
Tapi, aku bersyukur setidaknya belahan jiwaku selalu berusaha meraih tanganku ketika tangan ini rapuh, selalu mengerti apa yang aku rasa, bahagia dan sedihku bersamanya...Terimakasih kak karena kamu adalah kekuatanku, tetaplah bersamaku, tetaplah menjadi pelangi di saat badai dalam hidupku datang" Lanjut Ayesha sambil tersenyum manis kepada Anisha.
...****************...
Beberapa hari sudah berlalu, tidak ada hal yang menarik dalam keseharian Ayesha. Berangkat sekolah, latihan, dan jangan lupakan teror dari Rentenir tampan. Hampir setiap hari Darren menghubungi Ayesha menagihnya dengan kesepakatan mereka.
Darren tampak tidak terima dengan isi perjanjian yang sengaja Ayesha tambah. Di sisi lain Ayesha tengah berusaha untuk bisa membayar hutangnya tanpa harus menjadi pesuruh Darren.
Hari ini seminggu setelah perdebatan Ayesha dan ayah Ardi, selama itu juga keduanya terkesan menghindar. Ayesha tak lagi makan satu meja dengan Ayahnya pun Ayah Ardi yang tak pernah berada di rumah.
"Ada apa ya, ko lapangan berisik banget sih?" keluh Ayesha yang baru sampai di kelas.
"Lo ngga tau Sha?, itu ada murid baru, calon most wanted kayanya, satu sekolah di buat heboh gini" Ujar Rayna.
Seperti biasa Ayesha dan Rayna tidak begitu tertarik dengan kehebohan yang ada, mereka hanya mengangkat bahunya tanda tidak peduli.
Dua gadis ini lebih memilih sibuk dengan kegiatan mereka masing masing. Rayna yang tengah sibuk membaca sebuah Novel dan Ayesha yang sedang menonton video di aplikasi Utube.
Brakkk..
Saat sedang asik dengan kegiatan mereka, tiba-tiba seseorang menggebrak meja mereka hingga dua gadis itu terlonjak kaget.
"Astaga, Dito!!!! bisa ngga sih kalo dateng tuh pake salam dulu, tiap hari lo kaya gini bikin jantung kita mau loncat dari tempatnya tau ngga sih?" Gerutu Rayna. Yah, siapa lagi yang usil mengganggu ketenangan dua gadis cantik ini jika bukan Dito.
"Tau nih bocah hobi nya ngagetin aja, kaya gini tiap hari bikin umur kita pendek tau Dit, ngeselin banget sih" Ayesha juga tak kalah kesalnya. Pasalnya memang Dito sering sekali melakukan itu. Bahkan saking seringnya tanpa melihat pun mereka sudah tau.
Dito yang kena omelan sahabatnya hanya nyengir kuda. Membuat dua sahabatnya kesal adalah hiburan tersendiri untuk Dito.
Tak lama bel tanda masuk pun berbunyi. Kerumunan di lapangan tadi secara serentak membubarkan diri memasuki kelas mereka masing-masing bersiap mengikuti pelajaran pertama.
"wah gila sih cakep banget tuh murid baru" ucap salah satu siswi di kelas Ayesha.
Beberapa dari mereka masih melanjutkan kekaguman mereka pada sosok murid baru yang katanya good looking itu sambil menunggu guru mereka datang.
"hah iya gue liatnya adem banget"
"Jodoh gue dong"
"Dih ngarep, ngeliat lo juga ngga"
"Tau halu lo ketinggian"
"Biarin, pada waktunya tiba elo elo pada jangan ngiri"
"Huuuuuuu"
Begitulah kira-kira kehebohan di kelas Ayesha sebelum semuanya kembali tenang karena guru mereka telah masuk dan mulai mengajar.
__ADS_1
.
.
Waktu istirahat akhirnya tiba, Ayesha seperti biasa akan menghabiskan waktu istirahatnya di taman belakang sekolah. Tapi ada pemandangan yang berbeda siang ini ketika dia melewati kantin, tampak kantin yang biasa mereka sebut kantin Umi sangat ramai siswi.
Kantin itu memang biasa ramai tapi hari ini terlampau ramai hingga banyak dari mereka tak mendapatkan bangku.
Ayesha yang melihatnya pun menautkan alisnya, ada demo kah? pikirnya.
Tanpa Ayesha sadari sepasang mata di tengah keramaian kantin sedang memperhatikan nya. Kemudian mengikutinya ketika gadis itu beranjak melanjutkan langkahnya menuju belakang sekolah.
"Wah, dunia memang sempit tanpa harus di cari alam ternyata sudah lebih dulu mempertemukan kita" ujar sebuah suara dari belakang Ayesha, laki-laki yang mengikutinya tadi.
Ayesha yang tengah menikmati makan siangnya tersentak kaget dan melihat siapa pemilik suara itu.
Ketika dia menengok kebelakang, kedua matanya membulat dia sangat terkejut. Bagaiman bisa laki-laki yang selalu menerornya ini ada di hadapannya?
"ngapain lo di sini" ucap Ayesha ketus.
Tanpa permisi laki-laki yang tak lain adalah Darren mengambil kotak bekal dari Ayesha yang baru dia makan sedikit, kemudian memakannya dengan tenang tanpa peduli wajah Ayesha yang sudah cemberut karena makan siang nya di ambil paksa.
"Hei, makan siang gue!!!" seru Ayesha.
"Apa sih, pelit amat gue cuma makan dikit doang juga, nih gue balikin" ucap Darren santai.
"ck. ini lo kata dikit? wadah gue dah bersih licin kaya gini lo kata dikit?"
Ayesha malas sekali menghadapi kelakuan dari Darren yang selalu seenaknya. Jadi dia lebih memilih meninggalkan tempat itu tapi, baru hendak beranjak tangannya di tarik oleh Darren.
"Lepasin!! tuh liat penggemar lo bakalan mengibarkan bendera perang ke gue kalo lo kaya gini" Ujar Ayesha.
Memang benar sedari tadi banyak pasang mata yang memperhatikan interaksi keduanya, kemana pun Darren pergi siswi di sana terus mengikuti.
"gue ngga peduli dan gue rasa mengatasi mereka itu bukan hal yang sulit buat lo" ujar Darren santai.
"Aahh auuuu!!!!" Teriak Darren kesakitan karena tangan yang sedari tadi memegang pergelangan tangan Ayesha di gigit oleh gadis itu.
Tanpa memperdulikan kesakitan Darren, Ayesha meninggalkan tempat itu. Sedangkan Darren yang lagi lagi mendapatkan perlakuan kasar dari seorang gadis tentu saja sangat kesal.
Kekesalannya bertambah manakala para gadis yang mendengar teriakan Darren berbondong bodong menghampirinya. Saling berdesak desakan berusaha menjangkau tangan yang terluka.
"Gadis-gadis di sini sangat menyeramkan ternyata" gumam Darren dalam hatinya.
Tanpa memperdulikan siswi-siswi Darren beranjak meninggalkan mereka kembali ke kelas. Pelajaran terakhir akan segera di mulai.
Di belahan sekolah lainnya tepatnya di sekolahan Anisha. Tampak beberapa siswanya tengah berkumpul di pojok kantin.
__ADS_1
Mereka adalah siswa yang sering bolak balik ruang BK. Anak-anak nakal yang suka sekali membuat masalah, guru-guru di sana pun hampir angkat tangan dengan kelakuan mereka.
Diantara mereka tampak pemuda yang terbilang tampan tengah duduk melamun.
"woy..mikirin apa lo?" tanya salah satu dari mereka pada pemuda yang tengah melamun itu.
"Ah palingan mikirin Anisha secara seorang Haidar Alvaro yang terkenal Bad boy dan ngga pernah di tolak cewe justru ngga bisa berkutik di hadapan Anisha apalagi tuh cewe di kawal mulu, makin turun dah tuh reputasinya" celetuk yang lainnya.
Ya pemuda yang terlihat galau itu Alvaro, masih ingat Alvaro? cowok yang pernah di tolak Anisha. Sebagai bad boy dia tentu saja tidak terima begitu saja penolakannya.
Sudah banyak cara sebenarnya untuk mendekati Anisha tapi berhubung sekarang gadis itu selalu bersama Rezky jadi Alvaro tak punya kesempatan untuk mendekati mangsanya. Baru akan duduk di sebelah Anisha sudah lebih dulu dapat penolakan dari Rezky.
Rezky sebagai kakak tak segan segan berkelahi untuk menjauhkan cowok cowok modelan Alvaro ini yang sekali lihat saja sudah ketahuan ada maksud terselubung.
"Diem deh kalian, gue tuh lagi pusing makin hari Anisha semakin terlihat menggoda. Huh gue dah ngga kuat rasanya buat kencan sama doi. sialnya, itu kacung Anisha ngintilin mulu gue ngga punya kesempatan" keluh Alvaro.
"Terus rencana lo apa?" tanya temannya lagi.
"apa lagi, ya lakukan seperti biasa, kalo gue ngga bisa dapetin dia secara suka rela apa boleh buat kasar sedikit gue rasa ngga masalah" ucap Alvaro sambil tersenyum penuh maksud.
"Gila lo"
"dah deh kita tunggu kesempatan yang bagus".
"Terserah lo lah"
Kembali ke sekolah di mana Ayesha tengah membereskan kelas, karena hari ini giliran dia bersama beberapa teman lainnya untuk membersihkan ruang kelas sebelum pulang. Dua sahabatnya telah pulang terlebih dahulu sejak tadi.
Di parkiran sekolah, Darren sedang memperhatikan seorang berpakaian serba hitam. Itu adalah pengawal bayangan yang di utus kakaknya untuk mengawasi gerak gerik Darren.
Mata Darren berbinar kala melihat gadis mungil bermata coklat itu lewat di depan mobilnya, Darren pun keluar dan menarik paksa gadis itu duduk di dalam mobilnya.
"Hei... Aduh lo apaan sih, mau nyulik gue lo ya, tolo-" belum sempat Ayesha berteriak, Darren lebih dulu membekap mulut gadis itu.
"Sttt jangan teriak-teriak, gue butuh bantuan lo, please lo tolongin gue ya?" pinta Darren.
"Tolongin lo? ogah mending gue pulang, cape laper juga karena gue belum sempet makan banyak tadi ada setan yang gangguin soalnya" ujar Ayesha ketus.
"Ck. timbang makan doang tar gue traktir makan sepuasnya deh tapi lo tolongin gue dulu ya?"
"Lo mau apa emang?"
"gue mau...
.
.
__ADS_1
.
Bersambung....