apa dia baru pulang bekerja pikir om Ray dalam hatinya.
"Ardi?" sapa om Ray.
Ya, orang yang bertamu di tengah malam buta itu adalah Ayah Ardi. Mengetahui anak-anaknya yang merayakan ulang tahun di rumah sahabatnya itu membuatnya mau tak mau datang tengah malam seperti itu. Sebagai orang tua tunggal Ayah Ardi pun ingin menjadi yang pertama yang mengucapkan selamat pada putrinya apalagi tahun ini si kembar berusia tujuh belas. Dimana biasanya di usia ini orang-orang mempunyai momen istimewa untuk merayakannya begitu juga dengan putrinya.
"iya, maaf Ray saya datang di tengah malam buta seperti ini, saya ingin ikut merayakan bertambahnya usia mereka di sini" Tutur ayah Ardi.
Om Ray dan tante mengerti maksud sahabatnya itu, tapi mereka tak habis pikir karena tidak biasanya Ardi sang sahabat mau merayakan hal semacam ini bersama Ayesha. Setahu mereka hubungan antara Ayah dan anak itu begitu buruk terbukti Ayesha yang ternyata tak tinggal lagi serumah.
Sebagai sahabat, om Ray pasti sangat tahu apa yang menimpa keluarga sahabatnya itu tapi dia hanya sebatas menduga jika sikap ayah Ardi hanya bentuk pelampiasan kesedihannya karena istri tercintanya yang haru pergi terlebih dahulu.
Seperti itu memang penilaian orang-orang yang tahu dengan kehidupan pribadi dari Ardi Herlambang padahal masalah yang menimpa nya jauh dari itu.
Besok adalah waktu yang sudah di tentukan, dimana dia harus tunduk atau melawan dengan orang tua itu. Ah bahkan kakek itu lebih cocok di panggil sepuh dari pada kakek.
Sebagi anggota dunia bawah yang mempunyai peranan penting, Tuan Jay selalu membuat musuh-musuhnya tak bisa berkutik di hadapannya. Dia tak segan-segan untuk membuat musuhnya memohon untuk segera di habisi karena tak tahan dengan segala siksaan darinya. Apalagi untuk sekelas penghianat pasti hukumannya pun bukan main-main. Keduanya teramat sulit untuk Ayah Ardi. Sampai saat ini ia tak menyangka jika bisa terjebak permainan kakek tua itu.
Om dan tante pun mempersilahkan ayah Ardi masuk dan ikut bergabung. Kedatangannya membuat semua orang di sana tercengang termasuk Ayesha sungguh gadis itu tak menyangka sang ayah sudi untuk berdekatan dengannya bahkan memberikannya kado? Langsung? Seumur hidupnya baru tahun ini ia mendapatkan sebuah kado dari ayah langsung dari tangan cinta pertamanya itu.
Sungguh Ayesha di buat takjub dengan pemandangan yang terjadi itu, hampir ia meneteskan air mata haru jika saja sisi jahat dalam dirinya tak mengingatkan tentang pengusiran dirinya beberapa bulan lalu.
"Kenapa kau tak mau mengambil hadiah mu?" Tanya ayah Ardi ketika melihat Ayesha hanya mematung memandangi kotak kecil yang sudah di bungkus rapi dengan kertas kado berwarna biru juga hiasan pita berwarna putih di atas nya membuat benda itu semakin terlihat cantik.
Anisha pun sudah lebih dulu menerima hadiah itu dengan mata yang berbinar karena ia merasa bahagia melihat ayahnya mau datang ke pesta sederhana yang di adakan oleh om dan tantenya. Hadiah yang sama hanya di bungkus dengan warna berbeda agar tidak tertukar.
Om, tante dan Rezky pun bingung dan penasaran kenapa Ayesha belum juga mau menerima hadiah dari ayahnya itu. Padahal mereka tahu dengan pasti bagaimana kerasnya Ayesha mencoba mendapatkan perhatian dari ayahnya itu tapi ketika kesempatan telah datang, lihatlah apa yang di lakukan gadis itu.
__ADS_1
"Terimakasih anda sudah sudi datang kemari setra mau membawa hadiah untukku, tapi maaf aku tidak butuh itu. Sebaiknya anda simpan saja" tutur Ayesha mengejutkan semuanya tak terkecuali ayah Ardi sendiri.
Begitu dalam kah luka yang dia torehkan di hati Ayesha, hingga gadis itu tak sudi lagi memanggil dirinya dengan sebutan ayah? Ini kali pertama dia membeli kado sendiri untuk putrinya itu tapi respon Ayesha justru di luar ekspektasinya?
Sedih, tentu saja di saat dia ingin menciptakan kenangan indah untuk anaknya ternyata responnya jauh dari kata baik. Meski terlambat setidaknya dia ingin menyimpan satu saja memori indah bersama sang anak sebelum dia benar benar kehilangan kesempatan itu.
Anisha yang mendengar perkataan kembarannya itu mencoba membujuk sang adik agar mau menerima hadiah dari ayahnya tapi nihil Ayesha justru meninggalkan tempat itu dan lebih memilih mengurung dirinya di kamar.
Pesta sederhana menyambut usia 17 tahun si kembar tak berjalan sesuai rencana bukan suka cita penuh kebahagian yang di rasa justru kesedihan dan kecanggungan yang terjadi kini.
.
.
.
Bersambung...
...****************...
Hai readers semua jangan lupa kasih like kalian ke cerita receh aku ini ya...
Teruntuk kalian yang sudah berbaik hati menyempatkan waktu memberikan jempol kalian aku sangat terimakasih sekali. Semoga kalian tidak bosan dengan alur yang aku buat. Love you.
Dan teruntuk kalian yang sudi menyempatkan diri membaca cerita acak adul ini dan bekum sempat kasih aku like nya aku juga ngucapin banyak terimakasih. Semoga kalian juga ngga bosen dengan cerita yang aku buat.
Thank you all..
__ADS_1