Aku Juga Putrimu, Ayah

Aku Juga Putrimu, Ayah
Kekhawatiran Rasya


__ADS_3

Di kediaman Darren, sang kakak duduk dengan gusar menantikan laporan dari anak buahnya yang ia perintahkan untuk mengikuti adiknya secara diam-diam.


Sudah tiga hari ini Darren sang adik tidak pernah pulang ia juga tak bisa menghubungi adiknya, karena itu Rasya sangat khawatir. Adik satu satunya itu memeng sering pulang terlambat. Pulang dini hari atau menjelang subuh sudah menjadi kebiasaan anak itu. Rasya dulu sering memarahi Darren perihal ini tapi, lambat laun ia mulai jengah karena Darren tak pernah menggubris ucapannya sejak saat itu di putuskan untuk mengirimkan salah satu anak buahnya untuk mengikuti Darren kemana pun anak itu pergi.


Dari laporan yang di berikan anak buahnya Darren sering melakukan balapan liar, tauran, bolos sekolah dan masih banyak kenakalan kenakalan yang di lakukan anak itu.


Rasya sangat geram melihat kelakuan adiknya yang urakan ingin memberitahukan kalau itu salah ia ingin adiknya fokus pada pendidikan menjadi cerdas sehingga kelak bisa meneruskan perusahan keluarga tapi nyatanya Darren selalu saja memberontak dan sekarang yang lebih parah dia justru menciptakan jarak yang amat jauh dengan kakaknya. Tapi, di balik itu semua Rasya masih bersyukur setidaknya adik kesayangannya itu sama sekali tak menyentuh minuman beralkohol, rokok, apalagi obat-obatan terlarang.


Tok..tok..tok..


Ketukan di pintu ruang kerjanya membuat Rasya tersadar dari lamunannya. Seorang laki-laki tinggi kekar lagi berotot dan ada bekas luka di salah satu pipinya menambah kesan seram pada wajah laki-laki itu muncul dari balik pintu setelah di Rasya mempersilahkannya masuk. Ia adalah bodyguard yang selama ini di menjaga Darren.


Rasya menanyakan apa yang ia dapatkan beberapa hari ini dan sang bodyguard menjelaskan segalanya secara rinci dari Darren yang ternyata mempunyai Apartemen, membawa wanita ke dalamnya. Awalnya Rasya terkejut dengan fakta baru itu terlebih membayangkan adiknya tinggal satu atap dengan lawan jenis tapi penjelasan berikutnya membuatnya sedikit merasa lega karena ternyata Darren tak tinggal di sana. Tiga hari ini Darren tinggal di rumah temannya.


Sang bodyguard kembali menjelaskan kegiatan sang tuan muda pagi ini.


"Rumah kediaman tuan Herlambang? untuk apa mereka ke sana?" Tanya Rasya ketika bodyguard selesai menjelaskan kegiatan tuan mudanya.


"Dari informasi yang saya dapatkan wanita yang tinggal di tempat tuan muda itu adalah anak gadis dari tuan Herlambang" ujar bodyguard.


"Apa!!! maksudnya saat ini Darren sedang bersama Anisha? anak dari Herlambang?" tanya Rasya terkejut. Bagaimana bisa Anisha yang di kenalnya sangat di sayangi Ayahnya tinggal di Apartemen adiknya? bukankah ini tak masuk akal?.


Rasya tidak tau jika ternyata Ayah Ardi mempunyai dua putri yang keduanya mempunyai wajah yang sama. Lagi pula ayah Ardi tak pernah mengenalkan anaknya yang lain selain Anisha karena itu Rasya sangat terkejut.


"Bukan tuan, setahu saya itu bukan Anisha" perkataan Bodyguardnya membuyarkan lamunan Rasya yang tengah menyusun masa depan adiknya.


Sebagaimana yang sempat di rencanakan mendengar adiknya ternyata dekat dengan Anisha otaknya seketika menyusun segala cara supaya adiknya kembali menjadi kucing anggora melalui Anisha. Tapi perkataan bodyguardnya meruntuhkan segala yang ada di benaknya.


"Maksudnya?"


"Setelah saya selidiki, tuan Herlambang mempunyai dua putri yang ternyata kembar. Entah karena alasan apa Tuan Herlambang tidak pernah mempublikasikan anak keduanya."


"Jadi?" Rasya masih saja tak mengerti apa yang di jelaskan bodyguardnya.


"Yang kini dekat dengan tuan muda adalah putri kedua keluarga itu, beberapa bulan lalu gadis itu keluar dari rumah entah karena apa, informasinya sangat tertutup tuan" ujar bodyguard panjang lebar.


"hah"

__ADS_1


"Tapi tuan" Bodyguard itu ragu untuk melanjutkan laporannya.


"Kenapa?"


"Sa..saya kehilangan jejak tuan muda malam ini" Jawab bodyguard itu lirih sembari tertunduk takut.


Pertama kalinya ia lalai menjalankan tugasnya ia takut bosnya itu marah.


BRAKKKKK...


Rasya menggebrak meja di depannya dengan keras membuat meja yang di lapisi kaca itu retak. Bodyguard di depannya itu pun terlojak saking kagetnya.


Walaupun wajahnya sangar tapi untuk urusan kekuatan ia akan kalah dengan pengusaha muda di depannya. Rasya tak menyerangnya secara fisik tapi orang-orang yang berarti untuknya lah yang akan menjadi taruhannya karena itu siapa saja yang berurusan dengannya harus berdedikasi tinggi setia dan tak akan berkhianat walaupun hanya sekedar berfikir untuk melakukan hal itu mereka akan memikirkan ulang.


"Bod*h!!! kau kerja atau tidur hah!!!? bagaimana bisa kau kecolongan seperti itu" Rasya sungguh geram dengan kinerja bodyguardnya itu.


Semakin bertambah panik lah dia mendapat kenyataan jika adiknya tak bisa di hubungi.


"Maafkan saya tuan, saya akan segera mencari keberadaan tuan muda" ujar bodyguard itu lemah. Ya, dia harus bertanggung jawab dengan pekerjaan yang dia ambil kepalanya tak bolong pun ia sudah bersyukur.


"Aku ikut" ujar Rasya tegas tak terbantahkan.


Pencarian di mulai pada titik dimana mereka kehilangan jejak dan itu di pantai. Rasya mengrenyit untuk apa adiknya pergi ke tempat itu? tapi ia segera tepis karena ia harus berkosentrasi mencari keberadaan adiknya.


Kini mereka tiba di jalan persimpangan dimana tempat itu sudah lebih dari sepuluh kali mobil adiknya lewati. Itu Rasya ketahui dari CCTV yang ia retas sekitar jalan itu. Semakin bertambah bingung lah ia apa adiknya tengah melindur ? kenapa melewati jalan yang sama sampai berkali-kali?.


Di dalam video itu ada satu hal yang menggelitik rasa penasarannya. Tak peduli seberapa kali mobil Darren berputar ada satu motor yang selalu mengikutinya sayang pengendara itu menggunakan helm full face jadi Rasya tak bisa melihat wajah tersangka beruntung plat nomor kendaraan itu masih bisa terlihat. Berbekal nomor kendaraan itu Rasya berharap segera menemukan keberadaan adiknya.


Kini tujuan mereka ke sebuah rumah yang dari informasi itu adalah rumah pemilik kendaraan yang di lihatnya di video tadi.


Di lain tempat, orang yang tengah sibuk di cari kesana kemari masih tertidur pulas karena pengaruh obat yang di suntikkan beberapa jam lalu padanya.


Darren dan Ayesha masih terpejam dengan kedua tangan dan kakinya yang terikat. Mereka di dudukan di kursi yang ada di sebuah ruangan.


Ruangan itu tampak kosong hanya ada lampu remang-remang sebuah kipas gantung dan juga lemari di sudut dekat jendela. Di dalam ruangan itu ada dua orang berbadan tegap dan kekar kulit mereka hitam karena terlalu banyak terpapar sinar matahari. Mereka tengah berdiri memandangi Darren dan Ayesha dengan tajam seolah tak membiarkan sedetik pun pandangannya teralihkan dari dua targetnya itu.


Di belakang tubuh kekar itu seorang pemuda duduk dengan santai, senyumnya tersungging indah di wajah tampannya. Rambut pirang kesayangannya ia ikat rapi berbeda dengan hari hari biasa yang selalu ia biarkan berantakan.

__ADS_1


"Apa mereka masih lama?" suara bariton itu memecah kesunyian yang ada selama satu jam lebih setelah kedua mangsanya tertangkap.


"Obat itu sepertinya sangat kuat, bos" jawab salah satu dari mereka.


"Guyur keduanya degan air es" ujar pemuda itu datar.


Tak sampai menunggu dua kali perintah, salah satu bodyguard itu berlari keluar mencari apa yang di minta bosnya. Setelah dapat dengan tega orang itu kemudian menyiram Darren dan Ayesha.


Byurrrrr...


Rasa dingin yang amat sangat itu berhasil membuat keduanya sadar. Mereka mengedarkan pandangannya mengitari ruangan dimana kini mereka berada.


"Lepaskan gue!!!" bentak Darren ketika melihat dua orang berbadan kekar itu.


Ayesha masih diam ia mencoba mencerna apa yang tengah terjadi. Pandangannya tertuju pada sosok laki-laki yang berdiri memunggungi mereka dari belakang ia seperti mengetahui siapa pemuda itu, tapi ia masih ragu. Kalau benar itu dia sungguh ia akan mengamuk nantinya.


"Hei kalian tuli ya, cepat lepasin gue!!!" lagi Darren tak berhenti berteriak.


"Diam!!!" bentak salah satu orang itu.


"Apa kabar... Adikku?" ujar pemuda itu kemudian ia berbalik melihat wajah-wajah mengenaskan di depannya. Senyumnya tampak menawan tapi sungguh mengesalkan bagi dua orang yang tengah terikat tak berdaya itu.


"Kau...!!!"


.


.


.


Bersambung..


...****************...


Hai readres jangan lupa like cerita aku yang receh ini ya..


Terimakasih...

__ADS_1


Happy reading all..


__ADS_2