Aku Juga Putrimu, Ayah

Aku Juga Putrimu, Ayah
Ternyata dia


__ADS_3

"Kau!!!" Pekik Darren ketika melihat siapa dalang di balik insiden ini.


"Ya, ini gue. Bagaimana kejutannya kalian suka?" Ujar pemuda itu.


"Cih, harusnya gue tau ini tuh kerjaan kakak. Kakak macam apa kaya gini? mainnya culik culik an" Sebenarnya Ayesha sedang berusaha sekuat tenaga untuk menahan rasa kesal dan jengkel pada sosok di depannya. Ia sedang merencanakan untuk menghajar wajah menyebalkan kakaknya itu nanti jika ikatannya sudah di buka. Ya, pemuda berambut pirang yang di panggilnya kakak siapa lagi jika bukan Rezky.


"Hehe santai ade ku sayang," Tawa Rezky pecah melihat ekspresi lucu dari adik dan temannya itu.


Sudah sejak lama Rezky merencanakan ide jahilnya seperti ini pada adiknya tapi ternyata selalu saja gagal karena Ayesha begitu waspada. Hari ini mungkin hari keberuntungannya jadi ia bisa melancarkan rencana yang sempat tertunda.


"Woy Rez lo mainnya yang bener dong ya kali kita di iket-iket kaya gini, mana bajunya basah semua lagi dingin tau" Darren mulai memprotes.


"Suruh siapa kamu susah sekali di hubungi" sahut Rezky pandangannya tertuju pada adik kesayangannya.


Walupun kesayangan tapi mereka berdua jika sudah mengeluarkan sisi jahilnya tak akan tanggung-tanggung seperti sekarang contohnya.


"Dan kamu suruh siapa menyembunyikan keberadaanya" lanjutnya lagi, kini tatapannya di alihkan pada pemuda yang mukanya sudah merah padam karena kesal.


Ini permainan tergila yang pernah di alaminya. Tak pernah terbayangkan jika dia ada di posisi ini terlebih lagi pelakunya adalah teman tongkrongannya sendiri. Gila, hanya umpatan itu yang mampu ia keluarkan. Darren tak bisa berkata-kata lagi menghadapi tingkah Rezky.


"To the poin deh, kakak mau apa?" Tanya Ayesha datar.


"Ngga ada, kakak cuma iseng aja. Bukan kah kita udah lama ngga ketemu. Kamu ngga kangen sama kakak" ujarnya memelas.


Ya, memang tak ada alasan khusus Rezky melakukan hal ini selain di dasari karena adik tersayangnya itu tak pernah bisa di hubungi. Setiap hari ia harus menenangkan Anisha karena kembarannya yang menghilang tanpa jejak. Kini, ia bisa dengan leluasa mengerjai Ayesha.


Beberapa hari yang lalu Rezky tak sengaja melihat dua orang itu tengah berdebat di supermarket perihal saus yang akan mereka beli. Karena keributan itu, akhirnya menarik perhatian pelanggan di sana tak terkecuali Rezky yang berada tak jauh dari mereka.


Dari sana Rezky selalu mengikuti keberadaan Ayesha, mengintai kegiatannya sehari-hari kemudian menunggu waktu yang tepat untuk melancarkan aksinya.


Tiba di malam ini ia menyadari jika orang yang selalu mengikuti Darren akhirnya terpisah Rezky tak menyianyiakan kesempatan emas ini.


Rasa rindu yang dalam kepada adik tomboi kesayangannya membuatnya tak bisa lebih lama berdiam diri saja ia sudah rindu inggin berdebat bahkan berkelahi dengan Ayesha seperti dulu.


Dua bulan ia selalu mencari keberadaan Ayesha tapi tak pernah membuahkan hasil. Adiknya itu seperti hilang di telan bumi. Rupanya ia di kurung di tempat teman tongkrongannya. Pantas saja ia tak bisa melacaknya.


"Hacimmm"

__ADS_1


"Hacimmm"


Darren dan Ayesha bersin bersamaan. Bajunya yang basah apalagi air yang di siramkan tadi air es sungguh membuat keduanya menggigil. Sudah setengah jam ia di tinggalkan Rezky tapi belum ada tanda-tanda untuk melepaskan ikatannya.


"Gila, si Rezky udah sinting kali ya, bercandaannya keterlaluan banget" gerutu Darren yang hanya di lirik oleh Ayesha.


"Awas aja kalo gue udah lepas. Gue bejek-bejek tuh orang"


"Dingin"


"Rezky!!!!! Sial*n!!!"


Dan ucapan-ucapan lainnya terus saja di lontarkan pemuda itu.


"Woy lo tuli ya, apa lo mati rasa, ko lo diem aja sih" Sadar sedari tadi hanya dia yang berisik Darren pun bertanya pada Ayesha.


Mungkin bagi Darren ini pertama kalinya ia di kerjai seperti ini mengingat ia adalah anak bungsu dari keluarga terkaya pasti ia akan mendapatkan kasih sayang yang melimpah. Apa pun yang ia mau pasti dengan mudah di dapatkannya begitu juga dengan orang-orang di sekitarnya tidak ada yang berani menyinggung apa lagi menyentuhnya. Wajar jika sekarang dia sangat panik.


Tapi untuk Ayesha kejadian seperti ini bukan hal yang baru. Ia sering sekali balas jahil menjahili dengan Rezky. Tapi memang kali ini Rezky sudah sangat keterlaluan. Pertama ia menggunakan obat bius yang kedua ia harus di ikat dan kemudian di bangunkan dengan di guyur air es di tinggalkan begitu saja pula. Tidak masuk angin pun sudah sangat bersyukur.


"Woy, asisten ko lo diem aja, protes kek" ujar Darren karena sedari tadi ia di acuhkan.


Seperti yang di katakan Ayesha akhirnya ikatan mereka di lepas juga dengan bantuan ART Rezky yang bernama bibi mei atas perintah tuannya itu.


Bi mei menunjukan sebuah ruangan yang tak lain adalah kamar untuk Darren, sedangkan Ayesha di kamar yang biasa ia tempati di sana. Rupanya mereka di bawa di kediaman keluarga Raymond. Kebetulan paman Ray sedang pergi ke luar negri bersama sang istri. Kesempatan ini membuat Rezky dengan leluasa mengundang tamunya itu bahkan ia turun tangan sendiri untuk menjemput mereka.


Di dalam kamar masing-masing sudah di sediakan air panas untuk mandi dan juga pakaian hangat. Sudah di sediakan juga sup dan wedang jahe agar tubuh keduanya kembali hangat.


Selesai bersih-bersih dan menghangatkan tubuh Ayesha berjalan dengan tergesa-gesa tujuannya hanya satu yaitu kamar Rezky. Karena dia ingin memberikan kakaknya itu pelajaran.


Sudah sedari tadi Ayesha menahan emosinya supaya tak terpancing, sekarang ia telah bebas dan badannya pun fit saatnya membalas dendam. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Ayesha membuka kasar pintu kamar Rezky yang tak jauh dari kamarnya.


Brak...


Ayesha sudah berhasil masuk ke kamar itu dengan mudah karena memang tidak di kunci, sayangnya yang di cari tak ada di sana. Bertambah geram lah Ayesha. Gadis itu mulai membuka setiap ruangan yang ada di sana. Karena Ayesha sudah terbiasa keluar masuk rumah itu jadi tak ada rasa sungkan.


Kegaduhan yang di ciptakan Ayesha ternyata mengusik ketenangan Darren yang berada di lantai bawah tepatnya di kamar tamu.

__ADS_1


Mendengar kegaduhan itu Darren keluar melihat apa yang sedang terjadi. Rupanya asisten kesayangan yang membuat ulah. Karena terbuai hangatnya selimut ia sampai lupa jika ia ingin memberikan pelajaran pada Rezky. Saat ini pasti asistennya itu tengah melakukan apa yang ia pikirkan. Darren pun menghampiri gadis itu.


"Lo nyari si Rezky?" Tanya nya.


"Iya"


"Udah ketemu?"


"Gue rasa kak Rez kabur. Dia pasti sengaja ngindarin amukan gue" Ayesha sangat geram karena sudah dua kali ia memeriksa setiap ruangan yang ada di rumah itu bahkan sampai ke ruangan bawah tanah tempat tadi ia di bawa. tapi, tetap saja orang yang ia cari tak terlihat batang hidungnya. Fix pasti dia sudah kabur.


Di tempat lain Rezky tertawa terbahak-bahak melihat adiknya yang uring uringan mencari keberadaanya.


Saat ini Rezky sedang dalam perjalanan untuk menjemput seseorang. Rezky memantau dua orang sanderanya menggunakan layar tablet yang sudah terhubung dengan CCTV di setiap sudut ruangan di rumahnya.


"Mereka lucu sekali" gumam Rezky.


"Udah lama gue ngga liat muka ngegemesin Ayesha, ini hiburan banget" lanjutnya.


Tanpa Rasya sadari ternyata orang tuanya sudah kembali dari kunjungan luar negrinya dan sekarang dalam perjalanan menuju ke kediaman mereka. Entah apa yang akan orang tuanya lakukan jika tau kelakuan anaknya itu.


Di lain tempat rombongan Rasya pun sudah mengantongi alamat keberadaan adiknya.


Awalnya orang suruhan Rezky tak mau mengatakan dimana ia mengantarkan adiknya itu tapi bukan Rasya namanya jika tak bisa mendapatkan apa yang ia mau.


Setelah di desak akhirnya orang itu pun memberikan alamat rumah Rezky dan kini mereka tengah menuju ke alamat yang sudah mereka kantongi.


.


.


.


Bersambung....


...****************...


Jangan lupa tinggalkan jejak cinta kalian ya readers...

__ADS_1


Happy reading...


Terimakasih


__ADS_2